DEAR STUDENTS SILAKAN UP-LOAD RESUMENYA DI SINI:


1. DITA FAJRIANTI

pada : 28 August 2017

"NAMA : DITA FAJRIANTI
NIM : 131611133014
RESUME : “PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT”
Pengertian Limbah :
• PP No 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi
• Permenkes RI Nomor ; 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang persyaratan kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat,cair, dan gas.
• Limbah Medis/Limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari Instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, lab.
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya
1. Radioaktif : warna container/kantong plastik merah
2. Sangat Infeksius : warna container/kantong plastik kuning
3. Limbah Infeksius patologi dan anatomi : warna container/kantong plastik kuning. Contoh, sampah hasil operasi.
4. Limbah SItotoksis : warna container/kantong plastik Ungu
5. Limbah kimia dan farmasi : warna container/kantong plastik Coklat. Contoh, tumpahan obat, obat kadaluwarsa.
Pemilahan Limbah Padat
• Benda tajam : pisau bedah, jarum spuit, Ampul kaca
• Medis non-tajam : kasa, handscoon
• Non-medis : Koran, kulit pisang.
• Botol dan plastik infus : bisa di reuse.
7 Kategori Limbah Medis
1. Limbah tajam : materi padat yang dapat menyebabkan luka iris atau tusuk. Contoh : Jarum spuit, pisau bedah, infus set.
2. Limbah infeksius : Limbah yang diduga mengandung patogen. Contoh : Limbah hasil operasi, alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3. Limbah Patologis : Limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia. Contoh : Janin, darah, organ tubuh.
4. Limbah Farmasi : Limbah yang mengandung bahan farmasi. Contoh : tumpahn obat, obat kadaluwarsa.
5. Limbah Kimia : Limbah yang mengandung zat kimia. Contoh : Formaldehid, Solven.
6. Limbah Kemasan Bertekanan : Limbah medis yang berasal dari kegiatan di Instansi kesehatan yang memerlukan gas. Contoh : kaleng aerosol.
7. Limbah Logam berat : Limbah medis yang mengandung logam berat dan biasanya sangat toksik. Contoh : Limbah merkuri yang berasal dari kebocoran peralatan kedokteran.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
• Dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit.
2. Membrane mukosa
3. Pernapasan dan Ingesti
Usaha Meminimalisasi Limbah
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membeli
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluwarsa
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
Tempat Penampungan Sementara
• RS yang mempunyai insinerator harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam
• Bagi RS yang tidak mempunyai insinerator, maka limbah harus dimusnahkan melalui kerja sama dengan RS lain.
• Limbah medis harus secepat mungkin dimusnahkan.
Transportasi
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup
• Pengangkut limbah menggunakan kendaraan khusus
• Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia dan hewan
• Petugas yang menangani harus menggunakan lat pelindung diri
Pengumpulan Limbah Medis
• Menggunakan troli khusus
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
• Pada musim kemarau, mikroorganisme patogen lebih cepat berkembang biak.
Mikroorganisme Patogen
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhdap kondisi lingkungan.
Contoh mikroorganisme Patogen : Virus hepatitis (B), HIV, DB, AIDS.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan Internasional
a. The “Polluter Pays” principle (Prinsip Pencemar yang membayar)
b. The “ Precautionary” principle (Prinsip pencegahan)
c. The “Duty of Care” principle (Prinsip kewajiban untuk waspada)
d. The “Proximity” principle (Prinsip kedekatan)
Teknik pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety Box
2. Needle Cutter
3. Needle Burner
"


2. Novalia Puspitasary

pada : 28 August 2017

"NAMA : NOVALIA PUSPITASARY
NIM : 131611133044
RESUME :
Pengertian limbah terdapat pada PP No 12 tahun 1995 yaitu bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi sedangkan pengertian limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium. Legal Aspek Limbah Medis tercantum dalam Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup dan penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Musim kemarau lebih cepat karena pada suhu panas bakteri dan virus lebih cepat berkembangbiak.
Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam sedangkan bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang. Pengelolaan limbah medis mempunyai prinsip-prinsip berdasarkan kesepakatan internasional yaitu The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”), The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”), The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”), dan The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Cara menangai Limbah Padat Rumah Sakit/Puskesmas/poliklinik adalah dengan melakukan 4 tahapan berikut :
1. Pemilahan, limbah dipiliah sesuai kategori, ada limbah tajam, non tajam, infeksius, non-infeksius, basah/kering dan PVC. Limbah benda tajam, medis non tajam dibawa ke pihak III, limbah non medis akan dibawa ke TPA, Botol dan Plastik infus di reuse
2. Pengangkutan, limbah diangkut dari tempat penampung sementara menuju pembuangan selanjutnya
3. Incineration/ pembakaran
4. Pembuangan akhir, setiap limbah berbeda-beda pembuangan akhirnya
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup yang lain
Jenis wadah limbah medis padat :
1. Radioaktif, wadahnya kantong plastik merah, biasanya menggunakan kantong boks timbal dengan simbol radioaktif
2. Sangat Infeksius, wadahnya kantong plastik kuning, dengan syarat kantong plastik anti bocor, kuat atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
3. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi, wadahnya kantong plastik kuning dengan syarat kantong plastik kuat dan anti bocor atau kontainer
4. Sitotoksis, wadahnya kantong plastik berwarna ungu, kontainer harus kuat dan anti bocor
5. Limbah kimia dan farmasi, kantong plastiknya berwarna coklat.
7 kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2. Limbah infeksius adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3. Limbah Patologis adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Dampak Limbah medis terhadap Kesehatan adalah limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur yaitu melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit,melalui membrane mukosa,dan melalui pernafasan serta melalui ingesti. Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh mikroorganisme patogen adalah :
1. Virus hepatitis b
2. Virus HIV
Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehtan :
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Septikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis virus A, B, dan C
"


3. Putri Aulia Kharismawati

pada : 28 August 2017

"Nama: Putri Aulia Kharismawati
NIM: 13161133027
Resume:
•Pengertian Limbah Medis
Limbah medis merupakan sisa kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari Rumah Sakit, Klinik atau tempat lain yang melakukan kegiatan medis.

•Manajemen Limbah
Pada manajemen limbah yang ada di Rumah Sakit yaitu sebagai berikut:
- Pemilihan - Pembakaran
- Pengangkutan - Pembuangan akhir

•7 Kategori Limbah Medis:
a.Limbah benda tajam: limbah yang dapat menyebabkan luka iris atau tusuk
b.Limbah infeksius: limbah yang diduga terdapat patogen dan dapat menyebabkan penyakit pada orang yang rentan
c.Limbah Patologis: limbah yang berasal dari tubuh manusia
d.Limbah farmasi: limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi
e.Limbah kimia: limbah yang mengandung bahan kimia saat melakukan kegiatan medis
f.Limbah kemasan bertekanan: limbah medis yang berasal karena membutuhkan gas
g.Limbah logam berat: limbah medis yang mengandung logam dalam kosentrasi tinggi sehingga dapat menyebabkan keadaan bahaya dan bersifat toksik

•Pengumpulan
Pengumpulan limbah medis pada setiap ruangan menggunakan troli khusus yang tertutup. Pada waktu penyimpanannya sesuai dengan iklim tropis yaitu pada musim hujan maksimal 48 jam, sedangkan pada musim panas maksimal 24 jam. Hal tersebut dikarenakan pada musim kemarau bakteri atau patogen dapat berkembang biak lebih banyak, karena bakteri atau patogen menyukai suhu yang hangat untuk berkembang biak.

•Pemilahan Limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik. Terdapat empat jenis tempatnya yaitu biru, hitam, kuning, merah.

•Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1.Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2.Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3.Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4.Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5.Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6.Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

•Tempat penampungan sementara
Bagi rumah sakit yang memiliki insanator harus membakar limbahnya maksimal dalam waktu 24 jam. Sedangkan bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insenator, harus mempunyai kerjasama dengan rumah sakit lain atau pihak lain dengan waktu maksimal 24 jam pada penyimpanan suhu ruangan.

•Transportasi
Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup. Pada saat pengangkutan harus dengan kendaraan khusus dan harus aman dari jangkauan manusia ataupun hewan. Bagi petugas yang menangani transportasi limbah medis, harus menggunakan alat pelindung diri.

•Teknik pengelolaan limbah medis tajam
a.Safety box
Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer. (alternatif 1)
Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan. (altrnatif 2)
b.Needle Cutter
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box. (alternatif 1)
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang. (alternatif 2)
c.Neddle burner
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

•Mikroorganisme Patogen
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jeni mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.

•Contoh infeksi akibat terkena limbah layanan kesehatan
a)AIDS: Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
b)Demam berdarah: Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
c)Hepatitis A: Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
d)Hepatitis B dan C: Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh.
e)Meningitis: Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
f)Antraks: Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.

•Pengelolaan limbah medis
1.The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”): semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2.The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”): perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3.The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”): bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”): dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan.
"


4. Angga Kresna Pranata

pada : 28 August 2017

"Pengelolaan sampah limbah di rumah sakit
Pengertian
- Jadi limbah adalah sisa usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya
Manajemen limbah
1. Pemilahan
2. Pengangkutan
3. Insineration (pembakaran)
4. Pembuangan akhir
Jenis limbah medis
1. Radioaktif
2. Sangat infeksius
3. infeksius patologi
4. Sitotoksis
5. Limbah kimia dan farmasi
Kategori limbah medis
1. Limbah Benda tajam: jarum
2. Limbah Infeksius: sisa lab
3. Limbah Patologis: organ tubuh
4. Limbah Farmasi: obat obatan
5. Limbah Kimia: solven
6. Limbah Kemasan bertekanan
7. Limbah Logam berat; thermometer
Pengelolaan limbah medis
1. The polluler pays principle
2. The precautionary principle
3. The duty of care
4. The proximity
Dampak limbah medis terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai suatu macam mikroorganisme pathogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui:
1. Tusukan,
2. Melalui membrane mukosa
Usaha meminimalisir Limbah
1. Menyeleksi bahan bahan yang kurang menghasilkan limbah
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
4. Mencegah bahan bahan yang dapat jadi limbah
5. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan



"


5. Erva Yulinda Maulidiana

pada : 28 August 2017

"Nama: Erva Yulinda Maulidiana
NIM: 131611133033
Resume:
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi
Limbah rumah sakit adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit berupa padat, cair, dan gas
Limbah medis/klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan, lab, dan fasilitas kesehatan.
Pemilah sampah:
1. Medis benda tajam -> pihak 3 (langsung dihancurkan)
2. Medis non tajam -> pihak 3 (langsung dihancurkan)
3. Non medis -> TPA
4. Botol-botol plastik, infus -> Reuse
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai dengan kategori:
1. Radioaktif (kantong plastik merah)
- Zat-zat untuk kemo/terapi kanker
- Membuat pembuluh darah biru
- Reaktif terhadap cahaya (ditutup oleh kertas karbon)
2. Sangat infeksius (kantong plastik kuning)
- Limbah untuk rawat luka dan operasi
3. Limbah infeksius patologi dan anatomi (kangtong plastik kuning)
- Limbah setelah operasi pengangkatan tumor/kanker
- Jaringan-jaringan yang dibuang (cth: usus buntu, amputasi)
4. Sitotoksis (kantong plastik ungu)
- Obat-obatan
5. Limbah kimia dan farmasi (kantong plastik coklat)
- Obat-obatan yang exp
7 kategori limbah medis:
1. Benda tajam -> jarum suntik, pisau bedah
2. Infeksius -> darah, kasa bekas darah
3. Patologi -> organ tubuh, janin
4. Farmasi -> vaksin, obat-obatan, sarung tangan, masker
5. Kimia -> solven, zat kimia fotografis
6. Kemasan bertekanan -> kaleng aerosol, carteidge
7. Logam berat -> mercuri dari bocoran peralatan kedokteran (termometer, alat ukur TD)
Limbah medis mengandung banyak/berbagai macam mikroorganisme pantogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui jalur:
1. Tusukan, lecet, luka di kulit
2. Membran mukosa
3. Pernafasan dengan ingesti
Usaha meminimalisasi limbah:
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
Pemilahan sampah dilakukan untuk memudahkan dalam pengolahan sampah. Dalam pemilahan sampah, dilakukan pemilahakn jenis limbah medis dimulai dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, dan limbah farmasi.
Tempat penampungan sementara:
1. Bagi RS yang memiliki insinerator, harus membakar limbah selambat-lambatnya 24 jam
2. Bagi RS yang tidak memiliki incinerator, pembakaran limbah harus dilakukan dengan melalui kerjasama dengan RS lain yang mempunyai incinerator karena harus segera melakukan pembakaran limbah
Transportasi
1. Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup
2. Pengangkutan limbah keluar dari RS menggunakan kendaraan khusus
3. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun hewan
4. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri
Pengumpulan limbah medis:
1. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah, menggunakan troli khusus yang tertutup
2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis:
- Musim hujan paling lama 48 jam
- Musim kemarau paling lama 24 jam. Karena di musim kemarau kuman mikroorganisme lebih cepat berkembang biak
Mikroorganisme pantogen.
- Memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas
- Kemampuan hidup tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan diri dari kondisi lingkungan (suhu, kelembaban, radiasi ultraviolet, ketersediaan, zat organic, keberadaan predator, dsb)
Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan:
1. AIDS
2. DB
3. Septikimia (melalui darah)
4. Bakterlemia (melalui darah)
5. Kandidemia (melalui darah)
6. Hepatitis A (melalui tinja)
7. Hepatitis B dan C (melalui darah)
Pengelolaan limbah medis
1. The “polluter pays” principle (prinsip pencemar yang membayar
2. The “precautionary” principle (prinsip pencegahan)
3. The “duty of care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada)
4. The “proximity” principle (prinsip kedekatan)
"


6. Eliesa Rachma Putri

pada : 28 August 2017

"Nama: Eliesa Rachma Putri
NIM: 131611133001
Resume:
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Limbah medis merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit berupa padat, cair, dan gas.
Pemilah sampah:
a. Benda tajam : pisau bedah, jarum spuit, Ampul kaca
b. Medis non-tajam : kasa, handscoon
c. Non-medis : Koran, kulit pisang
d. Botol dan plastik infus : bisa di reuse
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai dengan kategori:
a. Radioaktif “Kantong plastik merah”
- Zat-zat untuk kemo/terapi kanker
- Membuat pembuluh darah biru
- Reaktif terhadap cahaya (ditutup oleh kertas karbon)
b. Sangat infeksius “Kantong plastik kuning”
- Limbah untuk rawat luka dan operasi
c. Limbah infeksius patologi dan anatomi “Kantong plastik kuning”
- Limbah setelah operasi pengangkatan tumor/kanker
- Jaringan-jaringan yang dibuang (cth: usus buntu, amputasi)
d. Sitotoksis “Kantong plastik ungu”
- Obat-obatan
e. Limbah kimia dan farmasi “Kantong plastik coklat”
- Obat-obatan yang exp
Kategori limbah medis:
a. Benda tajam : jarum suntik, pisau bedah
b. Infeksius : darah, kasa bekas darah
c. Patologi : organ tubuh, janin
d. Farmasi : vaksin, obat-obatan, sarung tangan, masker
e. Kimia : solven, zat kimia fotografis
f. Kemasan bertekanan : kaleng aerosol, carteidge
g. Logam berat : mercuri dari bocoran peralatan kedokteran (termometer, alat ukur TD)
Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan:
a. AIDS
b. DB
c. Septikimia
d. Bakterlemia
e. Kandidemia
f. Hepatitis A
g. Hepatitis B dan C
Pengumpulan limbah medis:
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
Penyimpanan limbah medis:
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Teknik pengelolaan Limbah Medis Tajam:
1. Safety Box
2. Needle Cutter
3. Needle Burner
Pengelolaan limbah medis:
1. The “polluter pays” principle (prinsip pencemar yang membayar)
2. The “precautionary” principle (prinsip pencegahan)
3. The “duty of care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada)
4. The “proximity” principle (prinsip kedekatan)
Usaha meminimalisasi limbah:
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi


"


7. muhammad hidayatullah al muslim

pada : 28 August 2017

"nama: muhammad hiayatullah al muslim
nim: 131611133039

Pengelolaan sampah limbah di rumah sakit

Limbah adalah sisa suatu/kegiatan, sedangkan limbah medis/ limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas peneletian dan laboraturium
*setiap kegiatan selalu menghasilkan limbah
Ex: Cairan : sisa infus
Gas : pembuangan inserator (tempat pembuangan limbah RS berdampak kanker)
Padat : bekas ampul, injeksi
Penanganan sampah medis
Limbah mengandung bahan berbahaya dan beracun karena sifat atay dapat mencemarkjan atau merusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya
Pemilhan limbah padat
1. Benda tajam : ampulm spuit->Pihak III
2. Medis non tajam : handscoon
3. Non medis : Kertas makanan-> TPA
4. botol & plastif infus : Reuse
7 kategori limbah medis
1. Benda tajam: jarum suntik, preparat glass, infus set, ampul, vial, dll
2. Limbah Infeksius
3. Limbah Patologis: organ tubuh, janin, darah, muntahan. Urine
4. Limbah Farmasi: vaksin, obat obatan, masker,dll
5. Limbah Kimia: solven zat kimia fotografis,
6. Kemasan bertekanan: kaleng aerosol ,carteidge,
7. Logam berat: merkuri dari bocoran peralata kedokteran (termometer)
Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh melalui, beberapa jalur
1. Tusukan,lecet, luka kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan ingesti
Usaha meminimalisir Limbah
1. Menyeleksi bahan bahan yang kurang menghasilkan limbah
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
Tempat penampungan sementara
Bagi rumah sakit yang mempunyai incinerator dilingkungannya harus membakar limbah selambat lambatnya 24 jam, jika musim selambat lambatnya 48 jam
Bagi yang tidak punya incinerator maka limbah medis harus dimusnahkan
1. Pemilahan
2. Tempat penampungan sementara
a. Incinerator->limbah dibakar selambat lambatnya 24 jam
b. Bagi yang tidak insenerator maka berkerja sama dengan RS lain
3. Transportasi (pengangkutan)
a. Sebelum limbah dimasukkan ke kendaraan, diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup
b. Menggunakan kendaraan khusus
c. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia dan binatang
4. Pengumpulan
a. setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
b. penyimpanan-> sesuai iklim
musim hujan paling lambat = 48 jam
kemarau paling lambat = 24 jam
*dikarenakan pada saat musim kemarau mikroorganisme lebih cepat berkembang biak
Mikroorganisme patogen
• Mirkoorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya, terhadap kondisi lingkungan seperti: suhu, kelembaban, radiasi ultraviolet, ketersediaan zat organik, keberadaan predator dsb
• Contoh mikroorganisme:
1. Virus hepatitis B
2. Virus HIV
Hepatitis A mudah menular melalui saliva
3. AIDS
4. Demam berdarah
5. Seplikimia
6. bakteriemia
7. Hepatitis virus A, B & C

"


8. Yuliani Puji Lestari

pada : 28 August 2017

"Pengelolaan sampah limbah di rumah sakit
Sampah/Limbah adalah
- PP No 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi
- Permenkes RI No. 1204 /menkes/SK/2004 tentang persyaratan kesehatan RS = semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Limbah adalah sisa suatu/kegiatan, sedangkan limbah medis/ limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas peneletian dan laboraturium.
>> Macam-macam Limbah Rumah Sakit
- Limbah bahan berbahaya dan beracun = dapat mencemarkan/merusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Ex : Limbah infeksius , patologis, anatomi = Jaringan dari tubuh manusia
Sitotoksi = Obat-obatan vial/ampul
Limbah Kimia dan farmasi = Obat-obatan yang kadaluarsa
*setiap kegiatan selalu menghasilkan limbah
Ex: Cairan : sisa infus
Gas : pembuangan inserator (tempat pembuangan limbah RS berdampak kanker)
Padat : bekas ampul, injeksi
Penanganan sampah medis
Limbah mengandung bahan berbahaya dan beracun karena sifat atay dapat mencemarkjan atau merusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya
Pemilhan limbah padat
1. Benda tajam : ampulm spuit->Pihak III Insenerator
2. Medis non tajam : handscoon
3. Non medis : Kertas makanan-> TPA
4. botol & plastif infus : Reuse
7 kategori limbah medis
1. Benda tajam: jarum suntik, preparat glass, infus set, ampul, vial, dll
2. Limbah Infeksius
3. Limbah Patologis: organ tubuh, janin, darah, muntahan. Urine
4. Limbah Farmasi: vaksin, obat obatan, masker,dll
5. Limbah Kimia: solven zat kimia fotografis,
6. Kemasan bertekanan: kaleng aerosol ,carteidge,
7. Logam berat: merkuri dari bocoran peralata kedokteran (termometer)
Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh melalui, beberapa jalur
1. Tusukan,lecet, luka kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan ingesti
Usaha meminimalisir Limbah
1. Menyeleksi bahan bahan yang kurang menghasilkan limbah
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah seperti dalam kegiatan petugas kesehatan dan kebersihan
Tempat penampungan sementara
Bagi rumah sakit yang mempunyai incinerator dilingkungannya harus membakar limbah selambat lambatnya 24 jam, jika musim selambat lambatnya 48 jam
Bagi yang tidak punya incinerator maka limbah medis harus dimusnahkan
1. Pemilahan
Pemilihan jenis limbah medis dari sumber yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, farmasi, sitotoksik, limbah kimiawi, radioaktif.
2. Tempat penampungan sementara
a. Incinerator->limbah dibakar selambat lambatnya 24 jam
b. Bagi yang tidak insenerator maka berkerja sama dengan RS lain
3. Transportasi (pengangkutan)
a. Sebelum limbah dimasukkan ke kendaraan, diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup
b. Menggunakan kendaraan khusus
c. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia dan binatang
d. Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan harus diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup
e. Petugas yang menangani limbah harus menggunakan APD
4. Pengumpulan
a. setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
b. penyimpanan-> sesuai iklim
musim hujan paling lambat = 48 jam
kemarau paling lambat = 24 jam
*dikarenakan pada saat musim kemarau mikroorganisme lebih cepat berkembang biak
Mikroorganisme patogen
• Mirkoorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya, terhadap kondisi lingkungan seperti
• Contoh mikroorganisme:
1. Virus hepatitis B
2. Virus HIV
Hepatitis A mudah menular melalui saliva
3. AIDS
4. Demam berdarah
5. Seplikimia
6. bakteriemia
7. Hepatitis virus A, B & C

>> Pengolahan Limbah Medis
1. The “Polluter Pays” principle (Prinsip “pencemar yang membayar”)
2. The “Precauterory” principle (Prinsip “Pencegahan”)
3. The “Duty of Care” principle (prinsip “Kewajiban untuk waspada”)
4. The “Proximity” principle (Prinsip “kedekatan”)


"


9. INDAH LATIFA

pada : 28 August 2017

" NAMA : INDAH LATIFA
NIM : 131611133016
Resume
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dana tau proses produksi.
- PP No. 12 tahun 1995
- Permenkes RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004
Contoh limbah yang ada di rumah sakit berupa padat: ampul, spuit; cair: larutan infus
Pengertian limbah dibagi menjadi dua yaitu:
1. Sisa suatu usaha atau kegiatan limbah medis atau klinis
2. Semua hasil buangan berasal dari insalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium.
Banyak dari limbah yang berbahaya dan beracun dikarenakan oleh sifat, konsenrassi, dan juga jumlahnya. Secara langsung maupun tidak langsunng limbah dapat menceari lingkungan.
Pemilahan limbah terbagi menjadi tiga golongan yang pertama berupa benda tajam dan nn-tajam,yang kedua berupa non medis, dan yang terakhir botol infus atau botol plastic lainnya.
Tujuh kategori limbah medis:
1. Benda tajam : ampul, spuit
2. Infeksius
3. Patologis : organ tubuh, janin, darah, muntahan
4. Farmasi : vaksi, obat-obata, sarung tangan, masker
5. Kimia : zat kimia fotografis, solven
6. Kemasan bertekanan : kaleng aerosol, cartaidge
7. Logam berat : merkuri dari bocoran peralatan kedokteran
Dampak limbah terhadap kesehatan. Limbah medis banyak sekali mengandung berbagai macam mikroorganisme pathogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui jalur tusukan, lecet, luka, membrane mukosa, pernapasan, dan juga ingesti.
Beberapa usaha untuk meminimalisasikanadanya limbah:
1. Menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan limbah
Management Limbah
1. Pemilahan
2. Tempat penampungan sementara
Incinerator (hanya bagi rumah sakit yang mempunyai jika tidak punya biasanya bekerjasama dengan rumah sakit yang memiliki), limbah dibakar selambat-lambatnya24 jam.
3. Transportasi (pengangkutan)
- Sebelum dimasukkan kedalam kendaraan, limbah diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup. Menggunakan kendaraan khusus.
- Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang
- Petugas memakai APD (topi, helm, masker, pelindung mata, apron, sarung tanga khusus, seatu boot, pakaian panjang {coverall})
4. Pengumpulan
- Setiap ruang penghasil limbah menghasilkan troli khusus yang tertutup
- Penyimpanan sesuai iklim; iklim tropis : musim hujan 2 x 24 jam, sedangkan musim kemarau 1 x 24 jam. Pada suhu panas kuman lebih cepat berkembang oleh karena itu pada saat musim kemarau atau panas limbah harus segera dibuang.
Mikroorganisme Patogen
Mikroorganisme pathogen mempunyai kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup dialam bebas. Tergantung dari jenis mikroorganisme dan cara kerja dari pertahanan dirinnya terhadap kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, radiasi uv, ketersediaan zat organic, keberdaan predator.
Contoh mikroorganisme pathogen:
- Virus hepatitis b : tahan sau minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik
- Virus HIV : tahan dalam tiga sampai tujuh hari pada suhu ambrent, tahan selama 15 menit pada cairran etanol, inaktif pada suhu 56 ֯ C


"


10. Nabila Hanin Lubnatsary

pada : 28 August 2017

"LIMBAH
1.Menurut PP No.12 tahun 1995: Bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi
2.Menurut Permenkes RI No:1204/MENKES/SK/X/2004: Tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit: semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, gas.

PENANGAN
Kita tidak dapat membuang sampah tersebut dengan sembarangan:
1.Radioaktif: obat-obatan kanker (reaktif terhadap cahaya)
2.Sangat infeksius: perlatan rawat luka dan di kamar operasi
3.Limbah infeksius, patologi dan anaotmi: jaringan yang telah dioperasi
4.Sitotoksis: obat-obatan
5.Kimia dan Farmasi: cairan yang kadaluarsa.

LIMBAH PADAT
1.Benda tajam: jarum suntik, pisau bedah, ampul kaca
2.Medis non tajam: handscoon, kasa
3.Non medis: koran, kulit buah, dll
4.Botol dan plastik infus.

7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1.Limbah benda tajam: materi yang sudutnya kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk. Misalnya jarum suntik, ampul, preparat
2.Limbah infeksius: mengandung pathogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) misalnya limbah hasil operasi atau otopsi, alat atau materi lain yang tersentuh
3.Limbah patologis: berasal dari tubuh manusia. Misalnya organ tubuh, janin atau darah, muntahan, urine, dll
4.Limbah farmasi: mengandung bahan farmasi. Misalnya obat-obatan, serum, termasuk handscoon, masker, dll
5.Limbah kimia: cairan betadine, formaldehid, solven
6.Limbah kemasan bertekanan tinggi: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol
7.Limbah Logam Berat: limbah medis yang mengandung logam berat. Misalnya, Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1)Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2)Melalui membrane mukosa
(3)Melalui pernafasan dan melalui ingesti

MANAJEMEN LIMBAH
Limbah dipilah¬¬-diangkut-dibakar di insinerasi-pembuangan akhir
USAHA MEMINIMALISASI LIMBAH
•Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
•Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
•Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
•Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
•Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
•Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.

PEMILAHAN LIMBAH
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik

TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA
Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

DAMPAK TIDAK TEPAT MEMBUANG SAMPAH
1.Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
2.Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
3.Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
4. Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh

Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
(3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
(4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
"


11. Nabila Hanin Lubnatsary

pada : 28 August 2017

"NAMA: NABILA HANIN LUBNATSARY
NIM: 131611133011
RESUME:

LIMBAH
1.Menurut PP No.12 tahun 1995: Bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi
2.Menurut Permenkes RI No:1204/MENKES/SK/X/2004: Tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit: semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, gas.

PENANGAN
Kita tidak dapat membuang sampah tersebut dengan sembarangan:
1.Radioaktif: obat-obatan kanker (reaktif terhadap cahaya)
2.Sangat infeksius: perlatan rawat luka dan di kamar operasi
3.Limbah infeksius, patologi dan anaotmi: jaringan yang telah dioperasi
4.Sitotoksis: obat-obatan
5.Kimia dan Farmasi: cairan yang kadaluarsa.

LIMBAH PADAT
1.Benda tajam: jarum suntik, pisau bedah, ampul kaca
2.Medis non tajam: handscoon, kasa
3.Non medis: koran, kulit buah, dll
4.Botol dan plastik infus

7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1.Limbah benda tajam: materi yang sudutnya kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk. Misalnya jarum suntik, ampul, preparat
2.Limbah infeksius: mengandung pathogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) misalnya limbah hasil operasi atau otopsi, alat atau materi lain yang tersentuh
3.Limbah patologis: berasal dari tubuh manusia. Misalnya organ tubuh, janin atau darah, muntahan, urine, dll
4.Limbah farmasi: mengandung bahan farmasi. Misalnya obat-obatan, serum, termasuk handscoon, masker, dll
5.Limbah kimia: cairan betadine, formaldehid, solven
6.Limbah kemasan bertekanan tinggi: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol
7.Limbah Logam Berat: limbah medis yang mengandung logam berat. Misalnya, Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1)Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2)Melalui membrane mukosa
(3)Melalui pernafasan dan melalui ingesti

MANAJEMEN LIMBAH
Limbah dipilah¬¬-diangkut-dibakar di insinerasi-pembuangan akhir

USAHA MEMINIMALISASI LIMBAH
•Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
•Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
•Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
•Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
•Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
•Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.

PEMILAHAN LIMBAH
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik

TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA
Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

DAMPAK TIDAK TEPAT MEMBUANG SAMPAH
1.Bakteriemia. Media penularannya adalah melalui darah.
2.Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
3.Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
4.Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh

Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
(3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
(4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
"


12. Sarah Maulida Rahmah

pada : 28 August 2017

"Nama : Sarah Maulida Rahmah
NIM : 131611133006
Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit

Limbah
a. Pengertian limbah menurut PP No.12, 1995
Bahan sisa suatu kegiatan/ proses produksi
b. Pengertian limbah menurut PERMENKES RI/No.1204/MENKS/SK/X/2004
Tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang di hasilkan dari suatu kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Insenator adalah alat untuk menghancurkan limbah rumah sakit.
Limbah medis atau klinis mencakup semua hasil buangan dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan lain-lain.
Limbah dapat di golongkan dalam kategori berbahaya dan beracun karena sifat dan konsentrasinya serta jumlahnya.
Limbah di golongkan dalam secara langsung atau tidak langsung yaitu dapat mencemai atau merusak lingkungan hidup.
Penanganan sampah medis
1. Alur berdasarkan wadah dan label limbah medis sesuai kategorinya
Limbah berbahaya dan beracun:
Suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahayaatau karena sifat konsentrasinya atau jumlahnya, baik langsung ataupun tidak, dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hisup manusia serta makhluk hidup lain.
a. Radioaktif; contoh obat-obatan kemoterapi untuk pasien cancer.
b. Sangat infeksius; contoh barang-barang di ruang oprasi
c. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi; contoh bagian tubuh hasil oprasi
d. Sitotoksis; contoh obat-obtan
e. Limbah kimia dan farmasi; contoh plastik yang digunakan untuk membungkus obat
2. Limbah padat
a. Benda tajam; yaitu pisu bedah dan ampul
b. Medis non tajam
c. Non medis
d. Botol dan plastik infus
Cara menghancurkan limbah padat di bagi menjadi 3 jenis yitu benda tajan dan benda medis non tajam dihancurkan oleh pihak ke-3. Benda non medis dihancukan dengan TPA, sedangkan untuk botol dan plastik infus dihancurkan dengan cara reuse.
Katgori limbah medis
1. Tajam; contoh jarum dan preparat.
2. Infeksius; kasa
3. Patologis; contoh darah, organ, jaringan tubuh
4. Farasi; contoh obat-obatan, vaksin, sarung tangan
5. Kimia; contoh desinfektan, solven
6. Kemasan bertekanan tnggi; contoh gas
7. Logam berat; contoh mercuri, bocoran peralatan
Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur, yaitu :
1. Tusukan
2. Membran mukosa
3. Pernapasan, dan ingesti
Manajemen limbah :
1. Usaha meminimalisasi limbah
2. Pemilihan limbah
3. Tempat penampungan sementara
4. Pengumpulan limbah medis
Ketentuan lain tentang sampah medis :
1. Ruang limbah medis
2. Limbah dari ruang oprasi rumah sakit
3. Limbah kantor (non medis)
Apabila tidak tepat membuang sampah, maka akan muncul “MIKROORGANISME PATOGEN”
Mikroorganisme ptogen memiliki kemampuan terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
Tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan.
Contoh mikroorganisme tersebut yaitu :
1. Virus hepatitis (A, B, dan C)
Dapat menular melalui saliva
2. Virus HIV
3. AIDS
4. Demam berdarah
5. Septikimis
6. Bakteriema
7. Kandidemia


"


13. NIMATUSH SHOLEHA

pada : 28 August 2017

"NAMA: NI'MATUSH SHOLEHA
NIM: 131611133009
Resume:
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT

a) Pengertian Limbah
Adalah sisa suatu usaha/kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencangkup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas kesehatan, dan laboratorium.
b) Penanganan Sampah medis
• Limbah bahan berbahaya dan beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak dapat mencerminkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

c) Pemilahan Limbah Padat
• Benda tajam: spuit, ampul, pisau bedah, dan lain-lain (pembuangan di pihak III)
• Medis non tajam: handscoon, kasa (pembuangan di pihak III)
• Non medis: koran, kulit pisang, sampah rumah tangga (pembungan di TPA)
• Botol dan plastik infuse (Reuse)

d) 7 Kategori Limbah Medis
(1) Limbah benda tajam: jarum suntik
(2) Limbah infeksius: kultur dan stok agen infeksius dari aktivitas laboratorium
(3) Limbah patologis: berasal dari jaringan manusia. Misal: organ, janin, darah, muntahan, urin
(4) Limbah farmasi: vaksin, obat-obtan, sarung tangan, masker
(5) Limbah kimia: solven, zat kimia fotografis
(6) Limbah kemasan: kaleng aerosol carteidge
(7) Limbah logam berat: mercuri dan bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur TD)

e) Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membran mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti

f) Manajemen Limbah
• Pemilahan: kunci pembuangan yang baik
• Pengangkutan: limbah padat Rumah Sakit atau Puskesmas atau Poliklinik
• Pembakaran
• Pembuangan akhir

g) Usaha Meminimalisasi Limbah
• Menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi

h) Pemilahan Limbah
Dilakukan pemilahan jenis limbah medis dimulai dari limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi

i) Tempat Penampungan Sementara
• Bagi Rumah Sakit yang mempunyai insinerator di lingkungan harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam
• Bagi Rumah Sakit yang tidak mempunyai insinerator maka limbah medis harus dimusnahkan melalui bekerja sama dengan Rumah Sakit lain yang mempunyai Insinerator

j) Transportasi (pengangkutan)
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaran pengangkutan harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup
• Pengangkutan limbah keluar Rumah sakit menggunakan kendaraan khusus
• Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang
• Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung yang terdiri dari: topi atu helm, masker, pelindung masker, pakaian panjang, apron untuk industri, pelindung kaki atau sepatu boot dan sarung tanagn khusus

k) Pengumpulan
Setiap ruangan penghasil limbah menggunkan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan sesuai iklim tropis.
• Musim hujan: paling lama 48 jam
• Musim kemarau: paling lama 24 jam

l) Mikroorganisme Patogen
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti: suhu, kelembaban, radiasi ultraviolet, ketersediaan lingkungan organk, keberadaan predator dan sebgainya
Contoh:
(1) Virus hepatitis B: tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik
(2) Virus HIV: tahn 3-7 hari pada suhu ambrent. Tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 560C

m) Persyaratan yang Ditetapkan Sebagai Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis sebagai berikut:
• Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass
• Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
• Terdapat minimal satu buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan
• Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3x24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkat supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau bintang pengganggu

n) Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
• AIDS. Organisme penyebab: Human Imunodeficiency Virus. Media penularannya: darah, sekret alat kelamin
• Demam berdarah. Organisme penyebab: virus, janin, lassa, ebola, dan marburg. Media penularannya: seluruh cairan tubuh dan secret
• Septikimia. Organisme penyebab: staphylococcus spp. Media penularannya: darah
• Bakteriemia. Organisme penyebab: staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya: darah
• Kandidemia. Organisme penyebab: candeda albicans. Media penularannya: darah
• Hepatitis virus A. Organisme penyebab: virus hepatitis A. Media penularannya: tinja
• Hepatitis virus B dan C. Organisme penyebab: virus hepatitis B. Media penularannya: darah dan cairan tubuh

o) Teknik Pengelolaan Limbah medis Tajam
• Safety box
• Needle center
• Needle burner

p) Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yaitu:
(1) The “Polluters Pays” (prinsip “pencemar yang membayar”). Artinya semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggung jawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah
(2) The “Precautionary” Principle (prinsip “pencegahan”). Yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalaui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan
(3) The “duty of care” Principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”) bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi
(4) The “Proximity” Principle (prinsip “kedekatan”). Berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization, 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki sistem pengelolaan limbah tajam.
"


14. NIMATUSH SHOLEHA

pada : 28 August 2017

"NAMA: Ni'MATUSH SHOLEHA
NIM:131611133009
RESUME:

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT

a) Pengertian Limbah
Adalah sisa suatu usaha/kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencangkup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas kesehatan, dan laboratorium.
b) Penanganan Sampah medis
• Limbah bahan berbahaya dan beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak dapat mencerminkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

c) Pemilahan Limbah Padat
• Benda tajam: spuit, ampul, pisau bedah, dan lain-lain (pembuangan di pihak III)
• Medis non tajam: handscoon, kasa (pembuangan di pihak III)
• Non medis: koran, kulit pisang, sampah rumah tangga (pembungan di TPA)
• Botol dan plastik infuse (Reuse)

d) 7 Kategori Limbah Medis
(1) Limbah benda tajam: jarum suntik
(2) Limbah infeksius: kultur dan stok agen infeksius dari aktivitas laboratorium
(3) Limbah patologis: berasal dari jaringan manusia. Misal: organ, janin, darah, muntahan, urin
(4) Limbah farmasi: vaksin, obat-obtan, sarung tangan, masker
(5) Limbah kimia: solven, zat kimia fotografis
(6) Limbah kemasan: kaleng aerosol carteidge
(7) Limbah logam berat: mercuri dan bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur TD)

e) Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membran mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti

f) Manajemen Limbah
• Pemilahan: kunci pembuangan yang baik
• Pengangkutan: limbah padat Rumah Sakit atau Puskesmas atau Poliklinik
• Pembakaran
• Pembuangan akhir

g) Usaha Meminimalisasi Limbah
• Menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi

h) Pemilahan Limbah
Dilakukan pemilahan jenis limbah medis dimulai dari limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi

i) Tempat Penampungan Sementara
• Bagi Rumah Sakit yang mempunyai insinerator di lingkungan harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam
• Bagi Rumah Sakit yang tidak mempunyai insinerator maka limbah medis harus dimusnahkan melalui bekerja sama dengan Rumah Sakit lain yang mempunyai Insinerator

j) Transportasi (pengangkutan)
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaran pengangkutan harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup
• Pengangkutan limbah keluar Rumah sakit menggunakan kendaraan khusus
• Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang
• Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung yang terdiri dari: topi atu helm, masker, pelindung masker, pakaian panjang, apron untuk industri, pelindung kaki atau sepatu boot dan sarung tanagn khusus

k) Pengumpulan
Setiap ruangan penghasil limbah menggunkan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan sesuai iklim tropis.
• Musim hujan: paling lama 48 jam
• Musim kemarau: paling lama 24 jam

l) Mikroorganisme Patogen
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti: suhu, kelembaban, radiasi ultraviolet, ketersediaan lingkungan organk, keberadaan predator dan sebgainya
Contoh:
(1) Virus hepatitis B: tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik
(2) Virus HIV: tahn 3-7 hari pada suhu ambrent. Tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 560C

m) Persyaratan yang Ditetapkan Sebagai Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis sebagai berikut:
• Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass
• Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
• Terdapat minimal satu buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan
• Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3x24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkat supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau bintang pengganggu

n) Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
• AIDS. Organisme penyebab: Human Imunodeficiency Virus. Media penularannya: darah, sekret alat kelamin
• Demam berdarah. Organisme penyebab: virus, janin, lassa, ebola, dan marburg. Media penularannya: seluruh cairan tubuh dan secret
• Septikimia. Organisme penyebab: staphylococcus spp. Media penularannya: darah
• Bakteriemia. Organisme penyebab: staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya: darah
• Kandidemia. Organisme penyebab: candeda albicans. Media penularannya: darah
• Hepatitis virus A. Organisme penyebab: virus hepatitis A. Media penularannya: tinja
• Hepatitis virus B dan C. Organisme penyebab: virus hepatitis B. Media penularannya: darah dan cairan tubuh

o) Teknik Pengelolaan Limbah medis Tajam
• Safety box
• Needle center
• Needle burner

p) Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yaitu:
(1) The “Polluters Pays” (prinsip “pencemar yang membayar”). Artinya semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggung jawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah
(2) The “Precautionary” Principle (prinsip “pencegahan”). Yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalaui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan
(3) The “duty of care” Principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”) bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi
(4) The “Proximity” Principle (prinsip “kedekatan”). Berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization, 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki sistem pengelolaan limbah tajam.
"


15. Reffy Shania Novianti

pada : 28 August 2017

"Nama: Reffy Shania Novianti
NIM: 131611133010
Resume:
PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP NO 12, 1995)
Limbah rumah sakit adalah bisa berupa padat (spuit), cair (cairan infus), gas (Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004)
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis/ klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Bagaimana penanganan sampah medis?
 Sampah medis tidak bisa dibuang sembarangan

Jenis Wadah dan Label Limbah Medis Padat Sesuai Kategorinya
1. Radioaktif (merah) : kantong boks timbal dengan simbol radioaktif (pasien kanker, terapi kanker)
2. Sangat infeksius (kuning) : kantong plastik kuat, anti bocor/ kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf (alat-alat yang digunakan untuk rawat luka)
3. Limbah infeksius patologi dan anatomi (kuning) : kantong plastik kuat dan anti bocor/ kontainer (operasi membuang tumor dan kanker)
4. Sitotoksis (ungu) : kontainer plastik kuat dan anti bocor (obat-obatan kanker)
5. Limbah kimia dan farmasi (coklat) : kantong plastik/kontainer (obat/cairan yang expired)

Limbah padat –> spet, jarum, pisau bedah, semua benda tajam dibuang ketempat sampah khusus kasa, bekas rawat luka, handscoon, koran, kulit pisang, botol susu
(yang tajam dimusnahkan dengan insinerator)
7 kategori limbah medis
• Limbah tajam: jarum suntik, preparat
• Limbah infeksius: kasa
• Limbah patologis: organ tubuh manusia (janin, darah, muntahan, urin)
• Limbah farmasi: obat-obatan, vaksin, serum
• Limbah kimia: cairan betadine expired, formalin
• Limbah kemasan bertekanan: gas dalam tabung, kaleng aerosol
• Limbah logam berat: limbah logam mercury yang berawal dari bocoran alat kedokteran

Pengumpulan Limbah Medis
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam

Pemilahan limbah
Dilakukan pemilahan jenis limbah dimulai dari tempat sampah yang berbeda untuk memudahkan pemilahan
Manajamen limbah: limbah padat dipilih, jarumnya dilepaskan, dibakar menjadi abu.
Tempat penampungan sementara
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator sampah harus dibakar selambatnya 24 jam
• Yang tidak punya insinerator bekerja sama untuk memusnahkan limbah medis
Transportasi
• Pengangkutan sampah tidak boleh seperti sampah biasa
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup
• Menggunakan kendaraan khusus
• Aman dari jangkauan manusia maupun binatang
• Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri dari topi/helm, masker, pelindung mata, pakaian panjang (coverall), apron untuk industri, pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)

Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis mengandung banyak mikroorganisme. Mikroorganisme dapat masuk melalui jalur tulisan, lecet/ luka di kulit, melalui membran mukosa, melalui pernafasan, melalui ingesti.
 Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
 Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
 Virus Hepatitis (B)
 Virus HIV
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
a. AIDS
b. Demam Berdarah
c. Kandidemia
d. Hepatitis Virus A
e. Hepatitis Virus B dan C

Prinsip-prinsip dasar Pengelolaan Limbah Medis berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Usaha Minimalisasi Limbah
 Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
 Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
 Menggunakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
 Memonitor alur penggunaan bahan kimia
 Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan
 Menghabiskan bahan dari setiap kemasan

"


16. Ni Putu Neni Indriyani

pada : 28 August 2017

"Nama : Ni Putu Neni Indriyani
NIM : 131611133031
Resume :

Pengelolaan Limbah Medis di Rumah Sakit

Pengertian limbah Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Jadi, limbah medis adalah sisa dari suatu usaha atau kegiatan kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

Jenis limbah medis :
1. Radioaktif: kantong berwarna merah
2. Sangat infeksius: kantong berwarna kuning
3. infeksius patologi: kantong berwarna kuning
4. Sitotoksis: kantong berwarna ungu
5. Limbah kimia dan farmasi: kantong berwarna coklat
7 Kategori limbah medis :
1. Benda tajam, contohnya jarum
2. Infeksius, contohnya peralatan pada laboratorium
3. Patologis, contohnya organ tubuh yang telah diambil
4. Farmasi, contohnya obat obatan
5. Kimia, contohnya laruta solven
6. Kemasan bertekanan, contohnya gas dalam tabung
7. Logam berat, contohnya thermometer
Manajemen pembuangan limbah:
1. Pemilahan
2. Pengangkutan
3. Insineration (pembakaran)
4. Pembuangan akhir

Pengelolaan limbah medis
1. The polluler pays principle (pencemar yang membayar)
2. The precautionary principle (pencegahan)
3. The duty of care (kewajiban untuk waspada)
4. The proximity (prinsip kedekatan)
Usaha meminimalisir Limbah
1. Menyeleksi bahan bahan yang kurang menghasilkan limbah
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
4. Mencegah bahan yang dapat jadi limbah
5. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan

Cara pengelolaan limbah medis berbentuk padat :
1. Pemilihan Limbah, yaitu melakukan pemilihan jenis limbha dimulai dari limbah infeksius, limbah patologis, limbah bahan tajam
2. Tempat penampungan sementara. Bagi RS yang tidak mempunyai incinerator, maka harus bekerja sama dengan RS lain yang memiliki incinerator
3. Tranpotasi (pengangkutan). Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup kantong limbah medis harus aman dari jangkuan manusia maupun binatang
4. Pengumpukan limbah medis. Pengumpulan limbah , medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan truck tertutup

Mikroorganisme pathogen, terdapat pada limbah medis yang mampu memicu timbulnya penyakit:
1. Mirkoorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas
2. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya, terhadap kondisi lingkungan seperti: suhu, kebetulan, radiasi ultraviolet
3. Contoh mikroorganisme:
a) Virus hepatitis A
b) Virus HIV
c) AIDS
d) Demam berdarah
e) Seplikimia
f) Hepatitis B & C



"


17. Locita Artika Isti

pada : 28 August 2017

"Nama : Locita Artika Isti
Kelas : A1 2016
NIM : 131611133008
Resume K3 :
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Limbah
 PP No.12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi
 Permenkes RI Nomor : 1204/ MENKES/ SK/X / 2004 tentang semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan Rumah Sakit dalam bentuk pada, cair, dann gas.
“Setiap kegiatan medis pasti selalu menghasilkan limbah”
Contoh: Limbah medis cairan: Sisa infus; gas : pembuangan inserator; padat : bekas ampul
Pengertian Limbah
Limbah merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, lab.
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
 Sisa suatu usaha atau kegiatn yag mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.


Jenis wadah dan label libah medis padat sesuai kategori:
1. Radioaktif : untuk limbah kanker dll.
2. Sangat Infeksius : alat-alat yang digunakan untuk rawat luka
3. Limbah infeksius patologi dan anatomi : bagian tubuh operasi kanker, dll. Ada pengolahan khusus
4. Sitotoksis : abat-obatan kanker
5. Limbah kimia dan farmasai : obat-obatan/cairan yang expired
Pemiihan Limbah Padat
Benda Tajam : pisau bedah, jarum spuit
Medis Non Tajam : sarung tangan, kasa bekas
Non medis : Sampah rumah tangga, koran, dll
Botol dan Plastik Infeksius : botol minum, bisa di reuse
7 Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam-> jarum suntik
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis -> limbah berasal dari jaringan tubuh manusia
4. Limbah farmasi -> vaksin, obat-obatan, sarung tangan, masker
5. Limbah kimia -> solven, zat kimia fotografis
6. Limbah kemasan bertekanan -> kaleng aerosol, carteidge
7. Limbah logam berat -> merkuri dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer dll)
Dampak Limbah terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandungberbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui berbagai jalur:
1. Melalui tusukan, lecet atau luka dikulit
2. Melalui membran mukosa
3. Melauli prnafasan dan melalui ingesti
Pemilihan Limbah
Dilakukan pemilihan jenis limbah medis mulai dari limbah infeksius, limbah atoogi, limbah benda tajam, limbah farmasi.
Pengumpulan Limbah Medis
 Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
 Penyampaian limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Karena saat musim kemarau kuman lebih cepat berkembang biak.
• Kresek : hitam, kuning, ungu, merah.
Manajemen Limbah
Pemilihan -> pengangkutan -> Pembakaran -> Pembuangan Akhir
1. Pemilahan limbah
2. Tempat penampungan sementara
 Insinerator -> limbah dibakar selambatnya 24 jam.
Bagi Rumah Sakit yang punya inserator/ jika tidak punya bisa bekerja sama dengan Rumah Sakit lain.
3. Transportasi (Pengangkutan)
Sebelum dimasukkan ke kendaraan, diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup kantong limbah medis (harus aman dari jangkauan manusia/binatang).
Petugas memakai APD (Topi/helm, masker, pelindung mata, apron, sarung tangan khusus, sepatu boot, pakaian yang panjang/ coverall).
4. Pengumpulan

Mikroorganisme Patogen
 Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup dialam bebas.
 Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti: suhu, kelembapan, radiasi UV, ketersediaan zat organik, keberadaan predator, dll.
Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan:
a. Hepatitis virus A (mudah menular melalui saliva)
b. Hepatitis virus B dan C
c. AIDS
d. DB
e. Septikimia
f. Bakterimia
g. Kandidemia
h. Virus HIV
Pengelolaan Limbah Medis
1. The “ Polluter Pays” Principle (prinsip “pencemar yang berbahaya”)
2. The “ Precautanory” Principle (prinsip “pencegahan”)
3. The “ Duty of Care” Principle (prinsip kewajiban untuk waspada)
4. The “Proximity” Principle (prinsip “kedekatan”)

Usaha Minimalisasi Limbah
- Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
- Meminimalisasi penggunaan bahan-bahan kimia
- Mengutamakan pembersihan fisik daripada kimiawi

"


18. Gita Shella Madjid

pada : 28 August 2017

"NAMA : GITA SHELLA MADJID
NIM : 131611133049
RESUME : “PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT”

Pengertian Limbah menurut PP No. 12 Tahun 1995, menyebutkan bahwa limbah merupakan bahan sisa kegiatan atau proses produksi

Legal Aspek Limbah Medis tercantum dalam RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan RS adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair dan juga gas.

Dalam setiap kegiatan selalu menghasilkan limbah. Misalnya kegiatan di dalam RS, limbah yang dihasilkan pun juga ada dalam bentuk padat (ampul, spuit), cair (cairan infus atau cairan obat lain) dan juga gas (asap yang dihasilkan ineserator).
Ineserator ini merupakan alat yang digunakan untuk membakar limbah RS dan asap yang dihasilkan dapat berdampak menjadi kanker.

Limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hal buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan juga laboratorium.
Contoh limbah dari fasilitas penelitian, misalnya mencit yang sudah dipakai untuk melakukan uji coba praktikum

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Limbah bahan berbahaya dan beracun sisa usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya karena sifat/konsentrasinya ataupun karena jumlahnya. Meskipun secara langsung atau tidak langsung dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya, yaitu
Radioaktif, misalnya sampah obat-obatan pasien yang sedang menjalani radiasi. Hasil limbahnya dimasukkan dalam kresek sampah bewarna merah
Sangat infeksius, misalnya berasal dari alat-alat perawatan luka (cuccing, pinset, dll). Limbah yang dihasilkan dimasukkan dalam kresek sampah bewarna kuning, sama halnya dengan limbah patologi dan juga limbah anatomi
Limbah infeksius, patologi dan anatomi, merupakan limbah yang berassal dari jaringan atau bagian tubuh. Misalnya operasi untuk membuang tumor, kanker, usus buntu atau bagian tubuh yang diamputasi.
Sitotoksis, dimasukkan dalam kresek sampah bewarna ungu
Limbah kimia dan farmasi, misalnya obat-obatan yang sudah expired

Kategori Limbah Medis
Limbah benda tajam, merupakan materi padat yang sudutnya kurang dari 900(jarum suntik, infus set, ampul/vial obat, dll)
Limbah infeksius, merupakan limbah yang mengandung patogen (bakteri, virus, jamur dan parasit)
Limbah patologis, merupakan hasil dari jaringan tubuh manusia (Organ tubuh, janin, darah, muntahan, dll)
Limbah farmasi, mengandung bahan-bahan farmasi (Vaksin, obat-obatan, sarung tangan, masker, dll)
Limbah kimia, limbah yang mangandung zat kimia (Solven, zat kimia fotografis, dll)
Limbah kemasan bertekanan (Kaleng aerosol, carteidge, dll)
Limbah logam berat (Merkuri dari bocoran peralatan kedokteran)

Dampak Limbah terhadap Kesehatan :
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia dengan menggunakan beberapa jalur masuk, diantaranya :
Melalui tusukan, lecet dan luka di kulit (Luka terkena strapler atau benda-benda kecil yang tidak terduga)
Melalui membran mukosa (mikroorganisme yang ada di vagina)
Melalui pernafasan dan ingesti

Manajemen Limbah : merupakan usaha yang dilakukan untuk meminimalisasi adanya limbah. Cara yang dilakukan dapat dengan menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah (misalkan dapat digunakan kembali/reuse) dan menggunakan sedikit kemungkinan memakai bahan kimia agar tidak terjadi penumpukan limbah.
Manajemen Limbah berupa 4 tahapan, yaitu :
Pemilahan
Pengangkutan
Pembakaran
Pembuangan akhir

Syarat tempat sampah non-medis
Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
Mempunyai tutup mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
Terdapat 1 buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi limbah, maka harus diangkut
Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan digunakan kembali

Mikroorganisme Patogen
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk hidup di alam bebas. Tergantung jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan diri terhadap kondisi lingkungan. Contoh mikroorganisme
Virus hepatitis A, B, C
Virus HIV
AIDS
Demam berdarah
Septikimis
Bakterimia
Kandidemia

Pengolahan Limbah Medis
The “Polluter Pays” principle (Prinsip pencemar yang membayar)
The “Precautionary” principle (Prinsip pencegahan)
The “Duty of Care” principle (Prinsip kewajiban untuk waspada)
The “Proximity” principle (Prinsip kedekatan)"


19. Indriani Dwi Wulandari

pada : 28 August 2017

"Nama : Indriani Dwi Wulandari
NIM : 131611133034
Resume :
Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
Pengertian limbah berdasarkan peraturan pemerintah nomor 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.Sedangkan pengertian limbah medis yaitu sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Menurut Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat (contohnya: bekas ampul, spuit), cair (contoh : cairan infus), dan gas(contoh : gas yang dihasilkan mesin insinerator yang dapat menyebabkan kanker paru).
Pemilahan benda padat terdiri dari
1.Benda tajam, contoh : pisau bedah, ampul, spuit, dll (dimusnahkan)
2.Medis non tajam, contoh : kasa, handscoon, dll (dimusnahkan)
3.Non medis, contoh : koran, botol susu (TPA)
4.Botol dan plastik infus (Reuse)
Jenis kategori dan wadah limbah medis terbagi menjadi 5 yaitu:
1.Kategori radioaktif : warna kontainer kantong plastik merah
2.Kategori sangat infeksius : warna kontainer kantong plastik kuning, contoh : sampah rawat luka
3.Kategori limbah infeksius patologi dan anatomi : warna kontainer kantong plastik kuning, contoh : bagian yang telah diamputasi
4.Kategori sitotoksis : warna kontainer kantong plastik ungu
5.Kategori limbah kimia dan farmasi : warna kontainer kantong plastik coklat
Limbah dapat dibagi menjadi 2 menurut sifatnya yaitu limbah bahan berbahaya dan limah beracun. Limbah tersebut adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan makhluk hidup.
Macam-macam limbah medis. Limbah medis terdapat 7 kategori yaitu :
1.limbah benda tajam,misalnya : jarum suntik, preparat, infus set.
2.limbah infeksius adalah limbah yang diduga mengandung dan dapat menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular
3.limbah patologis adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4.limbah farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll.
5.limbah kimia, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6.limbah kemasan bertekanan, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7.limbah logam berat, misalnya : limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (termometer, alat pengukur tekanan darah).
Manajemen limbah : Pemilahan, pengangkutan, pembakaran, dan pembuangan akhir. Pengumpulan Limbah Medis memiliki syarat tertentu yang harus dilakukan yaitu dengan menggunakan troli khusus yang tertutup, kemudian penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non Medis
1.Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2.Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
3.Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman, dll.
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1.Safety Box
Alternative 1 : jarum dan syringe - safety box (pada setiap selesai satu penyuntikan), -incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : jarum dan syringe - safety box -ditanam di dalam sumur galian yang kedap air.
2.Needle Cutter
Alternatif 1: jarum dipatahkan dengan needle cutter -potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container - safety box- sama dengan penanganan safety box
Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter -potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit, syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
3.Needle Burner
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : jarum dimusnahkan dengan needle burner
-kantong plastic warna hitam- tempat penampungan sementara limbah domestic.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
1.Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2.Melalui membran mukosa
3.Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas, kemampuan ini tergantung pada kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban,radiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya. Contoh mikroorganisme tersebut adalah virus hepatitis B dan virus HIV.
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan yaitu infeksi gastroenteritis infeksi saluran pernafasan , infeksi mata, infeksi genital, infeksi kulit, antraks, meningitis , aids , demam berdarah, septikimia ,bakteriemia kandidemia ,hepatitis a , b dan c.
Prinsip dasar pengelolaan limbah medis berdasarkan kesepakatan internasional, yakni:
1.The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
2.The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3.The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4.The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Usaha Minimalisasi Limbah
•Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
•Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
•Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah."


20. Dwi Utari Wahyuning Putri

pada : 28 August 2017

"NAMA : DWI UTARI WAHYUNING PUTRI
NIM : 131611133019
RESUME :
 SAMPAH → sisa suatu kegiatan/proses produksi.
 LIMBAH MEDIS/KLINIS → semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
(PERMENKES RI NO.1204/MENKES/SK/X//2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit) → semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
 Bagaimanakah dengan penanganan sampah medis??? Ada pengelolaan khusus.
 Limbah bahan berbahaya dan beracun → Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

 JENIS WADAH DAN LABEL LIMBAH MEDIS PADAT SESUAI KATEGORINYA
o Radioaktif → MERAH → Kantong boks timbal dengan simbol radioaktif.
o Sangat Infeksius → KUNING → Kantong plastik kuat, anti bocor, atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklat.
o Limbah Infeksius, Patologi, dan Anatomi → KUNING → Kantong plastik kuat dan anti bocor atau container.
o Sitotoksis → UNGU → Kontainer plastik kuat dan anti bocor.
o Limbah Kimia dan Farmasi → COKELAT → Kantong plastik dan kontainer.


 7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. BENDA TAJAM : jarum suntik, ampul/vial obat, infuse set, dll
2. INFEKSIUS : hasil operasi/otopsi dari px yang menderita penyakit menular
3. PATOLOGIS : organ tubuh, janin, darah, muntahan, urin
4. FARMASI : vaksin, obat-obatan, sarung tangan, masker
5. KIMIA : solven, zat kimia fotografis
6. KEMASAN BERTEKANAN : carteidge dan kaleng aerosol
7. LOGAM BERAT : merkuri dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur TD)


 DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
LIMBAH MEDIS → mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia, melalui jalur : (1) Tusukan, lecet, luka di kulit, (2) Membran mukosa, (3) Pernafasan dan ingesti.

 USAHA MINIMALISASI LIMBAH
o Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
o Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
o Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.

 MANAJEMEN LIMBAH
o PEMILAHAN → kunci pembuangan yang baik ♥
o PENGANGKUTAN
o PEMBAKARAN
o PEMBUANGAN AKHIR

 PEMILAHAN → Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah.
 TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA → INSINERATOR → limbah dibakar selambat-lambatnya 24 jam. ** Bagi RS yang punya insinerator / RS yang tidak punya insinerator dapat bekerjasama dengan RS lain yang memiliki insinerator.
 TRANSPORTASI (PENGANGKUTAN)
- Sebelum dimasukkan ke kendaraan, diletakkan dalam container yang KUAT dan TERTUTUP.
- Menggunakan KENDARAAN KHUSUS.
- Kantong limbah medis → HARUS AMAN dari jangkauan manusia atau binatang.
- PETUGAS MEMAKAI APD (coverall)
 PENGUMPULAN → Setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis sesuai iklim tropis : 1) Musim hujan : paling lama 48 jam , 2) Musim kemarau : paling lama 24 jam.


 MIKROORGANISME PATOGEN → kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, radiasi ultraviolet, ketersediaan zat organik, keberadaan predator dan sebagainya. Contoh : Virus Hepatitis B yang tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik, Virus HIV yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient dan tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.

 Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif."


21. Mudrika Novita Sari

pada : 28 August 2017

"Nama : Mudrika Novita Sari
NIM : 131611133050
Resume:
Pengertian Limbah menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995. Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sedangkan Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal aspek limbah medis menurut Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Masyarakat di dalam lingkungan rumah sakit yang terdiri dari pasien, pengunjung dan karyawan memberikan kontribusi kuat terhadap pengotoran lingkungan rumah sakit. Aktivitas pelayanan dan perkantoran, pedagang asongan, prilaku membuang sampah dan meludah sembarangan, prilaku merokok dan sejumlah barang atau bingkisan yang dibawa oleh pengunjung/tamu menambah jumlah sampah dan mengotori lingkungan rumah sakit.
Pengelolaan dan pembuangan limbah medis di Rumah Sakit / Puskesmas / Poliklinik adalah sebagai berikut:
1. Pemilahan, merupakan proses yang kontinyu yang pelaksanaannya harus mempertimbangkan kelancaran penanganan petugas dan penampungan sampah. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
2. Pengangkutan, petugas biasanya menggunakan kereta dorong yang tertutup dan dilengkapi dengan alat proteksi dan pakaian kerja khusus. Sampah medis diangkut dalam kontainer khusus, harus kuat dan tidak bocor.
3. Incineration (Pembakaran), sampah medis yang akan dibakar harus disesuaikan dengan ukuran, desain, kapasitas volume sampah, pengaturan pengendalian pencemaran udara, dan penempatan lokasi.
4. Pembuangan, sesuai dengan institusi yang berkaitan dengan peraturan yang berlaku dan aspek lingkungan yang berpengaruh terhadap masyarakat.
Jenis Wadah dan label Limbah Medis Sesuai Kategorinya, diantaranya:
• Radioaktif, warna kontainer/kantong plastiknya adalah merah, kantong boks timbal dengan simbol radioaktif.
• Sangat infeksius, warna kontainer/kantong plastiknya adalah kuning, kantong plastik yang digunakan harus kuat, anti bocor, atau menggunakan kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf.
• Limbah infeksius, patologi dan anatomi, warna kontainer/kantong plastiknya adalah kuning, kantong plastik yang digunakan harus kuat, anti bocor.
• Sitotoksis, warna kontainer/kantong plastiknya adalah ungu, kantong plastik yang digunakan harus kuat, anti bocor.
• Limbah kimia dan farmasi, warna kontainer/kantong plastiknya adalah coklat.
Kategori limbah medis bermacam-macam dan berdasarkan potensi yang terkandung di dalamnya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya: jarum suntik; kaca sediaan (preparat glass); infus set; ampul/vial obat.
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular (perawatan intensif) dan limbah laboratorium yang berkaitan dengan pemeriksaan mikrobiologi dari poliklinik dan ruang perawatan/isolasi penyakit menular.
3. Limbah patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya: organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain.
4. Limbah farmasi, berasal dari obat-obat kadaluwarsa, obat-obat yang terbuang karena batch yang tidak memenuhi spesifikasi atau kemasan yang terkontaminasi, obat-obat yang dibuang oleh pasien atau dibuang oleh masyarakat.
5. Limbah kimia, adalah limbah yang dihasilkan dari penggunaan bahan kimia dalam tindakan medis, veterinari, laboratorium, proses sterilisasi, dan riset.
6. Limbah kemasan bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah logam berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya: limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam, antara lain:
• Safety Box. Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
• Needle Cutter. Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
• Needle Burner. Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter; Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

Dampak limbah terhadap kesehatan yang dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusi melalui beberapa jalur, antara lain: (1)Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit; (2) Melalui membrane mukosa; (3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti. Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.

Contoh mikroorganisme patogen adalah: (1) Virus Hepatitis B, yang persisten di udara kering, dapat hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C). (2) Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.

Berikut ini merupakan contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan, yaitu:
• Infeksi gastroenteritis. Organisme penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
• Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
• Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
• AIDS. Organisme penyebab adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
• Demam Berdarah. Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”), semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”), merupakan prinsip yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”), bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”), dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan.

Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.

Usaha yang dapat kita lakukan untuk minimalisasi limbah, antara lain:
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun."


22. Marcelien Putri Chrisdianti

pada : 28 August 2017

"Nama : Marceline Putri Chrisdianti
Nim : 131611133023
Resume :

Pengelolaan Limbah Sampah Medis di RS

Pengertian Limbah
• Sisa suatu usaha atau kegiatan dan atau proses produksi (PP No.12 Tahun 1995)
• Limbah Medis/Limbah klinis mencangkup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, lab
Limbah Medis digolongkan menjadi 7 :
1. Limbah benda tajam
Contohnya : Jarum suntik, ampul, dll
2. Limbah infeksius
Contoh : limbah pasien penyakit menular, alat medis yang telah dipakai dan hanya untuk sekali pakai, dll
3. Limbah patologis
Contoh : organ tubuh, muntahan, darah, janin, dll
4. Limbah farmasi
Contoh : Vaksin atau obat kadarluasa, sarung tangan atau masker, dll
5. Limbah kimia
Contoh : Formaldehid, zat kima fotografis, solven, dll
6. Limbah kemasan bertekanan
Contoh : gas dalam tabung, carteeidge dan kaleng aerosol
7. Limbah logam berat
Thermometer atau tensi yang bocor
Pengumpulan Limbah Medis
Limbah medis paling lama disimpan selama 24 jam di musim kemarau dan dan di musim hujan maksimal 48 jam. Pemisahan limbah adalah cara pembuangan yang benar. RS harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
Teknik Pengolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety Box : Jarum dan syringe dimasukan kedalam safety box untuk selanjutnya dibakar di incinerator atau ditanam di dalam sumur
2. Needle Cutter : Jarum dan Syringe dipatahkan di needle cutter lalu dimasukan ke safety box dan selanjutnya diproses seperti pada safety box, atau setelah dipatakan syringe bisa dicuci dengan larutan sodium hipoklorit 5% selama 30 menit
3. Needle Burner: Jarum dimusnakan dengan dibakar dan hasilnya abu
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan : Patogen dapat masuk ke tubuh melalui beberapa jalur seperti tusukan bahkan pernapasan dan ingesti


Contoh Mikroorganisme Patogen :
1. Virus Hepatitis B
2. Virus HIV

Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan : Infeksi gastroenteritis, Infeksi saluran pernapasan, Infeksi mata, Infeksi genital,Infeksi kulit, Antraks, Meningitis, Aids, Demam berdarah, septikimia, bakteriemia, kandidemia, Hepatitis Virus A, Hepatitis Virus B dan C
Pengolahan Limbah Medis
1. The Polluter Pays artinya semua penghasil lmbah bertanggung jawab menggunakan metode yang aman dan ramah lingkunagn dalam pengolaan limbah
2. The precautionary artinya upaya penangan secepat mungkin untuk menghindari resiko yang signifikan
3. The duty of care artinya pengolah limbah bertanggungjawab menerapkan kewaspadaan tinggi
4. The proximity artinya meminimalkan risiko dalam pemindahan
"


23. Hanum Amalia Zulfa

pada : 29 August 2017

"NAMA : HANUM AMALIA ZULFA
NIM : 131611133040
RESUME :
"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT"
Sampah adalah sisa suatu kegiatan atau proses produksi sedangkan limbah adalah sisa suatu usaha aatu kegiatan. Pengertian limbah menurut Permenkes RI No.1204/MENKES/SK/X/2004 tentang limbah Rumah Sakit berupa padat cair dan gas, dalam setiap kegiatan pasti menghasilkan sampah contoh limbah medis: padat (bekas ampul, injeksi), cair (sisa cairan infus), gas (pembuangan inserator yaitu tempat pembuangan limbah Rumah Sakit yang dapat menyebabkan kanker).
• Limbah medis atau klinis adalah semua hasil pembuangan berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium
• Limbah berbahaya dan beracun adalah sisa usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak dapat mencermankan atau merusak lingkungan hidup manusiaserta mahluk hidup lain
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategori
1. Radioaktif, contoh: melakukan terapi dengan sinar radioaktif
2. Sangat Infeksius, contoh: benda-benda bekas rawat luka
3. Limbah Infeksi, contoh: jaringan-jaringan seperti tumor dan kanker
4. Sittoksis, contoh: obat-obat botol beling
5. Limbah kimia dan farmasi, contoh: obat-obatan exp.
Pemilihan Limbah Padat
• Pihak III Dimusnahkan :
1. Benda Tajam : Pisau Bedah (sekali pakai), ampul kaca, spet dan jarum
2. Medis non Tajam : Kasa, Handscoon
• Tempat Pembuangan Akhir (TPA) :
1. Non Medis : Koran, Kulit Pisang, Botol Susu
• Bisa di Reuse :
1. Botol dan Plastik Infus
7 Kategori Limbah Medis
a. Benda Tajam : Jarum Suntik
b. Infeksius : Benda-Benda Bekas Rawat Luka
c. Patologis : Organ Tubuh, Janin, Darah, Muntahan
d. Farmasi : Vaksin, Obat-obatan, Sarung Tangan, Masker
e. Kimia : Solven, Zat Kimia Fotografis
f. Kemasan Bertekanan : Kaleng Aerosol, Cartedge
g. Logam Berat : Mercuri dan Bocoran Peralatan Kedokteran (thermometer, alat pengukur TD)
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1. Melalui tusukan, lecet atau luka dikulit
2. Melalui membran mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Usaha Meminimalisir limbah
- Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
- Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
- Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
- Memesan bahan sesuai kebutuhan
- Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
- Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor
-Management Limbah
1) Pemilahan
2) Tempat penampungan sementara (Insinerator = limbah dibakar selambat-lambatnya 24 jam). Bagi rumah sakit yang punya insinerator atau kerjasama dengan rumah sakit lain yang punya insinerator
3) Transportasi (pengangkutan)
- Kantong limbah medis sebelum dimaksukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup
- Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kendaraan khusus
- Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang
- Petugas yang menangani limbah harus menggunakan APD
4) Pengumpulan
Setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus
Penyimpanan sesuai iklim tropis :
- Musin hujan : paling lama 48 jam
- Musim panas : paling lama 24 jam
Pada saat musim kemarau limbah rumah sakit haus lebih cepat dimusnahkan paling lama 24 jam karena pada saat kondisi hangat bakteri atau mikroorganisme lebih cepat berkembangbiak dibandingkan dengan musin hujan yang limbahnya harus dimusnahkan paling lama 48 jam
Penyimpanan Limbah Medis
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
Kresek : hitam, kuning, ungu, merah
Mikroorganisme Patogen
Punya kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup dialam bebas tergantung dari :
- Jenis mikroorganisme dan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembapan, radiasi UV, ketersediaan, zat organik, keberadaan predator dll.
Contoh :
a. Virus Hepatitis B : tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntuk
b. Virus HIV : tahan 3-7 hari pada suhu ambreal atau tahan 15 menit pada etanol 70%, inaktif pada suhu 56oC
"


24. CHUSNUL HOTIMAH

pada : 29 August 2017

"NAMA : CHUSNUL HOTIMAH
NIM : 131611133004
RESUME :
PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
• Pengertian Limbah
PP NO 12, 1995
Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
• PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
a) sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
b) Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
• Limbah bahan berbahaya dan beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai dengan kategori:
1. Radioaktif (kantong plastik merah)
- Zat-zat untuk kemo/terapi kanker
- Reaktif terhadap cahaya (ditutup oleh kertas karbon)
2. Sangat infeksius (kantong plastik kuning)
- Limbah untuk rawat luka dan operasi
3. Limbah infeksius patologi dan anatomi (kangtong plastik kuning)
- Limbah setelah operasi pengangkatan tumor/kanker
- Jaringan-jaringan yang dibuang (tumor, organ tubuh, dll)
4. Sitotoksis (kantong plastik ungu)
- Obat-obatan
5. Limbah kimia dan farmasi (kantong plastik coklat)
- Obat-obatan yang kadaluarsa
• 7 kategori limbah :
1. Limbah benda tajam. misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2. Limbah infeksius. misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; dll.
3. Limbah Patologis. misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4. Limbah Farmasi. misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5. Limbah Kimia. misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6. Limbah Kemasan Bertekanan. misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat. misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
• Pengumpulan limbah medis
- Menggunakan troli khusus yang tertutup
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim.
NB : Tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
• Manajemen limbah padat rumah sakit/puskesmas/poliklinik
terdiri atas 4 tahapan :
1. Pemilahan
Pemilahan sampah medis:
a. benda tajam (ampul, pisau bedah, jarum suntik) -> pihak 3 (langsung dihancurkan)
b. non tajam (kasa bekas perawatan, sarung tangan lateks bekas pakai, dll) -> pihak 3 (langsung dihancurkan)
c. non medis (kertas, sisa makanan, dll) -> TPA
d. botol plastik, infus -> Reuse
2. Pengangkutan
- Sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut, kantong limbah harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
- Pengangkutan limbah menggunakan kenderaan khusus.
- Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
- Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri.
3. Pembakaran
 Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
 Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus bekerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
4. Pembuangan akhir
• Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1) tusukan, lecet, atau luka di kulit
2) Melalui membrane mukosa
3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
1) Virus Hepatitis (B)
Tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
2) Virus HIV
Tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.
• Contoh Infeksi akibat terpapar limbah layanan kesehatan
1. Infeksi gastroenteritis. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
2. Infeksi Saluran Pernafasan. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
3. Meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
4. AIDS. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
5. Demam Berdarah. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
6. Hepatitis Virus A. Media penularannya adalah melalui tinja.
7. Hepatitis Virus B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh.
• Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
• Usaha Minimalisasi Limbah
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah.
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor."


25. KUSNUL OKTANIA

pada : 29 August 2017

"Nama : Kusnul Oktania
NIM : 131611133043
Kelas : A1/2016
PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Setiap kegiatan selalu menghasilkan limbah. Contohnya: Medis
- Cairan: sisa infuse
- Gas: pembuangan inserator (tempat pembuangan limbah Rumah Sakit berdampak kanker
- Padat: bekas ampul, injeksi
Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen Limbah
1. Pemilahan
2. Pengangkutan
3. Pembakaran
4. Pembuangan akhir
Pemilihan limbah padat
- Beda tajam: ampul, spuit Pihak III
- Medis non tajam: handscoon Pihak III
- Non medis: kertas makanan TPA
- Botol dan plastic infuse Reuse
7 kategori limbah medis
1. Limbah benda tajam, misalnya: jarum suntik; kaca sediaan (preparat glass), infus set, ampul atau vial obat, dan lain-lain.
2. Limbah infeksius, misalnya: kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium, limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular, limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi, alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3. Limbah Patologis, misalnya: organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4. Limbah Farmasi, misalnya: mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, termasuk juga sarung tangan, masker, dan lain-lain.
5. Limbah Kimia, berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya: formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dan lain-lain
6. Limbah Kemasan Bertekanan, misalnya: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat, misalnya: limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis mengandung berbagai macam mikroorganisme pathogen yang dapat memasuki tubuh manusia, melalui beberapa jalur:
1. Melalui tusukan, lecet atau luka dikulit
2. Melalui membrane mukose
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen
- Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
- Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti: suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh nikroorganisme tersebut adalah:
1. Virus hepatitis B: virus yang persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
2. Virus HIV adalah virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.
Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip pencemar yang membayar)
Merupakan semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2. The “Precautionary” principle (prinsip pencegahan)
Merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3. The “duty of care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada)
Bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “proximity” principle (prinsip kedekatan)
Dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan
Usaha Minimalisasi Limbah
- Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
- Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
- Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
- Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
- Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
- Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
- Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
- Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
- Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
"


26. REGYANA MUTIARA GUTI

pada : 29 August 2017

"NAMA: REGYANA MUTIARA GUTI
NIM: 131611133013
RESUME: PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat (misal, ampul dan spuit), cair (misal, cairan infus), dan gas (insinelator).
Limbah rumah sakit adalah sisa suatu usaha atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas dan penelitian.
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya
1. Radioaktif (merah)
Digunakan untuk limbah dari pasien kanker, kantong box timbal dengan simbol radioaktif.
2. Limbah Infeksius, Patologi dan Anatomi (kuning)
Limbah dari kamar operasi pengangkatan tumor, kanker, jaringan-jaringan yang dibuang atau diamputasi. Kantong plastik yang digunakan untuk limbah ini plastik yang kuat, anti bocor atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf.
3. Sangat infeksius (kuning)
Misalnya adalah limbah dari rawat luka dan alat-alat di kamar operasi.
4. Sitotoksis (ungu)
Kontainer plastik kuat dan anti bocor, misalnya limbah dari obat-obat kanker yang berbentuk botol.
5. Limbah Kimia dan Farmasi (coklat)
Untuk limbah dari obat-obat yang sudah expired.
Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.
Pemilahan limbah padat
a. Benda tajam, misalnya pisau bedah, spuit, jarum, ampul kaca. Limbah ini akan dimusnahkan oleh pihak III.
b. Medis non tajam, misalnya kasa bekas balutan, handscoon. Limbah ini akan dimusnahkan oleh pihak III.
c. Non medis, misalnya koran, kulit pisang, botol susu. Limbah ini akan dibuang ke TPA.
d. Botol dan plastik infus. Limbah ini dapat di reuse.
Kategori limbah medis
1. Limbah benda tajam, misalnya jarum suntik, preparat glass.
2. Limbah infeksius, misalnya alat-alat yang terinfeksi oleh klien.
3. Limbah patologis, misalnya adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia.
4. Limbah farmasi, misalnya obat-obat yang sudah exp.
5. Limbah kimia, misalnya betadine yang sudah exp.
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat, misalnya termometer dan alat pengukur tekanan darah yang sudah rusak.
Limbah medis mengandung mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
a. Melalui tusukan, lecet atau luka dikulit
b. Melalui membran mukosa
c. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Usaha meminimalisasi limbah
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
Tempat penampungan sementara
a. Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungan rumah sakit harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
b. Bagi rumah sakit yang tidak punya insinerator, maka limbah medis harus dimusnahkan dengan cara menitipkan dengan rumah sakit lain.
Transportasi untuk limbah medis ini harus aman dari jangkauan manusia, menggunakan kontainer yang kuat dan tertutup, menggunakan kendaraan khusus. Untuk petugas yang mengatur limbah ini harus menggunakan alat pelindung diri, misalnya topi atau helm, masker, pakaian panjang, apron untuk industri, pelindung kaki atau sepatu boot dan sarung tangan khusus.
Pengumpulan limbah medis
1. Menggunakan troli khusus yang tertutup
2. Harus sesuai iklim, pada musim hujan paling lama 48 jam sedangkan pada musim kemarau paling lama 24 jam, karena pada musim kemarau kuman lebih cepat berkembang biak
Apabila tidak tepat membuang sampah, bisa menimbulkan penyakit yang mengandung mikroorganisme patogen yang memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan, seperti suhu, kelembapan, radiasi ultraviolet, ketersediaan zat organik.
Contoh mikroorganisme patogen
a. Virus Hepatitis B: tahan sampai 10 jam pada suhu 60°C dan tahan 1 minggu pada jarum suntik
b. Virus HIV: tahan 3-7 hari
Contoh infeksi akibat terpajan limbah pelayanan kesehatan
1. AIDS: media penularannya melalui darah, secret alat kelamin
2. Demam berdarah: media penularannya melalui seluruh cairan tubuh dan secret
3. Septikimia: media penularannya melalui darah
4. Bakteri emia: media penularannya melalui darah
5. Kandidemia: media penularannya melalui darah
6. Hepatitis virus A: media penularannya melalui tinja
7. Hepatitis virus B dan C: media penularannya melalui darah dan cairan tubuh
"


27. ALFERA NOVITASARI

pada : 29 August 2017

"NAMA : ALFERA NOVITASARI
NIM : 131611133029
RESUME :
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah menurut PP No.12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Permenkes RI No : 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat (spuit, ampul), cair (infus) dan gas (pembuangan insinerator atau pengolahan limbah).
Limbah Rumah Sakit adalah sisa suatu atau kegiatan, sedangkan Limbah Medis atau Limbah Klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun adalah sisa suatu uasaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
 Limbah :
• Radioaktif (pengobatan kanker)
• Sangat infeksius (alat rawat luka, dari peralatan operasi, pakaian operasi)
• Limbah infeksius, patologi dan anatomi (limbah kanker atau organ yang terinfeksi)
• Sitotoksik (obat kanker)
• Farmasi
 Limbah padat :
• Benda tajam (spuit, jarum, pisau, scapula, ampul)
• Non tajam (kasa, handscoon)
• Non medis
• Botol dan plastik infus (bisa diolah kembali)
Benda tajam dan non tajam dibuang di insinerator
 7 kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam
• Preparat
• Jarum
2. Limbah infeksius
• Kasa
3. Limbah patologis
• Organ manusia
• Janin dan darah
4. Limbah kemasan bertekanan
• Gas dalam tabung
5. Limbah farmasi
• Obat-obatan yang sudah kadaluarsa
• Serum yang sudah kadaluarsa
• Vaksin yang sudah kadaluarsa
6. Limbah kimia
• Cairan betadine yang sudah kadaluarsa
• Formalin yang sudah kadaluarsa
7. Limbah logam berat
• Limbah logam merkuri (thermometer, tensi)
Dampak limbah terhadap kesehatan, melalui beberapa jalur :
• Tusukan, lecet atau luka di kulit
• Membrane mukosa
• Pernafasan dan melalu ingesti
Pemilahan limbah tujuannya untuk mempermudah pengelolaan limbah dan limbah dipilah sesuai dengan kategori.
Tempat Pembuangan Sampah (TPS) :
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator harus dibakar selambat-lambatnya 24 jam
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, maka limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit atau pihak lain yang mempunyai insinerator
• Sampah tidak boleh disimpan terlalu lama
Penyimpanan limbah medis harus sesuai dengan iklim tropis :
• Musim hujan paling lama 48 jam
• Musim kemarau paling lama 24 jam, karena perkembangbiakan kuman lebih cepat
Sampah non medis – plastik berwarna hitam
Warna plastik sampah – merah, kuning, ungu
Pengelolaan limbah medis :
• The “Polluter Pays” rinciple (prinsip “pencemar yang berbayar”)
• The “Precautionary” principle (prinsip “pencegahan”)
• The “Duty of Care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada)
• The “Proxumity” principle (prinsip “kedekatan”)
Teknik pengelolaan limbah medis tajam :
• Safety box
• Needle cutter – khusus jarum
• Needle burner – memusnahkan jarum
Abu sisa atau hasil pembakaran limbah medis ditimbun dan diberi cairan BIO, sehingga dengan sendirinya akan terurai dan bergabung dengan tanah."


28. Septin Srimentari LD

pada : 29 August 2017

"NAMA: Septin Srimentari Lely Darma
NIM: 131611133046
RESUME: PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS DI RUMAH SAKIT
Limbah
• PP No. 12 tahun 1995
Limbah merupakan bahan sisa dari suatu kegiatan dan atau yang berasal dari proses produksi
• PERMENKES RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
Limah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
• Segala kegiatan dan proses yang berlangsung di rumah sakit menghasilkan limbah/sampah berupa limbah padat (spuit, botol ampul, dan vial), cair (sisa cairan infus), dan gas (hasil pembakaran limbah padat). Limbah tajam seperti jarum spuit diproses pada mesin incinerator, gas yang dihasilkan dari pembakaran memberikan efek negatif berupa penyakit yang menyerang saluran pernapasan dalam jangka waktu panjang.
Pengetian Limbah
• Limbah adalah sisa dari suatu usaha/ kegiatan.
• Limbah medis/klinis merupakan limbah dari kegiatan yang mencangkup semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan, fasilitas penelitian, laboratorium. Limbah yang berasal dari fasislitas penelitian berupa hewan yang digunakan pada penelitian.
Bagaimana Penanganan Sampah Medis?
• Sampah medis ada yang bersifat berbahaya dan beracun maupun tidak.
• Limbah beracun dan berbahaya yaitu sisa kegiatan/isaha yang mengandung bahan berbahaya secara sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak. Sampah ini dapat mencemari/merusak lingkungan hidup manusia ataupun makhluk hidup lain.
• Jenis wadah limbah medis terdiri atas empat jenis antara lin limbah radioaktif, limbah snagat infeksius, limbah infeksius, patologi, dan anatomi, dan limbah sitoksis. Limbah radioktif ditandai dengan warna kantong plastik merah. Contoh dari limbah ini adalah sisa obat untuk kemoterapi. Limbah snagat infeksius terdiri atas alat-alat yang digunakan operasi, kantong plastik berwarna kuning. Hasil jaringan tumor merupakan contoh dari limbah infeksius, patologoo, dan anatomi, limbah ini ditandai dengan kantong olastik berwarna kuning. Contoh dari limbah sitoksis adalah obat kanker yang ditandai dengan kantomg plastik berwarna ungu. Obat-obat yang telah memasuki tanggal kadaluarsa dibuang termasuk limbah kimia dan farmasi dan ditandai warna antong plastik cokelat.
Pemilahan Limbah Padat
Limbah padat di rumah sakit terdiri atas limbah padat tajam, medis tidak tajam, limbah non medis, dan botol/plastik infus. Limbah medis padat tajam berupa pisau bedah, ampul kaca, spuit, dan jarum yang akan diolah melalui mesin incinerator. Contoh dari limbah medis padat yang tidak tajam yaitu kasa dan handscoon. Limbah non medis berupa koran, kulit pisang, dan bungkus nasi yang selanjutnya kan dibuang ke TPA. Limbah botol infus akan digunakan kembali/reuse.
7 Kategori Limbah Padat
1. Limbah tajam, materi padat yang dapat menyebabkan luka tujut atau gores. Contoh seperti jaruum spuit, kaca preparat, dan ampul.
2. Limbah infeksius, limbah yang mengandung aptogen yang dapat menyebabkan penularan penyakit. Contohnya limbah hasil operasi dan otopsi.
3. Limbah biologis, limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia. Contoh seperti muntahan, urin, janin, darah, dan organ tubuh.
4. Limbah farmasi, limbah berasal yang obat-obatan. Contohnya obat-obat kadaluarsa.
5. Limbah kimia, berasal dari zat-zat kimia.
6. Limbah kemasan bertekanan, limbah yang memiliki kemasan bertekanan tinggi apabila dibuka secara paksa dapat mengakibatkan ledakan. Contoh botol aerosol.
7. Limbah logam berat, limbah yang mengandung logam berat pada suatu alat seperti merkuri.
Dampak Limbah terhadap Kesehatan
Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme berssifat patogen yang secra atau tidak dapat memasuki tubuh melalui beberapa cara yaitu tusukan, lecet, luka di kulit, melalui membran mukosa, dan saluran pernapasan dan melalui ingesti.
Manajemen Limbah
 Limbah medis maupun nonmedis yang telah dibuang akan melalui tahapan proses pengolahan antara lain pemilahan(medis tajam, medis tidak tajam, non medis), pengangkutan limbah dan selanjutnya melalui pembakaran lalu pembuangan limbah.
 Limbah medis harus diolah setiap harinya untuk mecegah penularan penyakit dari limbah pembuangan.
Usaha Meminimalisasi Limbah
 Menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelumnya.
 Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
 Memesan bahans sesuai kebutuhan dan penggunaan.
Mikroorganisme Patogen
 Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan dalam bertahan hidup serta berkembang biak di lingkungan bebas. Hal tersebut menyebakan penularan penyakit semakin tinggi.
 Kemampuan ini bergantung pada jenis mikroorganisme dan cara untuk mempertahankan diri pada lingkungan meliputi suhu, kelembapan, radiasi, ultraviolet, ketersediaan zat organik, dan keberadaan predator.
 Pada musim kemarau, mikroorganisme lebih mudah berkembang biak karena suhu yang tepat untuk berkembang biak. Limbah di rumah sakit harus segera diolah dalam kurun waktu 24 jam.
 Pada musim hujan, smapah/limbah harus diproses mkasimal dalam jangka waktu 2x24 jam.
 Contoh dari mikroorganisme antara lain virus hepatitis A, B, dan C, virus HIV dan AIDS, septikimia, semam berdarah, bakteriemia, kandidemis, dan lain sebagainya.
Prinsip Pengolahan Limbah
1. The Polluter Pays Principle adalah prinsip pencemaran yang berbayar.
2. The Precautionary Principle/prinsip pencegahan
3. The Duty of Care Principle/ prinsip kewajiban untuk kewaspadaan
4. The Proximity Principle/ prinsip kedekatan.
"


29. Arinda Naimatuz Zahriya

pada : 29 August 2017

"NAMA : ARINDA NAIMATUZ ZAHRIYA
NIM :131611133024
RESUME
Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
• Definisi
Limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan.
Limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, laboratorium.
PP No 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
PERMENKES RI Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004.
Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak, dapat merusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
• Jenis wadah dan lebel limbah medis padat sesuai kategori
Sangat infeksius yang biasanya untuk rawat luka
Limbah infeksius, patologi dan anatomi (bagian tubuh seperti usus buntu dan yang diamputasi
Limbah kimia dan farmasi yang espired
• Pemilahan Limbah Padat
Benda tajam yaitu pisau bedah (sekali pakai)
Medis non tajam yaitu kasa, handscoon
Non medis yaitu koran, kulit pisang, botol susu
Botol dan plastik infus

• 7 Kategori Limbah Medis
1. Benda tajam : jarum suntik
2. Infeksius
3. Patologis : organ tubuh, janin, darah, muntahan
4. Farmasi : vaksin, obat obatan, sarung tangan, masker
5. Kimia : Solven zat kimia fotografis
6. Kemasan bertekanan : kaleng aeorosol
7. Logam berat : Merkuri dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah

• Tempat Penampungan Sementara
Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
• Beberapa ketentuan lain ttg sampah medis
Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang

• Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
(1) Safety Box.
Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.

(2) Needle Cutter.
Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
(3) Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter;
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

• Dampak Limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
a) Melalui tusukan, lecet, atau luka dikulit
b) Melalui membrane mukosa
c) Melalui pernafasan dan melalui ingesti

• Manajemen limbah
a. Pemilahan
b. Pengangkutan
c. Incineration/pembakaran
d. Pembuangan akhir

• Mikroorganisme patogen
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.

Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
(1) Virus Hepatitis (B). Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
(2) Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.

Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
(1) Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
(2) Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
(3) Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
(4) Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
(5) Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
(6) Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
(7) Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin
(8) AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
(9) Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
(10) Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
(11) Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
(12) Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
(13) Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
(14) Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh


• Pengelolaan Limbah Medis.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.

Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.

• Usaha Minimalisasi Limbah
Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.

"


30. YENNI NISTYASARI

pada : 29 August 2017

"NAMA : YENNI NISTYASARI
NIM : 131611133035
RESUME
PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengertian Limbah menurut PP NO 12, 1995 Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertian limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis, Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
MANAJEMEN LIMBAH
1. pemilahan : kunci pembuangan yang baik
2. pengangkutan
3. incineration/pembakaran
4. pembuangan akhir
Pemilahan Limbah Padat
- Benda Tajam dan Medis non tajam ke pihak III
- Limbah non medis ke TPA
- Limbah botol dan infuse ke Reuse
7 Kategori Limbah Medis
(1) Limbah benda tajam, adalah materi padat yang menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
(2) Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) yang menyebabkan penyakit pada pejananmu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
(3) Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh.
(4) Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, termasuk sarung tangan, masker, dll.
(5) Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
(6) Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
(7) Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Pengumpulan Limbah Medis
 Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
 Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Pemilahan Limbah : Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Tempat Penampungan Sementara
 Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
 Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan.
Transportasi
 Kantong limbah medis sebelum diangkut kekendaraan harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
 Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
 Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
 Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri: Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves).
Beberapa Ketentuan Lain Tentang Sampah Medis
1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3. Semua limbah dari kantor, dianggap sebagai limbah non-medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang.
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
(1) Safety Box.
Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
(2) Needle Cutter.
Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box.
Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
(3) Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses dalam penanganan dengan needle cutter; Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2) Melalui membrane mukosa
3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme Patogen
 Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
 Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
 Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
(1) Virus Hepatitis (B). Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
(2) Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.
Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
(1) Infeksi gastroenteritis. Organisme penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
(2) Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
(3) Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
(4) Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
(5) Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
(6) Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
(7) Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin
(8) AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
(9) Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
(10) Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
(11) Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
(12) Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
(13) Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
(14) Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh
Pengelolaan Limbah Medis.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”). melalui prinsip tersebut semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”) merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
(3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”) bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya secara etis bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
(4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”) penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.
Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.
Usaha Minimalisasi Limbah
 Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
 Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
 Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
 Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
 Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
 Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.

"


31. ERLINA DWI KURNIASARI

pada : 29 August 2017

"NAMA : ERLINA DWI KURNIASARI
NIM : 131611133028
RESUME :
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT
LIMBAH
- PP NO. 12, 1995 limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dana tau proses produksi
- PERMENKES RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, gas.
- Limbah RS padat contohnya spuit, botol ampul. Limbah RS cair contohnya cairan infus. Limbah RS gas contohnya insinelator
- Penanganan sampah medis> tidak boleh membuang sembarangan
Jenis limbah medis padat sesuai kategorinya :
1. Radioaktif : alat untuk pasien terapi kanker
2. Sangat infeksius : alat rawat luka, alat di kamar operasi
3. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi : operasi organ tumor/kanker (usus buntu, dll)
4. Sitotoksis : obat-obatan kanker
5. Limbah kimia dan farmasi : obat kadaluwarsa, infus kadaluwarsa
Pemilahan limbah padat
1. Benda tajam : pisau bedah, ampul kaca, spuit&jarum
2. Medis non tajam : kasa, handscoon
3. Non medis : koran, kulit pisang, botol susu
Botol dan plastic infuus bisa direuse
7 kategori limbah medis
1. Limbah benda tajam : jarum suntik, kaca sediaan (preparat), infus set, ampul, dll
2. Limbah infeksius : limbah hasil operasi/otopsi pasien penyakit menular(kasa), dll
3. Limbah patologis : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin, dll
4. Limbah farmasi : produk farmasi, obat, vaksin yang sudah kadaluwarsa
5. Limbah kimia : formaldehid, zat kimia fotografis,, solven, dll
6. Limbah kemasan bertekanan : gas dalam tabung, carteudge dan kaleng aerosol
7. Limbah logam berat : limbah merkuri
Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia yaitu : Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit, Melalui membrane mukosa, melalui pernapasan dan melalui ingesti
Manajemen limbah : pemilahan, pengangkutan, pembakaran, pembuangan akhir
Usaha meminimalisasi limbah :
- Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
- Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
- Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi

1. Pemilahan : dilakukan pemilahan jenis limbah medis mulai dari limbah infeksius, limbah patologis, limbah benda tajam, dll. Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
2. Tempat penampungan sementara : bagi RS yang punya incinerator/bekerjassama dengan RS lain yang mempunyai incinerator, limbah dibakar selambat-lambatnya 24 jam
3. Transportasi (pengangkutan) : sebelum dimasukkan kee kendaraan diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup. Menggunakan kendaraan khusus. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia,, binatang. Petugas memakai APD (topi/helm, masker,, pelindung mata, dll)
4. Pengumpulan : setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang terttutup. Penyimpanan sesuai iklim tropis. Jika musin hujan paling lama 48 jam, jika musim kemarau paling lama 24 jam
Mikroorganisme Patogen
- Mikroorganisme pathogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas
- Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara karja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembapan, radiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator, dsb
- Contoh : virus hepatitis B tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik, virus HIV tahan 3-7 hari pada suhu ambrant, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56o
Pengelolaan Limbah Medis :
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (Prinsip “pencemar yang membayar”)
2. The “Precautionary” principle (Prinsip “pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk mewaspadai”)
4. The “Proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Needle burner
"


32. Desi Choiriyani

pada : 29 August 2017

"NAMA : DESI CHOIRIYANI
NIM : 131611133021
RESUME :PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

1.Limbah
a)Menurut PP NO 12, 1995 limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
b)Pengertian Limbah Medis adalah Sisa suatu usaha atau kegiatan medis. Mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Contoh Limbah Medis : Cairan (sisa infus), Gas (berasal dari insenerator yang dapat menyebabkan kanker paru), padat (bekas ampul,spuit).
2.Manajemen Limbah
Limbah padat Rumah Sakit / Puskesmas / Poliklinik, melalui proses :
1)Pemilahan
2)Pengangkutan
3)Inceneration/pembakaran
4)Pembuangan akhir

3.Pemilahan Limbah Padat
a)Benda tajam : spuit, jarum, ampul kaca, pisau bedah (sekali pakai)
b)Medis non tajam : kassa, handscoon
c)Non medis : Koran, kulit pisang, botol susu
d)Botol dan plastic medis : botol-botol infus

4.Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

5.Jenis Wadah dan Label Limbah Padat sesuai Kategorinya
a)Radioaktif (warna kontainer kantong plastik : merah)
Contoh: limbah berasal dari penggunaan medis ataupun riset di laboratorium yang berkaitan dengan zat-zat radioaktif.
b)Sangat infeksius (warna kontainer kantong plastik : kuning)
Contoh : alat-alat yang digunakan untuk rawat luka (pinset, cucing dll)
c)Limbah infeksius patologi dan anatomi (warna kontainer kantong plastik: kuning)y/
Contoh : sisa operasi pembuangan tumor, kanker atau jaringan-jaringan tubuh yang dibuang.
d)Sitoksis (warna kontainer kantong plastik : ungu)
Contoh : obat-obatan kanker
e)Limbah kimia dan farmasi (warna kontainer kantong plastic : coklat)
Contoh : bahan-bahan farmasi atau obat-obatan yang expired.

6.Tujuh Kategori Limbah Medis
1)Limbah benda tajam
Contoh : jarum suntik, kaca sediaan (preparat glass), infus set, ampul/vial obat.
2)Limbah Infeksius
Contoh : kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium, limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular, limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi, alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3)Limbah Patologis
Contoh : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4)Limbah Farmasi
Cobtoh : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, termasuk sarung tangan, masker, dll.
5)Limbah Kimia
Contoh : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll
6)Limbah Kemasan Bertekanan
Contoh : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7)Limbah Logam Berat
Contoh : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).


7.Tempat Penampungan Sementara
1)Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
2)Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain / pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

8.Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
a)Safety Box
b)Needle Cutter
c)Nedle Burner



9.Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat megandung berbagai macam mikroorganisme pathogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
a)Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
b)Melalui membrane mukosa
c)Melalui pernafasan dan melalui ngesti

10.Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
1)Infeksi gastroenteritis
2)Infeksi Saluran Pernafasan
3)Infeksi Mata
4)Infeksi Genital
5)Infeksi Kulit
6)Antraks
7)Meningitis
8)AIDS
9)Demam Berdarah
10)Septikimia
11)Bakteriemia
12)Kandidemia
13)Hepatitis Virus A
14)Hepatitis Virus B dan C

11.Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
a)The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
Semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
b)The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
Merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
c)The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
Bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
d)The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.

12.Usaha Minimalisasi Limbah
1)Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
2)Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
3)Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
4)Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
5)Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
6)Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
7)Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
8)Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
9)Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor
"


33. Sekar Ayu Pitaloka

pada : 29 August 2017

"Nama : Sekar Ayu Pitaloka
NIM : 131611133025 / A1
RESUME :
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengertian
• PP No.12 1995 limbah adalah sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
• PERMENKES RI No.1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
• Setiap kegiatan di rumah sakit pasti menghasilkan limbah/sampah.
Misalnya : Medis dapat berupa cair (sisa cairan infus), gas (asap pembuangan inserator), dan padat (ampul, injeksi)
• Inserator adalah tempat pengolahan sampah medua rumah sakit dan asap dari pembuagan inserator ini dapat menyebabkan kanker paru-paru.
• Limbah adalah sisa suatu usaha untuk kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klnis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan, fasilitas penelitian, dsb.

Bagaimanakah Penanganan Sampah Medis?
Limbah merupakan hal yang berbahaya dan beracun, sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secaa langsung maupun tidak dapat mencernakan atau merusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Jenis Wadah dan Label Limbah Medis Padat Sesuai Kategori :
a) Radioaktif : obat-obatan kanker
b) Infeksius : alat rawat luka (alat-alat penanganan luka, kamar operasi)
c) Limbah infeksius patologi dan anatomi : pada pengolahan khusus organ-organ hasil operasi
d) Sitotoksis : obat-obatan yang kadaluarsa
e) Limbah kimia dan farmasi : kantong plastic dan container

Apabila sampah atau limbah medis tidak dikelola dengan baik, maka akan menyebabkan pencemaran dan penumpukan mikroorganisme.

Pemilahan Limbah Padat
a) Benda tajam : spuid, pisau bedah (sekali pakai), ampul kaca
b) Medis non tajam : kasa, kapas, dan handscoon
c) Non medis : Koran, pisang, botol susu, dll (TPA)
d) Botol dan plastic infus : REUSE

7 Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam : preparat
2. Limbah infeksius
3. Limbhan patologis : organ tubuh hasil operasi
4. Limbah farmasi : obat-obatan, serum
5. Limbah kimia : formaldehyde, solven, betadine
6. Limbah kemasan bertekanan tinggi : perfume dalam tabung
7. Limbah logam berat : limbah logam merkuri

Dampak Limbah terhadap Kesehatan
Limbah mengandung berbagai mikroorganisme pathogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui :
a) Tusukan, lecet, dan luka dikulit
b) Membrane mukosa (saluran cerna)
c) Pernapasan dan ingesti

Manajemen Limbah
Dipilah (dibedakan menurut jenisnya), dibakar, kemudian dibuang di pembuangan akhir.

Cara Meminimalisir Limbah
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik dari pada secara kimia

Pemilahan Sampah
• Dilakukan pemilahan jenis limbah medis mulai dari limbah infeksius, limbah patologis, limbah benda tajam, dan limbah farmasi dengan tempat sampah yang berbeda-beda.
• Bagi rumah sakit yang mempunyai inserator di lingkungan harus membakar limbahnya selambat-lambatnya dalam 24 jam.

Transportasi
• Sampah harus dimasukkan ke dalam container yang kuat dan tertutup
• Sampah rumah sakit (menggunakan kendaraan khusus)
• Harus aman dari jangkauan manusia dan binatang
• Petugas sampah (menggunakan pelindung diri yang lengkap)

Handscoon untuk memandikan jenazah di ruang mayat menggunakan handscoon yang berwarna hitam dan panjangnya hingga melewati siku.

Pengumpulan Limbah Medis
• Pengangkutan menggunakan troli khusus tertutup
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai dengan iklim tropis
Ketika hujan penyimpanan limbah maksimal 48 jam, sedangkan pada musim kemarau limbah maksimal di simpan dalam 24 jam.
• Kantong kresek pembuangan sampah rumah sakit :
a. Hitam c. Ungu
b. Kuning d. Merah

Mikroorganisme Patogen
• Mikroorganisme pathogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan : suhu, kelembapan, radiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator, dsb.
• Contoh mikroorganisme :
1. Virus Hepatitis B. tahan terhadap pejauan antiseptic, tahan terhadap suhu 60oC
2. Virus HIV. Tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 50oC.
3. AIDS
4. DB
5. Septikimia
6. Bakterimia
7. Kandidemia
8. Hepatitis virus A, B, dan C

Pengelolaan Limbah Medis
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip pencemar yang membayar)
2. The “Precautionary” principle (prinsip pencegahan)
3. The “Duty of Care” principle (prinsip kewajiban dan waspada)
4. The “Proximity” principle (prinsip kedekatan)

Hasil pembakaran sampah medis (abu) dibuang kemudian dikubur dan ditambahkan cairan biodegradable yang kemudian akan terjadi menjadi tanah.


"


34. Cucu Eka Pertiwi

pada : 29 August 2017

"NAMA : CUCU EKA PERTIWI
NIM : 131611133007
RESUME :
NAMA : CUCU EKA PERTIWI
NIM : 131611133007

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT

 Limbah
• PP no. 12, 1995 adalah bahan sisa waktu kegiatan dan atau proses produksi
• Permenkes RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat (ampul), cair(infus), dan gas(insinerator).
• Adalah sisa suatu usaha/kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas dan penelitian.

 Jenis wadah dan label limbah sesuai kategori
• Radioaktif -> Terapi kanker
• Sangat infeksius -> alat-alat untuk rawat luka
• Limbah infeksius patologi dan anatomi -> operasi membuang tumor/kanker, amputasi
• Sitoktosis -> obat-obatan kanker
• Limbah kimia dan farmasi -> obat/cairan yang expired

 Pemilahan limbah padat
• Benda tajam (jarum, ampul, pisau bedah) -> PIHAK III
• Medis non tajam (kasa, balutan, handscone) -> PIHAK III
• Non medis (koran, kulit pisang, botol susu) -> TPA
• Botol dan plastik infus -> REUSE

 7 kategori limbah medis
1. Limbah benda tajam jarum suntik, kaca, infus set, ampul
2. Limbah infeksius : hasil operasi
3. Limbah patologis : organ tubuh, janin dan darah, muntah, urin
4. Limbah farmasi : obat-obatan, vaksin, serum expired
5. Limbah kimia : cairan betadine, formalin
6. Limbah kemasan bertekanan tinggi : gas dalam tabung, kaleng aerosol
7. Limbah logam berat : merkuri dan bocoran peralatan kedokteran (Thermometer, alat pengukur TD)

 Dampak limbah terhdap kesehatan
• Limbah medis -> mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen
• Dapat memasuki tubuh manusia, melalui jalur :
1. Tusukan, lecet, luka di kulit
2. Membran mukosa
3. Pernafasan dan ingesti
 Manajemen limbah
• Pemilahan -> kunci pembuangan yang baik
• Pengangkutan
• Pembakaran
• Pembuangan akhir

 Usaha meminimalisassi limbah
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membeli
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
• Mencegah bahan yang dapat menjadi limbah

1. Pemilahan
2. Tempat penampungan sementara
• Insinerator -> limbah dibakar selambat-lambatnya 24 jam. Bagi RS yang punya insinerator/kerjasama dengan RS lain yang punya insinerator
3. Transportasi (pengangkutan)
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup
• Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggnakan kendaraan khusus
• Kantong ilmiah medis harus aman dan jangkauan manusia/binatang
• Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri : topi/helm, masker, pelindung mata, pakaian panjang, dll

 Mikroorganisme patogen
• Mempunyai kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas, tergantung :
Jenis mikroorganisme dan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan, seperti : suhu, kelembapan, iradiasi UV, ketersediaan zat organis, keberadaan predator, dsb.
Contoh :
1. Virus Hepatitis B
 Tahan sampai 10 jam pada suhu gas
 Tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik
2. Virus HIV
 Tahan 3-7 hari pada suhu ambient
 Tahan 15 menit pada cairan etanol
3. AIDS
4. DB
5. Septikimia
6. Bakteriema
7. Kandidemla
8. Hepatitis Virus A,B,C

 Pengelolaan Limbah Medis
1. The “Polluter Pays” principle
Prinsip “pencemar yang membayar”
2. The “precautorary” principle
Prinsip “pencegahan”
3. The “Duty of care” principle
Prinsip “kewajiban untuk waspada”
4. The “proximity principle”
Prinsip “kedekatan”


"


35. NOVIA TRI HANDIKA

pada : 29 August 2017

"Nama: Novia Tri Handika
NIM: 131611133042
RESUME:PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT
•Limbah menurut PP No. 12 Tahun 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi.
Limbah medis/klinis adalah semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium. Contohnya pada fasilitas penelitian dan sarung tangan.
• Macam limbah [PERMENKES RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004]:
1.Bentuk padat (bekas ampul, spuit)
2.Bentuk cair ( cairan infuse)
3.Gas (gas yang dihasilkan dari mesin incinerator yang dapat menyebabkan kanker paru)
Limbah dapat bersifat berbahaya dan beracun dikarenakan sifat/konsentrasi/jumlah limbah
Limbah secara tidak langsung/langsung dapat menecemari ataupun merusak lingkungan hidup.
•Pemilihan limbah padat:
1.Benda tajam, contoh : pisau bedah, ampul, spuit dll → Pihak III (dimusnahkan)
2.Medis non tajam, contoh : kasa, handscoon→ Pihak III (dimusnahkan)
3.Non medis, contoh: Koran, botol susu → TPA
4.Botol dan plastic infuse →Reuse
•7 kategori limbah medis:
1.Limbah benda tajam, ex: jarum suntik, preparat, infuse set, ampul/vial obat,dll
2.Limbah infeksius, yaitu limbah yang diduga mengandung pathogen dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit. Ex: kasa
3.Limbah patologis, yaitu limbah dari jaringan tubuh manusia. Ex: muntahan, urin,darah dll
4.Limbah farmasi, yaitu limbah mengandung bahan farmasi. Ex:obat, vaksin, serum yang kadaluwarsa
5.Limbah kimia, ex: formaldehid, zat kimia fotografis, solven dll
6.Limbah kemasan bertekanan, yaitu limbah yang berasal dari instasi kesehatan yang memerlukan gas. Ex: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7.Limbah logam berat, yaitu limbah medis mengandung logam berat biasanya bersifat toksit. Ex:thermometer
•Teknik pengelolaan limbah medis tajam:
1.Safety box
2.Needle cutter
3.Needle burner
•Dampak limbah terhadap kesehatan, limbah medis dapat mengandung mikroorganisme pathogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
1.Melalui tusukan, lecet, atau luka dikulit
2.Melalui membrane mukosa
3.Melalui pernapasan dan melalui ingesti
•Manajemen limbah :
-Pemilahan, pemilahan jenis limbah medis (infeksius,patologis,benda tajam,dll)→tempat penyimpanan sementara→limbah dibakar di incinerator
-Pengangkutan, kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia dan hewan
-Pembakaran
-Pembuangan akhir
Setelah pengangkutan limbah medis dikumpulkan(pengumpulan, syarat:
-Menggunakan troli khusus
-Harus sesuai iklim, iklim tropis: hujan (paling lama 48 jam) dan kemarau (paling lama 24 jam karena mikroorganisme cepat berkembang)
•Mikroorganisme pathogen
Memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup dialam bebas
Kemampuan tersebut tergantung pada jenis mikroorganisme
Contoh mikroorganisme:
1.Virus Hepatitis B, adalah virus yang persisten di udara kering, hidup beberapa minggu ditanah, tahan antiseptic, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik
2.Virus HIV, adalah virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient

•Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
1.Antraks, media penularannya yaitu secret kulit
2.Meningitis, media penularannya yaitu darah, secret alat kelamin
3.AIDS, media penularannya yaitu darah, secret alat kelamin
4.Septikimia, media penularannya yaitu darah
5.Kandidemia, media penularannya yaitu darah
6.Hepatitis virus A, media penularannya yaitu tinja
7.Hepatitis virus B dan C, media penularannya yaitu darah dan cairan tubuh.
"


36. Elin Nur Annisa

pada : 29 August 2017

"NAMA :ELIN NUR ANNISA
NIM : 131611133037
RESUME :
• pengertian
- Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan suatu proses produksi.
- Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

• Legal aspek lembah medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

• Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya :
1. Radioaktif (merah)
2. Limbah infeksisus, patologi dan anatomi (kuning)
3. Sangat infeksisus (kuning)
4. Sitotoksis (ungu)
5. Limbah kimia dan farmasi (coklat)

• 7 kategori limbah medis
(1) Limbah benda tajam misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
(2) Limbah infeksius misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
(3) Limbah Patologis, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
(4) Limbah Farmasi misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
(5) Limbah Kimia misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
(6) Limbah Kemasan Bertekanan, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
(7) Limbah Logam Berat, (thermometer, alat pengukur tekanan darah).



• Pengumpulan Limbah Medis
- Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam

• Pemilahan limbah padat :

a) Benda tajam : pisau bedah , spuit , jarum , ampul kaca
b) Medis non tajam : kasa bekas balutan , handscoon
c) Non medis : koran, kulit pisang , botol susu
d) Botol dan plastik infus

• Kategori limbah medis :

a) Limbah benda tajam : jarum suntik, preparat glass
b) Limbah infeksius : alat – alat yang terinfeksi oleh klien
c) Limbah patologis : limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia
d) Limbah farmasi : obat – obat exp
e) Limbah kimia : betadine exp
f) Limbah kemasan bertekanan
g) Limbah logam berat : termometer , alat pengukur TD

• Usaha meminimalisasi limbah :

a) Menyeleksi bahan – bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelumnya
b) Menggunakan sedikit mungkin bahan – bahan kimia
c) Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi

• Tempat Penampungan Sementara

a) Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
b) Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

• Transportasi

a) Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
b) Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
c) Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.

"


37. Ayu Saadatul Karimah

pada : 29 August 2017

"
Nama: Ayu Saadatul Karimah
NIM : 131611133020
Resume: PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH RUMAH SAKIT
DEFINISI LIMBAH
Bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi (PP No 12, 1995). Tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat (jarum sunntik, dll), cair (cairan infus dll), dan gas (incinerator) (promkes RI No : 1204/ Menkes/ SK/ X// 2004). Sisa suatu usaha atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan fasilitas penelitian dan laboratorium.
CARA PENANGANAN SAMPAH MEDIS

• Radioaktif
• Sangat infeksius
• Limmbah infeksius patologis anatomi
• Sitotoksis
• Limbah kimia dan farmasi
• Pasien terapi kanker
• Untuk rawat luka (pipet, cucing)
• Operasi tumor / kanker
• Obat-obatan
• Obat kadaluarsa
PEMILIHAN LIMBAH PADAT
• Benda tajam : Suntik, apul, pisau bedah sekali pakai
• Medis non tajam : Kasa
• Non medis : Koran, kertas, botol
• Botol dan plastik infus
7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
• Limbah tajam : jarum suntik, gunting
• Limbah infeksius : kasa
• Limbah patologi organ manusia : payudara, Rahim
• Farmasi : obat , vaksin
• Kimia : betadine kadaluarsa
• Kemasan bertekanan tinggi : spray
• Logam berat : spignometer yang rusak tidak boleh langsung atau asal di buang begitu saja karena mengandung merkuri yang akan mencemari tanah
DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur
1. Melalui tusukan lecet, luka diluka , infeksi yang tersebar akibat luka kecil termasuk hepatitis
2. Melalui membrane mukosa. Contoh: tertulat di toilet umum
3. Melalui pernafasan dan ingesti
USAHA MEMINIMALISASI LIMBAH
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membeli
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
• Menggunakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
TEMPAT PENAMPUNG SEMENTARA
• Bagi rumah sakit yang mempunyai incinerator di lingkungan harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai incinerator maka limbah medis harus dimusnahkan melalui kerja sama dengan rumah sakit lain
PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup ..
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam. Sedangkan, musim kemarau paling lama 24 jam karena pada saat musim kemarau mikroorganisme lebih cepat berkembang biak.
Macam-macam warna tempat pembuangan sampah :
1. Hitam
2. Kuning
3. Ungu
4. Merah
MIKROORGANISME PATOGEN
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
1. Virus hepatitis (B)
2. Virus HIV
Hepatitis A mudah menular melalui saliva
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
1. Infeksi gastroenteritis.
2. Infeksi Saluran Pernafasan
3. Infeksi Mata.
4. Infeksi Genital.
5. Infeksi Kulit
6. Antraks.
7. Meningitis.
8. AIDS.
9. Demam Berdarah.
10. Septikimia.
11. Bakteriemia.
12. Kandidemia.
13. Hepatitis Virus A.
14. Hepatitis Virus B dan C.
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. The “polleter pays” principle (prinsip-prinsip pencemar yang membayar)
2. The “precautenary” principle (prinsip-prinsip pencegahan)
3. The “duty of care” principle (prinsip-prinsip kewajiban untuk waspada)
4. The “proximity” principle (prinsip-prinsip kedekatan)
TRANSPORTASI
• Kantong limbah diangkut dalam container yang kuat dan tertutup
• Pengangkutan limbah selanjutnya menggunakan kendaraan khusus
• Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang
• Petugas limbah harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri dari:
1. Topi/ helm
2. Masker
3. Pelindung mata
4. Pakaian panjang
5. Apron untuk industry
6. Pelindung kaki / sepatu boot
7. Sarung tangan
TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Neddle burner



"


38. FITRIANTI UMAYROH MAHARDIKA

pada : 29 August 2017

"NAMA : FITRIANTI UMAYROH MAHARDIKA
NIM : 131611133047
RESUME :
Pengelolaan Limbah di RS
Sampah merupakan sisa suatu kegiatan atau proses produksi (menurut PP No.12, 1995)
PERMENKES RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair dan gas.
Setiap kegiatan pasti menghasilkan limbah. Contoh: limbah medis yakni cairan (sisa infus), gas (pembuangan inserator), padat (bekas ampul, infeksi)
LIMBAH
Merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencangkup semuanya hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian lab. Misalnya limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari dan merusak lingkungan hidup manusia dan makhluk air.
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya.
1. Radioaktif : kontainer kantung plastic merah. Digunakan untuk pasien kanker
2. Sangat infeksius : kontainer kantung plastic kuning. Digunakan pada pasien rawat luka. Sangat tidak disarankan
3. Limbah infeksius (patologi dan anatomi) : kontainer kantung plastic kuning. Digunakan untuk operasi buang tumor dan kanker. Misal: organ bekas operasi kanker payudara, tumor, organ jari bekas amputasi. Harus ada pengelolaan khusus
4. Sirotoksis : kontainer kantung plastic ungu. Kuat dan anti bocor.
5. Limbah kimia dan farmasi : kontainer kantung plastic coklat.
Pemilahan limbah padat
• Benda tajam :
- pisau bedah digunakan sekali pakai karena sifatnya sangat infeksius
- ampul kaca
- spet jarum
• Medis non tajam : kasa handscoon
*benda tajam dan medis non tajam merupakan pihak III sehingga harus dimusnahkan
• Non medis : seperti Koran, kulit pisang, botol susu dibuang ke TPA
*botol dan plastic infuse bisa di reuse
7 kategori limbah medis
1. Limbah benda tajam : jarum suntik
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis : limbah yang berasal dari janringan tubuh manusia
4. Limbah farmasi : vaksin, obat-obatan, sarung tangan, masker
5. Limbah kimia : solven, zat kimia fotografis
6. Limbah kemasan bertekanan : kaleng aerosol, carteidge
7. Limbah logam berat : merkuri dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah)
Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai mikroorganisme pathogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur : yakni (1) tusukan, lecet, luka di kutil (2) membran mukosa (3) pernafasan dan ingesti
Usaha minimalisasi limbah
o Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
o Metode pembersihan fisik daripada kimiawi
o Memesan bahan sesuai kebutuhan
o Monitor penggunaan bahan kimia dari bahan baku
o Mengecek tanggal kadaluarsa, dll
MANAGEMEN LIMBAH
a) Pemilahan
b) Tempat penampung sementara. Bagi RS yang mempunyai incinerator di lingkungan harus membakar limbahnya (selambat lambatnya 24 jam). Sedangkan untuk RS yng tidak memiliki incinerator, maka limbah medis harus dimusnahkan dengan kerja sama RS yang punya.
c) Transportasi atau penganngkutan. Sebelum dimasukkan kendaraan, diletakkan dalam container kuat dan tertutup. Harus menggunakan kendaraan khusus, aman dari jangkauan manusia / binatang, petugas harus pakai APD (helm, masker, sepatu boot)
d) Pengumpulan. Menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan sesuai dengan iklim tropis, saat hujan paling lama 48 jam, kalau kemarau paling lama disimpan 24 jam karena saat kemarau bakteri lebih mudah berkembang biak.

*Apabila tidak tepat membuang sampah dapat menimbulkan penyakit karena mikroorganisme pathogen. Contoh (1) virus hepatitis B yang dapat bertahan hingga 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik. (2) virus HIV dapat bertahan hingga 3-7 hari pada suhu ambrent. Tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56 derajat celcius. Sedangkan hepatitis A mudah menular lewat saliva. (3) AIDS (4) DB (5) septikimia (6) bakterikimia (7) kandidemia (8) hepatitis virus A;B;C.
"


39. dinda dhia aldin kholidiyah

pada : 29 August 2017

"nama: dinda dhia aldin kholidiyah
NIM: 131611133041
resume:Pengolahan limbah sampah medis Rumah sakit
Pengertian limba menurut peraturan perundang -undangan no. 12 tahun 1995 adalah: bahan sisasuatu kegiatan atau tanpa proses produksi. Sedangkan menurut PROMKES RI no. 1204/MENKES/SK/X/2004: tentang persyaratan kesehatan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit.
Bentuk limbah rumah sakit terdeiri dari:
1.Limbah padat; spuit, ampul dan lin sebagainya
2.Limbah cair; cairan infus
3.Limbah gas; hasil pembungan insalator (pengolahan limbah di rumah sakit)
Jenis wadah dan limbah medis padat sesuai katagori
1.Sampa radioaktif: limbah yang berasal dari pengobatan kanker
2.Sangat infeksius: beradal dari peralatan dan peralatan rawat luka pasca oprasi seperti baju, pisau bedah.
3.Infeksius patalogi dan anatomi: limbah kanker seperti organ, jaringan manusia yang diangkat saat oprasi
4.Sitotoksik: berasal dari obat-obatan kanker
Limbah padat dan pengolahannya
1.Tajam: seperti pisau bedah, ampul kaca, spuit dan jarum suntik diolah di pihak III
2.Non tajam: kasa, handscoon. Diolah di phak III
3.Non medis: koran, sampah rumah tangga, dll diolah di TPA
4.Botol da plastik: diolah dengan reuse
7 katagori limbah medis
1.Benda tajam
2.Infeksius
3.Patalogis: organ dn jaringan tubuh manusia
4.Farmasis
5.Kimia: solven, rak kimia
6.Kemasan bertekanan: kaleng aerosol
7.Logam berat: merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran dan alat tensi
Limmbah rumah sakit memiliki dampak karena mengandung berbagai mikroorganism patogen yang masuk ketubuh manusia melalui tusukan, lecet, luka, membran mukosa, pernapasan dan ingesti.
Usaha menimalisasi limbah dengan cara menyeleksi bahan bahan ang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya, menggunakan sedikit mungkin bahan kimia, mengunakan metode pembersian secara fisik dari pada kimia.
Pemilihan limbah berdasarkan tempt sampah bertujuan untuk mempermudah pengolan sampah. Limbah medis dimusnakan dinsenalator dengan jangkauan waktu maksimal. Dimusim kemarau pengolahan limbah dilakukan 1x24 jam karenak patogen dan organisme berkembang lebih cepat dari pada musim hujan sehingga pengolan limbah dimusim hujan maksimal dilakukan 2x24 jam .
Pengumpulan limbah rumah sakit dengan menggunakan troli khusus yang tertup rapat dan pengangukan limbah keluar rumah sakit menggunakan kendaran khusus dan petugas yang bekerjan menggunakan APD yang sesuai dengan standart keamanan yang ditentukan.
Indeksi warna kresek rumah sakit
•Hitam: sampah yang tidak dapat diurai
•Ungu: sampah sitotoksik; aktivitas kemoterapi
•Merah; limbah radioaktif; riset laboratorium
•Kuning; sampah berbahaya /infeksius:
•Hujau: limbah biodegradable (mudah membusuk); limbah rumah tangga
"


40. Ragil Titi Hatmanti

pada : 29 August 2017

"NAMA : Ragil Titi Hatmanti
NIM : 131611133012
RESUME :
Pengelolaan Limbah Sampah Medis di Rumah Sakit
1. Pengertian
a. Menurut PP nomor 12 tahun 1995, Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi.
b. Menurut Permenkes RI nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan RS, limbah merupakan semua yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat (spuit, botol ampul bekas obat), cair (cairan infus), dan gas (pembuangan insinerator).
c. Limbah merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian.
2. Jenis Limbah
a. Radiokatif : obat pasien kanker, reaktif terhadap cahaya
b. Sangat onfeksius : alat untuk rawat luka dan dikamar operasi
c. Limbah infeksius
patologi dan anatomi : jaringan-jaringan yang dibuang atau diamputasi (operasi membuang tumor dan kanker
d. Sitotoksis : obat-obatan
e. Limbah kimia dan
farmasi : obat-obatan yang expired
3. Limbah padat
a. Benda tajam : pisau bedah, spuit, jarum, ampul kaca
b. Medis non tajam : kasa bekas balutan, handscoon
c. Non medis : koran, pisang, dll
d. Botol dan plastik infus
4. 7 Kategori Limbah Medis
a. Limbah tajam
b. Limbah infeksius
c. Limbah patologis
d. Limbah farmasi
e. Limbah kimia
f. Limbah kemasan bertekanan
g. Limbah logam berat
5. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh lewat jalur:
a. Melalui tusukan, lecet, atau luka dikulit
b. Melalui membran mukosa
c. Melalui pernafasan dan ingesti
6. Manajemen Limbah
Limbah dipilahdiangkutdibakar di insineratorpembuangan akhir
7. Pemilahan Limbah
- Dilakukan pemilihan jenis limbah medis mulai dari sumber yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi, dll
- Pemisahan limbah berbahaya dan semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci dari pembuangan yang baik.
8. Tempat Penampungan Sementara
- Bagi Rumah Sakit yang punya insinerator di lingkungannya harus membakar limbah selambat-lambatnya 24 jam.
- Bagi RS yang tidak punya bisa diangkut ke RS lain yang punya insinerator selambat-lambatnya 24 jam
9. Transportasi/Pengangkutan
- Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang dan harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup
- Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kendaraan khusus
- Petugas yang menangani limbah harus manggunakan APD
10. Pengumpulan Limbah Medis
- Menggunakan troli khusus yang tertutup
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau 24 jam
11. Dampak tidak tepat Membuang Sampah
- Mikroorganisme patogen berkembang biak, contoh : Virus hepatitis B, HIV
12. Prinsip- Prinsip Dasar berdasarkan Kesepakatan Internasional
a. The “Polluter Pays” Principle
b. The “Pre cautionary” Principle
c. The “Duty of Care” Principle
d. The “Proximity” Principle
"


41. Verantika Setya Putri

pada : 29 August 2017

"Nama : Verantika Setya Putri
NIM : 131611133026
Resume :

Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
Limbah :
- Bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi (PP NO 12,1995)
- Tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat (jarum suntik,dll), cair (cairan infus,dll), dan gas (incinerator) (Permenkes RI No : 1204/Menkes?SK/X/2004)

Limbah : sisa suatu usaha/ kegiatan, sedangkan limbah medis/limbah klinis mencakup semua hal buangan yang berasal dari instansi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium.
• Cara Penanganan Sampah Medis
o Radioaktif : pasien terapi kanker
o Sangat infeksius : untuk rawat luka (pipet, cucing)
o Limbah infeksius patologis dan anatomi: operasi tumor/kanker
o Sitotoksis : obat – obatan kanker
o Limbah kimia dan farmasi : obat –obatan yang kadaluarsa

• Pemilahan limbah Padat
o Benda tajam : suntik,pisau, ampul
o Medis Non Tajam : kasa
o Non medis : Koran, kulit buah dll
o Botol dan plastic infus

• 7 kategori limbah medis
o Limbah tajam : jarum suntik, preparat
o Limbah infeksius : kasa
o Limbah patologi organ manusia : janin, Rahim, darah
o Limbah farmasi : obat, vaksin, serum
o Limbah kimia : betadine kaduluarsa, formalin
o Limbah kemasan bertekanan tinggi : spray
o Limbah logam berat : spigonanometer

• Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandungberbagai macam mikroorganisme yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1. Melalui tusukan, lecet, luka di kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti

• Usaha minimalisasi limbah
o Menyeleksi bahan – bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
o Menggunakan sedikit mungkin bahan – bahan kimia
o Menggunakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
o Mencegah bahan – bahan yang dapat menjadi limbah seperti dalam kegiatan

• Pemilahan limbah : dilakukan pemilahan jenis limbah medis dari limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi.
• Tempat penampungan sementara
o Bagi RS yang mempunyai inserenator di lingkungan harus membakar limbahnya selambat – lambatnya 24 jam
o Bagi RS yang tidak mempunyai inserator maka limbah medis, harus dimusnahkan melalui bekerjasama dengan RS lain yang mempunyai inserator

• Transportasi
- Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkutan harus diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup
- Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kendaraan khusus.
- Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang
- Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan APD
• Pengumpulan
Setiap ruangan penghasil limbah menggunakan inti khusus yang tertutup. Penyimpanan = system iklim tropis.
- Musim hujan : paling lama 48 jam
- Musim kemarau : paling lama 24 jam

• Mikroorganisme Patogen
- Mikroorganisme pathogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas
- Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dan pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembapan, radiasi, ultraviolet, ketersediaan lingkungan organic \, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh :
1. Virus hepatitis B : tahan 1 minggu pada darah dalam jarum suntik
2. Virus HIV : tahan 3-7 hari pada suhu tahan 11 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 16oC
"


42. RIZKI JIAN UTAMI

pada : 29 August 2017

"Nama: RIZKI JIAN UTAMI
NIM : 131611133032
RESUME:

Pengelolaan sampah limbah di rumah sakit
Limbah
- PP no 12 1995 :Limbah adalah bahan sisa kegiatan dan tatau proses produksi
- Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004. Tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adalah semua limbah yang dishasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, dan gas.
- Setiap kegiatan pasti selalu menghasilkan limbah
Ex: limbah medis-> cairan : sisa infus
Gas : spuit, pembunagan inserator
Padat : bekas ampul
Pengertian limbah
Sisa suatu usaha/kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal daru instalasi kesehatan, fasilitas kesehatan, lab
Limbah bahan berbahaya dan beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat dan konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta mahkluk hidup lain
Jenis limbah medis & label limbah medis padat sesuai kategori
1. Radioaktif: limbah kanker dll
2. Sangat infeksius: alat alat yang digunakan untuk rawat luka
3. infeksius patologi: bagian tubuh operasi kanker
4. Sitotoksis: obat obatan kanker
5. Limbah kimia dan farmasi: obat obatan/cairan yang expired
Pemilhan limbah padat
1. Benda tajam : pisau bedah, jarum spuit
2. Medis non tajam : sarung tangan, kasa bekas
3. Non medis : sampah RT, koran dll, TPA
4. botol & plastik infeksius : botol minum (bisa direuse)
Kategori limbah medis
1. Benda tajam: jarum
2. Infeksius: sisa lab
3. Patologis: organ tubuh
4. Farmasi: obat obatan
5. Kimia: solven
6. Kemasan bertekanan: gas dalam tabung
7. Logam berat; thermometer
Usaha meminimalisir Limbah
1. Menyeleksi bahan
2. Meminimalisir penggunaan bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
Pemilihan Limbah
- Pemilahan jenis (infeksius, limbah patologis, limbah benda tajam dll)
Limbah
1. Pemilihan
2. Tempat penampungan sementara
3. Transportasi
4. Pengumpulan limbah medis
Pengumpulan limbah medis
- Pengumpulan limbah dari setiap ruangan dengan troli khusus
- Penyampaian limbah harus sesuai iklum
Manajemen limbah
- Pemilahan
- Pengangkutan
- Pembakaran
- Pembuangan akhir
Pengelolaan limbah medis
1. The polluler pays principle (pencemar yang membayar)
2. The precautionary principle (pencegahan)
3. The duty of care (kewajiban untuk waspada)
4. The proximity (prinsip kedekatan)"


43. NURUL HIDAYATI

pada : 30 August 2017

"NAMA : NURUL HIDAYATI
NIM : 131611133022
RESUME
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP No. 12 tahun 1995). Pada setiap kegiatan, sebagian besar pasti akan menghasilkan limbah. Menurut Permenkes RI Nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan kesehatan Lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk cair, padat, dan gas. Contoh limbah : spuit (padat), cairan infus (cair), gas bekas pembakaran insenerator (gas). Selain hal di atas juga terdapat limbah hasil penelitian, yaitu penelitian yang berkaitan dengan uji coba menggunakan tikus atau hewan apapun harus dibunuh atau dibakar.
Pengertian Limbah
Limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Cara Penanganan Sampah Medis
Sampah medis harus dibuang berdasarkan termpatnya, tidak boleh dibuang disembarang temoat karena dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup yang lainnya.
Tujuh Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik.
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium.
3. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain.
4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi.
5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid.
6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung.
7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri.

Pemilahan Limbah yang padat yaitu limbah yang termasuk kedalam benda tajam dan medis non tajam cara pengolahan limbah dengan dibakar pada mesin insenerator. Sedangkan, limbah yang termasuk kedalam limbah non medis dibuang di TPA.

Dampak Limbah terhadap Kesehatan
Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit (dalam melakukan tusukan pengambilan darah atau infus harus sekali tusuk agar mencegah penularan mikroorganisme).
2) Melalui membrane mukosa, contoh mikroorganisme yang terdapat pada toilet duduk kamar mandi umum yang dapat ditularkan melalui urin, dan sebagainya.
3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti.
Manajemen limbah
1) Pemilahan : limbah dipisah sesuai dengan sumber limbah dengan tujuan memudahkan pengolahan.
2) Tempat penampungan sementara
Rumah sakit yang mempunyai insenerator diwajibkan untuk membakar limbah Rumah sakit paling lambat 24 jam. Sedangkan bagi rumah sakit yang tidak memiliki insenerator dapat bekerjasama dengan rumah sakit terdekat yang memiliki insenerator.
3) Pengangkutan
• Harus dimasukan ke dalam container yang kuat dan tertutup
• Pengangkutan menggunakan kendaraan khusus
• Harus aman dari jangkauan manusia dan binatang
• Petugas harus menggunakan APD.
4) Pengumpulan limbah
Pengumpulan limbah menggunakan troli khusus yang tertup. Penyimpanan hasrus sesuai iklim tropis :
• Musim hujan paling lama pembakaran limbah dilakukan selama 48 jam.
• Musim kemarau paling lama 24 jam, hal ini dikarenakan pada musim kemarau kuman semakin cepat berkembang pada kondisi panas.
Usaha pencegahan limbah atau meminimalisasikan limbah rumah sakit :
1) Ruang perawatan harus memiliki minimal 2 macam tempat pembuangan limbah, satu untuk limbah medis, dan satunya untuk limbah non medis.
2) Semua limbah kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.

Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan yaitu:
1) AIDS
2) DB
3) Bakterlemia (melalui darah)
4) Septikemia (melalui darah)
5) Kandidemia (melalui darah)
6) Hepatitis A (melalui tinja)
7) Mepatitis B dan C (melalui darah)
Pengelelolaan limbah medis
1) Prinsip “pencemar yang membayar”
2) Prinsip “pencegahan”
3) Prinsip “kewajiban untuk waspada”
4) Prinsip “kedekatan”
"


44. NAFIDATUN NAAFIA

pada : 30 August 2017

"Nama: Nafidatun Naafi'a
NIM: 131611133015
Resume:
Pengelolaan Limbah Sampah Medis di Rumah Sakit

Limbah menurut:
1. PP No. 12 Tahun 1995 adalah bahan sisa dari suatu kegiatan atau proses produksi.
2. Permenkes RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
PS. Setiap kegiatan selalu menghasilkan limbah, e.g. sampah medis dalam bentuk cairan (sisa infus), padat (spuit, bekas ampul, dsb), dan gas (asap dari insinerator).
Jadi, limbah rumah sakit adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, penelitian, laboratorium, dan sebagainya. Limbah rumah sakit disebut juga sebagai limbah medis atau limbah klinis.

Penanganan Limbah Rumah Sakit
Limbah medis tidak boleh dibuang sembarangan. Limbah atau sampah medis harus dibuang pada tempat sampah medis yang sudah disediakan.
Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan yang berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Limbah medis memiliki wadah dan label sesuai dengan kategorinya, yaitu:
1. Radioaktif  kantong boks timbal dengan simbol radioaktif
e.g. alat untuk terapi kanker (harus ditutup dengan karbon karena sangat reaktif terhadap cahaya.
2. Sangat infeksius  kantong plastik kuat, anti bocor, atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan oroklaf
e.g. alat/limbah bekas perawatan luka dan alat di kamar operasi.
3. Limbah infeksius patologi dan anatomi  kantong plastik kuat dan anti bocor, atau kontainer
e.g. organ atau jaringan yang dibuang karena operasi
4. Sitotoksis  kontainer plastik kuat dan anti bocor
e.g. obat-obatan kanker.
5. Limbah kimia dan farmasi  kantong plastik atau kontainer
e.g. obat yang sudah expired.
Limbah padat di rumah sakit dibedakan menjadi 4 macam:
1. Benda medis tajam, e.g. spuit, scapel/pisau bedah, kaca, ampul, dan sebagainya  dibuang ke insinerator.
2. Benda medis non-tajam, e.g. kasa, bekas balutan luka, handscoon  dibuang ke insinerator.
3. Non-medis/domestik  dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir.
4. Botol dan plastik infus  direcycle atau direuse.

7 Kategori Limbah
1. Limbah benda tajam, e.g. jarum suntik, preparat.
2. Limbah infeksius, e.g. kasa, dan lain sebagainya.
3. Limbah patologis adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, e.g. jaringan tumor, kaki yang diamputasi, dan sebagainya.
4. Limbah farmasi adalah limbah yang mengandung bahan farmasi, e.g. obat, vaksin, serum yang expired, masker, handscoon.
5. Limbah kimia adalah limbah yang mengandung bahan kimia, e.g. cairan betadine, dan sebagainya.
6. Limbah kemasan bertekanan adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, e.g. gas dalam tabung.
7. Limbah logam berat adalah limbah yang mengandung logam berat dengan konsentrasi tinggi yang toksik, e.g limbah logam merkuri.

Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah dapat mengandung mikroorganisme patogen yang dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui:
1. Tusukan (saat mengambil darah, memasang infus, dan sebagainya), lecet dan luka di kulit.
2. Membran mukosa (melalui urin atau bekas duduk di toilet/mikroorganisme di toilet duduk).
3. Pernapasan dan ingesti

Manajemen Limbah Padat
Limbah  Pemilahan  Pengangkutan  Incineration  Pembuangan Akhir
1. Pemilahan
Limbah dipilah berdasarkan sumber limbha tersebut. Limbah dipisah dengan tujuan untuk memudahkan pengelolaan limbah.
2. Pemisahan
Limbha berbahaya dipisahkan dari semua limbah.
3. Tempat Penampungan Sementara
Rumah sakit yang memiliki insinerator harus membakar limbah medis paling lambar 24 jam setelah dikumpulkan. Rumah sakit yang tidak memiliki insinerator bekerjasama dengan rumah sakit yang memiliki insinerator untuk membakar limbah medis, paling lambat 24 jam.
4. Transportasi
Kantong limbah harus diletakkan didalam kontainer yang tertutuo dan kuat sebelum dimasukkan kedalam kendaraan khusus. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia dan binatang. Petugas yang menangani limbah harus menggunakan APD.
5. Pengumpulan
Limbah medis dikumpulkan pada troli khusus yang tertutup. Lama penyimpanan limbah sesuai dengan iklim tropis, dimana pada musim hujan limbah tidak boleh disimpan lebih dari 48 jam, sedangkan pada musim kemarau limbah tidak boleh disimpan lebih dari 24 jam (karena pada musim kemarau kuman berkembang biak lebih cepat).


Usaha Minimalisasi Limbah
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
2. Menggunakan bahan yang sedikit mungkin menggunakan bahan kimia.
3. Dan lain-lain.
PS. Ruang perawatan minimal mempunyai 2 macam tempat sampah, yaitu tempat sampah medis (kuning) dan tempat sampah non-medis (hitam).
Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
Semua limbah dari kantor dianggap sebagai limbah non-medis.

Dampak Tidak Tepat Membuang Sampah
1. Mikroorganisme patogen dapat berkembangbiak, contohnya virus Hepatitis B dan virus HIV.
2. Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup dialam bebas, yang tergantung pada jenis mikroorganisme dan cara pertahanan diri dalam berbagai kondisi lingkungan.

Prinsip Pengelolaan Sampah Medis Berdasarkan Kesepakatan Internasional
1. The ‘Polluter Pays’ Principle (Prinsip ‘Pencemar yang Membayar’)
2. The ‘Precautionary’ Principle (Prinsip ‘Pencegahan’)
3. The ‘Duty of Care’ Principle (Prinsip ‘Kewajiban untuk Waspada’)
4. The ‘Proximity’ Principle (Prinsip ‘Kedekatan’)
"


45. Adelia Dwi Lailyvira Ramadhania

pada : 30 August 2017

"Nama: Adelia Dwi Lailyvira Ramadhania
NIM: 131611133005
Resume:
Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
PP No. 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
PREMENKES RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yan dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Nb: setiap suatu kegiatan selalu menghasilkan limbah.
Misalnya :
• Cair: sisa infus
• Padat: tempat bekas ampul, injeksi
• Gas: pembuangan inserator (tempat pembuangan limbah RS (dapat mengakibatkan kanker dalam jangka waktu yang lama.))

 PENGERTIAN LIMBAH
Limbah adalah suatu usaha atau kegiatan , sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil pembuangan yang berasal dari instalasi kesehatan fasilitas penelitian laboraturium.

 PEMILIHAN LIMBAH PADAT
Benda tajam 1. Pisau bedah (sekali pakai karena sangat infeksius)
2. Ampul kaca
3. Spet jarum
Medis non-tajam: kasa, handscoon
Non-Medis: koran, botol susu, dll
Nb: botol plastik infus masih bisa di reduce

 7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis: limbah dari jaringan atau potongan tubuh manusia
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat

Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
1. Melalui tusukan, lecet atau luka dikulit
2. Melalui membran mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti

 USAHA MINIMALISI LIMBAH
- Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
- Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
- Mengutamakan metode pembersihan secara fisika daripada secara kimiawi.

 PEMILIHAN LIMBAH
Dilakukan pemilihan jenis limbah medis mulai dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, dan limbah farmasi.

 PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam sedangkan pada musim kemarau paling lama 24 jam.
Nb. Karena saat musim kemarau mikroorganisme (kuman) lebih cepat berkembang biak.

o Mikroorganisme patogen
1. Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
2. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti: suhu, kelembaban, radiasi ultraviolet, ketersediaanzat organik, keberadaan predator.

 PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. The “Polluter Pays” principle
2. The “Precauterary” principle
3. The “Duty of Care” principle
4. The “Proximity” principle
"


46. ANNISA FIQIH ILMAFIANI

pada : 30 August 2017

"NAMA: ANNISA FIQIH ILMAFIANI
NIM : 131611133045
RESUME

PENGOLAAN LIMBAH MEDIS DIRUMAH SAKIT

1. PENGERTIAN LIMBAH
limbah adalah bahan sisa kegiatan dan atau proses produksi.
persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
PENANGANAN LIMBAH MEDIS
sisa suatu usaha/kegiatan sedang limbah medis/limbah klinis mencangkup semua hasil buangan yang berassal dari instansi kesehatan.
PEMILIHAN LIMBAH PADAT:
benda tajam : pisau bedah (sekali pakai), spet tajam, ampule kaca.
-medis non tajam : kasa, handscoon.
non medis: koran, kulit, botol susu.
botol dan plastik : bisa di reduce.

7 KATEGORI LIMBAH MEDIS:
1. limbah benda tajam
2. liimbah infekstur
3. limbah patologis
4. limbah farmasi
5. limbah kimia
6. limbah bertekanan
7. limbah logam berat

MIKROORGANISME PATOGEN
1. memiliki kemampuan terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
2. kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinnya.
contoh:
a) virus hepatitis B
b) HIV
c) AIDS
d) DB
e) septik kimia
f) bakteri emia
oleh hepatitis A, mudah menular melalui s.

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. prinsip pencemaran yang pembayar
2. prinsip pencegahan
3. prinsip kewajiban untuk waspada
4. prinsip kedekatan"


47. Listya Ernissa Mardha

pada : 30 August 2017

"NAMA : LISTYA ERNISSA MARDHA
NIM : 131611133017
Resume :

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS di RUMAH SAKIT
Limbah adalah sisa suatu usaha / kegiatan. Sedangkan limbah medis/klinis mencakup semua hasil buangan dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan lab.
-PP No 12, 1995
- PERMENKES RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004

> Limbah Bahan Berbahaya dan Racun
Limbah yang mengandung racun sangat berbahaya karena sifat atau konsentrasinya, secara langsung atau ak langsung dapat mencemarkan atau merusak lingkunyan.
~contoh infeksi akibat terpajan limbah:
-AIDS
-Demam berdarah
-Hepatitis virus A
-Hepatitis virus B
-Hepatitis virus C
-Bakteriemia
-Kandidemia

Pemilah sampah:
1.Medis benda tajam >> pihak 3 (langsung dihancurkan)
2.Medis non tajam >> pihak 3 (langsung dihancurkan)
3.Non medis >> TPA
4.Botol-botol plastik, infus >> Reuse

Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai dengan kategori:
1. Radioaktif (kantong plastik merah)
-Zat-zat untuk kemo/terapi kanker
-Membuat pembuluh darah biru
-Reaktif terhadap cahaya (ditutup oleh kertas karbon)
2.Sangat infeksius (kantong plastik kuning)Limbah untuk rawat luka dan operasi
3.Limbah infeksius patologi dan anatomi (kangtong plastik kuning)
Limbah setelah operasi pengangkatan tumor/kanker,Jaringan-jaringan yang dibuang (contoh: usus buntu, amputasi)
4.Sitotoksis (kantong plastik ungu)Obat-obatan
5.Limbah kimia dan farmasi (kantong plastik coklat) Obat-obatan yang exp

7 kategori limbah medis:
1.Benda tajam >> jarum suntik, pisau bedah
2.Infeksius >> darah, kasa bekas darah
3.Patologi >> organ tubuh, janin
4.Farmasi >> vaksin, obat-obatan, sarung tangan, masker
5.Kimia >> solven, zat kimia fotografis
6.Kemasan bertekanan >> kaleng aerosol, carteidge
7.Logam berat >> mercuri dari bocoran peralatan kedokteran (termometer, alat ukur TD)

Limbah medis mengandung banyak/berbagai macam mikroorganisme pantogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui jalur:
1.Tusukan, lecet, luka di kulit
2.Membran mukosa
3.Pernafasan dengan ingesti
Usaha meminimalisasi limbah:
1.Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
2.Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
3.Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi

Pengelolaan limbah medis :
1. The "polluter pays" principle (prinsip pencemar yang membayar)
2. The “precautionary” principle (prinsip pencegahan)
3. The “duty of care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada)
4. The “proximity” principle (prinsip kedekatan)"


48. Nesya Ellyka

pada : 30 August 2017

"Nama : Nesya Ellyka
NIM : 131611133038
Resume :
PENGELOLAAH LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengertian Limbah menurut PP NO 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi, sedangkan limbah medis atau limbah klinis merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal aspek limbah medis tercantum pada Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen Limbah :
- Pemilahan
- Pengangkutan
- Incinerator / pembakaran
- Pembuangan akhir
Pemilahan Limbah Padat :
1. Benda tajam dan medis non tajam -> Pihak III
2. Non medis -> TPA
3. Botol & plastik infus -> Reuse
Limbah bahan berbahaya dan beracun merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya :
1. Radioaktif (kantong plastik merah)
- Kantong boks timbal dengan simbol radioaktif
2. Sangat infeksius (kantong plastik kuning
- Kantong plastik kuat, anti bocor, atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
3. Limbah infeksius patologi dan anatomi (kantong plastik kuning)
- Kantong plastik kuat dan anti bocor, atau kontainer
4. Sitotoksis (kantong plastik ungu)
- Kontainer plastik kuat dan anti bocor
5. Limbah kimia dan farmasi
-kantong plastik atau kontainer
7 Kategori Limbah Medis :
1. Limbah benda tajam (jarum suntik, pisau bedah)
2. Limbah infeksius (bakteri, virus, parasit, jamur)
3. Limbah patologis (organ tubuh, janin, darah, muntahan)
4. Limbah farmasi (vaksin, obat, serum, sarung tangan, masker)
5. Limbah kimia (formaldehid, zat kimia fotografis, solven)
6. Limbah kemasan bertekanan (gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol)
7. Limbah logam berat (thermometer, alat pengukur tekanan darah)
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam :
(1) Safety Box
(2) Needle Cutter
(3) Needle Burner
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan :
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan :
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi Saluran Pernafasan
3. Infeksi Mata
4. Infeksi Genital
5. Infeksi Kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam Berdarah
10. Septikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis Virus A
14. Hepatitis Virus B dan C
Pengelolaan Limbah Medis :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
"


49. Rufaidah Fikriya

pada : 31 August 2017

"Nama: Rufaidah Fikriya
NIM: 131611133018
Resume:
Pengelolahan limbah sampah medis rumah sakit
Definisi:
- Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dana tau proses produksi (PP nomor 12 tahun 1995)
- Limbah rumah sakit adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit berupa padat cair dan gas
- Limbah medis / klinis adalah mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan, lab dan fasilitas kesehatan
Pemilihan sampah
- Sampah medis tajam dan sampah medis non tajam : Pihak 3 (dihancurkan insinerator)
- Non medis : TPA
- Botol botol plastik infus : Reuse
7 kategori limbah medis
1. Benda tajam : jarum suntik, pisau bedah
2. Infeksius : darah, kassa bekas darah
3. Patologis : organ tubuh, janin
4. Farmasi : vaksin, obat-obatan, sarung tangan, masker
5. Kimia : solven, zat kimia fotografis
6. Kemasan bertekanan : kaleng aerosol, carteidge
7. Logam berat : mercuri dari bocoran peralatan kedokteran
Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis mengandung banyak / berbagai macam mikroorganisme patogen, dapat memasuki tubuh manusia, melalui: tusukan, lecet, luka di kulit, mebran mukosa, pernafasan dan ingesti
Usaha meminimalisasi limbah:
1. Menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membeli
2. Menggunakan bahan kimia sesedikiit mungkin
3. Menggunakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
Pemilihan sampah dilakukan untuk memudahkan dalam pengolahan sampah
Transportasi limbah:
1. Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaran pengangkut harus diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup
2. Pengangkutan limbah keluar dari RS menggunakan kendaraan khusus
3. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun hewan
4. Petugas yang menangani limbah harus menggunakan alat pelindung diri
Pengumpulan limbah medis:
- Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis (musim hujan paling lama 48 jam, musim kemarau paling lama 24 jam)
- Rumah sakit yang memiliki insinerator harus membakar limbah selambat lambatnya 24 jam
Mikroorganisme patogen
- Memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas
- Kemampuan hidup bergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan diri dari kondisi ingkungan (suhu, kelembapan, radiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator)
Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
1. AIDS
2. Demam berdarah
3. Septikimia
4. Bakteriemia
5. Kandidemia
6. Hepatitis A, B, C"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :