IRA SUARILAH


Berpacu menjadi yang terbaik

RESUME PATIENT SAFETY PROG B 2017 (Kelas B1)

Dear Students silakan upload resumenya di sini:


1. FIQIH ARDI PRADANA

pada : 31 August 2017

"A. Definisi
Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan, pencemaran

B. Tujuan K3 :
Melindungi para pekerja dan orang lain, menjamin sumber produksi dan proses produksi

C. Faktor yang mempengaruhi k3 :
Beban kerja, lingkungan kerja dan kapasitas kerja

D. Pelayanan K3 :
1. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja
2. Penyesuaian pekerjaan thd tenaga kerja
3. Pembinaan & pengawasan lingk kerja
4. Pembinaan & pengawasan sanitair
5. Pembinaan & pengawasan perlengkapan kesehatan tenaga kerja
6. Pencegahan thd peny umum & PAK
7. P3K
8. Pelatihan Petugas P3K
9. Perencanaan tempat kerja, APD, gizi
10. Rehabilitasi akibat kecelakaan atau PAK

E. Personel yang kompeten :
1. Dokter
2. Paramedis
3. Ahli K3
4. Ahli K3 kimia

F. Safety vs Hazard
Safety :
1. Safety Hazard : mechanic,electric, kinetic, substance
2. Konsekuensi : Accident : Injuries 3. Kepedulian : Process, Equipment, tools
Hazard :
1. Health Hazard : physic, chemical, biologic, ergonomic, psychosocial
2. Konsekuensi : Terpapar→kontak→peny mendadak, menahun & dampak pd masy umum
3. Kepedulian : Lingk, paparan, tdk urgen, titik berat pd bahaya tersembunyi

G. Masalah kesehatan kerja :
1,1 jt meninggal karena kecelakaan & PAK
160 jt PAK per tahun Perkiraan WHO (1995) :
40 – 50 % pddk dunia memp resiko kec/PAK
120 jt kecelakaan kerja per tahun


H. Masalah keselamatan kerja menurut Depkes (1998)
Penyakit/gangguan kes :
- Gangguan visus : petani, nelayan
- Gangg pendengaran : penyelam,pandai besi
- Kelainan paru : penyelam, perajin batu bata
- Kelainan kulit : petani dan nelayan

I. Pengkajian :
- Lingkungan pabrik : kebersihan, sanitasi
- Pemeriksaan kes (awal,berkala,khusus)
- Jaminan kesehatan
- Pemakaian APD
- Proses kerja
- Keluhan pekerja
- Kecelakaan yg sering terjadi
- P3K
- Jam kerja

J. Analisa Data :
- Kecelakaan kerja yg sering terjadi
- Perilaku yg tidak sehat
- Lingkungan yg tidak sehat
- Penyakit akibat kerja
- Pengetahuan yg kurang
- Kurangnya fasilitas pendukung

K. Contoh diagnosa :
Resiko peningkatan penyakit akibat kerja b/d kurang pengetahuan pekerja & perusahaan ttg standar keselamatan dan kesehatan kerja penggunaan APD, posisi kerja yg benar, Fasilitas kerja.



"


2. RIZAL ACHMAD NURDIYANTO

pada : 31 August 2017

"RESUME KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
PATIENT SAFETY
Pengertian patient safety adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan, pencemaran. Tujuan dari adanya konsep Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah untuk melindungi para pekerja dan orang lain, menjamin sumber produksi dan proses produksi. Faktor yang mempengaruhi K3 antara lain adalah beban kerja, lingkungan kerja dan kapasitas kerja.
A. Pelayanan K3 :
• Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja
• Penyesuaian pekerjaan thd tenaga kerja
• Pembinaan & pengawasan lingk kerja
• Pembinaan & pengawasan sanitair
• Pembinaan & pengawasan perlengkapan kesehatan tenaga kerja
• Pencegahan thd peny umum & PAK
• P3K
• Pelatihan Petugas P3K
• Perencanaan tempat kerja, APD, gizi
• Rehabilitasi akibat kecelakaan atau PAK
B. Personel yang kompeten :
 Dokter
 Paramedis
 Ahli K3
 Ahli K3 kimia
C. Safety vs Hazard
 Safety :
1. Safety Hazard : mechanic, electric, kinetic, substance
2. Konsekuensi : Accident : Injuries
3. Kepedulian : Process, Equipment, tools
 Hazard :
1. Health Hazard : physic, chemical, biologic, ergonomic, psychosocial
2. Konsekuensi : Terpapar → kontak → penyakit mendadak, menahun & dampak pada masyarakat umum
3. Kepedulian : Lingkungan, paparan, tidak urgen, titik berat pada bahaya tersembunyi
D. Masalah kesehatan kerja :
 1,1 jt meninggal karena kecelakaan &PAK
 160 jt PAK per tahun Perkiraan WHO (1995) :
 40 – 50 % pddk dunia memp resiko kec/PAK
 120 jt kecelakaan kerja per tahun
E. Masalah keselamatan kerja menurut Depkes (1998) Penyakit/ gangguan kes :
- Gangguan visus : petani, nelayan
- Gangg pendengaran : penyelam,pandai besi
- Kelainan paru : penyelam, perajin batu bata
- Kelainan kulit : petani dan nelayan
F. Pengkajian :
Verification Code :

Kirim
Pengumuman

Pengumuman Pemenang Web dan Blog Terbaik 2014
Gadget Photo Fiesta 2014
Pemenang Lomba Penulisan Blog Hutan Greenpeace Indonesia
Kategori

ASI VS SUSU FORMULA (2)
Breastpump Journey (1)
INSIDE MIND, BODY AND SOUL (5)
K3 dan PATIENT SAFETY (13)
KEPERAWATAN DASAR (15)
Modjang British (5)
Nottingham UK (2)

- Lingkungan pabrik : kebersihan, sanitasi
- Pemeriksaan kes (awal,berkala,khusus)
- Jaminan kesehatan
- Pemakaian APD
- Proses kerja
- Keluhan pekerja
- Kecelakaan yg sering terjadi
- P3K
- Jam kerja
G. Analisa Data :
- Kecelakaan kerja yg sering terjadi
- Perilaku yg tidak sehat
- Lingkungan yg tidak sehat
- Penyakit akibat kerja
- Pengetahuan yg kurang
- Kurangnya fasilitas pendukung

H. Contoh diagnosa :
Resiko peningkatan penyakit akibat kerja b/d kurang pengetahuan pekerja & perusahaan ttg standar keselamatan dan kesehatan kerja penggunaan APD, posisi kerja yg benar, Fasilitas kerja.


"


3. Ungkas Herlambang

pada : 31 August 2017

"RESUME PATIENT SAVETY
Pasien safety adalah suatu imu pengetahuan yang penerapannya bertujuan untuk mencegah kecelakaan dan pencemaran. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi k3 yaitu Beban kerja, lingkungan kerja dan kapasitas kerja
Pelayanan K3 :Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja, Penyesuaian pekerjaan thd tenaga kerja, Pembinaan & pengawasan lingk kerja, Pembinaan & pengawasan sanitasi, Pembinaan & pengawasan perlengkapan kesehatan tenaga kerja, Pencegahan thd peny umum & PAK, P3K, Pelatihan Petugas P3K, Perencanaan tempat kerja, APD, gizi, Rehabilitasi akibat kecelakaan atau PAK
Personel yang kompeten : Dokter, Paramedis, Ahli K3, Ahli K3 kimia
Safety : - Safety Hazard : mechanic,electric, kinetic, substance
- Konsekuensi : Accident : Injuries 3. Kepedulian :Process, Equipment, tools
Hazard : -Health Hazard : physic, chemical, biologic, ergonomic, psychosocial
-Konsekuensi :Terpapar→kontak→peny mendadak, menahun &dampak pd masy umum
-Kepedulian : Lingk, paparan, tdk urgen, titik berat pd bahaya tersembunyi

Masalah keselamatan kerja menurut Depkes (1998) : Gangguan visus : petani, nelayan; Gangguan pendengaran : penyelam,pandai besi; Kelainan paru : penyelam, perajin batu bata; Kelainan kulit : petani dan nelayan
Pengkajian : Lingkungan pabrik : kebersihan, sanitasi; Pemeriksaan kes (awal,berkala,khusus); Jaminan kesehatan; Pemakaian APD; Proses kerja; Keluhan pekerja; Kecelakaan yg sering terjadi; P3K; Jam kerja
"


4. Vania pangestika

pada : 31 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP NO 12, 1995). Limbah dibedakan menjadi beberapa, salah satu diantaranya adalah limbah medis. Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Limbah medis dikategorikan menjadi tujuh, yaitu Limbah benda tajam, infeksius, patologis, farmasi, kimia, kemasan bertekanan, dan logam berat. Aspek legal limbah medis termuat dalam Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen dari limbah medis rumah sakit melalui proses, pemilahan, pengangkutan, pembakaran serta pembuangan akhir. Jenis tempat pembuangannyapun berbeda berdasarkan kategori dari limbah itu sendiri, misalnya untuk limbah radioaktif dibuang pada container berwarna merah yang berisi zat-zat radioaktif. Pada rumah sakit, pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Untuk penyimpananpun limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Perlu diketahui bahwa proses pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik. Tempat yang standar untuk tempat sampah non medis adalah terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fibreglass, mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan, terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan, limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu, benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman, serta tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Setiap rumah sakit, tentunya memiliki tinsenerator untuk pembuangan sampah semntaranya, akan tetapi bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam dan untuk rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang. Cara transportasi limbah medis, yaitu kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup, pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus, kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang, petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri: Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves). Teknik pengelolaan limbah medis tajam dilakukan khusus di tempat lain, yakni safety box, needle cutter, dan needle burner.
Limbah medis tentunya memiliki dampak yang besar pada kesehatan, limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur : melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit, melalui membrane mukosa, melalui pernafasan dan melalui ingesti. Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya. contoh mikroorganisme patogen adalah virus hepatitis B dan virus HIV. Selain hal itu, dampak penyakit infeksius yang disebabkan karena limbah medis antara lain, infeksi mata, ispa, GE, dll."


5. RICHA KUMALASARI

pada : 31 August 2017

"Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)merupakan Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya
dalam upaya mencegah kecelakaan,
pencemaran, penyakit. Tujuan dari K3 adalah melindungi para pekerja dan orang lain ditempat kerja, menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien, menjamin proses produksi berjalan lancar. Adapun faktor yang mempengaruhi kesehatan tenaga kerja yaitu beban kerja, lingkungan kerja, dan kapasitas kerja. Pelayanan Kesehatan Kerja diatur dalam Per Menakertrans No.03/1982. Sedangkan peraturan terkait nakes yang kompeten diatur dalam peraturannya masing-masing.
Maish ditemukan 70 – 80% angkatan kerja di sektor informal termasuk sektor ini : petani, nelayan,pedagang kecil dll memiliki keterbatasan. Selain hal ini berdasarkan data dari ILO (1999) 1,1 jt meninggal karena kecelakaan &
PAk, 160 jt PAK per tahun. Sedangkan perkiraan WHO (1995)40 – 50 % penduduk dunia mempunyai resiko kec/PAK, 120 jt kecelakaan kerja per tahun.
Berdasarkan permasalahan diatas diperlukan asuhan keperawatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi para pekerja."


6. aris sucipto

pada : 31 August 2017

"RESUME PASIEN SAFETY

1. Definisi
Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan, pencemaran
2. Tujuan K3 :
Melindungi para pekerja dan orang lain, menjamin sumber produksi dan proses produksi
3. Faktor yang mempengaruhi k3 :
Beban kerja, lingkungan kerja dan kapasitas kerja
4. Pelayanan K3 :
a. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja
b. Penyesuaian pekerjaan thd tenaga kerja
c. Pembinaan & pengawasan lingk kerja
d. Pembinaan & pengawasan sanitair
e. Pembinaan & pengawasan perlengkapan kesehatan tenaga kerja
f. Pencegahan thd peny umum & PAK
g. P3K
h. Pelatihan Petugas P3K
i. Perencanaan tempat kerja, APD, gizi
j. Rehabilitasi akibat kecelakaan atau PAK
5. Personel yang kompeten :
a. Dokter
b. Paramedis
c. Ahli K3
d. Ahli K3 kimia
6. Safety vs Hazard
Safety :
a. Safety Hazard : mechanic,electric, kinetic, substance
b. Konsekuensi : Accident : Injuries 3. Kepedulian : Process, Equipment, tools
Hazard :
a. Health Hazard : physic, chemical, biologic, ergonomic, psychosocial
b. Konsekuensi : Terpapar→kontak→peny mendadak, menahun & dampak pd masy umum
c. Kepedulian : Lingk, paparan, tdk urgen, titik berat pd bahaya tersembunyi
7. Masalah kesehatan kerja :
1,1 jt meninggal karena kecelakaan & PAK
160 jt PAK per tahun Perkiraan WHO (1995) :
40 – 50 % pddk dunia memp resiko kec/PAK
120 jt kecelakaan kerja per tahun
8. Masalah keselamatan kerja menurut Depkes (1998)
Penyakit/gangguan kes :
- Gangguan visus : petani, nelayan
- Gangg pendengaran : penyelam,pandai besi
- Kelainan paru : penyelam, perajin batu bata
- Kelainan kulit : petani dan nelayan
9. Pengkajian :
- Lingkungan pabrik : kebersihan, sanitasi
- Pemeriksaan kes (awal,berkala,khusus)
- Jaminan kesehatan
- Pemakaian APD
- Proses kerja
- Keluhan pekerja
- Kecelakaan yg sering terjadi
- P3K
- Jam kerja
10. Analisa Data :
- Kecelakaan kerja yg sering terjadi
- Perilaku yg tidak sehat
- Lingkungan yg tidak sehat
- Penyakit akibat kerja
- Pengetahuan yg kurang
- Kurangnya fasilitas pendukung
11. Contoh diagnosa :
Resiko peningkatan penyakit akibat kerja b/d kurang pengetahuan pekerja & perusahaan ttg standar keselamatan dan kesehatan kerja penggunaan APD, posisi kerja yg benar, Fasilitas kerja.
"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :