IRA SUARILAH


Berpacu menjadi yang terbaik

Menyesal

Seperti orang yang tidak kenal arti bersyukur saja. Bukankah di atas langit masih ada langit? dan semakin banyak menelan air laut akan semakin kehausan? Tanda tanya itu sudah ada dan tidak hilang dalam waktu yang cukup lama, tetapi kemudian dipaksa ditiadakan, perlahan tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan. Jika sekarang menyesali kenapa tanda tanya itu tidak dicarikan jawabnya? Pelajaran pertama adalah dengarkan hati nurani. ketika sesuatu yang tidak benar berjalan, jangan menunda-nunda atau bahkan malah dengan sengaja membiarakan keraguan akan ketidakbenaran menjadi sebuah upaya pembenaran. Well, sekarang adalah kenyataan, sudah bukan waktunya berandai dan menyesali yang sudah sekian lama menanti untuk dikoreksi hingga akhirnya Selamat menikmati buah dari menunda-menunda. Menyesal? tentu saja...sangat menyesal kenapa dulu tidaaak segera bertindak? waktu tidak pernah kembali ke masa lalu...waktu selalu berjalan lurus ke depan.

Sebuah penyesalan yang tidak ada gunanya..

Daripada meratapi yang sudah terjadi dan hampir mustahil untuk dapat diperbaiki, lebih baik introspeksi diri! dan jadikan ini adalah sebuah cambuk yang menyakitkan sehingga menjadi sebuah pembelajaran untuk tidak membiasakan ‘membiarkan, menunda, membunuh kata hati demi tumbuh suburnya gulma logika ketenangan, kesenangan sesaat.

Menyesal?

Baiklah..lihat ke luar sana..lihatlah..dengan mata hati..Ada yang akan sangat tersakiti jika penyesalan tolol ini di ketahui oleh mereka yang mungkin tidak akan pernah sampai dititik ini. Mereka yang memuja apa yang sedang dimiliki saat ini hanyalah harapan palsu belaka.

Percayalah..Lebih banyak orang yang kurang beruntung (jika menurutmu apa yang kamu miliki saat ini adalah sebuah keberuntungan). TETAPI yakinlah.. Allah sudah mengaturnya demikian, dan ini akan menjadi tanda-tanda bagi orang yang berfikir. Maka, lekaslah berfikir dan terutama memohon ampuananNya (bukankah ketika seruan hati kecil tidak mempan dilelapkan oleh logika adalah sebuah pertanda? dan pertanda itu malah kemudian dilenyapkan)

Katakanlah ini sebuah Takdir..dan per-andaian- adalah sebuah garis nasib yang bisa di ubah. Jika diibaratkan ini hukuman, nikmatilah..lalu katakanlah kapok! kehilangan 1tahun 10 bulan itu tidak berarti apa-apa dibanding dengan seumur hidup.

Kehilangan 1tahun 10 bulan atau = 22bulan itu adalah NOTHING!

Well, nikmat Allah manakah yang akan kamu ingkari?

Ada masa depan dan ada harapan.kesempatan yang bisa diperjuangkan. Mungkin tidak akan pernah bisa mengobati kenangan akan kebodohan yang sudah dilakukan hingga kehilangan 1th 20 bulan TETAPI yakinlah..bahwa move on jauh lebih baik daripada berkubang dalam lumpur sesal. Lihatlah..ada masa depan yang bisa dimulai dari saat ini, iya..dimulai dari detik ini!

Ada mimpi yang menanti diraih, di masa depan sana...Dan mimpi itu akan menjadi mimpi abadi dan tidak bisa diraih jika penyesalan yang dirasakan hari ini tidak segera diakhiri.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :