IRA SUARILAH


Berpacu menjadi yang terbaik

Idul Adha

Tadi sore, sabtu 5 Nopember 2011, saya menghadiri kegiatan buka bersama dan takbiran idul adha di Prayer room,Portland buliding, Notinggahm Uni. Berangkat dari rumah  dengan housemate Amina, seorang Nigerian yang sudah 4 tahun berada di UK untuk sekolah S1 dan S2 dibidang hukum dan selama 4 tahun tersebut, sama sekali tidak pernah pulang ke negaranya. Komunikasi dengan orang tua dan saudara kandung semua terhubung dengan teknologi informasi yang murah bahkan gratis.Tapi cerita saya ini,tidak hendak menceritakan my housemate.

Buka bersama itu dimulai dengan kurma yang basah dan lembut, secara penampilan fisik dan rasa dilidah, sangat berbeda dengan kurma yang biasa saya beli di pasar ampel, Surabaya. Enak sekali, dan sesuai tradisi (saya tidak yakin klo ini adalah sunah, setelah mengikuti sebuah pengajian dikomplek perumahan di Surabaya), kami makan dalam jumlah ganjil. Pengen tau berapa biji yang saya makan? 3 atau 5?

jawaban yang benar adalah saya makan 9 biji..(jumlah yang ganjil kan? dan ini masih diteruskan kemudian setelah takbiran usai, dalam jumlah yang tidak yakin ganjil atau genap)

 

Kurma yang sangat lezat ini dibawa oleh seorang sister berkembangsaan Irak yang datang bersama keponakannya yang cantik bernama Hoda dan adiknya yang datang menyusul ke prayer room, bernama Abdullah.

Saya lupa, nama sister ini..yang jelas dia berusaha mengingat nama saya; IRA from Indonesia.

Sister ini sebelum hiruk pikuk, penggulingan Saddam Hussein bekerja sebagai pengacara disebuah firma hukum yang didirikan oleh keluarganya. Beliau sangat fasih berbahsa inggris karena banyak mengurusi legal aspek perusahaan asing di Irak.

Ketika ditanya, kenapa meninggalkan Irak dan memilih menetap di Perancis?

==================================================

 "I am not fluent speaking English since I learn French.."

Kalimat pembuka yang disampaikan sebelum berlanjut kepada pemaparan yang panjang lebar,

ketika dia mulai menjelaskan latar belakang kepergiannya dari Irak ke Perancis..

 

Situasi politik di Irak, saat itu sedang kacau, sangat kacau..tidak ada orang yang bisa dipercaya kecuali diri sendiri. Sungguh pilihan yang sangat sulit, saya harus pergi tapi bukan pergi ke luar negeri ke negara2 arab yang pada saat itu mayoritas memusuihi Irak. Saya harus pergi.ke non arabic country.

 

Saya pergi meninggalkan Irak berdua dengan ibu saya dan kami memilih Perancis karena pertimbangan saat itu kami memiliki visa Perancis, sedangkan adik saya sudah lama tinggal di UK.Saat ini saya datang ke UK untuk merayakan Idul Adha dengan adik saya dan minggu depan, kami akan kembali ke Pernacis.

 

Apakah Ibu anda sehat dan kuat untuk bepergian..(melihat dari fisiknya,, beliau sudah tampak sepuh .sekitar 60-an, dan ibunya mungkin berusia 80-an). tanya saya dengan penuh rasa ingin tahu

Alhamdulillah, ibu saya sehat dan kuat. Ibu saya sangat bergantung kepada saya, dia hanya bisa berkomunikasi dalam bahasa arab dan saya kesulitan berbahsa perancis. Sejak saya belajar bahsa Perancis, seminggu 2x saya ikut kelas pelajaran bahasa perancis, kemapuan bahasa inggris saya hilang perlahan-lahan. Akhirnya, saya tidak menguasai keduanya. Untuk keperluan hidup sehari-hari, kami sering berebelanja di toko bangsa Arab dan kalaupun kami pergi ke toko orang Peranxis, saya paham apa yang mereka bicarakan tetapi sulit untuk berbicara.

Alhamdulillah, sejak saya ikut kursus bahsa Perancis, saya merasa lebih nyaman bersosialisasi dengan para French speaking.

 

Hoda, keponakannya yang berusia 12 tahun, sangat cantik dengan rambutnya yang kuning kehijauan.Dikepang satu dan tampak sekali setiap jelujur rambutnya, begitu tebal. Sedangkan adiknya Abdulah yang dipanggill Abud, memiliki rambut blonde selayaknya Briton. Kalau mereka berdua tidak berbicara bahasa arab, sulit sekali rasanya memastikan dan mebedakan apakah mereka Briton atau bangsa Irak?

Hidangan utama yang disajikan adalah nasi biryani dnegan ayam panggang. Pilihannya dada atau paha, ditambah acar yang terbuat dari rajangan kasar, tomat,wortel,selada,timun,bawang merah segar. Kemudian ada jeruk, coklat, dan jus tropical blended. Menyoal judul jus yang berjudul tropical blended; setelah saya baca apa isi didalamnya, tertulis dibuat dari campuran buah-buahan tropis segar. Penasaran berlanjut, saya perhatikan setiap sisi kotak jus tersebut, memutar hingga 4 sisi terlampaui, dibaca dengan detil dan seksama, meyakinkan kalau itu berasal dari buah-buahan yang ditanam di Indoensia. Sungguh sangat disayangkan, saya tidak menemukan apa yang saya cari-cari dan meleteakkan kembali jus tsb dengan rasa perih di dada. UK mengimpor buah2an tsb atau bahkan mengimpor jus tsb dan mengemasnya ulang dgn tulisan semua bahan diproses dan dipacking di UK.

Umh..begitu ya, caranya..

 

Oborlan memanjang dari kami selesai solat magrib, makan, solat isya hingga menjelang takbiran dimulai..

Makanan lezat yang terhidang di hadapan kami ini semua berasal dari uluran tangan seorang yang sangat mulia yaitu orang tuanya Hoda dan Abud. Selesai kami makan,Hoda menawari kami,apakah sister mau membawa makanan yang sama untuk dibawa pulang?

Para pembaca pasti tau banget jawabannya..

Saya tidak memiliki alibi yang kuat untuk menyatakan keberatan atas tawaran tsb.

Hoda lngasung turun ke parkiran, dari lantai E dia meluncur dalam lift dan kembali sambil mebawa jawaban bahwa makanan semuanya sudah habis.Banyak broter yang datang. Demikian penjelasannya.

Ok..gak apa-apa Hoda.terima kasih..tokh besok masih ada lanjutan gathering Idul Adha dnegan WN Indoensia-Nottingham. Saya berusaha menghibur diri sekaligus membunuh rasa tamak dan serakah..terhadap keinginan mendapatkan makanan gratis nan lezat dengan cara mudah dan menyenangkan.

 

Sesaat kemudian, terdengar panggilan Hodaaa..Hodaaa..melalui pengeras suara yang berasal dari male prayer room.Saya pikir mungkin ayahnya yang memanggil dia.

Dan ternyata benar. Hoda ke luar dari female prayer room dan saya kembali berbincang dengan jamaah lainnya.

Pembicaraan saya dengan sister yang duduk di kiri dan kanan saya semakin menjurus ke alasan-alasan politik apa yang melatarbelakangi beberapa orang berkebangsaan Arab memutuskan ke luar dari negaranya.

Para mahasiswa menjadi terpacu untuk berperstasi sehingga bisa bersaing untuk mendapat beasiswa dari UoN, sehingga mereka tidak perlu segera pulang kampung. Bersaing untuk mendapatkan beasiswa sungguh suatu hal yang amat sangat sulit, tapi kembali untuk hidup di negara sendiri jauuuh lebih sulit dan lebih buruk. Sebagian yang lain yang telah selsai studynya baik S1 maupun S2 memilih untuk mencari pekerjaan. Pilihan bekerja di UKpun bukan urusan mudah. Ditengah krisi ekonomi yang sedang melanda Eropa saat ini, WN UKpun ikut terkena imbasnya, mereka sulit untuk mendapat pekerjaan di negaranya sendiri sekalipun. Dan para pendatang yang lapar dan haus akan iklim politik yang stabil, menderapkan langkah demi sebuah peluang. Sekarang ini Orang UK saja banyak yang nganggur, tapi sungguh, para pendatang itu sama sekali tidak gentar, tidak memandnag hal itu sebagai sebuah alsan untuk pulang ke tanah air mereka.

 

Pulang ke tanah air, sama sekali bukan pilihan..

 

Hoda masuk kembali ke Prayer room dnegan membawa bungkusan nasi dalam wadah kotak plastik bening, nasi itu kemudian diserahkan kepada sister duduk urutan ke dua dari sisi kiri saya, dan dia ke luar lagi..diikuti oleh adiknya, Abud. Mereka berbincang dalam bahasa arab yang sama sekali tidak aku paham satu patah katapun obrolan mereka. Yang aku pahami, mereka tertawa riang.

 

Seorang sister dari Libya sangat beruntung mendapatkan beasiswa tuition fee dan melanjutkan studinya ke PhD  jurusan; Film. Saya mengucapkan selamat kepadanya. Berita tentang perlawanan rakyat Libya menyerang pemimpinnya sendiri telah membahana ke seluruh jagat raya. Semua media cetak dan media digital menanyangkan hari naas seorang penguasa digjdaya ditangkap untuk kemudian disiksa, sebelum tembakan mematikan bersarang dikepalanya.

 

Pertanyaan itu kembali tertuju kepada saya yang selama mendnegarkan, sibuk membayangkan tayangan ulang pemimpin Libya yang kepala dan mukanya bercururan darah. Jika hal yang sama menimpa kepada saya; rindukah saya pulang ke tanah air? rindukan saya menjejakan kaki di kampung halaman? rindukah saya untuk mengabdi kepada negeri? loyal kepada pemerintah?

 

Pada saat kerusuhan itu dimulai, orang tuanya sudah mengirim pesan untuk tidak pulang kampung. Mereka meminta putrinya untuk bertahan tinggal di UK sampai dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan, sementara orang tua dan saudara kandungnya mengungsi ke Yordan, menumpang pada salah satu relative mereka.

 

Allah maha pengasih dan penyayang, sister Libya ini, tidak perlu pulang. Dengan beasiswa yang diraihnya melalui perjuangan yang penuh dengan doa dan airmata, dia melanjutkan studinya dan mendapatkan jaminan kemananan politic hingga 3tahun ke depan.

 

Hoda dan adiknya masuk sambil saling mendorong..adiknya jatuh terjerembab didepan kami..dadanya mendarat diatas karpet yang empuk, nyaris dua jengkal didepan piring saya yang dipenuhi oleh tulang ayam tanpa secuilpun daging yang melekat  tersisa. Pada ujung-ujung ulang ayam itu pula dipenuhi gigitan pada setiap sisinya, tampak jelas terlihat upaya penghabisan yang dilakukan untuk mengisap nikmatnya bumbu yang meresap, tanpa sisa.

 

Hoda memberikan bungkusan erat kepadaku dan  Amina.

Bungkusan yang aku terima, bundar dibalut alumunium foil, tampak samar terlihat dari kantong kresek yang mewadahinya dengan ketat.

Alhamdulillah..

Sudah sangat yakin, isinya pasti nasi yang lezat yang serupa dnegan telah saya habiskan

 

Takbiran dimulai..

setelah kami solat isya pada jam 18.15..

Membayangkan waktu yang sama di indonesia,jam segitu masih cukup memenuhi syarat untuk melaksanakan solat magrib.

 

Jangan membayangkan takbiran hingga subuh tiba seperti halnya dimasjid dikampung halaman..

takbiran dengan pengeras suara yang mebahana hingga pelosok dusun, suara beduk yang bertalu-talu..

itu semua hanya ingatan yang akan selalu melekat dikepala. Hendak diibawa kemanapun kepala ini, pengalaman baru tidak akan mampu menghapus memori lama.

Kami mengumandangkan takbir dalam kesederhanaan, dalam guman..

pada suara yang lirih itu pula, rasa syukur dalam dada mengelora mengisi setiap lobus paru..setiap helaan nafas, menggiring hantaran terima kasih yang tiada terhingga untuk sang Pencipta..

 

Rasa yang sama, ketika doa yang sama saya panjantkan di tanah air, saya rasakan di UK..

kali ini saya di sini, bersama saudara-saudara saya..islamic muslim society

saudara-suadara muslim yang juga akan bersama-sama saya kelak di padang mashyar..

saudara-saudara muslim yang doanya akan melapangkan saya..

yang akan menyelamatkan saya dari siksa api neraka jahanam..

 

Terima kasih ya Alloh..

perut kenyang (plus ekstra untuk besok)

hati riang..

(Bungkusan itu terdiri dari nasi biryani dengan porsi lebih banyak dari yang tadi saya makan berikut 2 potong ayam)

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :