IRA SUARILAH


Berpacu menjadi yang terbaik

Living in Nottingham

Nottingham, 27 Desember 2011

 

10.37

Duduk di leather sofa berwarna soft beige di living room, ditemani 2 tangkup roti gandum berisi olesan tebal butter dan strawberry jam berikut segelas susu panas. Genap 3 bulan mogok makan roti dan baru memulai kembali breakfast roti pagi hari ini. Perasaan bosen, enek makan roti tawar berawal dari berakhirnya international week program. Selama 5 hari (Selasa-Sabtu) kami mendapatkan makanan yang sangat lezat dan berlimpah. Beberapa sachet copy instant, selai dan butter, sisa2 international week program masih tersimpan di wadah bekas es krim bertumpuk dgn bumbu pecel dan bumbu instant bawa dari Indonesia. Semua tertata rapi di lemari wadah bumbu dan stok makanan di kitchen.

 

Pagi hari ini, nottingham cerah bersinar..dan menikmati breakfast dengan limpahan sinar matahari yang leluasa menerobos jendela-pintu kaca livingroom. Cuaca sangat cerah di bulan Desember yang dingin. Salju belum juga turun..

Sinar mataharinya sangat terang,silau dan sama sekali tidak panas menyengat sepertihalnya di Surabaya. Menatap langit biru Surabaya dari dalam ruangan mengindikasikan di luar sana tentunya sangat panas. Lain sekali dnegan di sini, jangan pernah berprasangka hangat terhadap langit biru dan sunny day-nya Nottingham, karena sinar matahari sama sekali tidak berdaya dalam hal menghangatkan udara yang berhembus dingin.

Heater terus menyala selama 24 jam, kecuali jika rumah ksosong, kami mematikannya. My housemate selalu menggerutu jika heater dimatikan meskipun kami semua ke luar rumah. "Ira biarkan heather menyala supaya setelah kita kedinginan di luar, begitu masuk rumah, rumah dalam kondisi hangat"

Hemat..dan hemat dan kenapa kita tidak mengrhemat energi? meskipun kita sudah 100% bebas tagihan apapun termasuk jika menyalakan heather terus menerus selama 24 jam selama winter meskipun kita tidak ada di rumah, tapi tetep saja keinginan untuk ramah lingkungan dengan cara menghemat energi terus terngiang ditelinga dan tak bisa lepas dari ingatan, menancap erat di  hati hati sanubari meskipun my housemate sedemikian rupa menggerutu.

Apakah ini pertanda my tropical country; body and mind sudah beradaptasi dengan baik di negeri ini?

malam hari, kadang terasa hangat dan rasanya untuk beberapa jam, secara spontan kaki menendang duve dan menyingkirkannya dari tugasnya untuk melindungi tubuh dari dingin. Terasa hangat dan butuh merasa dingin.Tidur tanpa diselimuti duve tebal sepertinya jauh lebih nyaman.

 

Hari yang cerah..menatap sinar matahari yang sangat terang dibalik jendela livingroom

Liburan natal, orang-orang pergi berlibur, mengistirahatkan sejenak dari beban pekerjaan dan juga himpitan assignments, exams and courseworks ..

My housemate sedang menyiapkan breakfast,  membuat telor 1/2 mateng dimana sebagian besar masih meleh mentah dan dia menaburinya dgn merica secara membabi buta..sama sekali bukan pilihan yang lezat sebagai menu pembuka hari..

Jangan tanya suka atau tidak,episode sarapan telur mata sapi sudah berakhir..lebih dari 20 tahun yang lalu. Ketika terserang sakit tipus,dimasa recovery, sarapan telur mata sapi adalah menu utama.Dan sudah..semua sudah berakhir, sudah tidak lagi berselara menyantap telur mata sapi, sudah keblenger.

 

Orang-orang disini sangat menghargai privacy.

Jangan membayangkan merancang pesta dengan iringan musik dangdut atau apapun itu sehingar-bingar seperti halnya di kampung halaman. Musik penganatar hajatan yang disetel sedemikian kencang untuk meberitahukan bahwa hajatan akan dan sedang digelar oleh si empunya. Untuk sekedar barberque saja (outdoor) dengan mengundang beberapa orang teman, kita harus minta ijin tetangga kiri kanan.Mereka akan bertanya, mulai jam berapa sd. jam berapa? musik? minuman (alkohol) dll.Jika jawaban tetangga menunjukan mereka tidak berkenan, maka alamat pesta kita gagal total. Jika kita ngotot, maka kita akan dilaporkan ke polisi.Jika kita kenal baik dgn tetangga kita, kita bisa mnegundangnya untuk hadir tetapi secara kami adalah student yang tidak tinggal permanent, maka tetanggapun dan kami juga memilih untuk menjalani hidup masing2.

 

Percis sebelah kanan, tetanggaku ini (warga lokal) punya bayi. Dimalam hari, dikala sunyi senyap dan hanya bunyi jantung yang berdegup. Dengan jelas suara tangisan bayi dari rumah sebelah dan suara anak-anak. Sunguhpun my housemates menyakinkan klo disebelah rumah memang ada bayi dan anak kecil, tapi samapai detik ini sama sekali belum pernah bertemu, melihat mereka.

Jadi kembali teringat banyak hal di kehidupan masyarakat di tanah air tercinta. Anak-anak bermain dihalaman, berlarian kian kemari. Sekalipun di komplek perumahan, mereka juga menikmati kegiatan bermain disekitar rumah. Terkecuali dikomplek rumah tinggal yang dibuat khusus untuk saling menjaga privacy pasti akan tampak sama percis dengan kehidupan di sini.

 

Ada keinginan untuk suatu hari bertemu dengan si pemilik tangis di malam hari dan rengekan rewel bocah cilik yang dengan setia telah menjadi pemecah sunyi dikeheningan malamku.

 

Internet adalah teman setia dikala suka dan duka. Nonton TV, dengerin radio, ngobrol, dengerin musik, membaca koran, majalah..SEMUA didapatkan secara on line. Semenjak meninggalkan tanah air, semenjak itu pula TV ditinggalkan.

Jika ingin nonton TV, harus berjalan menuju salah satu rumah teman Indonesia. Sekedar untuk melampiaskan rasa rindu kepada salah satu hasil perangkat teknologi yang diciptakan manusia.

 

Sedemikian tingginya tingkat ketergantungan terhadap ineternet. Bangun tidur segera menyalakan laptop, tidur larut pun dikarenakan berat sekali mengakhiri hari dan mengistirahakan sejenak laptop dan intrenet. Suatu hari, jaringan internet di rumah mati, semua penghuni rumah ngotak-ngatik kotak kecil dan sambungan kabel, memastikan lampu hijau yang menjadi pertanda ada jaringan menyala dan kabel2  menancap dengan sempurna. Alhasil, semua terlibat, semua berjibaku, karena semua menderita tanpa adanya internet. Hingga akhirnya, prayer room, portland building menjadi pilihan. Di Prayer roopm, kami bisa akses internet terutama untuk ngcek email dari UoN dan ngecek info2 ptg lainnya. Ternyata untuk melakukan pengecekan terhadap email2 ptg tidak mmerlukan waktu lama. Bisa dikalkulasi kebutuhan yang paling prioritas thd koneksi internet adalah untuk apa dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk kegiatan tsb. Selebihnya untuk kebutuhan sosialisasi berapa menit dan lain2nya?  nah lain2nya itu ternyata paling banyak menhabiskan waktu dan bisa juga paling tidak penting untuk diakses karena malas juga berlama2 duduk di prayer room kecuali sambil menunggu makanan gratis; Indian and or middle east cuisine.Relaaa..ikhlas menunggu..apalgi klo dapat 2 porsi yaitu makan ditempat dan juga dibawa pulang. Angin malam Nottingham yang dingin menggigit, sekalipun diiringi rintik hujan, semua menjadi tidak bermakna. Jika ini diartikan sebagai kendala, sungguh ini kendala yang teramat sangat jinak untuk ditaklukan. Kebutuhan makan dan bergaul secara nyata (bukan virtual lewat skype dll) telah mengenyangkan kebutuhan jasmani dan rohaniku. Solat berjamaah, ngobrol panjang lebar dengan saudara2 muslim dari berbagai belahan penjuru dunia adalah kenikmatan yang tiada tara, tidak dapat dikalahkan oleh dinginnya udara, rintik hujan  dan gelapnya malam. Ada rasa bahagia yang menggelora di setiap ayunan langkah, pulang menuju ke rumah.

 

Rumah kos ini, telah menjadi sejarah bagi sekian puluh international muslim female yang menuntut ilmu di UoN. Kami belajar untuk terbiasa hidup bersama penumpang. Mereka menumpang di rumah ini dengan rupa2 alasan dan apapun alasannya, kami menreima mereka dengan tangan terbuka. Sofa kulit yang sedang diduduki ini cukup empuk dan kokoh untuk ditiduri, duve tebal siap menyelimuti. Silakan menaruh belanjaan di kulkas dan memasak. Di setiap farewell dinner yang disajikan di rumah ini, kami banyak kedatangan saudari2 muslim yang biasa kami jumpai di prayer room. Kami bemain kartu, sampai dengan beberapa putaran diselingi gelak tawa.  Pelajar S1,S2 dan S3..kami berbagi suka dan duka, termasuk berbagi ilmu dan warisan. Siapa yang perlu printer plus scanner? mereka yang sama jurusannya akan mendapatkan banyak warisan dari yang sudah lulus. di rumah ini, kita punya 4 talenan besar dan 1 talenan kecil. Kita tidak memerlukan talenan sebanyak itu, cukup 1 besar dan 1 kecil, silakan dibawa pulang bagi mereka yang memerlukan.

 

Di farewell dinner kemaren di Red hot (nama restaurant halal di city center), mengenal teman baru yang mukanya percis buanget Aishwarya Rai..dengan mata hijaunya yang asli (bukan imitasi contcat lens), hidung,bibir dan mukanyanya..sangat mirip Aishwarya Rai. Cantiik sekali. Dan kamipun berfoto bersama2..

 

Dan terucap kata sepakat diantara kami, suatu hari nanti kita akan berkumpul lagi dan harus kembali bermain kartu.Dimanakah kita akan berkumpul lagi, saudari2ku?

Umroh bersama dan berkumpul dirumah salah satu sister di Jeddah. Indaah sekali..

terharu dan ingin menangis dibuatnya..

 

11.56

waktu dhuhur..

hari masih tampak cerah namun sinar matahari mulai meredup.Kembali membandingkan dnegan tanah air, jam segini matahri sedang sangat terik2nya..langit membiru dan udara menjadi sangat panas.

di sini, winter membuat siang menjadi lebih pendek dan malam jauuh lebih panjang.

Semenjak memasuki winter, pemberitahuan kepada seluruh mahasiswa diumumkan melalui web UoN untuk berhati2, karena malam datang lebih awal sehingga sangat diperlukan untuk memastikan semua baik2 saja.

 

Sepi, hanya suara heather nyedot listrik sesekali terdengar dan dengung halus seperti gemericik air dari kulkas.

Solat dhuhur dulu karena tak lama lagi akan segera masuk ashar..dan magrib dalam jeda waktu yang tidak lama.

Lalu ke luar rumah, berdiri beberapa menit didepan rumah, tepatnya berdiri di trotoar untuk menikmati matahari sore. Kuatatap dengan mata menyipit..kurasakan sinarnya, hangat menerpa wajah dan kunikmati..matahari sore

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :