RESUME PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT PROG A 2016 (Kelas A2)

DEAR STUDENTS SILAKAN UP LOAD RESUMENYA DI SINI;

Komentar (47)

LAILA MUFIDA28 August 2017

Resume Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit

• Definisi Limbah Medis
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
• Legal Aspek Limbah Medis
- Permenkes RI Nomor : 1204/MENKES/SL/X/2004
• Manajemen Limbah
1. Pemilihan
2. Pengangkutan
3. Incineration
4. Pembuangan Akhir
• Pemilihan Limbah Padat
- Benda Tajam
- Medis Non Tajam
- Non Medis → TPA
- Botol dan Plastik Infus → REUSE
• Jenis Wadah dan Label Limbah Medis Padat Sesuai Kategorinya
1. Radioaktif → merah → kantong box timbal dengan symbol radioaktif
2. Sangat Infeksius → kuning kantong plastic kuat anti bocor
3. Limbah infeksius patologi dan anatomi → kuning
4. Sitoksis → ungu → container plastic kuat dan anti bocor
5. Limbah kimia dan farmasi → coklat → kantong plastic/ container
• Tujuh kategori limbah medis
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologi
4. Limbah farmasi
5. Kemasan
6. Kimia
7. Logam berat
• Ketentuan limbah medis
- Ruang perawatan harus memeiliki minimal 2 tempat limbah
- Semua limbah dari ruang operasi merupakan limbah medis
- Semua limbah dari kantor merupakan sampah non medis
- Semua limbah dari unit patologi merupakan limbah medis
• Teknik pengelolaan limbah medis tajam
- Safety box
- Needle cutter
- Needle burner
-
• Mikroorganisme pathogen
- Memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan
- Contoh mikroorganisme pathogen : virus hepatitis (B), virus HIV
• Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
- Infeksi gastrointeristis - Infeksi Genital
- Infeksi saluran pernapasan - Demam berdarah
- Infeksi mata - Septikimia
- Infeksi kulit - Bakteri kimia
- Antraks - kandidemia
- Meningitis - Hepatitis A
- AIDS - Hepatitis B dan C
• Pengelolaan limbah medis
( prinsip- prinsip dasar internasional )
1. The “ Polluter Pay” principle
2. The “ Precautionary “ principle
3. The “Duty of Care” principle
4. The “Proximity” principle
• Usaha minimalisasi limbah
- Menyeleksi bahan
- Meminimalisir penggunaan bahan kimia
- Mengutamakan metode pemberian secara fisik daripada kimiawi
- Memonitor penggunaan bahan kimia
- Memesan bahan sesuai kebutuhan
- Mengecek bahan kadaluarsa

tantya edipeni putri28 August 2017

NAMA : TANTYA EDIPENI PUTRI
NIM : 131611133074
RESUME : PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Pengertian Limbah
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. (PP NO. 12 TAHUN 1995)

Pengertian Limbah Medis
Limbah medis adalah hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

Manajemen Limbah
1. Pemilihan -> dipilah berdasarkan limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan, limbah logam berat
2. Pengangkutan -> limbah dimasukkan ke kantong tertutup menggunakan kendaraan khusus.
3. Inceneration -> dimusnahkan dalam incenerator selambat-lambatnya 24 jam.
4. Pembuangan akhir

Ketentuan Limbah Medis
1. Ruang perawatan harus memiliki minimal 2 tempat limbah (medis dan non medis)
2. Semua limbah dari ruang operasi merupakan sampah medis.
3. Semua limbah dari kantor merupakan sampah non medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi merupakan limbah medis.

Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety Box
2. Needle Cutter
3. Needle Burner

Mikroorganisme Patogen
Memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap konisi lingkungan.Contoh dari mikroorganisme patogen : virus hepatitis (B) dan virus HIV.

Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi kulit
5. Infeksi genital
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Septikimia
11. Bakterikimia
12. Kandidemia
13. Hepatitis A
14. Hepatitis B & C

Pengelolaan Limbah Medis
(Prinsip-Prinsip Dasar Internasional)
1. The "polluter pays" principle (prinsip "pencemar yang membayar")
2. The "precautionary" principle (prinsip "pencegahan")
3. The "duty of care" principle (prinsip "kewajiban untuk waspada")
4. The "proximity" principle (prinsip "keadaan")

Usaha Minimalisasi Limbah
1. Menyeleksi bahan
2. Meminimalisir penggunaan bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
4. Memonitor penggunaan bahan kimia
5. Memesan bahan sesuai kebutuhan
6. Mengecek bahan kadaluarsa

Neisya Pratiwindya Sudarsiwi28 August 2017

NAMA: NEISYA PRATIWINDYA SUDARSIWI
NIM : 131611133092
RESUME: “PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT”
Pengertian Limbah (PP No 12, 1995) adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis (mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium)

Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

Manajemen Limbah Padat Rumah Sakit/ Puskesmas/ Poliklinik
1) Pemilahan: dibedakan antara benda tajam, medis non tajam, non medis, botol dan plasti infus
2) Pengangkutan: harus dalam keadaan tertutup
3) Incineration/ Pembakaran
4) Pembuangan Akhir

Kategori Limbah Medis Padat
a. Radioaktif
b. Sangat Infeksius
c. Limbah Infeksius, patologi dan anatomi
d. Sitotoksis
e. Limbah kimia dan farmasi

7 Kategori Limbah Medis
1) Limbah benda tajam  materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk
2) Limbah infeksius  limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan
3) Limbah Patologis  limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia
4) Limbah Farmasi  limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi
5) Limbah Kimia  limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan
6) Limbah Kemasan Bertekanan  limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas
7) Limbah Logam Berat  limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik

Pengumpulan Limbah
a. menggunakan troli khusus yang tertutup
b. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis, musim hujan paling lama 48 jam sedangkan musim kemarau 24 jam

Pemilahan Limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik

Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1) Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2) Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3) Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4) Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5) Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box)
6) Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

Teknik Pengolahan Limbah Medis Tajam
a. Safety Box
b. Needle Cutter
c. Needle Bunner

Limbah medis mengandung patogen, masuk ke tubuh manusia melalui:
1) Tusukan, lecet, atau luka di kulit
2) Membrane mukosa
3) Pernafasan dan melalui ingesti

Pengelolaan Limbah Medis
1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)  semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab dalam pengelolaan limbah dengan metode yang aman dan ramah lingkungan 1
2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)  mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)  bagi yang mengelola limbah berbahaya bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)  dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan.

Usaha meminimalisasi limbah:
a. Menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membeli
b. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia.
c. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi.
d. Mencegah bahan yang dapat menjadi limbah
e. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
f. Memesan bahan sesuai kebutuhan.
g. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
h. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
i. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.

Khosnul Khotimah28 August 2017

NAMA: KHOSNUL KHOTIMAH
NIM: 131611133085
RESUME: Limbah medis yaitu sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan. Legal aspeknya yaitu PERMENKES RI NO. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS. Manajemen limbah terbagi menjadi 4 yaitu pemilahan, pengangkutan, pembakaran, dan pembuangan akhir. Pada masa pemilahan, limbah dipilah-pilah antara benda tajam, medis non-tajam, non-medis, botol, dan plastik infus. 7 kategori limbah medis yaitu limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan, dan limbah logam berat. Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik. Pengumpulan limbah harus menggunakan troli khusus yang tertutup dan penyimpanannya harus sesuai dengan iklim tropis yaitu 48 jam untuk musim hujan dan 24 jam untuk musim kemarau. Pada masa pengangkutan harus tertutup, aman dari jangkauan manusia, menggunakan kendaraan khusus, dan menggunakan APD.
Ketentuan tentang sampah medis dibagi menjadi 4, yaitu:
1. Pada ruangan perawatan minimal memiliki 2 tempah sampah
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap limbah medis
3. Semua limbah dari kantor dianggap sampah non-medis
4. Semua limbah dari unit patologi dianggap sampah medis
Dampak limbah pada kesehatan yaitu dimana limbah mengandung berbagai mikroorganisme patogen yang memasuki tubuh melalui jalur tusukan, lecet, luka di kuit, membran mukosa, dan melalui pernafasan atau ingesti. Mikroorganisme dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, ultraviolet, dan ketersediaan zat organik. Contohnya yaitu virus hepatitis B yang bisa bertahan sampai suhu 600 c dan virus HIV yang inaktif pada suhu 560c. Contoh infeksi yang dapat terjadi yaitu infeksi gastroenteritis, infeksi saluran pernafasan, infeksi mata, genital, kulit, infeksi antrax, AIDS, demam berdarah, septikimia, bakterimia, kandidemia, dan hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C.
Pengelolaan limbah rumah sakit dapat dilakukan dengan menggunkan 4 prinsip yaitu prinsip pencemar yang membayar, prinsip pencegahan, prinsip kedekatan, dan prinsip kewajiban untuk waspada.

Maulidiyah Mahayu Nilam Anindy28 August 2017

Nama: Maulidiyah Mahayu Nilam Anindy
NIM: 131611133067
Resume:
PENGELOLAHAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
• Limbah Medis merupakan sisa suatu usaha kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
• Legal aspek limbah medis, Permenkes RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004
• Limbah padat Rumah Sakit :
- Pemilihan
- Pengangkutan
- Pembakaran/incineration
- Pembuangan akhir
• Limbah bahan berbahaya dan beracun, yakni sisa suatu usaha/kegiatan yang mengandung bahan berbahaya/karena sifat, konsentrasi, jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan lingkungan hidup, manusi, dan makhluk hidup lainnya.
• Tujuh kategori limbah medis:
1. Limbah Benda Tajam. Ex: jarum suntik, kaca sediaan, infus set, ampul/vial, dll.
2. Limbah Infeksius. Ex: kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium.
3. Limbah Patologis. Ex: organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin, dan cairan tubuh yang lain.
4. Limbah Farmasi. Ex: obat, vaksin, sarum yang sudah kadaluarsa, tumpahan obat.
5. Limbah Kimia. Ex: formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll
6. Limbah Kemasan Bertekanan. Ex: gas dalam tabung, carteidge, dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat. Ex: logam merkuri.
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musin hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Hal ini dikarenakan saat musin kemarau mikroorganisme meningkat 2x lipat dari pada musim hujan.
• Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3x24 jam
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box)
• Teknik pengeluaran limbah medis tajam
- Safety Box
- Needle Cutter
- Needle Burner
• Dampak limbah terhadap kesehatan
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2. Melalui membram mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
• Pengelolahan Limbah Medis
1) The “Polluter Pays” Principle (Prinsip “pencemaran yang membayar”)
2) The “Precautionary” Principle (Prinsip “pencegahan”)
3) The “Duty of care” Principle (Prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4) The “Proximity” Principle (Prinsip “kedekatan”)
• Usaha Meminimalisasi Limbah
- Menyelesksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
- Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
- Mengutamakan metode pembesihan secara fisik dari pada secara kimiawi
- Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
- Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan

Ishomatul Faizah28 August 2017

NAMA: ISHOMATUL FAIZAH
NIM: 131611133053
RESUME:
PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

a)Pengertian Limbah: (PP NO 12, 1995) adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

b)Pengertian Limbah Medis: sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

c)Legal Aspek Limbah Medis: Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

d)7 kategori limbah medis:

(1) Limbah benda tajam= materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, (Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.)
(2) Limbah infeksius= limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan,
(3) Limbah Patologis= limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia (organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain)
(4) Limbah Farmasi= limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi (produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll. )
(5) Limbah Kimia= limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan (formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll)
(6) Limbah Kemasan Bertekanan= limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas. (gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol)
(7) Limbah Logam Berat= limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, (Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran :thermometer, alat pengukur tekanan darah)

e)Pengumpulan Limbah Medis
(1)Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
(2)Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam

f)Transportasi
(1)Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
(2)Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
(3)Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
(4)Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri.

g)Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
(1) Safety Box.
(2) Needle Cutter.
(3) Needle Burner.

h)Pengelolaan Limbah Medis.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
(3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
(4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)

i)Usaha Minimalisasi Limbah

(1)Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
(2)Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
(3)Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
(4)Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
(5)Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
(6)Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
(7)Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
(8)Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
(9)Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.

MARATUS SHOLIHAH RAMADHANI28 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT"
Definisi Limbah menurut PP no. 12 tahun 1995 adalah Bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah Medis adalah semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium. Legal Aspek limbah medis diatur dalam Permenkes RI no. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan.

Manajemen Limbah:
• Limbah Padat RS/Puskesmas/Poliklinik :
Pemilahan->Pengangkutan->Incineration/Pembakaran->Pembuangan Akhir
• Limbah Tajam (Jarum-Spuite): Jarum->Needle pit, Spuite->Safety box
• Infeksius, non-infeksius, non-tajam, basah/kering -->Kantong Plastik

7 Kategori Limbah Medis:
1. Limbah Benda Tajam, contoh: spuite, infus set, ampul/vial obat
2. Limbah Infeksius, yaitu limbah yang mengandung pathogen yang menyebabkan penyakit
contoh: limbah hasil operasi atau otopsi
3. Limbah Patologis, yaitu limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia
contoh: darah, muntahan, urin
4. Limbah Farmasi, contoh: obat, vaksin, serum yang sudah kadaluarsa
5. Limbah Kimia, contoh: formaldehid
6. Limbah Kemasan Bertekanan, contoh: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol
7. Limbah Logam Berat, contoh: limbah logam merkuri

pengumpulan limbah medis harus sesuai dengan iklim tropis, yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan pada musim kemarau paling lama 12 jam. Hal ini disebabkan karena perkembangan mikroorganisme pathogen dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suatu suhu maka pathogen akan semakin cepat berkembangbiak, begitu sebaliknya.

Limbah medis yang mengandung mikroorganisme pathogen dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur, yaitu melalui tusukan, lecet/luka di kulit, membran mukosa, pernafasan dan ingesti.

Mikroorganisme Patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas, hal ini terjadi karena perkembangan pathogen bergantung pada kondisi lingkungannya, contoh: suhu, kelembaban, radiasi UV, dst.

Contoh Infeksi dan Mikroorganisme pathogen penyebabnya:
1. Infeksi Gastroenteritis, oleh bakteri Salmonella, Shigella sp., dan Cacing melalui tinja atau muntahan
2. Infeksi Saluran pernafasan, oleh Mycobacterium tuberculosis, virus campak melalui secret yang terhirup dan air liur
3. Infeksi Mata, oleh herpes virus melalui secret mata
4. Infeksi Genital, oleh Neisseria gonorrhoeae, herpes virus melalui secret genital
5. Infeksi Kulit, oleh bakteri Streptococcus sp. melalui nanah
6. Antraks, oleh Bacillus anthracis melalui secret kulit
7. Meningitis, oleh Neisseria meningitis melalui darah dan secret alat kelamin
8. AIDS
9. Demam Berdarah
10. Septikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis virus A
14. hepatitis virus B dan C

Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan Internasional:
a. The "Poluter Pays" principle (prinsip "Pencemar yang Membayar")
b. The "Precautionary" principle (prinsip "Pencegahan")
c. The "Duty of Care" principle (prinsip "Kewajiban untuk Waspada")
d. The "Proximity" principle (prinsip "Kedekatan")

Fathma Hanifati28 August 2017

Pengelolaan Limbah Sampah Medis di Rumah Sakit

Limbah menurut PP No.12 tahun 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Berikut penjelasan mengenai limbah.
a. Manajemen Limbah
1. Pengumpulan
- Menggunakan troli khusus yang tertutup
- Musim hujan penyimpanan limbah paling lama 48 jam
- Musim kemarau penyimpanan limbah kurang dari 24 jam harus segera diolah lebih lanjut
2. Pemilahan Limbah
- Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
- Syarat tempat limbah non medis :
1. Kuat, ringan, tahan karat, kedap air, permukaan bagian dalam halus. Ex : fiberglass
2. Tutup mudah dibuka tanpa mengotori tangan
3. Terdapat tempat sampah sesuai kebutuhan. Misalnya satu buah per kamar
4. Limbah tidak boleh dibiarkan 3 x 24 jam dan jika penuh 2/3 bagian segera dikosongkan
3. Penampungan Sementara
- Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar sampahnya selambat-lambatnya 24 jam
- Bagi rumah sakit/klinik yang tidak mempunyai insinerator harus mempunyai kerja sama pada rumah sakit yang memiliki inisinerator
4. Transportasi
- Kendaraan yang digunakan khusus
- Kantong limbah harus aman dari jangkauan manusia dan binatang
- Petugas yang menangani limbah harus menggunakan APD
Beberapa ketentuan lain tentang sampah medis adalah ruang perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu limbah medis (warna kuning) dan non medis (warna hitam).
b. Pemilahan Limbah Padat
1. Benda tajam – Safety Box – Incineration (pihak III)
2. Benda non tajam – tempat sampah infeksius dan non infeksius – Incineration
3. Non medis – tempat sampah – TPA
4. Botol dan plastik infus – tempat sampah khusus – Reuse

c. Jenis Wadah Medis Padat sesuai Kategorinya
1. Radioaktif – Merah – Kantong box timbal dengan simbol radioaktif
2. Sangat infeksius – Kuning – kantong plastik kuat, anti bocor, atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
3. Limbah infeksius, patologis, dan anatomi – Kuning – Kantong plastik kuat dan anti bocor atau kontainer
4. Sitotoksis – Ungu – Kontainer plastik kuat dan anti bocor
5. Limbah Kimia dan farmasi – cokelat – Kantong plastik atau kontainer

d. Tujuh Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam : jarum suntik, preparat glass, infus set, ampule/vial
2. Limbah infeksius : kultur, limbah hasil operasi, limbah rawat luka, limbah pasien yang menderita penyakit menular
3. Limbah patologis : organ tubuh, janin, muntahan, urin, darah, dan cairan tubuh lainnya
4. Limbah farmasi : obat, vaksin, serum kadaluwarsa
5. Limbah kimia : formaldehid, solven, zat kimia fotografis
6. Limbah kemasan bertekanan : gas dalam tabung, kaleng aerosol
7. Limbah logam berat : logam merkuri (kebocoran termometer, alat pengukur tekanan darah)

e. Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety box : jarum dan syringe langsung dimasukkan box kemudia setetlah penuh dikirm ke sarana kesehatan lain dan dibakar dalam incinerator dengan suhu 1000 o C
2. Needle Cutter : jarum dipatahkan selesai penyuntikan, potongan jarum dimasukkan dalam safety box
3. Needle burner : syinge langsung dimasukkanpada sebuah alat untuk pembakaran

f. Mikroorganisme Patogen
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertaha hidup di alam bebas (suhu, kelembaban, radiasi sinar UV, ketersediaan zat organik dsb).
Contoh : Virus Hepatitis B (persisten di udara kering dapat bertahan beberapa minggu di tanah)

g. Contoh Infeksi Akibat Terkena Limbah Layanan Kesehatan
1. Infeksi Gastrointeritris : media penularan melalui tinja dan muntahan
2. Infeksi Sal. Pernafasan : media penularan melalui sekret dan air liur
3. Infeksi mata : media penularan melalui sekret mata
4. Infeksi genital : media penularan melalui sekret genital
5. Infeksi kulit : media penularan melalui nanah
6. Infeksi antraks : media penularan melalui kulit
7. Meningitis : media penularan melalui darah, sekret kelamin
8. AIDS : media penularan melalui darah, sekret kelamin
9. DBD : media penularan melalui cairan tubuh, sekret
10. Septilamia : media penularan melalui darah
11. Bakterimia : media penularan melalui darah
12. Kandidemia : media penularan melalui darah
13. Hepatitis Virus A : media penularan melalui tinja
14. Hepatitis Virus B dan C : media penularan melalui darah, cairan tubuh

h. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
1. Melalui tusukan, lecet, luka di kulit
2. Melalui membran mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti

Dessy Syahfitri Pohan28 August 2017

NAMA : DESSY SYAHFITRI POHAN
NIM : 131611133060
PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RS
PENGERTIAN
1. Limbah
Bhan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP NO.12,1995)
2. Limbah Medis
Bahan sisa usaha atau kegiatan medis, mencakup hasil buangan dari instalasi kesehatan, fasilitas : penelitian dan laboratorium.
PENANGANAN SAMPAH MEDIS
1. Pemilahan
2. Pengangkutan
3. Inceneration/Pembakaran
4. Pembuangan akhir
7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah Patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
1. Menggunakan troli khusus yang tertutup
2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan 24 jam pada musim kemarau. Hal ini disebabkan oleh bakteri patogen yang mampu berkembangbiak dengan cepat dalam suhu yang tinggi.
DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia dan menyebabkan gangguan kesehatan.
PRINSIP DASAR KESEPAKATAN INTERNASIONAL
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
2. The “Precautinary” principle (prinsip “pencegahan”).
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”).
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”).

Ema Yuliani29 August 2017

NAMA: Ema Yuliani
NIM: 131611133077
RESUME Pengelolaan Limbah Sampah Medis di Rumah Sakit
SampaH merupakan sisa dari akhir sebuah kegiatan/ proses produksi. Sedangkan limbah medis sendiri adalah semua sisa/hal yang tidak digunakann lagi dari aktivitas medis baik itu penelitian, labotarium atau pelayanan kesehatan.
Dalam pengkategorian limbah medis dibedakan menjadi 7 kategori limbah medis, yaitu
Limbah benda tajam
Limbah infection
Limbah patologis
Limbah kimiauangan
Limbah farmasi
Limbah kemasan bertekanan
Limbah logam berat
Didala ruangan sampah medis ditempatkan pada tempat sampah yang berbeda sesuai jenisnya, kemudian setelah penuh bak sampah akan dikumpulkan dan dipindahkan kepenampungan untuk dipilah sesuai jenisnya. Pengumpuan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah sendiri, harus menggunakan troli khusus yang tertutup dan penyimpanannyapun harus sesuai batasan yang dianjurkan. Di Indonesia, lama penyimpanan tersebut ditentukan berdasarkan iklim, pada saat musim penghujan sampah dapat disimpan karang dari 48 jam, sedangkan pada saat kemarau sampah maksimal disimpan selama 24 jam. Kemudian sebelum di musnahkan sampah media tersebut harus dipilah terlebih dahulu sesuai kategorinya. Ada sebagian sampah yang tidak harus dimusnahkan dan bahkan dapat daur ulang yaitu botol dan plastic infuse.
Dalam menyediakan tempat sampah di rumah sakit, terdapat beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk menyediakan tempat/pewadahan tersebut, yaitu:
Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pd bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
Mempunya tutup yang mudah dibuka.
Terdapat minimal 1 buah untuk setiap kamar/ sesuai dengan kebutuhan.
Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 2 x 24 jam atau apabila sampah sudah mencai 2/3 bagian dari pewadahan, maka harus segera diangkut supaya tidak menjadi perindukan vector penyakit atau binatang pengganggu.
Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (sfety box) seperti botol, jerigen, karton yang aman.
Tempat pewadahan limbah medis infeksius dn sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan sebelum digunakan kembali.
Bagi rumah sakit yang mempunyai insenerator limbah tersebut selambat-lambatnya harus dimusnahkan dalam wakti 24 jam, sedang bagi rumah sakit yang tidak mempunya insenerator, pemusnahan limbah mereka harus bekerja sama dengan rumah sakit lain yang mempunyai insenerator agar sampah dimusnahkan selambat lambatnya dalam waktu 24 jam.
Dalam transportasi limbah medis, kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup. Sedangkan, pengangkutan limbah keluar rumah sakit harus menggunakan kendaraan khusus. Hal yang perlu diperhatikan selama pengelolaan limbah, seorang pengelola limbah harus memakai APD yang berupa:
Pelindung mata
Topi/penutup kepala/helm
Masker
Apron plastic
Sarung tangan dan kaos kaki
Sepatu boat

Limbah medis harus ditangani dengan baik, sehingga tidak dapat berdampak bagi kesehatan. Karena limbah medis sendiri, dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme pathogen yang dapat ditularkan melalui:
Tusukan, lecet, luka di kulit
Membrane mukosa
Pernafasan dan ingesti.
Mikroorganisme pathogen sendiri memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas, kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganise dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti: suhu,kelembaban. Radiasi UV , ketersediaan zat organic, keberadaan predator dll. Beberapa contoh Infeksi akibat terpejan limbah pelayanan kesehatan adalah:
Infeksi gastroenteriti
Infeksi Sal. Nafas
Infeksi mata
Infeksi genital
Infeksi kulit
Antraks
AIDS
Demam Berdarah
Septikimia
Bakterimia
Kandidema
Hepatitis A
Hepatitis B dan C

Fajrinandetya P29 August 2017

Nama: Fajrinandetya P
NIM : 131611133082
Resume : Pengelolahan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit

Pengertian limbah medis: sisa suatu usaha/ kegiatan medis, mencakup semuahasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal aspek limbah medis: permenkes RI nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah Sakit.

Manajemen limbah: limbah padat rumah sakit/ puskesmas/ poliklinik lalu dilakukan pemilahan, setelah itu dilakukan pengangkutan serta incineration/ pembakaran dan terakhir dilakukannya pembuangan akhir. Pemilahan limbah padat: Benda tajam diberikan pada pihak III; medis non tajam diberikan pada pihak III; non medis diberikan pada TPA; botol dan plastik infus digunakan kembali (reuse).

Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya: (1)Radioaktif (berwarna merah; kantong boks timbal dengan simbol radioaktif); (2)Sangat infeksius (berwarna kuning; kantong plastik kuat, antibocor, kontainer, yang dapat disterilisasi dengan otoklaf); (3)Limbah infeksius, patologi, anatomi (berwarna kuning, kantong plastik kuat dan antibocor); (4)Sitotoksik (berwarna ungu; kontainer plastik kuat dan antibocor); (5)Limbah kimia dan farmasi (berwarna coklat; kantong plastik/ kontainer).

7 kategori limbah medis: (1)Limbah benda tajam: materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris/ tusuk;(2)Limbah infeksius: limbah yang diduga mengandung patogen dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan; (3)Limbah patologis: limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia; (4)Limbah farmasi: limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi; (5)Limbah kimia: limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostik, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian diagnostik; (6)Limbah kemasan bertekanan: limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas; (7)Limbah logam berat: limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah yang berbahaya dan biasanya toksik.
Pengumpulan limbah medis: pengumpulan dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus tertutup dan penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.

Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis: Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan mempunyai permukaan halus pada bagian dalam; Mempunyai tutup mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan; Terdapat minimal 1 buah untuk setiap kamar/ sesuai dengan kebutuhan.

Tempat penampungan sementara: bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
Transportasi: Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kendaraan khusus dan petugas yang menangani limbah harus menggunakan alat pelindung diri.
Ketentuan lain dari sampah medis: Ruang perawatan harus memiliki minimal 2 macam tempat sampah: limbah medis (warna kuning) dan limbah non-medis (warna hitam) dan semua limbah dari kamar operasi dan unit patologi dianggap sebagai limbah medis.

Teknik pengelolaan limbah medis tajam: (1)Safety box: jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan, setelah penuh safety box di incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000 derajat celcius/ alat pemusnah carbonizer; (2)Needle cutter: jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; (3)Needle burner: jarum dimusnahkan dengan ini langsung pada setiap selesai satu penyuntikan, syringe diproses di needle cutter.

Dampak limbah terhadap kesehatan: dapat mengandung mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia dengan cara: melalui luka dikulit/ lecet/ tusukan, melalui membran mukosa, melalui pernafasan dan melalui ingesti.
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas [contoh mikroorganisme patogen: virus hepatitis B ( tahan sampai 10 jam pada suhu 60 derajat celcius)]
Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan: infeksi gastroteritis (organisme penyebab misal salmonella; media penularannya: tinja/ muntahan)

Pengelolaan limbah medis: Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional: prinsip pencemar yang membayar, prinsip pencegahan, prinsip kewajiban untuk wasapada, dan prinsip kedekatan. Contoh usaha meminimalisir limbah: menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya dan menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia

Alfiana Nur Halimah29 August 2017

Nama : Alfiana Nur Halimah
NIM : 13161113063
Resume :
PENGENDALIAN LIMBAH
A. Definisi
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sedangkan limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas kesehatan, dan laboratorium.
B. Manajemen Limbah
- Limbah padat rumah sakit/ puskesmmas/ poliklinik sebelum memasuki pembuangan akhir terlebih dahulu melalui beberapa tahapan, yaitu pemilahan, pengangkutan, incineration/pembakaran, kemudian pembuangan akhir
- Limbah tajam seperti jarum suntik akan dimasukkan ke safety box
- Limbah infeksius, non-infeksius, basa/kering akan dimasukkan kantong plastik
C. Kategori Limbah
1. Limbah benda tajam, contoh: jarum suntik, kaca sediaan, ampul, vial.
2. Limbah infeksius, contoh: limbah hasil operasi atau otopsi, alat atau materi yang tersentuh orang yang sakit
3. Limbah patologis, contoh: organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin.
4. Limbah farmasi, contoh: obat, vaksin, serum yang sudah kadaluarsa.
5. Limbah kimia, contoh: formaldehid..
6. Limbah kemasan bertekanan, contoh: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah logam berat, contoh: limbah logam merkuri
D. Pengumpulan Limbah Medis
Dari setiap ruangan penghasil limbah, limbah diangkut menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis, yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
E. Dampak Limbah Medis terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur, antara lain:
1. Melalui tusukan, lecet atau luka dikulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Contoh mikroorganisme tersebut antara lain:
a. Virus Hepatitis (B), mampu bertahan selama 1 minggu di tetesan darah dalam jarum suntik, mampu bertaahan dalam suhu 60º C
b. Virus HIV, inaktif pada suhu 56ºC
F. Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Septikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis virus A
14. Hepatitis virus B dan C
G. Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni:
1. The “polluter pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
2. The “precautionary” principle (prinsip “pencegahan”
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)

Mutiara Citra Dewi29 August 2017

NAMA : Mutiara Citra Dewi
NIM : 131611133078
RESUME : Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
DEFINISI
Limbah adalah bahan sisa yang tidak digunakan lagi
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, laboratorium
LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS  Permenkes RI Nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan di Rumah Sakit
A. MANAJEMEN LIMBAH
Pemilahan  Pengangkutan  Pembakaran/Incineration  Pembuangan Akhir
B. PEMILAHAN LIMBAH PADAT
Pihak 3 : Benda Tajam, Medis Non Tajam
TPA : Non Tajam
Reuse : Botol dan Plastik Infus
C. 7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan
7. Limbah logam berat
D. PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
- Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis
a. Musim hujan : paling lama 48 jam harus sudah diangkut
b. Musim kemarau : paling lama 24 jam harus sudah diangkut, karena bakteri berkembang lebih cepat saat musim kemarau
E. PERSYARATAN TEMPAT PEWADAHAN LIMBAH NON MEDIS
- Kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air (bahan fiberglass)
- Tutup mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
- Minimal 1 buah untuk setiap ruangan
- Benda tajam harus disendirikan
F. TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA
- Rumah Sakit yang mempunyai insinerator melakukan pembakaaran limbah setiap 24 jam sekali
- Rumah Sakit yang tidak mempunyai insinerator akan bekerjasama dengan Rumah Sakit yang mempunyai insinerator dengan sistem menyewa/membayar
G. TRANSPORTASI
- Kantong limbah diletakkan di kontainer yang tertutup
- Kendaraannya khusus
- Harus aman dari manusia dan hewan
- Petugasnya harus memakai APD
H. TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
- Safety Box
- Needle Cutter
- Needle Burner
I. DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
- Melalui tusukan, lecet, luka di kulit
- Melalui membran mukosa
- Melalui pernapasan dan ingesti
J. MIKROORGANISME PATOGEN
Mikroorganisme Patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam
- Virus Hepatitis B : tahan sampai 10 jam pada suhu 600C
- Virus HIV : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 560C
K. CONTOH INFEKSI
1. Infeksi Gastroeteritis
2. Infeksi saluran pernapasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi kulit
5. Infeksi Genita
6. Infeksi Meningitis
7. AIDS
8. Demam Berdarah
9. Septikimia
10. Bakteriemia
11. Kandidemia
12. Hepatitis Virus A,B,C
13. Antraks
L. PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. Pencemar yang membayar
2. Pencegahan
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan
M. USAHA MINIMALISASI LIMBAH
- Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
- Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
- Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
- Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah

Rahmatul Habibah29 August 2017

Nama : Rahmatul Habibah
NIM : 131611133079
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
 LIMBAH
(PP No 12, 1995) merupakan bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi.
Limbah Medis, merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan medis yang mencakup semua hasil buangan dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitiandan penelitian.
 Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit
 Manajemen Limbah
- Limbah Padat  Pemilahan  Pengangkutan Incineration/Pembakaran  Pembuangan Akhir
- Tajam, Jarum Suntik  needle cutter JarumNeedle Pit
- Tajam, Jarum Suntik Safety Box  incinerator kecil  Pit setempat
 Pemilahan Limbah Padat
- Benda tajam (pihak III)
- Benda medis non tajam (pihak III)
- Non Medis = TPA
- Botol dan plastik infus = reuse
 7 Kategori limbah Medis
1. Limbah benda tajam ex: jarum suntik
2. Limbah infeksius ex: limbah hasil operasi
3. Limbah patologis ex: organ tubuh, janin, darah
4. Limbah farmasi ex: obat-obatan, sarung tangan
5. Limbah kimia ex: cairan desinfektan
6. Limbah kemasan bertekanan ex: gas dalam tabung
7. Limbah logam berat ex: limbah logam merkuri
Penyimpanan limbah medis di musim hujan paling lama 48 jam dan di musim kemarau 24 jam.
 Persyaratan Tempat Limbah Medis
- Harus tertutup
- Terbuat dari bahan yang kuat dan cukup ringan
- Llimbah tidak boleh dibiarkan dalam wadah melebihi 3x24 jam
- Harus menggunakan pedal, jika ukurannya dibawah pinggang
 Transportasi
- Tertutup
- Aman
- Jauh dari jangkauan manusia dan binatang
- Petugas menggunakan alat pelindung diri yang baik dan benar
 Teknik Pengolahan Limbah
1. Safety Box
2. Needle Cutter
3. Needle Burner

 Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang memasuki tubuh melalui tusukan, membran mukosa dan pernafasan.
 Mikroorganisme Patogen
- Hepatitis B, tahan sampai 10 jam pada suhu 60 derajat celcius, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik.
- Virus HIV, tahan 3-7 hari pada suhu ambien, inaktif pada suhu 56 derajat celcius, cara mengatasi yaitu disiram dengan air yang mengalir.
 Contoh Infeksi
1. Gastroentritis
2. Saluran pernafasan
3. Mata
4. Genital
5. Kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Septikimia
11. Bakterikimia
12. Kandidemia
13. Hepatitis virus A
14. Hepatitis virus B
15. Hepatitis virus C

Faizatul Ummah29 August 2017

NAMA : FAIZATUL UMMAH
NIM : 131611133097
RESUME : PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengertian limbah menurut PP No. 12 tahun 1995 limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sedangkan limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal aspek limbah medis dalam permenkes RI Nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
Manajemen limbah rumah sakit berupa pemilahan, pengangkutan, pembakaran, dan pembuangan akhir.
Jenis Wadah Dan Label Limbah Medis Padat :
a. Radioaktif warna merah
b. Sangat infeksius warna kuning
c. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi warna kuning
d. Sitotoksis warna ungu
e. Limbah kimia dan farmasi warna coklat.
7 Kategori Limbah Medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Pengumpulan Limbah Medis
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Pemilahan Limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis :
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudh dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal satu buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3x24 jam atau apabila 2/3 bgaian kantong sudah terisi oleh limbah maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen, atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat Penampungan Sementara
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain atau pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
a. Safety box
b. Needle cutter
c. Needle burner
Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Septikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis virus A
14. Hepatitis virus B dan C
Prinsip Dasar Pengelolaan Limbah Medis
a) The “Polluter Pays” principle (prinsip pencemar yang membayar)
b) The “Precautionary “ principle (prinsip pencegahan)
c) The “duty of care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada)
d) The “proximity” principle (prinsip kedekatan)
Usaha Minimalisasi Limbah
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.


Ida Nurul Fadilah29 August 2017

Nama : Ida Nurul Fadilah
NIM : 131611133086

Pengelolaan Limbah Sampah Medis
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP no.12 thn 1995). Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal aspek limbah medis diatur dalam Permenkes RI no.1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan Rumah Sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Manajemen limbah : dilakukan pemilahan  pengangkutan (harus tertutup)  incineration (pembakaran)  pembuangan akhir.
Jenis wadah dan limbah medis padat sesuai kategorinya :
1) Radioaktif  kontainer merah  `kantong plastik timbal dengan simbol radioaktif
2) Sangat infeksius  kontainer kuning  kantong palstik kuat anti bocor
3) Limbah infeksius, patologi, dan anatomi  kontainer kuning  kantong plastik kuat anti bocor atau kontainer
4) Sitotoksis  kontainer ungu  kontainer plastik kuat anti bocor
5) Limbah kimia dan fisika  kontainer coklat  kantong plastik / kontainer
NB : Setiap kantong sampah ada pembagian / peruntukannya masing-masing
7 Kategori Limbah Medis :
1) Limbah benda tajam, ex: jarum suntik
2) Limbah infeksius : limbah yang diduga mengandung patogen
3) Limbah patologis : limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia
4) Limbah farmasi : mencakup produk farmasi
5) Limbah kimia, ex : formaldehid
6) Limbah kemasan bertekan, ex : gas dalam tabung
7) Limbah logam berat, ex : limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran
Pengumpulan Limbah Medis : * Dari setiap ruangan  menggunakan troli khusus yang tertutup. * Penyimpanan limbah medis harus sesuai dengan iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Pemilahan Limbah dilakukan dengan pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-medis :
1) Tempat dari bahan yang kuat, ringan, tahan karat, kedap air, dan bagian dalamnya berpermukaan halus.
2) Memiliki tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3) Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadah lebih dari 3x24 jam, apabila 2/3 kantong sudah terisi makaharus segera diangkut.
4) Benda tajam harus ditampung dalam tempat khusus.
5) Wadah limbah infeksius dan sitotoksis yang tidak langsung kontak dengan limbah harus dibersihkan dengan larutan disinfektan saat akan digunakan lagi.
Transportasi, sebelum dimasukkan ke dalam kendaraan pengangkut, kantong plastik harus dalam kondisi tertutup, harus aman dari jangkauan manusia atau binatang, dan petugas harus menggunakan alat pelindung diri. Dampak limbah terhadap kesehatan, limbah medis dapat mengandung berbagai mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui jalur tusukan, luka atau lecet di kulit; melalui membran mukosa; dan melalui pernafasan dan melalui ingesti.
Contoh Infeksi akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan :
1) Infeksi gastrointeritis
2) Infeksi saluran pernafasan
3) Infeksi mata
4) Infeksi genital
5) Infeksi kulit
6) Antraks
7) Meningitis
8) AIDS
9) Demam berdarah
10) Septikimia
11) Bakteriemia
12) Kandidemia
13) Hepatitis virus A
14) Hepatitis virus B dan C.

Sabila Nisak29 August 2017

>PP no.12 tahun 1995 tentang pengertian limbah = bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
>Limbah medis = sisa suatu usaha/kegiatan medis (buangan dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitan, laboratorium).
>Legalitas = Permenkes RI no. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit.
>Pembuangan akhir :
a. Benda tajam dan medis non tajam = insinerator
b. Non medis = TPA
c. Botol dan plastik infus = reuse
>Jenis wadah dan warna wadah limbah medis :
1. Merah = radioaktif (kontras radioaktif)
2. Kuning = sangat infeksius dan limbah infeksius patologi-anatomi
3. Ungu = sitotoksik (obat-obatan kemoterapi)
4. Cokelat = limbah kimia dan farmasi
>Kategori limbah medis :
a. Limbah benda tajam
b. Limbah infeksius
c. Limbah patologis
d. Limbah farmasi
e. Limbah kimia
f. Limbah kemasan bertekanan
g. Limbah logam berat
>Penyimpanan limbah medis :
- Musim hujan = 48 jam
- Musim kemarau = 24 jam
Kenapa? Karena bakteri berkembang salah satunya dipengaruhi oleh suhu
>Alat Pelindung Diri :
1. Topi/helm
2. Masker
3. Pelindung mata
4. Pakaian panjang (coverall)
5. apron untuk industri
6. Pelindung kaki/sepatu boot
7. Sarung tangan khusus (disposible gloves/heavy duty gloves)
>Ketentuan tentang sampah medis :
a. Ruang perawatan minimal 2 macam tempat limbah (untuk limbah medis dan non medis)
b. Semua limbah dari kamar operasi dianggap limbah medis
c. Semua limbah kantor (ATK, kertas, dll) dianggap limbah non medis
d. Semua limbah dari unit patologi dianggap limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
>Teknik pengelolaan limbah medis tajam :
- Safety box
- Neddle cutter
- Neddle burner
>Jarum dapat dimusnahkan dengan cara :
a. Pembakaran dengan suhu min 1000oC
b. Menggunakan alat pemusnah carbonizer
c. Ditanam di dalam sumur galian kedap air
>Styringe dapat didesinfeksi dengan larutan sodium hipoklorit 5% dan di rendam selama 30 menit sehingga dapat di daur ulang dan telah steril.
>Dampak limbah bila tidak diolah dengan baik : mengandung macam-macam mikroorganisme
a. Melalui tusukan, lecet, luka
b. Melalui membran mukosa
c. Melalui pernapasan dan ingesti
>Prinsip pengelolaan limbah medis :
1. The polluter pays = Pencemar yang membayar
2. The precautionary = Pencegahan
3. The duty of care = Kewajiban untuk waspada
4. The proximity = Kedekatan

KHOIRUN NISWATUL ULFA29 August 2017

Pengertian limbah
Menurut PP Nomor 12 tahun 1995 : Limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan/ proses produksi.
Pengertian limbah medis
Merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan medis, yang mencaup hasil buangan dari laboratorium, fasilitas penelitian (misal mencit), dan instalasi kesehatan (misal jarum suntik, kasa, perban, dsb).
Legal Aspek Limbah Medis
PERMENKES RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen Limbah


Pemilahan Limbah Padat
1. Benda tajam (jarum suntik, psau bedah, gunting) di pilah dan selanjutnya dimasukkan ke dalam safety box. selanjutnya akan dikirimkan ke pihak ke III untuk dimusnahkan.
2. Medis non tajam (handscoon, kapas, kasa) di pilah dan dimasukkan dalam tempat sampah warna kuning. Dan selanjutnya akan dikirimkan ke pihak ke III untuk dimusnahkan.
3. Non medis (kulit buah, koran, bekas makanan) dimasukkan dalam tempat sampah warna biru. Selanjutnya limbah ini akan diangkut ke TPA.
4. Botol dan plastik infus dimasukkan ke dalam tempat sampah berwarna merah. Selanjutnya akan di kirimkan ke pengepul dan akan di disinfektan selanjutnya akan digunakan kembali (reuse).
No. Kategori Warna kontainer
1. Radioaktif(paparan sinar radioaktif) Merah
2. Sangat infeksius(nanah, muntahan, darah) Kuning
3. Limbah infeksius/patologi dan anatomi (bagian tubuh yang dioperasi) Kuning
4. Sitotoksis (sel kanker) Ungu
5. Kimia dan farmasi (obat kadaluarsa) Coklat

7 Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam (ampul, vial, infus set, jarum suntik)
2. Limbah infeksius (limbah hasil operasi)
3. Limbah patologis (muntahan, darah, nanah)
4. limbah farmasi (vaksin, serum kadaluarsa, masker)
5. limbah kimia (formaldehid)
6. limbah kemasan bertekanan(gas dalam tabung)
7. limbah logam berat(thermometer, tensimeter)
pengumpulan limbah medis
limbah medis dari setiap ruangan dikumpulkan menggunakan troli khusus dan tertutup. Penyimpanan sementara limbah medis tergantung pada kondisi iklim suatu tempat. Pada saat hujan, limbah paling lama selama 48 jam, sementara pada iklim kemarau limbah paling lama selama 24 jam karena pada iklim yang hangat, bakteri cenderung lebih mudah untuk berkembang biak lebih banyak.
Setelah dikumpulkan, sampah dipilah berdasarkn jenisnya.
Tempat penampungan sementara.
Untuk rumah sakit yng memiliki insenerator sendiri di lingkungannya harus membakar limbahnya paling lambat 24 jam. Sementara rumah sakit yang tidak memiliki insenerator sendiri, harus bekerja sama dengan rumah sakit yang telah memiliki insenerator untuk memusnahkan limbah, dan selambat-lambatnya melakukan pemusnahan 24 jam selama di dalam ruangan.
Teknik pengolahan limbah medis tajam menggunaan safety box
1. alternatif 1 : jarum & sryringe langsung dimasukkan ke dalam safety box, selanjutnya setelah safety box penuh dikirimkan ke sarana kesehatan yang memiliki incenerator.
2. Jarum dan syringe di masukkan ke dalam safety box dan selanjutnya bila safety box telah penuh, safety box dan isinya bisa ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit.
Teknik pengolahan limbah medis tajam menggunakan needle cutter
Teknik pengolahan limbah medis tajam menggunakan needle burner
Dampak limbah terhadap kesehatan
1. Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme yang dapat masuk tubuh manusia melalui beberapa jalur yaitu : melalui tusukan, lecet, luka dikulit, membran mukosa, pernafasan, dan ingesti.
Pengelolaan limbah medis
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Usaha minimalisasi limbah
1. Menyeleksi bahan-bahan yang sedikit menghasilkan limbah.
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia.
3. Menggunakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi.
4. Mencegah bahan-bahan yang menjadi limbah.
5. Memonitor penggunaan bahan kimiaa.
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
7. Menggunakan bahan-bahan yang diproduksi lebih awa untuk menghindari kadaluarsa.
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan.

KHOIRUN NISWATUL ULFA29 August 2017

Pengertian limbah
Menurut PP Nomor 12 tahun 1995 : Limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan/ proses produksi.
Pengertian limbah medis
Merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan medis, yang mencaup hasil buangan dari laboratorium, fasilitas penelitian (misal mencit), dan instalasi kesehatan (misal jarum suntik, kasa, perban, dsb).
Legal Aspek Limbah Medis
PERMENKES RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen Limbah


Pemilahan Limbah Padat
1. Benda tajam (jarum suntik, psau bedah, gunting) di pilah dan selanjutnya dimasukkan ke dalam safety box. selanjutnya akan dikirimkan ke pihak ke III untuk dimusnahkan.
2. Medis non tajam (handscoon, kapas, kasa) di pilah dan dimasukkan dalam tempat sampah warna kuning. Dan selanjutnya akan dikirimkan ke pihak ke III untuk dimusnahkan.
3. Non medis (kulit buah, koran, bekas makanan) dimasukkan dalam tempat sampah warna biru. Selanjutnya limbah ini akan diangkut ke TPA.
4. Botol dan plastik infus dimasukkan ke dalam tempat sampah berwarna merah. Selanjutnya akan di kirimkan ke pengepul dan akan di disinfektan selanjutnya akan digunakan kembali (reuse).
No. Kategori Warna kontainer
1. Radioaktif(paparan sinar radioaktif) Merah
2. Sangat infeksius(nanah, muntahan, darah) Kuning
3. Limbah infeksius/patologi dan anatomi (bagian tubuh yang dioperasi) Kuning
4. Sitotoksis (sel kanker) Ungu
5. Kimia dan farmasi (obat kadaluarsa) Coklat

7 Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam (ampul, vial, infus set, jarum suntik)
2. Limbah infeksius (limbah hasil operasi)
3. Limbah patologis (muntahan, darah, nanah)
4. limbah farmasi (vaksin, serum kadaluarsa, masker)
5. limbah kimia (formaldehid)
6. limbah kemasan bertekanan(gas dalam tabung)
7. limbah logam berat(thermometer, tensimeter)
pengumpulan limbah medis
limbah medis dari setiap ruangan dikumpulkan menggunakan troli khusus dan tertutup. Penyimpanan sementara limbah medis tergantung pada kondisi iklim suatu tempat. Pada saat hujan, limbah paling lama selama 48 jam, sementara pada iklim kemarau limbah paling lama selama 24 jam karena pada iklim yang hangat, bakteri cenderung lebih mudah untuk berkembang biak lebih banyak.
Setelah dikumpulkan, sampah dipilah berdasarkn jenisnya.
Tempat penampungan sementara.
Untuk rumah sakit yng memiliki insenerator sendiri di lingkungannya harus membakar limbahnya paling lambat 24 jam. Sementara rumah sakit yang tidak memiliki insenerator sendiri, harus bekerja sama dengan rumah sakit yang telah memiliki insenerator untuk memusnahkan limbah, dan selambat-lambatnya melakukan pemusnahan 24 jam selama di dalam ruangan.
Teknik pengolahan limbah medis tajam menggunaan safety box
1. alternatif 1 : jarum & sryringe langsung dimasukkan ke dalam safety box, selanjutnya setelah safety box penuh dikirimkan ke sarana kesehatan yang memiliki incenerator.
2. Jarum dan syringe di masukkan ke dalam safety box dan selanjutnya bila safety box telah penuh, safety box dan isinya bisa ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit.
Teknik pengolahan limbah medis tajam menggunakan needle cutter
Teknik pengolahan limbah medis tajam menggunakan needle burner
Dampak limbah terhadap kesehatan
1. Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme yang dapat masuk tubuh manusia melalui beberapa jalur yaitu : melalui tusukan, lecet, luka dikulit, membran mukosa, pernafasan, dan ingesti.
Pengelolaan limbah medis
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Usaha minimalisasi limbah
1. Menyeleksi bahan-bahan yang sedikit menghasilkan limbah.
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia.
3. Menggunakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi.
4. Mencegah bahan-bahan yang menjadi limbah.
5. Memonitor penggunaan bahan kimiaa.
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
7. Menggunakan bahan-bahan yang diproduksi lebih awa untuk menghindari kadaluarsa.
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan.

Silvia Farhanidiah29 August 2017

NAMA : SILVIA FARHANIDIAH
NIM : 131611133072
RESUME PENGOLAHAN SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Definisi
Limbah (PP N0.12 tahun 1955) = bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi.
LImbah medis (PERMENKES RI No.1204/MENKES/SK/X/2004) = siasa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium.
Faskes = harus melewati uji analisis dampak lingkungan.
Menejemen limbah : limbah padat di angkut dalam keadaan tertutup, pengangkut dilengkapi dengan masker, sarung tangan, jaket khusus, dan lain-lain kemudian tahap pembakaran (pembuangan akhir)
• Benda tajam = IV kateter, spuit, pisau bedah, ampul
• Incinerator =cerobong, memusnahkan sampah medis
7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam = jarum, pisau bedah.
2. Limbah infeksius = jaringan tubuh, pembedahan.
3. Limbah patologis = cairan-cairan tubuh,
4. Limbah farmasi = obat-obat.
5. Limbah kimia = formalin, cairan desinfektan.
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Terdapat berbagai macam mikroorganisme pathogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernapasan dan melalui ingesti
PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
• Pengumpulan limbah dengan troli tertutup
• Peyimpanan limbah medis sesuai iklin (menyesuaikan perkembangan patogen)
Hujan : bisa ditumpuk di rumah sakit dalam waktu 2x24 jam
Kemarau : maksimal 24 jam
PEWADAHAN LOMBA NON-MEDIS
1. Kuat, anti bocor, tahan karat, dan kedap air
2. Tertutup
3. Minimal 2 buah tempat sampah setiap kamarnya
4. Jika sampah sedah memenuhi 2/3 dari tempat sampahnya maka harus diangkat atau di buang
JENIS-JENIS TEMPAT SAMPAH MEDIS
1. Infeksius
2. Non-infeksius
TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
1. Safety box
2. Needle rutter
3. Needle bunner

CONTOH INFEKSI :
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. AIDS
7. Meningitis
8. Hepatitis A
9. Hepatitis B
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS (INTERNASIONAL)
1. The “Paluter Pays” principle
2. The “Pelautionary” principle
3. “Duty of Care” principle
4. The “Proximity”
USAHA MEMINIMALISASI LIMBAH
• Menyeleksi bahan
• Menggunakan sedikit bahan kimia
• Metode pembersihan fisik
• Mencegah limbah
• Nemesan sesuai kebutuhan

SABRINA SHEILA UMAR29 August 2017

Pengertian Limbah (PP NO 12, 1995)
Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertian Limbah Medis
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004: Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen Limbah
a. Limbah Padat Rumah Sakit, melalui proses :
Limbah Medis Tajam (jarum suntik, kemasan obat ampul, vial)  dibuang ke safety box Incineration (Pembakaran)
Limbah Medis Tidak Tajam (Kasa, kapas, handscoon): dibuang ke tempat sampah medis lalu melalui proses incineration (Pembakaran)
Limbah Non Medis (sisa makanan, kertas) : dibuang ke TPA
Botol Infus/plastik infus : Reuse ( di daur ulang)
Kategori Limbah Medis
a. Limbah benda tajam (jarum suntik, obat kemasan ampul/vial, dll)
b. Limbah Infeksius : limbah yang mengandung patogen
c. Limbah Patologis : limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia (organ tubuh, janin, darah, muntahan, dsb)
d. Limbah farmasi : limbah yang mengandung bahan bahan farmasi (formaldehid, dll)
e. Limbah kimia : Limbah yang mengandung zat kimia
f. Limbah bertekanan tinggi : gas dalam tabung, kaleng aerosol
g. Limbah logam berat : limbah medis yang mengandung logam berat (thermometer. Alat pengukur tekanan darah)
Pengumpulan Limbah Medis
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis jika dilakukan pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Persyaratan Wadah Limbah Non Medis
• Terbuat dari bahan yang kuat dan cukup kuat
• Memiliki tutup/dapat ditutup
• Wadah limbah non medis tidak boleh dibiarkan penuh melampaui batas wadah tersebut
• Terdapat minimal 1 (buah) dalam setiap kamar/ruangan
• Benda tajam harus disimpan dalam safety box
• Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali
Teknik Pengelolaan Limbah Medis
a. Safety box (untuk membuang benda tajam)
b. Needle cutter : untum memotong jarum suntik dari spuitnya
c. Incinerator : tempat terjadinya proses pembakaran limbah medis (tajam)
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme Patogen
Mikroorganisme ini memiliki kemampuan bertahan hidup di alam bebas, juga dipengaruhi oleh faktor suhu, kelembapan, radiasi ultraviolet, dll.
Contoh mikroorganisme patogen :
a. Virus hepatitis B
b. Virus HIV
Penyakit akibat terpajan limbah layanan kesehatan
a. Infeksi gastroenteritis f. Antraks
b. Infeksi saluran pernapasan g. Meningitis
c. Innnfeksi mata h. AIDS, dll
d. Infeksi genital
e. Infeksi kulit
Prinsip pengelolaan limbah medis
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Usaha Meminimalisasi Limbah
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah







Khoirun Niswatul Ulfa29 August 2017

RESUME : PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
PENGERTIAN LIMBAH
Menurut PP Nomor 12 tahun 1995 : Limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan/ proses produksi.
PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
Merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan medis, yang mencaup hasil buangan dari laboratorium, fasilitas penelitian (misal mencit), dan instalasi kesehatan (misal jarum suntik, kasa, perban, dsb).
LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
PERMENKES RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
PEMILAHAN LIMBAH PADAT
1. Benda tajam (jarum suntik, psau bedah, gunting) di pilah dan selanjutnya dimasukkan ke dalam safety box. selanjutnya akan dikirimkan ke pihak ke III untuk dimusnahkan.
2. Medis non tajam (handscoon, kapas, kasa) di pilah dan dimasukkan dalam tempat sampah warna kuning. Dan selanjutnya akan dikirimkan ke pihak ke III untuk dimusnahkan.
3. Non medis (kulit buah, koran, bekas makanan) dimasukkan dalam tempat sampah warna biru. Selanjutnya limbah ini akan diangkut ke TPA.
4. Botol dan plastik infus dimasukkan ke dalam tempat sampah berwarna merah. Selanjutnya akan di kirimkan ke pengepul dan akan di disinfektan selanjutnya akan digunakan kembali (reuse).
7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam (ampul, vial, infus set, jarum suntik)
2. Limbah infeksius (limbah hasil operasi)
3. Limbah patologis (muntahan, darah, nanah)
4. limbah farmasi (vaksin, serum kadaluarsa, masker)
5. limbah kimia (formaldehid)
6. limbah kemasan bertekanan(gas dalam tabung)
7. limbah logam berat(thermometer, tensimeter)
PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
limbah medis dari setiap ruangan dikumpulkan menggunakan troli khusus dan tertutup. Penyimpanan sementara limbah medis tergantung pada kondisi iklim suatu tempat. Pada saat hujan, limbah paling lama selama 48 jam, sementara pada iklim kemarau limbah paling lama selama 24 jam karena pada iklim yang hangat, bakteri cenderung lebih mudah untuk berkembang biak lebih banyak.
Setelah dikumpulkan, sampah dipilah berdasarkn jenisnya.
TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA.
Untuk rumah sakit yng memiliki insenerator sendiri di lingkungannya harus membakar limbahnya paling lambat 24 jam. Sementara rumah sakit yang tidak memiliki insenerator sendiri, harus bekerja sama dengan rumah sakit yang telah memiliki insenerator untuk memusnahkan limbah, dan selambat-lambatnya melakukan pemusnahan 24 jam selama di dalam ruangan.
Teknik pengolahan limbah medis tajam menggunaan safety box
1. alternatif 1 : jarum & sryringe langsung dimasukkan ke dalam safety box, selanjutnya setelah safety box penuh dikirimkan ke sarana kesehatan yang memiliki incenerator.
2. Jarum dan syringe di masukkan ke dalam safety box dan selanjutnya bila safety box telah penuh, safety box dan isinya bisa ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit.
Teknik pengolahan limbah medis tajam menggunakan needle cutter
Teknik pengolahan limbah medis tajam menggunakan needle burner
DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
1. Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme yang dapat masuk tubuh manusia melalui beberapa jalur yaitu : melalui tusukan, lecet, luka dikulit, membran mukosa, pernafasan, dan ingesti.
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
USAHA MINIMALISASI LIMBAH
1. Menyeleksi bahan-bahan yang sedikit menghasilkan limbah.
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia.
3. Menggunakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi.
4. Mencegah bahan-bahan yang menjadi limbah.
5. Memonitor penggunaan bahan kimiaa.
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
7. Menggunakan bahan-bahan yang diproduksi lebih awa untuk menghindari kadaluarsa.
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan.

Fatatin Nazhifah29 August 2017

Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit

Limbah :
bahan sisa kegiatan / proses produksi.
(PP No. 12, 1995)

Limbah medis :
sisa usaha / kegiatan medis (semua hasil buangani) instasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

Pemusnahan tikus putih setelah penelitian :
tikus putih -> percobaan -> well health infection -> tikus putih musnah

Legal aspek limbah medis :
Lingkungan rumah sakit : semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, gas. (Permenkes RI no. 1204 / MENKES / SK / X / 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit)

Legal aspek rumah sakit :
RS -> uji analisis dampak lingkungan-> menjawab pertanyaan seputar pengolahan limbah dll
Contoh : pembuangan suntik biotik tidak boleh sembarangan

Manajemen limbah :
Limbah padat RS/Puskesmas/Poliklinik -> kumpulkan -> pilah -> angkut dengan tertutup, dalam clor tertutup, menggunakan sarung tanga hitam panjang, apron plastic tebal, masker, tutup kepala -> incineration/pembakaran -> pembuangan akhir

Manajemen limbah benda tajam :
Benda tajam (iv katetec, jarum, pisau bedah, ampul injeksi) -> safety box -> incinerator ->dimusnahkan

Manajemen limbah medis :
Infeksius / non infeksius / basah / kering / non tajam -> kantong plastic -> incinerator -> pemusnahan

Manajemen limbah non medis :
Bungkus makanan, kertas, plastic, kaleng dsb -> TPS domestic

Manajemen limbah botol :
Botol infus -> recycle

Limbah bahan berbahaya dan beracun :
-Sisa usaha/kegiatan
-mengandung bahan berbahaya
-karena sifat / konsentrasi / jumlah
-langsung / pun tidak langsung
-dapat mencemarkan / merusak lingkungan hidup masnusia serta makhluk lain

Macam wadah limbah medis :
-radioaktif : merah = timbal symbol radioaktif
-sangat infeksius : kuning = kantong plastic, kuat, anti bocor / container yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
-Limbah infeksius, pantologi, dan anatomi : kuning = kantong plastic kuat / anti bocor
-Sitotoksis : ungu = container plastic kuat anti bocor
-Limbah kimia dan farmasi : coklat = kantong plastic / container

Kategori limbah medis :
-Limbah benda tajam ( troll khusus tertutup

Penyimpanan limbah medis = > sesuai iklim tropis : bakteri pantogen lebih cepat berkembang di lingkungan suhu tinggi
-Musim hujan : 2 x 24 jam
-Musim kemarau : 1 x 24 jam

Pemilahan limbah : kunci pembuangan yang baik = tempat penghasil limbah => pisahkan

Persyaratan limbah non-medis :
Bahan :
-kuat,
-cukup ringan,
-tahan karat,
-kedap air,
-permukaan dalam halus (fiberglass)
Tutup :
-mudah dibuka,
-tidak mengotori tangan
Jumlah :
-minimal 1 per kamar
-sesuai kebutuhan
Isi tempat sampah :
-setiap 2/3 dibuang
-tidak boleh tersimpan
Pembersihan tempat sampah :
-buang plastic tempat sampah
-bersihkan tempat sampah dengan desinfektan
Tempat sampah ada pedal apabila tinggi tempat sampah di bawah pinggang
Benda tajam masuk ke dalam safety box

Tempat penampungan sementara :
RS => incinerator => bakar => maksimal 24 jam simpan
RS tidak punya incinerator => kerjasama dengan RS lain yang memiliki incinerator => maksimal 24 jam simpan

Transportasi :
Sampah => container tertutup => kendaraan khusus , aman dari jangkauan manusia dan hewan
Petugas APD :
-Topi / helm
-Masker
-Pelindung mata
-Pakaian panjang (cover all)
-Apron untuk industry
-Pelindung kaki / spatu boot
-Sarung tangan khusus (disposable gloves / heavy duty gloves)

Ruang rawat minimal 2 tempat sampah :
-T.S. medis = kuning : limbah kamar operasi, limbah unit patologis setelah diamankan
-T.S. non medis = hitam : limbah kantor (alat tulis, non medis, dll)

Teknik pengolahan limbah tajam :
1. Safety box
a. Jarum -> safety box -> penuh -> incinerator -> bakar 1000oC
b. Jarum -> safety box -> penuh -> gali kawasan area unit pelayanan kesehatan yang kedap air -> tanam
2. Needle cutter
a. Jarum -> patahkan di needle cutter -> needle collection container penuh -> safety box
b. Jarum -> patahkan di needle cutter -> needle collection container penuh -> needle pit
Syringe bekas didesinfektan larutan sodium niploklorit 5% direndam 30 menit steril daur ulang
3. Needle burner
Jarum -> needle burner -> musnahkan -> abu -> kantong plastic hitam -> TPS domestic

Dampak limbah terhadap kesehatan :
-Semua bisa dicegah : pengetahuan cukup, kuat, mampu melindungi
-Limbah medis mengandung mikrobiologi pathogen masuk tubuh :
a. Tertusuk, lecet, luka di kulit
b. Membrane mukosa
c. Pernapasan, ingesti
- Dilarang makan di ICU kecuali bangsal pentri isi ruang pentri maksimal 3 orang lindungi perawat dari cipratan darah, nanah, urin , tinja, dll

Mikroorganisme pantogen :
Mikroorganisme kemambuan bertahan terbatas :
-Suhu
-Kelembapan
-Radiasi ultraviolet
-Ketersediaan zat organic
-Keberadaan predator
-Dll

Contoh mikroorganisme pantogen :
-Virus hepatitis B, C
-Virus HIV

Tindakan tertusuk jarum :
-Sweb alcohol
-Aliri di air mengalir
-Segera minta bantuan
-Periksa darah di laboratorium

Contoh infeksi akibat terpejan limbah layanan kesehatan :
-Infeksi gastroenteritis = muntahan, tinja
-Infeksi saluran pernapasan = secret yang tertiup, airl liur
-Infeksi mata = secret mata
-Infeksi genital = secret genital
-Infeksi kulit = nanah
-Menginitis = darah, secret, alat kelamin
-Antraks = secret kulit
-AIDS = darah, secret alat kelamin
-Demam berdarah = cairan tubuh, secret
-Septikimia = darah
-Bakteriemia = cairan tubuh, secret
-Kandidema = darah
-Hepatitis A = tinja
-Hepatitis B, C = darah, cairan tubuh

Prinsip pengelolaan limbah medis :
-The polluter pays principle = prisip pencemar yang membayar
-The precautionary principle =prinsip pencegahan
-The duty of care principle = prinsip kewajiban untuk usaha
-The proximity principle = prinsip kedekatan

Pendirian RS :
-tidak boleh dekat permukiman
-memiliki alat pemusnahan limbah/sampah

Eka Hariyanti29 August 2017


Nama : Eka Hariyanti
NIM : 131611133076

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Limbah : sisa suatu kegiatan atau proses produksi
Limbah Medis : sisa kegiatan medis yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
 Manajemen Limbah
Limbah padat Rumah Sakit / Puskesmas / Poliklinik  Pemilahan  Pengangkutan  Incineration / Pembakaran  Pembuangan akhir
 Kategori Limbah Medis
1. Limbah Benda Tajam
Contoh : jarum suntik, kaca sediaan (preparat gelas). Infuse set, ampul atau vial obat, dll.
2. Limbah Infeksius
Contoh : hasil operasi, limbah pasien yang menderita penyakit menular
3. Limbah Patologis
Contoh : organ tubuh, janin & darah, muntahan, urin, cairan tubuh
4. Limbah Farmasi
Contoh : obat, sarung tangan, masker, vaksin, dll.
5. Limbah Kimia
Contoh : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6. Limbah Kemasan Bertekanan
Contoh : gas dalam tabung, carteidge, kaleng aerosol
7. Limbah Logam Berat
Contoh : thermometer, alat pengukur tekanan darah
 Pengumpulan Limbah Medis
• Setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis. Pada musim hujan, maka paling lama adalah 48 jam. Sedangkan pada musim kemarau, maka paling panjang yaitu 24 jam.
 Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis
o Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air
o Tutup mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
o Minimal 1 buah untuk setiap kamar
o Tidak boleh dibiarkan dalam wadah melebihi 3 x 24 jam
o Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box)
o Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan lerutan disinfektan apabila akan digunakan kembali
 Penampungan Sementara
 Rumah Sakit yang mempunyai incinerator  sampah medis harus dibakar selambat-lambatnya 24 jam
 Rumah Sakit yang tidak mempunyai incinerator  harus bekerjasama dengan Rumah Sakit lain yang mempunyai insinerator
 Ketentuan tentang Sampah Medis
 Ruang perawatan harus punya minimal 2 macam tempat sampah (medis : kuning & non-medis : hitam)
 Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis
 Semua limbah dari kantor (ATK) : non-medis
 Semua limbah dari unit patologi : medis
 Dampak Limbah terhadap Kesehatan
Memasuki tubuh manusia melalui:
• Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
• Melalui membran mukosa
• Melalui pernapasan dan ingesti
 Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
a) Infeksi gastroenteritis
b) Infeksi saluran pernapasan
c) Infeksi mata
d) Infeksi genital
e) Infeksi kulit
f) Antraks
g) Meningitis
h) AIDS
i) Demam Berdarah
j) Septikimia
k) Bakteriemia
l) Kandidemia
m) Hepatitis virus A, B, C
 Pengelolaan Limbah Medis
o The “Polluter Pays” Principle (Prinsip Pencemar yang Membayar)
o The “Precautionary” Principle (Prinsip Pencegahan)
o The “Duty of Care” Principle (Prinsip Kewajiban untuk Waspada)
 Usaha Meminimalisasi Limbah
 Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum beli
 Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
 Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
 Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
 Memonitor alur penggunaan bahan kimia
 Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan
 Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa
 Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
 Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor

Elyn Zoegestyn29 August 2017

NAMA : ELYN ZOEGESTYN
NIM : 131611133088
RESUME :
- Limbah: bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP No. 12, 1995). Limbah medis merupakan sisa suatu kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalansi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal aspek limbah medis Permenkes RI Nomor: 1204/MENKES/SK//2004.
Adapun cara memanajemen limbah medis yaitu :
1. Limbah padat : pemilahan,pengangkutan, pembakaran, serta pembuangan akhir
2. Tajam : needle bunner, needle cutter (memisahkan jarum) dibuang ke needle pit (tempat sampah khusus jarum) atau menggunakan safety box
3. Infeksius, non infeksius, non tajam : dibawa ke incinerator besar lalu diletakkan di pit setempat
4. PCV : pembuangan ke TPA
- Limbah bahan berbahaya dan beracun : sisa kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat/konsentrasi/jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari lingkungan hidup, manusia, dan makhluk hidup lain.
- 7 kategori limbah medis :
1. L. benda tajam : jarum suntik, ampul/vial, infus set,dll
2. L. Infeksius : limbah hasil operasi dan lab.
3. L. Patologis : janin & darah, muntahan, urin,dll
4. L. Farmasi : sarung tangan, masker, obat, vaksin
5. L. Kimia : formaldehid, solven
6. L. Kemasan bertekanan : gas dalam tabung
7. L. Logam berat : merkuri

Untuk pengelola sampah harus memakai topi/helm, masker, pelindung mata, pakaian panjang (coverall), apron untuk industri, pelindung kaki/sepatu boot, sarung tangan khusus untuk perlindungan diri.
- Dampak limbah terhadap kesehatan : limbah medis dapat menandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui tusukan, lecet, luka di kulit, membrane mukosa, pernafasan serta ingesti. Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan keshatan : infeksi gastroentestinal, saluran pernafasan, mata, genital, kulit, meningitis, AIDS, demam berdarah, hepatitis A,B,C.
- Pengelolaan limbah medis mengunakan prinsip:
1. “Pencemar yang membayar”
2. “Pencegahan”
3. “Kewajiban untuk waspada”
4. “Kedekatan”
- Usaha minimalisasi limbah dapat dilakukan sbb :
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
3. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
4. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan
5. Menggunakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi

Asih Parama Anindhia29 August 2017

NAMA : Asih Parama Anindhia
NIM : 131611133075

Resuma Pengendalian Sampah Rumah Sakit dan Limbah Medis

 Sampah adalah sisa suatu kegiatan dan/atau proses produksi
 Limbah medis adalah sisa usaha/kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelititan dan laboratorium.
 Permenkes RI nomor: 1204/Menkes/SK/X/2007 menjelaskan tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah seluruh limbah yang dihasilkan kegiatan rumah sakit dalam bentuk gas, padat, dan cair.
 Syarat pembuangan spuit bekas:
a. Jarum spuit dipisahkan dari bagian spuit.
b. Jarum dibuang dalam safety box
c. Bagian lain yang terbuat dari plastik dibuang dalam tempat sampah medis

 Menejemen Limbah
Sampah diangkut dari ruangan  pemilahan  pengangkutan  pembakaran  pemmbuangan akhir

 Klasifikasi tempat sampah
a. Limbah radioaktif : tempat sampah warna merah
b. Limbah sangat infekius : tempat sampah kuning
c. Limbah infeksi patologi dan anatomi : tempat sampah kuning
d. Sitotoksis : tempat sampah ungun
e. Limbah patologis : tempat sampah coklat

 Klasifikasi sampah
a. Limbah benda tajam
b. Limbah infeksius
c. Limbah patologis
d. Limbah farmasi
e. Limbah kimia
f. Limbah kemasan bertekanan
g. Limbah logam berat

 Pengumpulan limbah medis
a. Musim hujan : miximal 2 x 24jam
b. Musim kemarau : kurang dari 24 jam
(hal tersebut karena perkembangan bakteri dipengaruhi suhu)
 Persyaratan tempat sampah
a. Terbuat dari bahan yang kuat, ringan, tidak mudah pecah, kedap air, tahan karat, tahan karat, memiliki tutup. Apabila tingginya kurang dari sepinggang orang dewasa maka wajib memiliki pedal.
b. Menimal terdapat dua tempat sampah di setiap ruang (non medis dan medis)
c. Limbah benda tajam dibuang di safety box
d. Tempat sampah dilapisi plastik, maksimal berisi 2/3 dari tinggi tempat sampah. Seminggu sekali minimal tempat sampah harus dideksinfeksi menggunakan cairan deksinfektan.

 Transportasi limbah
a. Tertutup
b. Jauh dari jangkauan manusia dan binatang
c. Petugas pemilah harus menggunakan ADP (topi/helm, google, coat, apron, boot, sarung tangan khusus)

 Dampak
Mengandung berbagai macam patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalai beberapa jalur:
1. Tusukan, lecet, luka kulit
2. Membran mukosa
3. Pernafasan dan ingesti

 Infeksi akibat terpajan limbah medis
1. Infeksi gastroenteriksi
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genetalia
5. Antraks
6. Meningen
7. AIDS
8. Demam berdarah
9. Kandidemia
10. Septikimia
11. Bakterikimia
12. Hepatitis A
13. Hepatitis B
14. Hepatitis C

 Prinsip keselamatan kerja
1. The poluter pays principle
2. The precautionary principle
3. The duty of care principle
4. The proximity principle

 Meminimalisir limbah
 Menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membuang
 Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
 Mengutamakan metode kebersihan fisik dan secara kimiawi

Gita Aula Tribuana29 August 2017

NAMA: GITA AULA TRIBUANA
NIM: 131611133083

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Pengertian
PP no 12, 1995 bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi
Pengertian limbah medis
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencangkup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kegiatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium
Legal aspek limbah medis
Permenkes RI no : 1204/MENKES/SK/X/2004. Tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Mis, sampah bekas suntik, infus tidak boleh dibuang sembarangan.
Sampah dibedakan antara spuid dan needle dibuang terpisah. Spuid tidak boleh dibuang bareng kertas maupun tisu.
Manajemen limbah
Limbah padat dipilah-pilah, diankut setiap tempat sampah di RS kemudian digabung, selama pengangkutan dalam keadaan tertutup, jika sampahnya campur harus dipilah dahulu. Jarumnya dimasukkan di boks khusus yaitu “safety box”, kemudian dibakar di mesin insalator.
Jenis warna dan label limbah medis padat sesuai kategorinya
Radio aktif warna merah kantong boks timbal dengan symbol radioaktif
Sangat infeksius warna kuning kantong plastic kuat, anti bocor
Limbah infeksius patologi dan anatomi warna kuning kantong plastic kuat
Sitotoksik warna ungu container plastik kuat dan anti bocor
Limbah kimia dan farmasi warna coklat kantong plastic atau container
Limbah bahan berbahaya dan racun merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Mis, obat yang sudah kadaluarsa tidak boleh dibuang sembarangan bahkan botolnya diloakkan.
7 kategori limbah medis
Limbah benda tajam : jarum suntik, kaca pecahan
Limbah infeksius : limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, jamur, parasite)
Limbah patologis : cairan tubuh, janin, urin, muntahan, darh, nanah
Limbah farmasi : obat-obatan, sarung tangan, masker
Limbah kimia: limbah yang menganung zat kimia yang berasal dari aktivitas diagnostic
Limbah kemasan bertekanan : limbah medis yang berasal dari instalasi kesehatan yang memerlukan gas
Limbah logam berat : limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah)
Pengumpulan limbah medis
Pengumpulan limbah medis di setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Peisahan limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempatnya penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Persyaratan tempat pewadahan limbah non medis
Terbuat dari bahan yang kuat, ccukup ringan, tahan karat, kedap air, dan permukaan halus
Mempunyai tutup yang muah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
Terdapat minimal 1 buah untuk setiap kamar
Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau 2/3 kantong penuh
Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botolatau jerigen
Tempat sampah yang pendek harus ada pedalnya
Tempat sampah sering dicuci dan digosok dengan desinfektan

Tempat penampungan sementara
Tidak semua rumah sakit atau puskesmas yang punya insalator, jadi nunut buang limbah ke rumah sakit besar yang punya insalator dan memberi uang kompensasi
Transportasi
Harus tertutup, aman, jauh dari jangkauan manusia dan binatang. Di rumah sakit minimal ada 2 jenis tempat sampah (sampah infeksius dan domestic)
Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubh manusia melalui beberapa jalur:
Melalui tusukan, lecet atau luka kulit
Melalui membrane mukosa
Melalui pernapasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup dialam bebas. Tapi tergantung pada jenis mikroorganismedan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan
Mikroorganisme patogen yang erat hubungannya dengan sampah medis
Virus Hepatitis (B) hidup beberapa minggu ditanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60oC, tahan satu minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk Virus Hepatitis C)
Virus HIV tahan 3 – 7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70% inaktif pada suhu 56oC
Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
Infeksi gastroenteritis salmonella, shigella sp, vibrio cholera, cacing tinja atau muntahan
Infeksi saluran pernapasan mycobacterium tuberculosis, campak, streptococcus pneumonia air liur
Infeksi mata Herpes Virus secret mata
Infeksi genital Neisseria gonoirhoeae, herpes virus secret genital
Infeksi kulit streptococcus spp nanah
Antraks bacillus anthracis secret kulit
Meningitis Neisseria meningitis darah, secret alat kelamin
AIDS HIV darah, secret alat kelamin
Demam berdarah virus junin, lassa, ebola, dan Marburg cairan tubuh dan secret
Septikimia staphylococcus spp darah
Bakteriemia staphylococcus spp, koagulase negative, enterobacter dll darah
Kandidemia candida albicans darah
Hepatitis Virus A Virus Hepatitis A tinja
Hepatitis Virus B dan C virus hepatitis B dan C darah dan cairan tubuh
Prinsip-prinsip dasar pengelolaan limbah medis berdasarkan kesepakatan internasional
Pencemaran yang membayar
Pencegahan
Kewajiban untuk waspada
Kedekatan

YUNIAR RAHMA SHOFROIN29 August 2017

NAMA : YUNIAR RAHMA SHOFRO’IN
NIM : 131611133069
RESUME : PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT

Limbah medis adalah buangan berasal dari instalisasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium
Legal aspek : permenkes RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan
Pemililahan limbah padat :
1. Benda tajam
2. Medis non tajam
3. Non medis
4. Botol dan plastic infuse
Jenis wadah dan jenis limbah :
1. Katagori : radioaktif, warna container : merah, keterangan : kantong boks timbale dengan symbol radioaktif
2. Katagori : sangat infeksius, warna container : kuning, keterangan : kantong plastic kuat, anti bocor
3. Katagori : limbah infeksius patalogi dan anatomi, warna container : kuning, keterangan : kantong plastic kuat, atau kontainer
4. Katagori : sitoksin, warna container : ungu, keterangan : container plastic kuat dan anti bocor
5. Katagori : limbah kimia dan farmasi, warna container : coklat, keterangan : kantong plastic / container
7 katagori limbah medis :
1. Libah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologi
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Pengumpulan limbah medis : pengumpulan per ruangan menggunakan troli, penyimpanan : 48 jam saat musim hujan, dan 24jam saat kemarau karena mikroorganisme pathogen berkembang lebih cepat saat suhu tinggi
Pewadah limbah medis :
1. Kuat, anti bocor, tahan karat, kedap air
2. Tutup mudah dibuka (tidak mengotori tangan)
3. Minimal 1 buah per kamar
4. 2/3 kantong sudah terisi oleh limbah, harus diangkut
5. Safety box
6. Tempat sampah harus dicuci dengan disinfektan
Transportasi :
1. Harus tertutup dan kuat
2. Jauh di jangkauan manusia, hewan
3. Petugas harus menggunakan alat pelindung diri
4. Kendaraan khusus
Teknik pengelolahan limbah medis tajam :
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Needle bunner
Dampak negatifnya limbah dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme pathogen, yang dapat masuk melalui :
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka dikulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Contoh infeksi akibat terpajan limbsh layanan kesehatan:
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit’
6. Antraksi
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Septikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis A
14. Hepatitis B
Pengelolahan libah medis secara internasional :
1. The “Polluter Pays” principle (pencemaran yang membayar)
2. The “Pecautionary” principle (pencegahan)
3. The “Duty of care” principle (kewajiban untuk waspada)
4. The “Proximity” principle (kedekatan)
Usaha meminimalisir limbah
1. Menyeleksi bahan-bahan
2. Menggunakan sedikit bahan kimia
3. Mengutamakn metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
4. Mencegah bahan-bahan yang menjadi limbah
5. Memeran sesuai kebutuhan

lukmania andriani putri29 August 2017

Pengolahan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit

Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Limbah medis adalah sisa suatu bahan atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan.
- 7 kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Transportasi limbah medis harus dengan keadaan tertutup.
- Teknik pengelolahan limbah medis tajam
1. Safety Box
2. Needle Cutter
3. Needle Bunner
- Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
1. Melalui tusukan, lecet atau luka di kulit
2. Melalui membran mukosa
3. Melalui pernafasan melalui ingesti
Contoh mikroorganisme patogen:
1. Virus hepatitis B
2. Virus HIV
Contoh infeksi akibat benda terpajan limbah layanan kesehatan.
- Infeksi gastroenteritis
- Infeksi saluran pernapasan
- Infeksi mata
- Infeksi genital
- Infeksi kulit
- Antraks
- Meningitis
- AIDS
- Demam berdarah
- Septikimia
- Bakteriemia
- Kandidemia
- Hepatitis virus A
- Hepatitis virus B dan C

Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai ketegorinya :

NO Kategori Warna Kontainer Kantong Plastik Keterangan
1. Radioaktif Merah Kantong boks timbal dengan symbol radioaktif
2. Sangat infeksius Kuning Kantong plastik kuat, anti bocor
3. Limbah infeksius patologi dan anatomi
Kuning Kantong plastic kuat dan anti bocor atau kontainer
4. Sitotoksis Ungu Kontainer plastik kuat dan anti bocor
5. Limbah kimia dan farmasi Coklat Kantong plastik atau kontainer

Soura Kristiani Tarigan29 August 2017

Nim : 131611133059

Limbah medis adalah hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal spek limbah medis diatur dalam Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Seseorang atau kelompok yang ingin mendirikan usaha seperti klinik kecantikan harus mengikuti uji dampak lingkungan. Manajemen limbah dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya :
1. Pemilahan
Dipilah jenisnya apakah limbah itu benda tajam, non medis tajam, non medis, atau botol/plastik infus;
2. Pengangkut
Dilakukan dalam keadaan tertutup
3. Pembakaran
4. Pembuangan Akhir
Sampah spuit harus dipisah dengan jarumnya. Ada 7 kategori ;imbah medis, diantaranya :
1. Limbah benda tajam
Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat;
2. Limbah infeksius
Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi
3. Limbah Patologis
Limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4. Limbah Farmasi
Produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker.
5. Limbah Kimia
Formaldehid, zat kimia fotografis, solven
6. Limbah Kemasan Bertekanan
Gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat
Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah
Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, harus memiliki tempat penampungan sementara. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan lalu disimpan dengan batas waktu tertentu. Penyimpanan sesuai iklim dimana pada saat musim hujan 2x24 jam dan pada saat musim kemarau 1x24 jam.
Teknik pengelolaan limbah medis tajam
1. Safety box -> jarum dan syringe dimasukkan dalam safety box
2. Needle cutter -> jarum suntik dipisah
3. Needle burner
Dampak limbah medis terhadap kesehatan apabila ada mikroorganisme patogen memasuki tubuh melalui jalur :
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
1 Infeksi gastroenteritis.
2 Infeksi Saluran Pernafasan.
3 Infeksi Mata.
4 Infeksi Genital.
5 Infeksi Kulit
6 Antraks.
7 Meningitis.
Usaha meminimalisasi limbah melalui KENALI, PILAH, dan KELOLA

Nophyaningtias Tri Widya Ningsih29 August 2017

Pengelolaan Limbah Medis

1.1 Pengertian Limbah
Berdasarkan PP No.. 12 Tahun 1995. Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

1.2 Pengertian Limbah Medis
Sisa suatu usaha atau kegiata medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

1.3 Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

1.4 Pemilahan Limbah Medis
a) Benda tajam : Pihak III Inchenator
b) Medis non tajam : Pihak III Inchenator
c) Non medis : TPA
d) Botol dan plastik infeksius : Reuse

1.5 Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.



1.6 Tujuh Kategori Limbah Medis
1) Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll..
2) Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3) Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain.
4) Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5) Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6) Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7) Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).


1.7 Pengumpulan Limbah Medis
1) Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
2) Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.

1.8 Pemilahan Limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.

1.9 Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-medis
1) Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2) Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3) Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4) Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5) Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6) Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.





2.0 Tempat Penampungan Sementara
1) Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
2) Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

2.1 Transportasi
1) Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
2) Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
3) Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
4) Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri: Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves).

2.2 Beberapa Ketentuan Lain Tentang Sampah Medis
1) Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2) Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3) Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4) Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang.


2.3 Tekhnik Pengolahan Limbah Medis Tajam
1) Safety Box
2) Needle cutter
3) Needle burner

2.4 Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2) Melalui membrane mukosa
3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti

2.5 Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
1) Infeksi gastroenteritis
2) Infeksi Saluran Pernafasan
3) Infeksi Mata
4) Infeksi Genital
5) Infeksi Kulit
6) Antraks
7) Meningitis
8) AIDS
9) Demam Berdarah
10) Septikimia
11) Bakteriemia
12) Kandidemia
13) Hepatitis Virus A, B, C

Siti Nur Cahyaningsih29 August 2017

Pengertian Limbah
PP NO 12, 1995: Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertian Limbah Medis
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legalitas – Permenkes RI no. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit.
Pembuangan akhir:
• Benda tajam + medis non tajam -> insinerator
• Non medis -> TPA
• Botol dan plastik infus -> reuse
Jenis wadah dan warna wadaah limbah medis:
• Merah: radioaktif (kontras radioaktif)
• Kuning: sangat infesius. Limbah infeksius patologi dan anatomi
• Ungu: sitotoksik (obat-obatan kemoterapi)
• Coklat: limbah kimia dan farmasi
7 Kategori Limbah Medis:
1. Limbah benda tajam. Adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk.
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan.
3. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia.
4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi.
5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan.
6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas.
7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik

Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 2x24 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Alasannya adalah pada musim kemarau bakteri lebih cepat berkembang dikarenakan pengaruh suhu.
Alat Pelindung Diri (APD): topi/helm, masker, pelindung mata, pakaian panjang (coverall), apron untuk industri, pelindung kaki/sepatu boot, dan sarung tangan khusus (disposable gloves)/(heavy duty gloves).
Ketentuan tentang sampah medis:
• Ruang perawatan minimal 2 macam tempat limbah (untuk limbah medis dan non medis)
• Semua limbah dari kamar operasi dianggap limbah medis
• Semua limbah kantor (ATK, kertas, dll) dianggap limbah non medis
• Semua limbah dari unit patologi dianggap limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
Teknik pengelolaan limbah medis tajam:
• Safety box
• Needle cutter
• Needle burner
Jarum dapat dimusnahkan dengan cara:
• Pembakaran dengan suhu minimum 1000oC
• Menggunakan obat pemusnah carbonizer
• Ditanam di dalam sumur galian kedap air

Styrige dapat didesinfektan dengan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit sehingga dapat didaur ulang dan steril
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur, yakni:
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Prinsip pengelolaan limbah medis:
The polluter pays: pencemar yang membayar
Th precautionary: pencegahan
The duty of care: kewajiban untuk waspada
The proximity: kedekatan

Mochammad Nur Cahyono29 August 2017

Pengertian limbah
PP. No 12, 1995. Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertianlimbah medis: sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil (buangan dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, laboratorium)
Legalitas -> Permenkes RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit.
Pembuangan Akhir =
• Benda tajam dan medis non tajam -> insinerator
• Non medis -> TPA
• Botol dan plastik infus -> Reuse
Jenis wadah dan warna wadah limbah medis :
1. Merah : radioaktif (kontras radioaktif)
2. Kuning : sangat Infeksius (limbah infeksius patologi dan anatomi)
3. Ungu =sitotoksik (obat-obatan kemoterapi)
4. Coklat = Limbah kimia dan farmasi
Kategori limbah medis :
• Limbah benda tajam
• Limbah infeksius
• Limbah patologis
• Limbah farmasi
• Limbah kimia
• Limbah kemasan bertekanan
• Limbah logam berat
Penyimpanan limbah medis
 Musim hujan -> 48 jam
 Musim panas -> 24 jam
Karena bakteri berkembang salah satunya dipengaruhi oleh suhu.
Alat pelindung diri : topi/helm, masker, pelindung mata, pakaian panjang (over all), apron untuk industri, pelindung kaki/sepatu boots dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
Ketentuan tentang sampah medis :
1. Ruang perawatan minimal 2 macam tempat limbah (untuk limbah medis dan non medis)
2. Semua limbah kantor (ATK, kertas, dll) dianggap limbah non- medis
3. Semua limbah dari unit patologi dianggap limbah medis dan perludinyatakan aman sebelum dibuang.
Teknik pengelolaan limbah medis tajam
• Safety box
• Needle cutter
• Needle burner
Jarum dapat dimusnakan dengan cara :
• Pembakaran dengan suhu min 1000 ᵒC
• Menggunakan alat pemusna carbonizer
• Ditanam didalam sumur galian kedap air
Styringe dapat didesinfektan dengan larutan sodiumhipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit sehingga dapat didaur ulang dan steril.
Dampak limbah bila tidak diolah dengan baik : mengandugngmacam-macam mikroorganisme
1. Melalui tusukan, lecet, luka.
2. Melalui membran mukosa
3. Melalui pernapasan dan ingesti
Prinsip pengelolaan limbah medis :
1. The polluter pays : pencemar yang membayar
2. The precautionaury : pencegahan
3. The duty of care : kewajiban untuk waspada
4. The proximity : kedekatan

Mochammad Nur Cahyono29 August 2017

Pengertian limbah
PP. No 12, 1995. Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertianlimbah medis: sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil (buangan dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, laboratorium)
Legalitas -> Permenkes RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit.
Pembuangan Akhir =
• Benda tajam dan medis non tajam -> insinerator
• Non medis -> TPA
• Botol dan plastik infus -> Reuse
Jenis wadah dan warna wadah limbah medis :
1. Merah : radioaktif (kontras radioaktif)
2. Kuning : sangat Infeksius (limbah infeksius patologi dan anatomi)
3. Ungu =sitotoksik (obat-obatan kemoterapi)
4. Coklat = Limbah kimia dan farmasi
Kategori limbah medis :
• Limbah benda tajam
• Limbah infeksius
• Limbah patologis
• Limbah farmasi
• Limbah kimia
• Limbah kemasan bertekanan
• Limbah logam berat
Penyimpanan limbah medis
 Musim hujan -> 48 jam
 Musim panas -> 24 jam
Karena bakteri berkembang salah satunya dipengaruhi oleh suhu.
Alat pelindung diri : topi/helm, masker, pelindung mata, pakaian panjang (over all), apron untuk industri, pelindung kaki/sepatu boots dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
Ketentuan tentang sampah medis :
1. Ruang perawatan minimal 2 macam tempat limbah (untuk limbah medis dan non medis)
2. Semua limbah kantor (ATK, kertas, dll) dianggap limbah non- medis
3. Semua limbah dari unit patologi dianggap limbah medis dan perludinyatakan aman sebelum dibuang.
Teknik pengelolaan limbah medis tajam
• Safety box
• Needle cutter
• Needle burner
Jarum dapat dimusnakan dengan cara :
• Pembakaran dengan suhu min 1000 ᵒC
• Menggunakan alat pemusna carbonizer
• Ditanam didalam sumur galian kedap air
Styringe dapat didesinfektan dengan larutan sodiumhipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit sehingga dapat didaur ulang dan steril.
Dampak limbah bila tidak diolah dengan baik : mengandugngmacam-macam mikroorganisme
1. Melalui tusukan, lecet, luka.
2. Melalui membran mukosa
3. Melalui pernapasan dan ingesti
Prinsip pengelolaan limbah medis :
1. The polluter pays : pencemar yang membayar
2. The precautionaury : pencegahan
3. The duty of care : kewajiban untuk waspada
4. The proximity : kedekatan

Mitha Permata Dini29 August 2017

Pengolahan Sampah Medis

- Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP No.12 thn 1995)
- Limbah medis adalah hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

Manajemen Limbah
1. Pemilahan
2. Pengangkutan
3. Pembakaran
4. Pembuangan Akhir

Ketentuan Limbah Medis
1. Ruang perawatan harus memiliki minimal 2 tempat limbah (medis dan non-medis)
2. Semua limbah dari ruang operasi merupakan sampah medis
3. Semua limbah dari kantor merupakan sampah non-medis
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi merupakan limbah medis

Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Needle burner

Mikroorganisme Patogen
- Memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung jenis mikroorganisme & merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan.
- Contoh mikroorganisme pathogen :
1. Virus Hepatitis (B)
2. Virus HIV

Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
1. Infeksi Gastroenteritis
2. Infeksi Saluran Pernafasan
3. Infeksi Mata
4. Infeksi Kulit
5. Meningitis
6. AIDS, dll.

Pengelolaan Limbah Medis
1. The “Polluter pays” principle
2. The “Precautionary” principle
3. The “Duty of care” principle
4. The “Proximity” principle

Usaha Meminimalisasi Limbah
- Menyeleksi bahan
- Meminimalisir penggunaan bahan kimia
- Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
- Memonitor penggunaan bahan kimia
- Memesan bahan sesuai kebutuhan
- Mengecek bahan kadaluarsa

Dewi Indah Kumalasari29 August 2017

NAMA : Dewi Indah Kumalasari
NIM : 131611133087
RESUME : PENGOLAHAN LIMBAH
• Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. (PP No. 12, 1995)
• Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium
• Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Keesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
• 7 Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah psikologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
• Pengumpulan limbah medis
- Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaiitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
• Pemilahan Limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
• Persyaratan tempat wadah limbah non-medis
1. Kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan mempunyai permukaan halus
2. Tutup mudah dibuka tanpa mengotori tangan
3. Terdapat minimal 1 buaah untuk setiap kamar
4. Limbah tidak boleh dibiarkan melebihi 3x24 jam dan tidak boleh sampai penuh
5. Benda tajam ditampung pada tempat khusus (safety box)
• Tempat penampunga sementara
- RS yang mempunyai incinerator -> membakar limbah ± 24 jam
- RS yang tidak mempunyai incinerator -> bekerja sama dengan RS yang mempunyai incinerator dengan cara menyewa.
• Transportasi
- Kantong limbah sebelum dimasukkan ke kendaraan diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
- Pengangkutan limbah rumah sakit menggunakan kendaraan khusus.
- Kantong limbah aman dari jangkauan manusia dan binatang.
- Petugasnya harus menggunakan APD
• 3 Teknik pengelolaan limbah medis tajam
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Needle burner
• Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam organisme patogen masuk ke tubuh dengan cara :
1. Melalui tusukan, lecet atau luka di kulit.
2. Melalui membran mukosa.
3. Melalui pernafasan dan ingesti.
• Mikroorganisme patogen
Memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
Contoh : Virus Hepatitis B dan Virus HIV
• Contoh infeksi akibat terpjan limbah layanan kesehatan :
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam Berdarah
10. Septikimia
11. Bakterimia
12. Kandidemia
13. Hepatitis virus A
14. Hepatiitis virus B dan C
• Pengelolaan limbah medis
Prinsip-prinsip dasar berdasar kesepakatan Internasional :
1. The “polluter pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
2. The “precautionary” principle (prinsip “pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
• Usaha meminimalisasi limbah
- Menyeleksi bahan atau barang sebelum membeli
- Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
- Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
- Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
- Memonitor alur penggunaan bahan kimia
- Memesan bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan
- Menghidari kadaluarsa dengan cara menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal
- Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor

Fadilah Ramadhan Mushab Rahman29 August 2017

Nama: Fadilah Ramadhan Mush'ab Rahman
NIM: 131611133080
Resume:

Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit

 Limbah Medis: sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
 Jenis wadah dan label medis padat sesuai kategorinya:
No. Kategori Warna kontainer/ kantong plastik Keterangan
1 Radioaktif Merah Kantong boks timbal dengan simbol radioaktif
2 Sangat infeksius Kuning Kantong plastik kuat, anti bocor, atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
3 Limbah infeksius, patologi, dan anatomi Kuning Kantong plastik kuat dan anti bocor, atau kontainer
4 Sitotoksis Ungu Kontainer plastik kuat dan anti bocor
5 Limbah kimia dan farmasi Coklat Kantong plastik atau kontainer

 7 Kategori Limbah Medis:
1. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya: jarum suntik, kaca sediaan (preparat glass), infus set, ampul/ vial obat, dll.
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan
3. Limbah patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya: organ tubuh, janin dan darah
4. Limbah farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi
5. Limbah kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktivitas diagnostik, pemeliharaan kesehatan, dan pemberian disinfektan
6. Limbah kemasan bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas
7.Limbah logam berat, adalah limbah medis yang mengandung logam-logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik

Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
3. Terdapat minimal satu buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan

 Beberapa ketentuan lain tentang sampah medis:
1. Ruang perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya untuk non medis (warna hitam)
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis
3. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang

 Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
a. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
b. Melalui membran mukosa
c. Melalui pernapasan dan melalui ingesti

 Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan:
1. Infeksi gastroenteritis. Organisme penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan
2. Infeksi saluran pernapasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya melalui secret yang terhirup
3. Infeksi mata. Organisme penyebab: Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata
4. Infeksi genital. Organisme penyebab: Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital
5. Infeksi kulit. Organisme penyebab: streptococcus spp. Media penularannya adalah melalui nanah
6. Antraks. Organisme penyebab: Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit
7. Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin

 Usaha minimalisasi limbah:
- Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
- Menggunakan seminimal mungkin bahan-bahan kimia
- Menggunakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
- Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
- Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun
- Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan
- Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa
- Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
- Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor

Annisa Fitriani Purnamasari30 August 2017

NAMA : Annisa Fitriani Purnamasari
NIM : 131611133052
RESUME :
“Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit”
Limbah adalah Bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP No. 12 tahun 1995). Limbah Medis adalah buangan sisa limbah dari kegiatan medis, penelitian, pelayanan kesehatan, dan kegiatan-kegiatan laboratorium. Terdapat cara penanganan Sampah medis yaitu dengan membedakan 4 tempat sampah yang berbeda sesuai dengan kelompoknya, misalnya barang tajam dkk. Manajemen Limbah antara lain 1)Limbah padat kemudian di proses untuk, 2) pemilahan kemudian, 3)diangkut dalam keadaan tertutup, 4)Proses pembakaran yang akan dilanjutkan dengan pembuangan akhir. Pada pemilihan limbah terdapat pengelompokan limbah padat a.l yaitu Benda tajam, Medis non-tajam (di pihak III) , Non-medis (di tps), Botol dan plastik Infus (Bisa di Recycle/ reuse). Salah satu kunci pembuangan limbah dengan baik adalah dengan Memisahkan limbah berbahaya dengan semua limbah pada tempat penghasil limbah.
Jenis-jenis wadah dan Label limbah medis padat: 1)Radioaktif, 2) Sangat Infeksius, 3)Limbah Infeksisus, 4)Sitotoksis, 5)Limbah Kimia dan farmasi. Jenis wadah tersebut dibedakan dengan warnah wadah dan tempat pembuangan. Terdapat 7 kategori limbah medis yaitu 1) Limbah benda tajam a.l : Jarum suntik; Infus set; dan lain lain yang bersifat tajam, 2)Limbah Infeksius a.l : Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien dengan penyakit menular, 3) Limbah Patologis a.l : Organ Tubuh, Jnain dan darah, 4)Limbah Farmasi a.l : Produk farmasi , serum kadaluarsa, 5) Limbah kimia a.l: Formaldehid, 6) Limbah kemasan bertekanan a.l: gas dalam tabung, 7)Limbah logam berat. Syarat pengumpulan Limbah Medis 1) Menggunakan troli khusus yang tertutup, 2) Sesuai dengan iklim A. Hujan=48 jam, b. Kemarau= 24jam. Syarat kedua dibedakan karena jika pada keadaan hangat atau panas, maka mikrobkteri akan berkembang dengan cepat.
Syarat-Syarat tempat pewadahan non medis a.l : 1) Terbuat dari bahan yang kuat, misalnya: Fiberglass. 2) Mempunyai tutup mudah dibuka dan ditutup kembali tanpa mengotori tangan. 3)Terdapat minimal 1 pada setiap kamar / sesuai kebutuhan. 4) Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya lebih dari 3x24 jam, jika terisi penuh harus segera diangkut. 5) Benda tajam ditampung pada tempat khusus. 6) tempat wadah limbah medis infeksius dan sitotoksik harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan. Tempat penampungan sementara untuk limbah terdapat pada rumah sakit yang memiliki inserator yang harus membakar limbah paling lambat 24 jam. Tetapi jika rumah sakit tidak memiliki inserator, maka rumah sakit tersebut dapat bekerja sama dengan rumah sakit lain yang memiliki inserator. Transportasi pada saat pengankutan limbah menggunakan kendaraan khusus dan harus dalam posisi tertutup, aman, dan jauh dari jangkauan manusia dan binatang. Selain itu petugas wajib menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).
Limbah medis mengandung berbagai macam mikroorgansme patogen yang dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan melalui beberapa jalur a.l : 1)Melalui tusukan, lecet/ luka dikulit ; 2) Melalui membran mukosa ; 3) Melalui pernafasan dan ingesti. Contoh beberapa infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan antara lain Infeksi Gastroenteritis, Infeksi mata, Infeksi Genital, Infeksi Kulit, Antraksi, Meningitis, AIDS, DB, Hepatitis Virus A, B, dan C. Pengelolaan limbah medis yang tepat di unit pelayanan kesehatan selain tergantung administrasi dan organisasi yang baik juga memerlukan kebijakan dan pedanaan yang memadai sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di pelayanan kesehatan, Contohnya : membentuk tim pengolaan limbah secara terstruktur, sistematis, dan intensif. Terdapat beberapa usaha dalam meminimalkan limbah a.l: 1) Menyeleksi bahan yang kurang menghasilka limbah sebelum membeli, 2) menggunakan sedikit bahan kimia, 3) memesan bahan sesuai kebutuhan , 4) menggunakan bahan dengan produksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa, 5) mengecek tanggal kadaluarsa, 6) menghabiskan bahan dari setiap kemasan.

DEVI RAHMANINGRUM WARDANI30 August 2017

NAMA : DEVI RAHMANINGRUM WARDANI
NIM : 131611133099
RESUME :
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses reproduksi (PP No. 12 tahun 1995). Limbah ,edis adalah sisa suatu atau kegiatan medis, mncakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal aspek Limbah Medis diatur dalam Permenkes RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004, TENTANG Persyaratan Kes3ehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
 Managemen Limbah
Pemilahan (benda tajam, medis non tajam, non medis, dan botol atau plastic infuse) – pengangkutan (harus tertutup) – pembakaran / incineration – pembuangan akhir
 Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya
1. Radioaktif : warna container/kantong plastic merah
2. Sangat Infeksius : warna container/kantong plastik kuning
3. Limbah Infeksius patologi dan anatomi : warna container/kantong plastik kuning. Contoh, sampah hasil operasi.
4. Limbah SItotoksis : warna container/kantong plastik Ungu
5. Limbah kimia dan farmasi : warna container/kantong plastik Coklat. Contoh, tumpahan obat, obat kadaluwarsa
 Kategori limbah medis dibagi menjadi 7, yaitu :
1. Limbah benda tajam , memiliki sudut

Nabiela Audina30 August 2017

PENGOLAHAN SAMPAH MEDIS

Limbah medis : buangan yang berasal dari instansi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium
legal aspek : PERMENKES RI Nomor : 1204/MENNKES/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan

manajemen limbah :
1) Pemilahan
2) Pengangkutan
3) Pembakaran
4) Pembuangan akhir

1. Pemilahan Limbah Padat
a. Benda tajam
b. Medis non tajam
c. Non medis
d. Botol dan plastik infus

Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya
1. Radioaktif
warna kontainer : merah
keterangan : kantong boks timbal dengan simbol radioaktif
2. sangat infeksius
warna kontainer : kuning
keterangan : kantong plastik kuat, anti bocor
3. limbah infeksius patologi dan anatomi
warna kontainer : kuning
4. Sitoksis
warna kontainer : ungu
5. limbah kimia dan farmasi
warna kontainer : cokelat

7 kategori limbah medis :
1. limbah benda tajam
2. limbah infeksius
3. limbah patologi
4. limbah farmasi
5. limbah kimia
6. limbah kemasan berasam
7. limbah logam berat

pengumpulan limbah medis
- pengumpulan per ruangan menggunakan troli
- penyimpanan :
a. 48 jam (saat musim hujan)
b. 24 jam (saat musim kemarau)

transportasi
- harus tertutup dan kuat
- jauh dari jangkauan manusia, hewan
- petugas harus menggunakan APD
- diangkut dengan kendaraan khusus

teknik pengolahan limbahmedis tajam
- safety box
- needle cutter
- needle bunner

dampak negatif : limbahmedis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat masuk melalui :
- tusukan, lecet atau luka di kulit
- melalui membran mukosa
- melalui pernafasan dan melalui ingesti

contoh infeksi akibat terpapar limbah layanan kesehatan :
1. Infeksi gastroteritis
2. infeksi saluran pernafasan
3. infeksi mata
4. infeksi genital
5. infeksi kulit
6. atraksi
7. meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Septikimia
11. Bakterikimia
12. Kandidemiia
13. Hepatitis

usaha meminimalisasi limbah :
- menyeleksi bahan-bahan
- menggunakan sedikit bahan kimia
- mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
- mencegah bahan-bahan yang menjadi limbah
- memesan sesuai kebutuhan

Galang Hashfiansyah30 August 2017

Nama: Galang Hashfiansyah
Nim: 131611133051
Resume:
Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
PP No. 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
PREMENKES RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yan dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Nb: setiap suatu kegiatan selalu menghasilkan limbah.
Misalnya :
• Cair: sisa infus
• Padat: tempat bekas ampul, injeksi
• Gas: pembuangan inserator (tempat pembuangan limbah RS (dapat mengakibatkan kanker dalam jangka waktu yang lama.))

 PENGERTIAN LIMBAH
Limbah adalah suatu usaha atau kegiatan , sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil pembuangan yang berasal dari instalasi kesehatan fasilitas penelitian laboraturium.

 PEMILIHAN LIMBAH PADAT
Benda tajam 1. Pisau bedah (sekali pakai karena sangat infeksius)
2. Ampul kaca
3. Spet jarum
Nb: botol plastik infus masih bisa di reduce

 7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis: limbah dari jaringan atau potongan tubuh manusia
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat

Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
1. Melalui tusukan, lecet atau luka dikulit
2. Melalui membran mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti

 USAHA MINIMALISI LIMBAH
- Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
- Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
- Mengutamakan metode pembersihan secara fisika daripada secara kimiawi.

 PEMILIHAN LIMBAH
Dilakukan pemilihan jenis limbah medis mulai dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, dan limbah farmasi.

 PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam sedangkan pada musim kemarau paling lama 24 jam.
Nb. Karena saat musim kemarau mikroorganisme (kuman) lebih cepat berkembang biak.

o Mikroorganisme patogen
1. Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
2. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti: suhu, kelembaban, radiasi ultraviolet, ketersediaanzat organik, keberadaan predator.

 PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. The “Polluter Pays” principle
2. The “Precauterary” principle
3. The “Duty of Care” principle
4. The “Proximity” principle

Grace Marcellina B 30 August 2017

Nama : Grace Marcellina B
NIM : 131611133061
PENGELOLAHAN SAMPAH MEDIS
DI RUMAH SAKIT
 limbah medis : suatu usaha/kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, dan kegiatan medis lainnya di rumah sakit.
 Penaganan sampah medis : dibedakan tempat sampahnya (untuk tiap jenis sampah), lalu dibuang menurut jenis tempat sampahnya.
 Manajemen limbah : limbah padat RS / Puskesmas / poliklinik
1) Pemilahan (benda tajam, infeksius, dibedakan dari sampah biasa)
2) Pengangkutan (wadah harus tertutup)
3) Incineration / pembakaran (sampah2 yang tidak boleh dibuang ke TPU lalu akan dibakar di insinerator dalam suhu yang tinggi)
4) Pembuangan akhir.
 Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategori

Kategori Warna kontainer/
kantong plastik Keterangan
Radioaktif Merah Kantong boks timbul dengan simbol radioaktif
Sangat infeksius Kuning Kantong boks timbul dengan simbol radioaktif
Limbah infeksius, patologi dan anatomi Kuning Kontainer plastik kuat, anti bocor atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
Sitotoksin Ungu kontainer plastik kuat dan anti bocor
Limbah kimia dan farmasi Cokelat Kantong plastik / kontainer

 Limbah bahan berbahaya & beracun : sisa suatu kegiatan/ usaha yang mengandung bahan berbahaya
 7 kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam : needle, pisau bedah, dsb.
2. Limbah infeksius : limbah yang diduga terdpat patogen
3. Limbah patologis : jaringan tubuh (organ, janin & darah, muntahan, urin, cairan tubuh yang lain)
4. Limbah farmasi : vaksin, serum kadaluarsa, sarung tangan, masker.
5. Limbah kimia : yang mengandung zat kimia
6. Kemasan bertekanan : gas dalam tabung, kaleng aerosol
7. Logam berat : logam merkuri ( kebocoran termometer, alat pengukur tekanan darah)

MANAJEMEN LIMBAH

 Pengumpulan limbah medis :
• Pengumpulan dari setiap ruangan menggunakan troli khusus yang tertutup
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis karena Indonesia memiliki iklim tropis, yaitu : pada musim hujan paling lama 48 jam sementara pada musim kemarau paling lama 24 jam. Hal ini karena perkembangbiakan bakteri mikrobiologi paatogen tergantung pada suhu ( pada musim panas akan lebih cepat dibandingkan pada musim hujan)
 Persyaratan tempat pewadahan sampah non medis
1) Terbuat dari bahan yang kuat, ringan, tahan karat, kedap air, dan pernukaan halus didalam.
2) Tutup gampang dibuka, tidak mengotori tangan.
3) Terdapat minimal 1 tempat sampah disetiap kamar, disesuaikan lagi dengan kebutuhan.
4) Sampah tidak boleh disimpan lebih dari 3x24 jam.
5) Ruang perawatan harus memiliki minimal 2 macam tempat sampah yaitu limbah media (kuning) dan non medis (hitam)
 Tempat penampungan sementara
1) Untuk RS yang memiliki inserator harus membakar sampahnya maximal per 24 jam.
2) Untuk tempat yang melakukan tindakan medis namun tidak memiliki inseratot, menumpang ke RS besare yang memilikinya.
 Transportasi
1) Di letakan di kontainer yang kuat dan tertutup.
2) Kendaraan khusus.
3) Jauh dari jangkauan manusia dan binatang.
4) Yang mengurus limbah harus menggunakan pelindung mata, mulut, kaki dan tangan.
 Dampak limbah terhadap kesehatan : limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur, yaitu : tusukan kecil, lecet atau luka dikulit, melalui mebrane mukosa, dan melalui pernapasan juga ingesti.
 Teknin pengelolaan limbah medis tajam :
1) Safety box : jarum dan syringe langsung dimasukkan safetybox, kemudian setelah penuh dikirim ke sarana kesehatan lain dan dibakar dalam inserator dengan suhu 1000ºC
2) Needle cutter : jarum dipatahkan seusai injeksi. Potongan jarum dimasukkan dalam safetybox
3) Needle burner : syringr langsung dimasukan pada sebuah alat untuk pembakaran
 Mikroorganisme patogen : memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertaghan hidup di alam bebas ( suhu, kelembaban, radiasi sinar UV, ketersediaan zat organik,dsb)
 Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan :
1) Infeksi Gasoenkritis
2) Infeksi Saluran Pernapasan
3) Infeksi Mata
4) Infeksi Genital
5) Infeksi Kulit
6) Infeksi Antraks
7) Meningitis
8) AIDS
9) OBD
10) Septimia
11) Bakterimia

Nahdiya Rosa A31 August 2017

Nahdiya Rosa A - 131611133065
"Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit
Pengertian :
1. Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi
2. Limbah medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan
Legal aspek limbah medis
Permenkes RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatanrumah sakit dalam bentuk padaT, cair, gas
Manajemen Limbah
1.Pemilahan
2.Pengangkutan
3.Inceneration/pembakaran
4.Pembuang akhir
Pengumpulan limbah medis :
a.Mengambil limbah dari seluruh ruangan menggunakan troli khusus yang tertutup
b.Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim. Saat musim hujan disimpan maks 48 jam, saat musim kemarau disimpan maks 24 jam.
Pemilhan limbah : semua limbah harus dipisahkan sesuai jenisnya.
Jenis limbah ada 7 :
•Limbah benda tajam,
•limbah infeksius,
•limbah patologis,
•limbah farmasi,
•limbah kimia,
•limbah kemasan bertekanan,
•limbah logam berat
Pengelolaan limbah edis tajam
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Needle burner
Pemilahan limbah padat
1. Benda tajam : pisau bedah, jarum dsbnya
2. Non tajam : kasa, handscoon, jaringan, plester, botol dan platik infus
3. Non medis : koran, sampah, makanan
Dampak limbah
1. Infeksius
2. Melukai
3. Pencemaran lingkungan
4. Menyebarkan mikroorganisme atau bakteri
5. Tempat mikroorganisme dan bakteri berkembang biak
Usaha meminimalisir limbah
•menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
•menggunakan seminimal mungkin bahan kimia
•mencegah menggunakan bahan-bahan yang menjadi limbah
•menghabiskan bahan daei setiap kemasan
•memesan bahan sesuai kebutuhan.

Neisya Nabila Pawestri31 August 2017

PENGERTIAN LIMBAH
Berdasarkan PP no.12 tahun 1995 limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
Permenkes RI Nomor: 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan

JENIS WADAH DAN LABEL LIMBAH MEDIS PADAT SESUAI KATEGORINYA
a. Radioaktif → Merah → Kantong box timbal dengan simbol radioaktif
b. Sangat infeksius → Kuning → Kantong plastik kuat, anti bocor, atau container yang dapat disterilisais dengan otoklaf
c. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi → Kuning → Kantong plastik kuat dan anti bocor / kontainer.
d. Sitotoksis → Ungu → Kontainer plastik kuat dan anti bocor.
e. Limbah kimia dan farmasi → Coklat → Kantong plastik / kontainer.

7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah Benda Tajam
Adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris / tusuk. Contoh: Jarum suntik, preparate glass, infus set, ampul / vial obat, dll.

2. Limbah Infeksius
Adalah limbah yang diduga mengandung pathogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jurnal yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan. Contoh: kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium, limbah hasil operasi, otopsi, otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular.

3. Limbah Patologis
Adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia. Contoh: organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain.

4. Limbah Farmasi
Adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi. Contoh: produk farmasi, obat vaksin, serum yang kedaluarsa, tumpahan obat, masker, handscoon,dll.

5. Limbah Kimia
Adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktivitas diagnostik, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan. Contoh: formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.

6. Kemasan Bertekanan
Adalah limbah yang berasal dari kegiatan instansi kesehatan yang memerlukan gas. Contoh: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.

7. Limbah Logam Berat
Adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik. Contoh: limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer dan tensi)

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
1. Safety box → jarum dan syringe dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai penyuntikan.
2. Needle cutter → jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai penyuntikan.
3. Needle burner → jarum dimusnahkan dengan needle burner pada setiap selesai penyuntikan

DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
a. Tusukan, lecet atau luka di kulit
b. Membrane mukosa
c. Pernafasan dan melalui ingesti.

fatur rizal pratama31 August 2017

Pengelolaan Limbah Sampah Medis di Rumah Sakit
Limbah : Bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi ( PP NO 12,1995 )
Limbah Medis : Sisa suatu usaha/kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari imstalassi kesehatan, fasilitas kesehatan, dan laboratorium
Legal Aspek : Permenkes RI no : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas
Pemilahan limbah padat : - Benda tajam
Benda Non tajam
Non Medis
Botol dan plastik infus
Limbah bahan berbahaya dan beracun : Sisa suatu usaha/kegiatan yang mengandung bahan berbahaya/ karena sifat/konsentrasinya/jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan/merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain macam : 1. Radioaktif : Kantong boks timbal dengan simbol radioaktif : merah
2. Sangat Infeksius : Kantong plastik kuat, anti bocor : kuning
3. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi : Kantong plastik kuat, anti bocor
4. Sitotoksis : Kontainer plastik kuat dan anti bocor : ungu
5. Limbah Kimia dan Farmasi : Kantong plastik/kontainer : coklat
7 kategori limbah medis :
Limbah benda tajam : jarum suntik, kaca sediaan, infus set, ampul/vial obat,dll
Limbah infeksius : limbah hasil operasi, limbah pasien penyakit menular
Limbah patologis : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin, dll
Limbah farmasi : sarung tangan, masker, dll
Limbah kimia : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll
Limbah kemasan bertekanan : gas dalam tabung, carteidge, dan kaleng aerosol
Limbah logam berat : thermometer, alat pengukur darah
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis, yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan hasil limbah pakai troli tertutup
Pengelolaan limbah medis tajam :
Safety box : limbah medis tajam langsung dimasukkan ke dalam safety box
Needle cutter : bagian yang tajam ditumpulkan/dipotong
Needle burner : limbah medis tajam dibakar di suatu alat
Limbah medis mengandung berbagai patogen melalui jalur tusukan, lecet, luka akut, melalui membran mukosa, melalui pernafasan, dan melalui ingesti
Contoh infeksi akibat terpapar limbah layanan kesehatan :
Infeksi gastroenteritis
Infeksi saluran pernafasan
Infeksi mata
Infeksi genital
Infeksi kulit
Antraks
AIDS
Hepatitis
DBD
Prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
The “polluter pays” principle ( prinsip “ pencemar yang membayar” )
The “precautionary” principle ( prinsip “ pencegahan” )
The “duty of care” principle ( prinsip “kewajiban waspada”)
The “proximity” principle ( prinsip “kedekatan” )
Usaha minimalisasi sampah
Menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
Menggunakan sedikit mungkn bahan kimia
Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
Mencegah bahan yang dapat menjadi limbah
Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor

Konita Shafira31 August 2017

RESUME K3
Nama : Konita Shafira
NIM : 131611133073

PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH
MEDIS RUMAH SAKIT

Limbah menurut PP No. 12 1995 adalah : Bahan sisa suatu kegiatan/proses produksi
Limba Medis : sisa suatu usaha/kegiatan medis, mencangkup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan
Permenkes RI Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

MANAJEMEN LIMBAH
1) Limbah padat rumah sakit--- Pemilahan--- Pengangkutan--- Incineration--- Pembuangan akhir
2) Tajam (Jarum-Suntik) :
• Needle Cutter --- Jarum --- Needle Pit
• Safety Box :
o Dibawa ke Incinerator lain (besar/sentral) --- Pit setempat / tempat lain
o Incinerator Kecil (D.O kecil) --- Pit setempat / tempat lain
3) Infeksius (non-infeksius, non-tajam, basah/kering) --- Kantong Plastik --- Dibawa ke Incinerator lain --- Incenerator sentral/besar --- Pit Setempat/tampat lain.
4) PVC --- TPA

TEKNIK PENGOLAHAN LIMBAH TAJAM
1. Safety Box
2. Needle Cutter
3. Needle Burner

TUJUH (7) KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam : Materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90° menyebabkan luka iris / tusuk. ex: Jarum Suntik, Kasa sediaan, infus set, vial/ampul.
2. Limbah Infeksius : Limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, jamur). ex: otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular, alat/materi yang tersentuh orang lain.
3. Limbah Patologis : Limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia. ex: organ tubuh, janin, darah.
4. Limbah Farmasi : Limbah yang mengandung bahan” farmasi. ex: obat, vaksin, serum dll.
5. Limbah Kimia : Limbah yang mengandung bahan” kimia dari aktifitas diagnostic. ex: formaldehid, zat kimia fotografis, solven.
6. Limbah kemasan bertekanan : Limbah medis yang berasal dari kegiatan instalasi kesehatan. ex: gas tabung, carteidge, kaleng aerosol
7. Limbah logam berat : Limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi. ex: limbah merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran.

PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
1. Harus Tertutp
2. Jika musim kemarau paling lama pembuangan hanya 24 jam. karena pada musim kemarau bakteri cepat berkembang (suhu hangat)
3. Musim penghujan paling lama 48 jam

DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1. Tusukan, lecet, luka dari kulit
2. Membran mukosa
3. Melalui pernapasan & melalui ingesti

MIKROORGANISME PATOGEN , ex :
o Virus hepatits B : persisten dari udara kering, tahan terhadap antiseptik.
o Virus HIV: tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol.

INFEKSI AKIBAT TERPAJAN LIMBAH LAYANAN KESEHATAN :

1. Gastroenteritis 8. AIDS
2. Infeksi saluran pernapasan 9. DB
3. Infeksi mata 10. Septikimia
4. Infeksi genital (herpes) 11. Bakteriemia
5. Infeksi Kulit 12. Kardidemia
6. Antraks 13. Hepatitis Virus A
7. Meningitis 14. Hepatitis Virus B

Blandina Easter Grace Wairata31 August 2017

Nama : Blandina Easter Grace Wairata
NIM : 131611133062
Resume K3

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah/sampah adalah sesuatu yang dihasilkan dari suatu kegiatan. Menurut PP NO 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sedangkan limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
• Legal Aspek Limbah Medis terdapat dalam Pemenkes RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004
Manajemen Limbah
Limbah padat dipilah  diangkut secara tertutup (pengangkut juga haus tertutup dengan menggunakan masker, sarung tangan, apron)  pembakaran limbah  pembuangan akhir
Limbah benda padat dipilah menjadi beberapa kategori yaitu benda tajam (kateter IV, spuit, pisau bedah, ampul), medis non tajam, non medis, dan botol plastik serta infus.
Limbah-limbah rumah sakit akan dimusnahkan dengan alat yang bernama inserator.

Terdapat 7 kategori limbah medis, yaitu sebagai berikut.
1. Limbah benda tajam : jarum suntik, preparat glass, dll
2. Limbah infeksius : bakteri, virus, parasit, jamur
3. Limbah patologis : jaringan tubuh manusia, muntahan, urin
4. Limbah farmasi : sisa obat-obatan
5. Limbah Kimia : sisa desinfektan, solven, dll
6. Limbah kemasan bertekanan : gas dalam tabung, kaleng aerosol
7. Limbah logam berat : thermometer, spignomanometer
Pengumpulan Limbah Medis dilakukan secara tertutup!
Penyimpanan limbah medis disesuaikan dengan iklim, karena suhu akan mempengaruhi perkembangan bakteri patogen.
- Hujan : Ditumpuk di RS maksimal 2 kali 24 jam
- Kemarau : Ditumpuk di RS maksimal 1 kali 24 jam


DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui tusukan, membran mukosa dan juga pernafasan serta ingesti.
Contoh mikroorganisme patogenVirus hepatitis B, virus HIV.
Berikut contoh infeksi yang dapat dialami akibat limbah yang tidak dikelola dengan baik:
Infeksi gastroenteritis, infeksi saluran pernapasan, infeksi mata, infeksi genital, infeksi kulit, antraks, meningitis, AIDS, demam berdarah, septikimia, bakteriemia, kandidemia, hepatitis virus A, B dan C.

Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.

Kirim Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :