DEAR STUDENTS SIALKAN UPLOAD RESUMENYA DI SINI:


1. timotius dwi kurnianto

pada : 28 August 2017

"Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit
Definisi
1. Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi
2. Limbah medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan
Legal aspek limbah medis
Permenkes RI no 1204/menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatanrumah sakit dalam bentuk pada, cair, gas
Penanganan sampah medis
1. Dipisahkan menurut jenis sampah
2. Untuk benda logam akan dimasukkan ke box khuss
Kategor limbah medis
1. Benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
Pengumpulan limbah medis
1. Pengumpulan limbah meids dan setiap ruangan hasil limbah akan memakai troli tertutup
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis
1. Kemarau disimpain paling lama 24 jam
2. Musim hujan paling lama disimpan 48 ajm
Pengelolaan limbah edis tajam
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Needle burner
Pemilahan limbah padat
1. Benda tajam : pisau bedah, jarum dsbnya
2. Non tajam : kasa, handscoon, jaringan, plester, botol dan platik infus
3. Non medis : koran, sampah, makanan
Dampak limbah
1. Infeksius
2. Melukai
3. Pencemaran lingkungan
4. Menyebarkan mikroorganisme atau bakteri
5. Tempat mikroorganisme dan bakteri berkembang biak

"


2. Adji Yudho Pangaksomo

pada : 28 August 2017

"Nama : Adji Yudho Pangaksomo
NIM : 131611133133
Resume :

DEFINISI
Limbah Medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan (praktikum). Contoh dari limbah medis diantaranya, botol infus, kasa, spet, handscoon, ampul kaca, dan lain-lain. Limbah medis berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

LEGAL ASPEK MEDIS
(Permenkes RI No.1204/Menkes/SK/X/2004), tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

PENANGANAN SAMPAH MEDIS
Dipisahkan menurut jenis sampah medis, untuk benda tajam dimasukkan ke dalam box khusus. Adapun tujuh kategori limbah medis adalah :
1. Limbah Benda Tajam : Pisau bedah (1x pakai), ampul kaca, spet dan jarum;
2. Limbah Infeksius : Limbah hasil operasi, limbah pasien penyakit menular;
3. Limbah Patologis : Organ tubuh manusia, janin dan darah, muntahan;
4. Limbah Farmasi : Obat kadaluarsa (paracetamol, obat batuk, dan lain-lain);
5. Limbah Kima : Formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dan lain-lain;
6. Limbah Kemasan Bertekanan : Gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol, dan lain-lain;
7. Limbah Logam Berat : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran alat kedokteran
(thermometer, alat pengukur tekanan darah, dan lain-lain.

PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan, hasil limbah diangkut menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis. Musim hujan (paling lama 48jam), musim kemarau (paling lama 24 jam).

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. The “polluters pays” principle (prinsip pencemar yang membayar);
2. The “precautionary” principle (prinsip pencegahan);
3. The “Duty of Care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada);
4. The “proximity” principle (prinsip kedekatan).
*Limbah medis tajam (safety box, needle cutter, needle burner). Spet harus dipisahkan antara jarum dan gagang.

DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur tusukan, lecet, luka di kulit, melalui membran mukosa,dan melalui pernafasan serta melalui ingesti.

MIKROORGANISME PATOGEN
1. Hepatitis B : Virus parsisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah;
2. Virus HIV : Virus yang tahan tiga hingga tujuh hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 56°C.

INFEKSI GASTROENTERITIS
Infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigela spp, vibrio cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.

USAHA MINIMALISASI LIMBAH
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya;
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia;
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi;
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah seperti dalam kegiatan kongres kesehatan dan kebersihan;
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun;
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan;
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa;
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan;
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
"


3. ARDINA NADYA WAHYUHERMANTO

pada : 28 August 2017

"Pengelolaan sampah limbah di rumah sakit
Deinisi
Limbah: bahan sisa kegiatan dan tatau proses produksi
Limbah medis: sisa usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalalasi kesehatan, fasilitas penielitian dan lab, contohnya handscoon,cateter, dll
Legal aspek limbah medis
Permenkes EI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004. Tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adlaah semua limbah yang dishasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen limbah
Pemilahan lalu pengangkutan lalu incineration (pembakaran) lalu pembuangan
Pemilhan limbah padat
1. Pihak III: Benda tajam dan Medis non tajam
2. TPA: non medis
3. Reuse: botol & plastif infus
Jenis wadah dan label limbah medis padat
1. Radioaktif: berwarna merah: kantong timbal dengan symbol radioaktif
2. Sangat infeksius: berwarna kuning: kantong plastic kuat, anti bocor, container dapat dikerjakan dengan otoklaf
3. Limbah infeksius, patologi dan anatomi: berwarna kuning: plastic anti bocor
4. Sitotoksis: berwarna ungu: container plastic kuat anti bocor
5. Limbah kimia dan farmasi: berwarna coklat : kantong plastic/container
Limbah bahan berbahaya dan beracun
Sisa suatu usaha/kegiatan yang mengandung bahan berbahaya/karena sifat/jumlahnya, secara langsung atau tidak langsung, dapat mencemaskan/merusak lingkungan hidup manusia dan mahkluk hidup
7 kategori limbah medis
1. Benda tajam: jarum suntik, preparat glass, infus set, ampul, vial, dll
2. Infeksius: kulfur dan stok agen infeksius dari aktivitas lab
3. Patologis: organ tubuh, janin, darah, muntahan. Urine
4. Farmasi: obat, vaksin, tumpahan obat, masker, sarung tangan
5. Kimia: formaldehid, zat kimia fotografis, solven
6. Kemasan bertekanan: kaleng aerosol , arteidge, gas dalam tabung
7. Logam berat
Pengumpulan limbah medis
Tiap ruang pakai troli khusus tertutup, penyimpanan sesuai ikilm tropis (hujan 48 jam) dan kemarau (panas 24 jam). Karena mikrobakteri cepat menyebar saat musim panas.
Tempat penampungan sementara
RS yang punya insinerator harus membakar limbahnya paling lama 24 jam, RS yang tidak punya incinerator harus bekerjasama dengan RS lain yang punya insinerator untuk dilakukan pemusnahan
Ketentuan lain tentang sampah medis
1. Ruang perawatan minimal punya 2 tempat limbah (medis, dan Non medis)
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis
3. Semua limbah dari kantor (alat tulis) dianggap limbah non medi
4. Semua yang keluar dari unit patologi dianggap limbah medis
Teknik pengelolaan limbah medis
1. Safety box
2. Needle box
3. Needle cutter
limbah medis mencemari tubuh lewat
1. Tusukan,lecet, luka kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan ingesti
Contoh infeksi akibat terpajan limbah
1. Infeksi gastrointestinal
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Seplikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis A
14. Hepatisis B dan Hepatitis C
Usaha meminimalisir Limbah
1. Menyeleksi sebelum membeli
2. Pakai sedikit mungkin bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
4. Mencegah bahan yang dapat jadi limbah
5. Mengatur alat penggunaan bahan kimia (bahan baku-> limbah)
6. Memesan bahan sesuai kebutuhan
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal, menghindari kadaluarsa
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
9. Cek tanggal kadaluarsa saat diantar oleh distributor
Pengelolaan limbah medis
1. The polluler pays principle (pencemar yang membayar)
2. The precautionary principle (pencegahan)
3. The duty of care (kewajiban untuk waspada)
4. The proximity (prinsip kedkatan)



"


4. Cici Kurniatil Farhanah

pada : 28 August 2017

"Nama : Cici Kurniatil Farhanah
NIM : 131611133124

Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit
Limbah menurut PP no. 12 tahun 1995 adalah bahan sisa suatu kegitan dan atau proses produksi. Limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, laboratorium, dan lain-lain.
Aspek legal limbah medis menurut Permenkes RI No 1204/Menkes/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, maupun gas. Penanganan sampah medis, dipisahkan menurut jenis sampah medis, untuk benda tajam dimasukkan ke dalam box khusus.
Manajemen limbah :
1. Pemilahan
2. Pengangkutan
3. Pembakaran atau inceneration
4. Pembuangan akhir
Kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kemasan bertekanan
6. Limbah logam berat
7. Limbah kimia
Pengumpulan limbh medis, dikumpulkan dari setiap ruangan hasil limbah. Penyimpanan limbah medis harus disimpan maksimal 24 jam untuk pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan, maksimal disimpan selama 48 jam. Karena pada musim kemarau, suhu lebih tinggi, sehingga perkembangan kuman dan bakteri menjadi lebih optimal, semakin banyak.
Dampak limbah terhadap kesehatan, sangat berpengaruh. Limbah medis megandung berbagi mikroorgnisme patogen yang dapat masuk ke tubuh melalui tusukan, luka, membran mukosa, pernafasan, dan ingesti.
Pengelolaan limbah medis (prnsip berdasarkan kesepakatan interasional) :
1. The polluter pays “pencearan yang mebayar”
2. The precautionary “pencegahan”
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan lokasi tempat pembuangan limbah
"


5. AGUSTINA LIA FITRIANI

pada : 28 August 2017

"Pengelolaan sampah limbah di rumah sakit
Limbah medis: sisa usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalalasi kesehatan, fasilitas penielitian dan lab, contohnya handscoon,cateter, dll
Permenkes EI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004. Tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adlaah semua limbah yang dishasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen limbah
Pemilahan lalu pengangkutan lalu incineration (pembakaran) lalu pembuangan
7 kategori limbah medis
1. Limbah Benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 900
2. Limbah Infeksius-> limbah yang diduga mengandung bakteri patogen
3. Limbah Patologis-> limbah yang berasal dari jaringan patofen manusia
4. Limbah Farmasi
5. Limbah kemasan bertekanan
6. Limbah logam berat
7. Limbah Kimia
Penanganan sampah medis
1. Dipisahkan menurut jenis sampah medis untuk benda tajam
2. Masukkan kedalam box khusus
Pengumpulan limbah medis
- Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu musim hujan paling lama 48 jam & musim kemaraua paling lama 24 jam
Persyaratab yang tetapkan sebagai temat perawadahan limbah- nomedis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat
Dampak limbah terhadap kesehatan
1. Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur
a. Tusukan,lecet, luka kulit
b. Melalui membrane mukosa
c. Melalui pernafasan dan ingesti



"


6. Shavira

pada : 28 August 2017

"Nama : Shavira
NIM : 131611133140
Resume : Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1995 Limbah adalah sisa dari suatu kegiatan atau proses produksi. Salah satu jenis limbah ialah limbah medis. Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal aspek limbah medis menurut Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Masalah pengelolaan limbah medis di rumah sakit dapat ditangani dengan cara manajemen limbah yang terdiri dari:
1. Pemilahan
Limbah padat yang berasal dari rumah sakit, puskesmas, atau poliklinik lainnya dikumpulkan dan dibedakan berdasarkan kategorinya. Kategori limbah padat terdiri dari limbah tajam, limbah non-tajam, limbah infeksius, limbah non-infeksius, botol dan plastik infus, dan limbah non-medis. Untuk limbah non-medis langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir, sedangkan botol dan plastik infus akan didaur ulang.
2. Pengangkutan
Setelah dilakukan pemilahan selanjutnya limbah tersebut diangkut untuk dibawa ke incinerator.
3. Incineration/Pembakaran
Limbah yang telah dibawa ke incinerator selanjutnya akan dibakar dengan suhu minimum 1000ºC.
4. Pembuangan akhir
Setelah dilakukan pembakaran sampai menjadi abu limbah akan dibuang ke pit setempat/tempat lainnya.
Limbah medis dikategorikan menjadi tujuh, yaitu: limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan, dan limbah logam berat. Jenis wadah limbah medis padat berdasarkan kategorinya dibagi menjadi lima, yaitu:
1. Radioaktif degan kontainer/kantong plastik berwarna merah.
2. Sangat infeksius dengan kontainer/kantong plastik berwarna kuning.
3. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi dengan kontainer/kantong plastik berwarna kuning.
4. Sitotoksis dengan kontainer/kantong plastik berwarna ungu.
5. Limbah kimia dan farmasi dengan kontainer/kantong plastik berwarna coklat.
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah dibawa menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Pada saat musim kemarau limbah medis tidak dapat disimpan lebih dari 24 jam karena kuman lebih cepat berkembang biak.
Terdapat tiga teknik pengelolaan limbah medis tajam, yaitu safety box, needle cutter, needle burner. Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia, contoh mikroorganisme patogen tersebut seperti virus hepatitis B dan virus HIV. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah medis berdasarkan kesepakatan international terdiri dari:
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
Merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
Bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan.
Pengelolaan limbah medis dapat diminimalisir dengan cara menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya, menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia, mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah, memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan, dan menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa. Dengan mengetahui proses pengelolaan limbah medis ini diharapkan rumah sakit, puskesmas, poliklinik, dan tenaga kesehatan lainnya dapat meminimalisir adanya limbah medis agar mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan dan penyebaran virus dari mikroorganisme patogen yang berasal dari limbah medis."


7. Ainul Fidiatun Nofa

pada : 28 August 2017

"Pengertian limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal aspek limbah medis : Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
7 kategori Limbah Medis
(1) Limbah benda tajam.
(2) Limbah infeksius
(3) Limbah Patologis
(4) Limbah Farmasi
(5) Limbah Kimia
(6) Limbah Kemasan Bertekanan
(7) Limbah Logam Berat
Pengumpulan limbah medis : Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Pewadahan limbah non medis :
• Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
• Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
• Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
• Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
• Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
• Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat penampungan sementara :
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Ketentuan tentang limbah medis :
• Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
• Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
• Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
• Semua limbah yg keluar dari unit patologi haris dianggap sbg limbah medis.
Limbah medis mengandung organisme patogen, menyebar melalui :
- Tusukan, lecet atau luka di kulit
- Melalui membran mukosa
- Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Infeksi Gastroentitis adalah infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigelaspp, vibro cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.
Pengelolaan limbah medis :
1. Pencemaran yg membayar
2. Pencegahan
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan. "


8. Ainul Fidiatun Nofa

pada : 28 August 2017

"Pengertian limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal aspek limbah medis : Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
7 kategori Limbah Medis
(1) Limbah benda tajam.
(2) Limbah infeksius
(3) Limbah Patologis
(4) Limbah Farmasi
(5) Limbah Kimia
(6) Limbah Kemasan Bertekanan
(7) Limbah Logam Berat
Pengumpulan limbah medis : Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Pewadahan limbah non medis :
• Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
• Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
• Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
• Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
• Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
• Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat penampungan sementara :
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Ketentuan tentang limbah medis :
• Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
• Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
• Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
• Semua limbah yg keluar dari unit patologi haris dianggap sbg limbah medis.
Limbah medis mengandung organisme patogen, menyebar melalui :
- Tusukan, lecet atau luka di kulit
- Melalui membran mukosa
- Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Infeksi Gastroentitis adalah infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigelaspp, vibro cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.
Pengelolaan limbah medis :
1. Pencemaran yg membayar
2. Pencegahan
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan. "


9. ISMI SHONATUL CHOFIFAH

pada : 28 August 2017

"Pengelolaan sampah limbah di rumah sakit
Limbah medis-> sampah hasil tindakan keperawatan (praktikun) contohnya: botol infus, kasa, spet, botol infus
Legal aspek limbah medis->Permenkes EI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004. Tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adalah semua limbah yang dishasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Kategori limbah medis
Limbah Benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 900
Limbah Infeksius-> limbah yang diduga mengandung bakteri patogen
Limbah Patologis-> limbah yang berasal dari jaringan patofen manusia
Limbah Farmasi
Limbah kemasan bertekanan
Limbah logam berat
Limbah Kimia
Pengumpulan limbah medis
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah ->troli tertutup
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis
musim hujan paling lama 48 jam
musim kemarau paling lama 24 jam karena bakteri mudah berkembang biak
Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur: Tusukan,lecet, membrane mukosa, pernafasan dan ingesti
Mikroorganisme Patogen
Hepatitis B-> virus persisten diudara kering, hidup beberapa minggu ditanah
Virus HIV -> virus tahan 3-7 hari pada suhu ambient, inaktif suhu 560 C
Pengelolaan limbah medis
The polluler pays principle (pencemar yang membayar)
The precautionary principle (pencegahan)
The duty of care (kewajiban untuk waspada)
The proximity (prinsip kedkatan)"


10. Adhelia Putri Prastiwi

pada : 28 August 2017

"NAMA : ADHELIA PUTRI PRASTIWI
NIM : 131611133109
RESUME :

Pengertian limbah menurut PP NO 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sedangkan limbah medis adalah limbah yang mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi, fasilitas penelitian, lab. Legal aspek limbah medis tercantum dalam Permenkes RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004. Peraturan ini berisi tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Penanganan limbah medis dapat dilakukan sebagai berikut :
- Dipisahkan menurut jenis sampah medis
- Untuk benda tajam masukkan ke dalam box khusus
Pemilahan dilakukan untuk : benda tajam, medis non tajam, dan non medis
Jenis wadah dan label limbah padat sesuai kategori :
1. Radioaktif (warna merah ) Kantong box timbal dengan simbol radioaktif
2. Sangat infeksius (warna kuning) Kantong plastik kuat, anti bocor atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
3. Limbah infeksius, patologi dan anatomi (warna kuning) Kantong plastik kuat dan anti bocor atau kontainer
4. Sitotoksis (warna ungu) Kantong plastik kuat dan anti bocor
5. Limbah kimia dan farmasi (warna coklat) Kantong lastik atau kontainer
Kategori limbah medis adalah sebagai berikut :
• Limbah benda tajam
• Limbah infeksius
• Limbah patologis
• Limbah farmasi
• Limbah kemasan bertekanan
• Limbah logam berat
• Limbah kimia
Penanganan limbah medis :
 Pada musim hujan paling lama 48 jam
 Pada musim kemarau paling lama 24 jam
Pengelolaan limbah medis tajam :
- Safety Box
- Needle Cutter
- Needle Burner
Limbah medis mengandung organisme patogen, menyebar melalui :
Tusukan, lecet atau luka dikulit
Melalui membran mukosa
Melalui pernapasan dan melalui ingesti
Infeksi Gastroentitis adalah infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigela spp. Vibrio cholera, cacing media penularan lewat tinja maupu muntah
Pengelolaan limbah medis :
1. The polluter pays “Pencermaran yang membayar”
2. The precautionary “Pencegahan”
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan (lokasi tempat pembuangan limbah)
"


11. Nurrrochma Alyadira

pada : 28 August 2017

"NAMA: Nurrochma Alyadira
NIM : 131611133152

Pengelolaan Limbah Sampah di Rumah Sakit

Limbah adalahh sisa suatu usaha atau kegiatan.
Limbah medis adalah limbah klinis yang mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan sebagainya.
Legal aspek limbah medis :
PERMENKES RI No. 120/Menkes/SK/X/2004 :
Tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Penanganan sampah medis : dipisahkan menurut jenis sampah medis. Untuk benda tajam dimasukkan kedalam box khusus.
Pemilahan : Benda tajam, benda non tajam, non medis.
Pengumpulan limbah medis dibagi dua, yaitu:
1. Pada musim hujan : paling lambat/lama 48 jam,
2. Pada musim kemarau : paling lambat/lama 24 jam.
Pengelolaan limbah medis tajam :
1. Safety box;
2. Needle cutter;
3. Needle burner.
Limbah medis mengandung organisme patogen, menyebar melalui :
1. Tusukan, lecet atau luka di kulit;
2. Melalui membran mukosa;
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti.
Pengeloaan limbah medis :
1. The polluter pays “pencemaran yang membayar”;
2. The precautionary “pencegahan”;
3. Kewajiban untuk waspada;
4. Kedekatan (lokasi tempat pembuangan limbah).
"


12. Dwi Yanti Rachmasari Tartila

pada : 28 August 2017

"NAMA : Dwi Yanti Rachmasari Tartila
NIM : 131611133112
RESUME :
Definisi limbah menurut PP No 12 Tahun 1995 yaitu bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi, sedangkan limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Permenkes RI Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah suatu limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Penanganan limbah medis dimulai dengan cara pemilahan sampah medis (contohnya jarum suntik, handscoon, dll), pengangkutan yang akan dibawa ke dalam incineration/pembakaran yang kemudian akan menjadi abu dan dibuang di tempat pembuangan akhir. Pemilahan limbah medis yang berbentuk padat dapat berupa benda tajam, medis non tajam, non medis, dan botol serta plastik infus. Limbah medis dibagi menjadi tujuh kategori. Yang pertama limbah benda tajam yang merupakan materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat dan dapat menyebabkan iritasi seperti jarum suntik. Yang kedua limbah infeksius yang merupakan limbah yang diduga mengandung patogen berupa bakteri atau virus dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan contohnya kultur. Yang ketiga limbah patologis yang merupakan limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia contohnya organ tubuh atau janin dan darah. Yang keempat limbah farmasi yang merupakan limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi contohnya obat atau vaksin. Yang kelima limbah kimia yang merupakan limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktivitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan contohnya formaldehid atau solven dll. Yang keenam limbah kemasan bertekanan yaitu limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas contohnya gas dalam tabung. Dan yang terakhir limbah logam berat yaitu limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik contohnya limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan akan dimasukkan ke dalam troli tertutup, penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam sedangka musim kemarau 24 jam. Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme yang dapat masuk melalui tusukan, lecet, atau luka kulit, melalui membran mukosa, dan melalui pernapasan dan melalui ingesti. Mikroorganisme patogen ini memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas, hal ini bergantung pada jenis mikroorgaisme dan cara kerja pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan. Contoh mikroorganisme patogen antara lain Virus Hepatitis B dan Virus HIV. Prinsip pengelolaan limbah medis berdasarkan kesepakatan internasional terdiri dari empat prinsip yaitu The “Polluter Pays” principle (prinsip yang membayar), The “Precautionary” principle (prinsip pencegahan), The “duty of care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada), dan The “Proximity” principle (prinsip kedekatan).
"


13. Restu Windi

pada : 28 August 2017

"PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
• Sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
• Pengertian Limbah menurut PP NO 12, 1995 Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Legal Aspek Limbah Medis
• Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Tujuh Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah Patologis
4. Limbah Farmasi
5. Limbah Kimia
6. Limbah Kemasan Bertekanan
7. Limbah Logam Berat
Pengumpulan Limbah Medis
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Pemilahan Limbah
• Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Tempat Penampungan Sementara
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety Box.
2. Needle Cutter.
3. Needle Burner.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi Saluran Pernafasan
3. Infeksi Mata
4. Infeksi Genital
5. Infeksi Kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam Berdarah
10. Septikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis Virus A
14. Hepatitis Virus B dan C
Pengelolaan Limbah Medis.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)


"


14. Emmalia Adhifitama

pada : 28 August 2017

"NAMA : EMMALIA ADHIFITAMA
KELAS : A-3 / 2016
NIM : 131611133113
PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH DI RUMAH SAKIT
 Limbah ........> sisa suatu usaha atau kegiatan
 Limbah medis : limbah klinis yang mencangkup senua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan , fasilitas penelitian , dan lab .
 Legal Aspek Limbah medis ( Permenkes RI no.1204 / Menkes / SK/X / 2004 )
Berisi tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat , cair , dan gas .
 Secara garis besar sampah medis harus dipisahkan menurut jenisnya dan tempat pembuangan misalnya u/ bekas jarum suntik di buang ke dalam box khusus.
 Pemilahan Sampah Medis
1. Benda tajam
2. Botol dan plastik infus
3. Medis non tajam
4. Non medis
 Kategori Limbah Medis :
1. Limbah benda tajam,
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kemasan bertekanan
6. Limbah logam berat
7. Limbah kimia
 Pengumpulan Limbah Medis
1. Pengumpulan limbah medis daris etiap ruangan hasil limbah : menggunakan troli tertutup.
2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis pada musim hujan paling lama 48 jam , sedangkan pada musim kemarau 24 jam .
 Pengelolaan limbah medis tajam
1. Safety box
2. Needle Box
3. Needle Burner
 Infeksi Gastroentitis adalah infeksi cairan cerna yang disebabkan oleh salmonella , shigela Spp , vibro cholera , cacing media penularan lewat tinja maupun muntah .
 Pengelolaan limbah medis :
1. The Pollunter Pays “ pencemaran yang membayar “
2. The precautionary “ Pencegahan “
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan ( lokasi dimana tempat pembuangan limbah )
"


15. Ariska Windy Hardiyanti

pada : 28 August 2017

"Nama: Ariska Windy Hardiyanti
NIM: 1316111331311
Kelas: A3 (2016)
Resume: Pengolahan Limbah Medis di Rumah Sakit
• Limbah: sisa suatu usaha atau kegiatan
• Limbah Medis: mencakup semua hasil pembuangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratarium. Contoh: bontol infus, spet, kasa dll.
• Legal aspek limbah medis ( Permenkes RI nomor: 1204/Menkes/sk/X/2004 ) : tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
• 7 kategori limbah medis
1. Limbah Benda Tajam
2. Limbah Benda Infeksius
3. Limbah Patologis
4. Limbah Farmasi
5. Limbah Kimia
6. Limbah Kemasan Bertekanan
7. Limbah Logam Berat
• Pengumpulan limbah medis
a. Pada musim hujan paling lama 48 jam
b. Pada musim kemarau paling lama 24 jam, karena pada musim kemarau mikroorganisme lebih cepat berkembang dari pada musim hujan.
• Mikroorganisme patogen : memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas, Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi.
• Contoh Mikroorganisme Patogen
a. Virus Hepatitis (B) : virus yang persisten diudara kering, hidup beberapa minggu ditanah terhadap pajanan antiseptik, tanah sampai 10 jam pada suhu 600C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
b. Virus HIV: virus yang tahan 3-7 haripada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etano 70%, inaktif pada suhu 560 C.
• Prinsip-prinsip bedasarkan kesepakatan internasional yaitu:
a. The polluter pays principle (prinsip pencemaran yang membayar).
b. The precautionary principle (prinsip pencegahan).
c. The duty of care principle (prinsip kewajiban untuk waspada).
d. The proximity princple (prinsip kedekatan).


"


16. Shintia ekawati

pada : 28 August 2017

"NAMA: SHINTIA EKAWATI
NIM :131611133141
RESUME


Pengolahan Limbah Sampah Medis di Rumah Sakit


• Pengertia Limbah
PP no.12 1995
Bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi
• Permenkes RI no.1204/MENKES/SK/X/2004
Semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan Rs dalam bentuk padat,cair dan gas.
• Manajemen Limbah :
1. Pemilihan
2. Pengangkutan
3. Incenaration/pembakaran
4. Pembuangan akhir
• 7 kategori limbah medis
1. Benda tajam
2. Infeksius
3. Patologis
4. Farmasi
5. Kimia
6. Kemasan bertekanan
7. Logam berat
• Pengumpulan Limbah Medis
 Menggunakan troli khusus yang tertutup
 Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis.
 Musim hujan : Max 48 jam
 Musim Kemarau :max 24 jam
• Pengolahan Limbah Medis Tajam
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Needle bumer
• Dampak Limbah terhadap kesehatan.
 Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur tusukan lecet,membran mukosa,pernapasan,ingesti.
• Mikroorganisme patogen
 Hepatitis B = virus persisem diudara kering, hidup beberapa minggu ditanah
 Virus HIV : virus tahan 3-7 hari pada suhu ambient,inaktif suhu 56°c
• Pengolahan Limbah Medis
(prinsip berdasarkan kesepakatan internasional)
 The “pallutes pays” principle
 The “precautionary”principle
 The “duty of care” principle
 The “proximity”principle.
"


17. RENDHY RIAN KOESMA BACHTIAR

pada : 28 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengertian limbah: sisa suatu usaha/kegiatan, sedangkan limbah medis/limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas kesehatan, laboratorium.
Limbah bahan berbahaya dan beracun: sisa suatu usaha/kegiatan yang mengandung bahan berbahaya/karena sifat/konsentrasinya/jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak, dapat mencemarkan/merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Pemilahan limbah padat:
a. Benda tajam: pisau bedah, ampul kaca, jarum(pihak ke-3/dimusnahkan)
b. Medis non-tajam: kaca, handscoon(pihak ke3/dimusnahkan)
c. Non medis: koran, tempat minum/makan bekas(TPA)
Kategori limbah medis:
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Manajemen limbah: limbah padat RS/Puskesmas/Poliklinik;
1. Pemilahan
2. Pengangkutan
3. Incineration/pembakaran
4. Pembuangan akhir
Pengumpulan limbah medis:
a. Pemgumpulan limbah medis dari setiap hasil limbah=>pakai trolitertutup
b. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis. Di musim penghujan paling lama 48 jam, di musim kemarau paling lama 24 jam dikarenakan pada musim ini cuaca sangat panas dan berpengaruh terhadap percepatan pertumbuhan mikroorganisme.
Dampak limbah terhadap kesehatan: limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur;
1. Tusukan, lecet, atau luka dikulit
2. Melalui membran mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen:
a. Hepatitis B: usus parsisten di udara kering,hidup beberapa minggu di tanah.
b. HIV: usus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, infeksi suhu 56̊
Pengelolaan limbah medis(prinsip berdasarkan kesepakatan internasional)
1. The polluter pays “pencemaran yang berbayar”
2. The precautionary “pencegahan”
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan (lokasi tempat pembuangan sampah)

"


18. EKA APRILLIA DIYAH SANTI K

pada : 28 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH di RUMAH SAKIT

 LIMBAH
Bahan sisa suatu usaha atau proses produksi
 LIMBAH MEDIS
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian lab.
 LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
Permenkes RI no.1204/Menkes/SK/X/2004 berisi tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit berupa semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
 MANAJEMEN LIMBAH PADAT RUMAH SAKIT
1. Pemilihan
2. Pengangkutan
3. Incineration / Pembakaran
4. Pembuangan akhir
 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah Benda Tajam
2. Limbah Infeksius
3. Limbah Patologis
4. Limbah Farmasi
5. Limbah Kemasan Bertekanan
6. Limbah Logam Berat
7. Limbah Kimia
 PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
1. Musim hujan : paling lama 48 jam
2. Musim panas : paling lama 24 jam
 PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
1. Safety Box
2. Needle Cutter
3. Needle Burner
 Limbah medis mengandung organisme pantogen, dapat menyebar melalui :
1. Tusukan, lecet atau luka dikulit
2. Melalui membrae mukosa
3. Melalui penarpasan dan melalui ingesti
 PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. The polluter pays “pencemaran yang menyebar”
2. The precautionary “pencegahan”
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan ( lokasi tempat pembuangan limbah)
"


19. Mitha Mulia Virdianty

pada : 28 August 2017

"NAMA : Mitha Mulia Virdianty
NIM : 131611133135
RESUME : “PENGELOLAAN SAMPAH LIMBAH RUMAH SAKIT”
DEFINISI LIMBAH adalah bahan sisa kegiatan dan atau proses produksi. DEFINISI LIMBAH MEDIS adalah sisa usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan lab. Rute manajemen limbah yaitu dengan PEMILAHAN -> PENGANGKUTAN -> PEMBAKARAN -> PEMBUANGAN.
Limbah padat harus dipilah guna mempermudah proses pengolahan selanjutnya. Limbah benda medis tajam harus dibakar pada insinerator bersuhu tinggi hingga benar-benar menjadi abu. Limbah non medis dibuang pada tempat pembuangan akhir (TPA). Botol plastik dan infus dikumpulkan untuk kemudian diproses dan digunakan kembali (reuse).
Tiap limbah medis padat di rumah sakit memunyai jenis wadah dan label tersendiri. Limbah radioaktif (merah) disimpan dalam kantong boks timbal dengan simbol radioaktif. Limbah sangat infeksius (kuning) disimpan dalam kantong plastik kuat, anti bocor, kontainer dapat disterilkan dengan otoklaf. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi (kuning) disimpan dalam plastik anti bocor. Limbah sitoksis (ungu) disimpan dalam kontainer plastik kuat anti bocor. Limbah kimia dan farmasi (coklat) disimpan dalam kantong plastik atau kontainer. Limbah bahan berbahaya dan beracun sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya karena sifat atau jumlahnya, secara langsung atau tidak langsung dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.
Ada 7 kategori limbah medis diantaranya:
• benda tajam (jarum suntik, preparat glass, infus set, ampul, vial, dll),
• limbah infeksius (kultur dan stok agen infeksius dari aktivitas lab),
• limbah patologis (organ tubuh, janin, darah, muntahan, urine),
• limbah farmasi (obat, vaksin, tumpahan obat, masker, sarung tangan),
• limbah kimia (formaldehid, zat kimia fotografis, solven),
• limbah kemasan bertekanan (kaleng aerosol, gas dalam tabung, dll), dan
• limbah logam berat (logam merkuri dari bocoran peralatan dokter).

Pengumpulan limbah medis dilakukan dengan troli khusus tertutup yang digunakan untuk mengangkut limbah dari tiap ruangan. Penyimpanan sampah pada saat musim hujan dilakukan maksimal 48 jam, sedangkan pada saat musim kemarau penyimpanan sampah maksimal selama 24 jam, dikarenakan mikrobakteri akan lebih cepat berkembang pada suhu panas.
Rumah sakit yang memunyai insinerator harus membakar limbahnya paling lama tiap 24 jam. Sedangkan rumah sakit yang tidak memunyai insinerator harus bekerjasama dengan rumah sakit yang memunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan.
Ketentuan-ketentuan lain mengenai sampah medis ialah:
 ruang perawatan minimal punya 2 macam tempat sampah untuk sampah medis dan non-medis,
 semua limbah dari ruang operasi dianggap sebagai limbah medis,
 semua limbah dari kantor dianggap sebagai limbah non-medis.
 semua limbah yang keluar dari unit patologi dianggap sebagai limbah medis
Limbah medis tajam, biasanya dibuang kedalam safety box atau needle cutter atau needle burner. Limbah medis dapat mencemari tubuh melalui beberapa cara, yaitu:
a) tusukan, lecet, luka pada kulit,
b) melalui membran mukosa,
c) melalui pernafasan dan ingesti.

Beberapa contoh infeksi akibat terpapar limbah, diantaranya: infeksi gastroenteritris, infeksi saluran pencernaan, infeksi mata, infeksi genital, infeksi kulit, antraks, meningitis, AIDS, demam berdarah, septikimia, baterikimia, kandidemia, hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.
Usaha yang dapat meminimalisir produksi limbah:
1) menyeleksi sebelum membeli,
2) pakai sesedikit mungkin bahan kimia,
3) mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi,
4) mencegah bahan yang dapat menjadi limbah,
5) memonitor alur penggunaan bahan-bahan kimia,
6) memesan bahan sesuai kebutuhan,
7) menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluwarsa,
8) menghabiskan bahan dari setiap kemasan,
9) cek tanggal kadaluarsa saat pesanan diantar oleh distributor."


20. Alfia Dwi Sunarto

pada : 28 August 2017

"DEFINISI
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP No.12,1995), sedangkan limbah medis atau klinis adalah sisa suatu kegiatan medis yang mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, laboratorium.
LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
Permenkes RI No.1204/Menkes/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, gas.
PENANGANAN SAMPAH MEDIS
Dipisahkan menurut jenis sampah medis, untuk benda tajam dimasukkan kedalam box khusus
MANAJEMEN LIMBAH
Pertama dilakukan pemilahan, lalu diangkut untuk selanjutnya dibakar atau inceneration, setelah dibakar akan dibawah ke pembuangan akhir
KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kemasan bertekanan
6. Limbah logam berat
7. Limbah kimia
PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
1. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan hasil limbah (menggunakan troli khusus)
2. Penyimpanan harus sesuai dengan iklim tropis. Pada musim hujan max 48 jam sedangkan pada musim kemarau max 24 jam. Pada musim kemarau suhu menjadi hangat sehingga menyababkan bakteri dan mikroorganisme lebih cepat berkembang biak.
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
1. Safety Box
2. Needle Cutter ( spuit dipisah dengan jarum)
3. Needle Burner
DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis banyak mengandung berbagai mikroorganisme pathogen yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui :
1. Tusukan, lecet, luka
2. Membran mukosa
3. Pernafasan dan ingesi
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. The Polluter Pays
2. The Precautionary
3. Kewajiban untuk waspada
4. Lokasi tempat pembuangan limbah
"


21. Handini Indah Rahmawati

pada : 28 August 2017

"Nama: Handini Indah Rahmawati
Nim: 131611133122
Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium, Contohnya botol infus, kasa, handscoon, catater, dll. Penanganan sampah medis itu dipisahkan menurut jenis sampah medis, untuk benda tajam masukkan kedalam box khusus. Pemilihan limbah padat:
1.Benda tajam: pisau bedah, ampul kaca, spet dan jarum
2.Medis non tajam: kasa, handscoon
3.Non medis: koran, kulit pisang, botol susu
4.Reuse: botol
Tujuh kategori limbah medis adalah limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah bertekanan, limbah logam berat. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu:
1.Musim hujan: paling lama 48 jam
2.Musim kemarau: paling lama 24 jam
Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1.Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2.Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3.Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4.Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit.
5.Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6.Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam yaitu safety box, needle cutter, needle burner. Dampak limbah terhadap kesehatan yaitu limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur tusukan, luka di kulit, melalui membran mukosa, malalui pernafasan dan melalui ingesti. Contoh Mikroorganisme patogen: virus hepatitis (B) dan virus HIV. Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan yaitu ) infeksi gastroenteritis, infeksi saluran pernafasan, infeksi mata, infeksi genital, infeksi kulit, antraks, meningitis, meningitis, demam berdarah, septikimia, bakteriemia, kandidemia, hepatitis virus A, hepatitis virus B dan C. Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni:
1.The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
2.The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3.The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4.The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
"


22. Hayu Ulfaningrum

pada : 28 August 2017

"NAMA: HAYU ULFANINGRUM
NIM: 131611133143
.
Resume:"Pengelolaan Limbah Medis di RS"
Limbah Medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan (praktikum)yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium. Legal aspek limbah medis diatur dalam Permenkes RI NO 1204/Menkes/SK/X/2004 yang membahas tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat,cair daan gas.
Usaha minimalisasi limbah:
a. menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
b. menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
c. mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
7 kategori limbah medis :
1. limbah benda tajam
2. limbah infeksius
3. limbah patologis
4. limbah farmasi
5. limbah kimia
6. limbah kemasan bertekanan
7. limbah logam berat.
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan hasil limbah memakai troli tertutup.
penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis. musim hujan paling lama 48 jam, musim kemarau paling lama 24 jam.
Tempat pembuangan sementara:
1. Bagi RS yang mempunyai inserator di lingkungan harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
2. Bagi RS yang tidak mempunyai inserator maka limbah medis harus dimusnahkan.
Pengelolaan Limbah Medis:
1. The Polutter Pays Principle (prinsip pencemar yang membayar)
2. The Precautionary Principle (Prinsip Pencegahan)
3. The Duty of Care Principle (Prinsip Kewajiban untuk waspada)
4. The Proximity Principle (Prinsip Kedekatan)."


23. Afita Nur Dwiyanti

pada : 28 August 2017

"Nama : Afita Nur Dwiyanti
NIM : 131611133114

Pengolahan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
• Pengolahan Limbah
- PP no. 12 1995
Bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi
- Permenkes RI no. 1204/MENKES/SK/X/2004
Semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair dan gas
• Manajemen Limbah : Pemilihan, pengangkutan, Incenaration/pembakaran, pembuangan akhir
• 7 kategori limbah medis : Benda tajam, infeksius, patologis, farmasi, kimia, kemasan bertekanan, logam berat
• Pengumpulam limbah medis :
- Menggunakan troli khusu yang tertutup
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis (Musim Hujan : Max 48 jam, Musim Kemarau : Max 24 jam)
• Pengolahan limbah medis tajam : Safety box, needle cutter, needle burner
• Dampak limbah terhadap kesehatan :
Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme pathogen melalui jalur : tusukan lecet, membrane mukosa, pernapasan, ingesti
• Mikroorganisme patogen :
- Hepatitis B : Virus persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah
- Virus HIV : Virus tahan 3 – 7 hari pada suhu ambient, inaktif suhu 560C
• Pengolahan limbah medis :
Prinsip berdasarkan kesepakatan internasional :
- The “Palluter Pays” principle
- The “Precautionary” principle
- The “Duty of care” principle
- The “proximity” principle
"


24. Endah Desfindasari

pada : 28 August 2017

"NAMA :Endah Desfindasari
NIM :131611133119

RESUME
PENGELOLAAN SAMPAH LIMBAH DI RUMAH SAKIT
-Definisi :
Limbah : merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan proses produksi.
Limbah medis : merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan medis yang mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium, misalnya : sisa handscoon, pemasangan cateter dll.
-Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI Nomor 1204 / MENKES / SK / X / 2004
Menjelaskan tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
-Manajemen Limbah
1. Pemilihan 3. Incineration / pembakaran
2. Pengangkutan 4. Pembuangan akhir
- Pemilahan Limbah Padat
Terdiri dari :
- Benda Tajam dan medis non tajam = pihak 3 (dibakar)
- Non medis = TPA
- Botol/ plastik infus = reuse (dijual)
-Jenis wadah dan label limbah medis padat
1. radioaktif : merah, kantong boks timbal dengan symbol radioaktif
2. sangat infeksius : kuning, kantong plastic kuat, anti bocor / container yang dapat di sterilkan dengan otoklaf
3. limbah infeksius : patologi dan anatomi, kuning dan kantong plastic kuat dan anti bocor / container.
4. sitotoksis : ungu, kontainer plastic kuat dan anti bocor.
5. limbah kimia dan farmasi : coklat, kantong plastic / kontainer.
-limbah bahan berbahaya dan racun
Merupakan sisa usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasi atau jumlah, baik secara langsung maupun tidak, dapat mencemarkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
-7 kategori limbah medis
1. limbah benda tajam : jarum suntik, preparat glass, infuse set , ampul atau vial dll.
2. limbah infeksius : kultur dan stok agen infeksius dari aktivitas laboratorium
3. limbah patologis : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urine, dll.
4. limbah farmasi : obat, vaksin, tumpahan obat, masker, sarung tangan , dll
5. limbah kimia : farmaldehid, zat kimia fotografis, solve, dll
6. limbah kemasan bertekanan: kaleng aerosol, carteidge, gas dalam tabung
7. limbah logam berat : logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan dokter.
- Pengumpulan Limbah Medis
1. pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
2. penyimpanan limbah medis dari setiap ruangan harus sesuai iklim tropis yaitu ada musim hujan dengan waktu max 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
- Tempat Penampungan Sementara
Rumah sakit yang mempunyai incinerator harus membakar limbahnya paling lama 24 jam. Rumah sakit yang tidak mempunyai incinerator maka harus bekerjasama dengan rumah sakit atau pihak lain yang mempunyai incinerator untuk dilakukan pemusnahan.
-ketentuan lain tentang sampah medis
1. ruang perawatan harus memiliki minimal 2 macam tempat limbah, limbah medis (kuning), non medis (hitam)
2. semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3. semua limbah dari kantor (alat tulis) dianggap sebagai limbah
4. semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis
- Teknik pengelolaab limbah medis tajam
1. safety box
2. needle cutter
3. needle burner
-Dampak limbah terhadap kesehatan
limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme pathogen, yang dapat memasuki atau mencemari tubuh manusia melalui :
1. Melalui tusukan,lecet, luka di kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan ingesti
-Mikroorganisme Patogen
Memiliki kemampuan terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas, tergantung pada jenis mikroorganisme dan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap lingkungan : suhu, kelembaban dll. Contoh : virus hepatitis (B) dan HIV
- Contoh infeksi akibat terpajan limbah
1. Infeksi gastrointestinal
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Seplikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis A
14. Hepatisis B dan Hepatitis C
-Usaha meminimalisir Limbah
1. Menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membeli
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
4. Mencegah bahan yang dapat menjadi limbah
5. Mengatur alat penggunaan bahan kimia (bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun)
6. Memesan bahan sesuai kebutuhan
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal, untuk menghindari kadaluwarsa
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
9. Mengecek tanggal kadaluwarsa pada saat diantar oleh distributor
Pengelolaan limbah medis
1. The polluler pays principle (pencemar yang membayar)
2. The precautionary principle (prinsip pencegahan)
3. The duty of care (prinsip kewajiban untuk waspada)
4. The proximity (prinsip kedekatan)


"


25. Mutiara Citra Dewi

pada : 29 August 2017

"NAMA : Mutiara Citra Dewi
NIM : 131611133078
RESUME : Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
DEFINISI
Limbah adalah bahan sisa yang tidak digunakan lagi
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, laboratorium
LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS  Permenkes RI Nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan di Rumah Sakit
A. MANAJEMEN LIMBAH
Pemilahan  Pengangkutan  Pembakaran/Incineration  Pembuangan Akhir
B. PEMILAHAN LIMBAH PADAT
Pihak 3 : Benda Tajam, Medis Non Tajam
TPA : Non Tajam
Reuse : Botol dan Plastik Infus
C. 7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan
7. Limbah logam berat
D. PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
- Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis
a. Musim hujan : paling lama 48 jam harus sudah diangkut
b. Musim kemarau : paling lama 24 jam harus sudah diangkut, karena bakteri berkembang lebih cepat saat musim kemarau
E. PERSYARATAN TEMPAT PEWADAHAN LIMBAH NON MEDIS
- Kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air (bahan fiberglass)
- Tutup mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
- Minimal 1 buah untuk setiap ruangan
- Benda tajam harus disendirikan
F. TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA
- Rumah Sakit yang mempunyai insinerator melakukan pembakaaran limbah setiap 24 jam sekali
- Rumah Sakit yang tidak mempunyai insinerator akan bekerjasama dengan Rumah Sakit yang mempunyai insinerator dengan sistem menyewa/membayar
G. TRANSPORTASI
- Kantong limbah diletakkan di kontainer yang tertutup
- Kendaraannya khusus
- Harus aman dari manusia dan hewan
- Petugasnya harus memakai APD
H. TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
- Safety Box
- Needle Cutter
- Needle Burner
I. DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
- Melalui tusukan, lecet, luka di kulit
- Melalui membran mukosa
- Melalui pernapasan dan ingesti
J. MIKROORGANISME PATOGEN
Mikroorganisme Patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam
- Virus Hepatitis B : tahan sampai 10 jam pada suhu 600C
- Virus HIV : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 560C
K. CONTOH INFEKSI
1. Infeksi Gastroeteritis
2. Infeksi saluran pernapasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi kulit
5. Infeksi Genita
6. Infeksi Meningitis
7. AIDS
8. Demam Berdarah
9. Septikimia
10. Bakteriemia
11. Kandidemia
12. Hepatitis Virus A,B,C
13. Antraks
L. PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. Pencemar yang membayar
2. Pencegahan
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan
M. USAHA MINIMALISASI LIMBAH
- Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
- Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
- Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
- Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
"


26. Achmad Ubaidillah Mughni

pada : 29 August 2017

"NAMA:ACHMAD UBAIDILLAH MUGHNI
NIM:131611133128

PENGELOLAAN SAMPAH LIMBAH DI RUMAH SAKIT
LIMBAH : buangan atau sisa yang dihasilkan dari suatu proses atau kegiatan.
LIMBAH MEDIS : sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
(Permenkes RI No.1204/Menkes/SK/X/2004), tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1)Limbah benda tajam : jarum suntik, preparat glass, infus set, ampul, vial, dll
*Spet harus dipisahkan antara jarum dan gagang
2)Limbah infeksius : limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan.
3)Limbah Patologis : limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia.
4)Limbah Farmasi : limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5)Limbah Kimia : limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan.
6)Limbah Kemasan Bertekanan : limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7)Limbah Logam Berat : limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik. misalnya: termometer.

PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
•Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
•Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam karena mikrobakteri cepat menyebar saat musim panas.
•Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, maka harus melakukan kerjasama dengan rumah sakit lain atau pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan.

TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
1)Safety Box.
2)Needle Cutter.
3)Needle Burner.

DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1)Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2)Melalui membrane mukosa
3)Melalui pernafasan dan melalui ingesti

PENGARUH LIMBAH RUMAH SAKIT TERHADAP LINGKUNGAN DAN KESEHATAN
1)Gangguan kenyamanan
2)Gangguan/kerusakan tanaman dan binatang.
3)Gangguan terhadap kesehatan manusia
4)Gangguan genetik dan reproduksi

MIKROORGANISME PATOGEN
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh mikroorganisme:
1)Virus Hepatitis (B) termasuk virus hepatitis C).
2)Virus HIV.

INFEKSI AKIBAT TERPAJAN LIMBAH LAYANAN KESEHATAN
1)Infeksi gastroenteritis.
2)Infeksi Saluran Pernafasan.
3)Infeksi Mata.
4)Infeksi Genital.
5)Infeksi Kulit.
6)Antraks.
7)Meningitis.
8)AIDS.
9)Demam Berdarah.
10)Septikimia.
11)Bakteriemia.
12)Kandidemia.
13)Hepatitis Virus A.
14)Hepatitis Virus B dan C.

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1)The “Polluter Pays” principle (pencemar yang membayar)
2)The “Precautionary” principle (Pencegahan)
3)The “duty of care” principle (kewajiban untuk waspada)
4)The “proximity” principle (kedekatan)
"


27. Nabiila Rahma Ulinnuha

pada : 29 August 2017

"Nama : Nabiila Rahma Ulinnuha
NIM : 131611133136
Resume : Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
 Limbah
Menurut PP NO 12 tahun 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Limbah Medis
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
 Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
 Penangan Limbah
1) Pemilahan
2) Pengangkutan
3) Pembakaran
4) Pembuangan Akhir
Pemilahan
• Benda tajam (Pihak 3)
• Medis non tajam(Pihak 3)
• Non medis (TPA)
• Botol & plastik infus (Reuse)
 7 Kategori Limbah Medis:
1) Limbah benda tajam
2) Limbah infeksius
3) Limbah Patologis
4) Limbah Farmasi
5) Limbah Kemasan Bertekanan
6) Limbah Logam Berat
7) Limbah Kimia
 Pengumpulan Limbah Medis
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
 Pengelolaan Limbah Medis
• Polluter Pays principle (prinsip pencemar yang membayar)
• The Precautionary principle (prinsip pencegahan)
• The duty of care principle (prinsip kewajiban untuk waspada)
• The proximity principle (prinsip kedekatan)
 Usaha Minimalisasi Limbah
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.



"


28. Desti Nayunda Lulu

pada : 29 August 2017

"Nama : Desti Nayunda Lulu
NIM : 131611133137
Resume :
Pengertian limbah (PP no. 12, 1995) adalah bahan sisa suatu kegiatan atau produksi.
Limbah medis merupakan sisa kegiatan medis, mencangkup semua hasil buangan yang berasal dari instanslasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal aspek limbah medis (PERMENKES RI NO. 1204/MENKES/SK/X/2004) tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, gas.
Tujuh kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Pengumpulan limbah medis setiap ruangan yang menghasilkan limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Pada musim hujan pembuangan sampah dilakukan paling lama 48 jam, sedangkan pada musim kemarau dilakukan pembuangan sampah paling lama 24 jam, karena pada musim kemarau merupakan suhu yang sangat kondusif untuk perkembangan patogen.
Dampak limbah terhadap kesehatan.
Limbah medis dapat mengandung macam – macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh menusia melaui jalur :
1. Tusukan, lecet, atau luka di kulit
2. Melalui membran mukosa
3. Memalui pernapasan dan memalui ingesti
Mikroorganisme patogen :
1. Virus hepatitis B → tahan terhadap antiseptik
2. Virus HIV → tahan 3 – 7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit di etanol 70%, inaktif pada suhu 56◦C.
Contoh infeksi akibat terpujan limbah layanan kesehatan :
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernapasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Septikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis virus A
14. Hepatitis virus B dan C
Pengolahan limbah medis (berdasarkan kesepakatan internasional) :
1. Prinsip pencemaran yang membayar
2. Prinsip pencegahan
3. Prinsip kewajiban untuk waspada
4. Prinsip kedekatan
"


29. PUTRI HISAANAH

pada : 30 August 2017

"NAMA: PUTRI HISAANAH
NIM: 131511133015

"Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit"

Definisi:
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi (PP No 12, 1995).
Limbah medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan (praktikum). Contoh: botol infus, kasa, spuit, handscon, dan lain-lain.

Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI no 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

Penanganan Sampah Medis
Dipisahkan menurut jenis sampah. Untuk benda tajam dimasukkan kedalam box khusus. Setelah dipilah kemudian diangkut ke tempat pembakaran/inceneration dan dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam, seperti: jarum suntik, kaca sediaan, infus set, ampul atau vial obat, dan lain-lain.
2. Limbah infeksius, seperti: kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium, limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular, limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi dan alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3. Limbah Patologis, seperti: organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain.
4. Limbah Farmasi, seperti: mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, sarung tangan, masker, dan lain-lain.
5. Limbah Kimia, seperti: formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dan lain-lain.
6. Limbah Kemasan Bertekanan, misalnya: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat, misalnya: Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.

Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety box
2. Needle cutter (spuit harus dipisahkan antara jarum dan ganggang)
3. Needle burner

Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti

Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
1.Infeksi gastroenteritis.
2. Infeksi Saluran Pernafasan.
3. Infeksi Mata.
4. Infeksi Genital.
5. Infeksi Kulit.
6. Antraks.
7. Meningitis.
8. AIDS.
9. Demam Berdarah.
10. Septikimia.
11. Bakteriemia.
12. Kandidemia.
13. Hepatitis Virus A.
14. Hepatitis Virus B dan C.


Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni:
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)

Usaha Minimalisasi Limbah
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor."


30. MARIA FLORENTINA MOI

pada : 30 August 2017

"PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan n atau proses produksi (PP.NO.12.1995),sedangkan limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis ,mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian dan laboratorium.
Penanganan sampah medis dilakukan dengan cara ,pemilahan limbah padat,yaitu dengan memisahkan benda tajam,medis non tajam,non medis,botol dan plastic infus,kemudian semua sampah tersebut segera dilakukan pembakaran.
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3X24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah,maka harus segera diangkut,benda tajam harus ditampung pada tempat khusus(safety box).
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung brbagaai macam mikroorganisme patoge,yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
 Melalui tusukan,lecet atau luka dikulit.
 Melalui membrane mukosa
 Melalaui pernapasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme tersebut adalah :
 Virus Hepatitis B
 Virus HIV: Virus yang yang dapat bertahan 3-7 hari pada suhu ambient,tahan 15 menit pada cairan Etanol 70%,in aktif pada suhu 56oc
Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan :
 Infeksi Gastroenteritis
 Infeksi saluran Pernapasan
 Infeksi Mata
 Infeksi Genital
 Infeksi Kulit
 Antraks
 Meningitis
 AIDS
 Demam Berdarah
 Septikimia
 Bakteriemia
 Kandidemia
 Hepatitis Virus A
 Hepatitis Virus B dan C
Usaha Minimalisasi Limbah
 Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
 Menggunakan sedikit bahan-bahan kimia
 Mengutamakan metode pemberian secara fisik daripada secara kimiawi
 Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
 Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun
 Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan
 Menggunakan bahan-bahan yang dproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa
 Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.

RESUME 2 PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT.


NAMA : MARIA FLORENTINA MOI
NIM : 131711123073
KELAS: AJ 2(B20)
"


31. Novy Loudoe

pada : 30 August 2017

"RESUME K3 : PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

NAMA : NOVY LOUDOE
NIM : 131711123034
KELAS : AJ 2 (B20)

Pengertian Limbah Medis : sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis :
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen Limbah
Pengelolaan limbah medis di RS, puskesmas, atau poliklinik dikumpulkan dan dibedakan berdasarkan kategorinya. Pemilahan Kategori limbah padat terdiri dari limbah tajam, limbah infeksius, limbah non-infeksius, botol dan plastik non-medis. Untuk limbah non-medis langsung dibuang ke TPA, sedangkan botol infus dan plastik infus akan didaur ulang. Seteleah dilakukan pemilahan selanjutnya diangkut dan dibawa ke incinerator. Limbah yang dibawa ke incinerator akan di bakar dengan suhu 1000֯ C. Setelah dilakukan pembakaran limbah akan dibuang ke Pit setempat/tempat lainnya.
Pemilahan Limbah
- Benda tajam dan medis non tajam (pihak III)
- Non medis (TPA)
- Botol dan plastik infus : Reuse
Limbah bahan berbahaya dan beracun
1) Radioaktif (warna konteiner/ kantong plastik : Merah )
2) Sangat infeksius ,limbah infeksius, patalogi (Kuning)
3) Sitotoksis (Ungu)
4) Limbah Kimia dan farmasi (coklat)

7 kategori Limbah Medis
1) Limbah benda tajam : Jarum suntik, Kaca sediaan, Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2) Limbah infeksius : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3) Limbah Patologis: organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4) Limbah Farmasi: mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5) Limbah Kimia: formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6) Limbah Kemasan Bertekanan: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7) Limbah Logam Berat: Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Pengumpulan Limbah Medis
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Teknik Pengelolaan Limbah Medis
1) Safety box
2) Needle cutter
3) Needle burner
Dampak Limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)

"


32. KHILYATUD DINIYAH

pada : 30 August 2017

"Khilyatud Diniyah
131611133107

Limbah adalah bahan sisa dari suatu kegiatan dan atau proses produksi
Limbah medis :
- Sampah hasil rindakan dari suatu usaha atau kegiatan medis (keperawatan)
- Berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium
Legal aspek limbah medis : persyaratan kesehatan lingkungan adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, gas (PERMENKES RI NO.1204/MENKES/SK/X/2004)
Penanganan sampah medis :
1. dipisahkan menurut jenis sampah medis
2. untuk benda tajam dimasukkan kedalam box khusus
Pemilahan :
- benda tajam
- botol dan plastik infus - medis non tajam
- non medis
Limbah medis :
• Benda tajam
• Infeksius
• Kemasan bertekanan
• Patologis
• Farmasi
• Kimia
• Logam berat
Limbah medis padat
1. bentuk tajam (jarum,pisau) – dibakar
2. bentuk non tajam (jaringan, handscon, kassa) – dibakar
3. non medis (botol, asam amino, koran, buah) – tempat sampah biasa – TPA
4. Botol dan plastik infus – dijual
Limbah medis disimpan :
1. jika musim dingin 2*24 jam (2 hari)
2. jika musim kemarau 1*24 jam (sehari), karena organisme cepat berkembang, terutama organisme patogen (bakteri, virus, jamur) jika terlalu lama maka menimbulkan infeksi
Limbah non medis : penyimpanannya diusahakan kedap air, tahan karat, ringan, kuat, tutup sampah bisa dimuka dengan mudah
Transportasi
1. limbah diangkut dengan kontainer ke kendaraan pengangkut limbah, dengan kontainer yang kuat dan tertutup
2. Pengangkutan limbah dari rumah sakit ke luar rumah akit menggunakan kendaraan khusus
3. limbah dikantungi dan dihindarkan dari jangkauan manusia dan hewan
4. petugas kebersihan saat kontak langsung dengan limbah menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD)
Limbah Medis didalamnya terdapat patogen (bakteri, virus, jamur) dapat masuk ke tubuh dari limbah melalui 3 cara :
1. tusukan, lecet, luka dikulit
2. masuk melalui membran mukosa
3. melalui pernafasan dan ingesti
Tempat penampungan sementara
1. Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungan harus membakar limba medisnya selambat-lambatnya 1*24 jam
2. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, maka limbah medis harus dimusnahkan perusahaan atau tempat yang mempunyai insinerator
Pengolahan limbah medis (prinsip berdasarkan kesepakatan internasional)
1. the polluter pays ¨pencemaran yang membayar¨
2. the pre cautionary ¨pencegahan¨
3. kewajiban untuk waspada
4. ¨kedekatan¨ lokasi pembuangan limbah
Mikroorganisme patogen
1. Hepatitis
Merupakan virus yang parsisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah
2. Virus HIV
Merupakan virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 56’ C
Apa itu mikroorganisme patogen?
- mikroorganisme yang mempunyai kemampuan terbatas dalam bertahan hidup
- tergantung pada; suhu, kelembapan, radiasi ultraviolet, ketersediaan zat organik, keberadaan predator
contoh infeksi yang ada dilayanan kesehatan
a) gastrointeritis
merupakan infeksi cairan cerna yang disebabkan oleh salmonella, shigela spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya melalui tinja maupun muntah
b) saluran pernafasan
penularan melalui peredaran udara yang tercemar
c) mata
d) genital
e) kulit
f) antraks
g) meningitis
h) AIDS
i) Demam berdarah
j) Hepatitis A, B, dan C
k) Kandidemia
l) Bakteriemia
m) Septikimia
"


33. Galang Tegar Indrawan

pada : 30 August 2017

"Limbah medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan (praktik). Ex; botol infus, kasa, spuid, handscoon, dll. Limbah medis berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium kesehatan.
Legal aspek limbah medis (Permenkes RI n0.1204/menkes/sk/X/2004). Tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Penanganan sampah medis:
1. Dipisahkan menurut jenis sampah medis.
2. Benda tajam dimasukkan dalam box khusus.
3. Pemilahan (benda medis tajam, medis non tajam, botol & plastik infus, serta barang non medis).
Untuk kategori limbah medis dibagi menjadi limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kemasan bertekanan, limbah logam berat, dan limbah kimia.
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan dirumah sakit dikumpulkan menggunakan troli tertutup. Pengumpulan dan penyimpanan limbah medis di Indonesia harus sesuai dengan iklim tropis, yaitu untuk musim hujan limbah medis aman disimpan paling lama sampai 2 x 24 jam. Sedangkan pada saat musim panas penyimpanan maksimal paling lama sampai 1 x 24 jam.
Pengolaan limbah medis memerlukan beberapa alat diantaranya safety box, needle cutter (spuid harus dipisahkan antara jarum dan gagangnya), needle burner. Limbah medis dapat menimbulkan beberapa dampak apabila kita salah dalam mengolahnya, karena limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen, dan dapat menyebar melalui jalur tusukan, lecet, luka di kulit, melalui membran mukosa, dan melalui pernapasan dan ingesti. Mikroorganisme patogen diantaranya Hepatitis B (virus parsisten diudara kering, hidup beberapa minggu ditanah), Virus HIV (Virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 56 derajat Celcius. Inveksi gastrointestinal adalah infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigela spp, vibrio cholera, dan cacing. Media penularannya dapat melalui tinja maupun muntah.
Pengolaan limbah medis menurut prinsip berdasarkan kesepakatan internasional, dibedakan menjadi 4 yaitu:
1. The polluter pays (pencemaran yang membayar).
2. The precautionary (pencegahan).
3. Pencegahan.
4. Kedekatan (lokasi tempat pembuangan limbah."


34. Muhammad Rezza Romadlon

pada : 30 August 2017

" Limbah medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan (praktik). Ex; botol infus, kasa, handscoon, spuid dll. Limbah medis berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium kesehatan.
Legal aspek limbah medis (Permenkes RI n0.1204/menkes/sk/X/2004). Yang berisi tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Penanganan sampah medis:
1. Dipisahkan menurut jenis sampah medis.
2. Benda tajam dimasukkan dalam box khusus.
3. Pemilahan (benda medis tajam, medis non tajam, botol & plastik infus, serta barang non medis).
Kategori limbah medis:
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan dirumah sakit dikumpulkan menggunakan troli tertutup. Pengumpulan dan penyimpanan limbah medis di Indonesia harus sesuai dengan iklim tropis, yaitu untuk musim hujan limbah medis aman disimpan paling lama sampai 2 x 24 jam. Sedangkan pada saat musim panas penyimpanan maksimal paling lama sampai 1 x 24 jam.
Pengolaan limbah medis memerlukan beberapa alat diantaranya safety box, needle cutter (spuid harus dipisahkan antara jarum dan gagangnya), needle burner. Limbah medis dapat menimbulkan beberapa dampak apabila kita salah dalam mengolahnya, karena limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen, dan dapat menyebar melalui jalur tusukan, lecet, luka di kulit, melalui membran mukosa, dan melalui pernapasan dan ingesti. Mikroorganisme patogen diantaranya Hepatitis B (virus parsisten diudara kering, hidup beberapa minggu ditanah), Virus HIV (Virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 56 derajat Celcius. Inveksi gastrointestinal adalah infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigela spp, vibrio cholera, dan cacing. Media penularannya dapat melalui tinja maupun muntah.
Pengolaan limbah medis menurut prinsip berdasarkan kesepakatan internasional, dibedakan menjadi 4 yaitu:
1. The polluter pays (pencemaran yang membayar).
2. The precautionary (pencegahan).
3. Pencegahan.
4. Kedekatan (lokasi tempat pembuangan limbah."


35. hilmy ghozi alsyafrud

pada : 30 August 2017

"Limbah medis merupakan sampah hasil tindakan keperawatan (praktrikum)
Ex: botol infus, kasa, spet, handscon, dll. Yang berasal dari instansi kesehatan, fasiltas penelitian dan laboratorium.
Legal aspek limbah medis (promkes RI no. 1204/MENKES/SK/2004) tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang di hasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat
Penanganan sampah medis dipisahkan menurut jenis sampah medis untuk benda tajam masukkan ke dalam box khusus
pemilahan : Benda tajam medis nontajam
Botol dan plastik infus non medis
Katagori limbah medis:
• Limbah benda tajam
• Limbah infeksia
• Limbah patologis
• Limbah farmasi
• Limbah kemasan bertekanan
• Limbah logam berat
• Lmbah kimia
Pengumpulan limbah medis:
 Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan hail limbah – pakai troli tertutup
 Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis
o Musim hujan – paling lama 28 jam
o Musim kemarau – paling lama 24 jam
Pengelolaan limbah medis tajam:
• Safaty box
• Needle culter (sepet harus dipisah antara jarum dengan ganggang)
• Needle burner
Dampak limbah terhadap kesehatan
• Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui
o Tusukan, lecet atau luka di kulit
o Melalui membran mukosa
o Melalui pernapasan dan melalui igesti
Mikroorganisme patogen
 Hepatitis B, virus parsisten di udara karing, hidup beberapa minggu
 Virus HIV, virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70% inaktif suhu 56%
"


36. Nabiela Audina

pada : 30 August 2017

"NAMA : NABIELA AUDINA
NIM : 131611133102

PENGOLAHAN SAMPAH MEDIS

Limbah medis : buangan yang berasal dari instansi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium
legal aspek : PERMENKES RI Nomor : 1204/MENNKES/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan

manajemen limbah :
1) Pemilahan
2) Pengangkutan
3) Pembakaran
4) Pembuangan akhir

1. Pemilahan Limbah Padat
a. Benda tajam
b. Medis non tajam
c. Non medis
d. Botol dan plastik infus

Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya
1. Radioaktif
warna kontainer : merah
keterangan : kantong boks timbal dengan simbol radioaktif
2. sangat infeksius
warna kontainer : kuning
keterangan : kantong plastik kuat, anti bocor
3. limbah infeksius patologi dan anatomi
warna kontainer : kuning
4. Sitoksis
warna kontainer : ungu
5. limbah kimia dan farmasi
warna kontainer : cokelat

7 kategori limbah medis :
1. limbah benda tajam
2. limbah infeksius
3. limbah patologi
4. limbah farmasi
5. limbah kimia
6. limbah kemasan berasam
7. limbah logam berat

pengumpulan limbah medis
- pengumpulan per ruangan menggunakan troli
- penyimpanan :
a. 48 jam (saat musim hujan)
b. 24 jam (saat musim kemarau)

transportasi
- harus tertutup dan kuat
- jauh dari jangkauan manusia, hewan
- petugas harus menggunakan APD
- diangkut dengan kendaraan khusus

teknik pengolahan limbahmedis tajam
- safety box
- needle cutter
- needle bunner

dampak negatif : limbahmedis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat masuk melalui :
- tusukan, lecet atau luka di kulit
- melalui membran mukosa
- melalui pernafasan dan melalui ingesti

contoh infeksi akibat terpapar limbah layanan kesehatan :
1. Infeksi gastroteritis
2. infeksi saluran pernafasan
3. infeksi mata
4. infeksi genital
5. infeksi kulit
6. atraksi
7. meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Septikimia
11. Bakterikimia
12. Kandidemiia
13. Hepatitis

usaha meminimalisasi limbah :
- menyeleksi bahan-bahan
- menggunakan sedikit bahan kimia
- mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
- mencegah bahan-bahan yang menjadi limbah
- memesan sesuai kebutuhan "


37. NOVITA DWI ANDRIANA

pada : 30 August 2017

"Nama :Novita Dwi Andriana
NIM :131611133116 / A3

Resume :
“Pengolahan Limbah Medis Rumah Sakit”
• Limbah merupakan bahan sisa dari suatu kegiatan/ proses produksi .
• Limbah medis merupakan bahan sisa dari suatu kegiatan medis/ keperawatan.

1. Aspek Legal Limbah Medis
“Tentang persyartan kesehatan lingkungan Rumah sakit adalah suatu limbah yang dihasilkan dari kegiatan Rumah Sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.”
2. Penanganan Sampah Medis
Dipisahkan menurut jenis sampah medis :
- Benda tajam
- Medis non tajam
- Non medis
- Botol dan plastik infus
3. Katagori Limbah Medis
- Limbah benda tajam
- Limbah infeksius
- Limbah patologis
- Limbah farmasi
- Limbah kimia
- Limbah kemasan bertekanan tinggi
- Limbah logam berat
4. Pengumpulan Limbah Medis
- Menggunakan penyimpanan yang tertutup
- Disesuaikan dengan iklim :
Hujan = 2 x 24 jam ( paling lama )
Panas = 24 jam ( paling lama )
- Mikroorganisme akan cepat berkembangbiak apabila suhu semakin hangat, dengan demikian akan cepat menginfeksi lingkungan.
5. Syarat Tempat Untuk Limbah Non Medis
- Harus dari bahan yang kuat, ringan, tidak mudah berkarat, dan kedap air.
- Tutup sampah mudah dibuka
- Minimal ada 1 tempat sampah dalam 1 ruangan
6. Tempat Penampungan Sementara
- Bagi rumah sakit yang memiliki insinerator di lingkukannya harus membakar limbah selambat-lambatnya 24 jam.
- Bagi rumah sakit yang tidak memiliki insinerator harus segera menyetorkan limbahnya ke tempat penyedia pembakaan limbah menggunakan insinerator.





7. Transportasi Limbah








Alat – alat pelindung diri :
- Topi / helm
- Masker
- Pelindung mata
- Pakaian panjang
- Apron
- Pelindung kaki
- Sarung tangan khusus
8. Teknik Penglahan Limbah Medis Tajam
- Safety Box
- Needle Cutter
- Needle Burner
9. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis merupakan limbah yang mengandung berbagai mikroorganisme patogs yang masuk ketubuh melalui :
- Tusukan, lecet, atau luka kulit
- Membran mukosa
- Pernafasan dan ingesti
10. Apa itu Mikroorganisme Patogen ???
Merupakan sebuah mikroorganisme yang memiliki kemampuan yang terbatas dalam bertahan hidup , dan tergantung pada :
- Suhu
- Kelembapan
- Radiasi ultraviolet
- Ketersediaan zat organik
- Keberadaan predator
- Dsb
Contohnya : Virus Hepatitis B dan HIV AIDS


11. Contoh Infeksi Yang Ada di Layanan Kesehatan
- Gastroenteritis
- Saluran pernafasan
- Mata
- Genital
- Kulit
- Antraks
- Meningitis
- AIDS
- DB
- Septikimia
- Bakteriemia
- Kandidemia
- Hepatitis A
- Hepatitis B dan C
12. Pengolahan Limbah Medis ( menurut prinsip Internasional )
- The polluter pays “ pencemaran yang membayar”
- The precautronary “ pencegahan”
- Kewajiban untuk wapada
- “kedekatan” ( lokasi tempat pembuangan limbah )

"


38. Nafiul ikroma wijayanti

pada : 30 August 2017

"Nama: Nafiul ikroma wijayanti
NIM: 131611133149
Pengolaan limbah medis
Limbah medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan (praktikum)
Contoh: berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium misalnya botol infus, kasa, spet, handscon, botol infus.
Penanganan sampah medis
Dipisahkan menurut jenis sampah medis untuk benda tajam. Masukkan ke dalam box khusus.
Legal ospek limbah medis (permenkes RI no 1204/mankes/SK/2004) tentang tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, gas.
Pemilahan
1. Benda tajam
2. Botol dan plastik infus
3. Medis non tajam
4. Non medis
Kategori limbah infus
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Pengumpulan limbah medis
1. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan hasil limbah sampahnya menggunakan troli tertutup
2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai dengan iklim tropis. Musim hujan paling lama 48 jam, musim panas paling lama 24 jam.
Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur tusukan, lecet, atau luka kulit, melalui membran mukosa, melalui pernapasan.
Mikroorganisme patogen
1. Hepatitis B
2. Virus HIV
3. Infeksi gastroententis
Pengelolaan limbah medis (prinsip berdasarkan kesepakatan internasional)
1. Pencemaran yang membayar
2. Pencegahan
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan (lokasi tempat pembuangan limbah)
"


39. Ramadhani Wahyuningtyas

pada : 30 August 2017

"DEFINISI
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi. Limbah Medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan (praktikum). Contoh dari limbah medis diantaranya, botol infus, kasa, spet, handscoon, ampul kaca, dan lain-lain. Limbah medis berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

LEGAL ASPEK MEDIS
(Permenkes RI No.1204/Menkes/SK/X/2004), tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
PEMILAHAN LIMBAH PADAT
1. Pihak III: Benda tajam dan Medis non tajam
2. TPA: non medis
3. Reuse: botol & plastif infus
JENIS WADAH DAN LABEL LIMBAH MEDIS PADAT
1. Radioaktif: berwarna merah: kantong timbal dengan symbol radioaktif
2. Sangat infeksius: berwarna kuning: kantong plastic kuat, anti bocor, container dapat dikerjakan dengan otoklaf
3. Limbah infeksius, patologi dan anatomi: berwarna kuning: plastic anti bocor
4. Sitotoksis: berwarna ungu: container plastic kuat anti bocor
5. Limbah kimia dan farmasi: berwarna coklat : kantong plastic/container
LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
Sisa suatu usaha/kegiatan yang mengandung bahan berbahaya/karena sifat/jumlahnya, secara langsung atau tidak langsung, dapat mencemaskan/merusak lingkungan hidup manusia dan mahkluk hidup

PENANGANAN SAMPAH MEDIS
Dipisahkan menurut jenis sampah medis, untuk benda tajam dimasukkan ke dalam box khusus. Adapun tujuh kategori limbah medis adalah :
1. Benda Tajam : Pisau bedah (1x pakai), ampul kaca, spet dan jarum;
2. Infeksius : Limbah hasil operasi, limbah pasien penyakit menular;
3. Patologis : Organ tubuh manusia, janin dan darah, muntahan;
4. Farmasi : Obat kadaluarsa (paracetamol, obat batuk, dan lain-lain);
5. Kima : Formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dan lain-lain;
6. Kemasan Bertekanan : Gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol, dan lain-lain;
7. Logam Berat : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran alat kedokteran
(thermometer, alat pengukur tekanan darah, dan lain-lain.

PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan, hasil limbah diangkut menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis.
Musim hujan: paling lama 48 jam
Musim kemarau: paling lama 24 jam.

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. The “polluters pays” principle (prinsip pencemar yang membayar);
2. The “precautionary” principle (prinsip pencegahan);
3. The “Duty of Care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada);
4. The “proximity” principle (prinsip kedekatan).
*Limbah medis tajam (safety box, needle cutter, needle burner). Spet harus dipisahkan antara jarum dan gagang.

MIKROORGANISME PATOGEN
1. Hepatitis B : Virus parsisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah;
2. Virus HIV : Virus yang tahan tiga hingga tujuh hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 56°C.

INFEKSI GASTROENTERITIS
Infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigela spp, vibrio cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.

USAHA MINIMALISASI LIMBAH
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya;
2. Pakai sedikit mungkin bahan kimia;
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi;
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah seperti dalam kegiatan kongres kesehatan dan kebersihan;
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun;
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan;
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa;
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan;
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor."


40. MUHAMMAD DZAKIYYUL FIKRI WACHID

pada : 30 August 2017

"NAMA: MUHAMMAD DZAKIYYUL FIKRI WACHID
NIM: 131611133115
RESUME.

DEFINISI
Limbah Medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan (praktikum). Limbah medis berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Contoh: Botol infus, kasa, spet, handscoon, ampul kaca, dan lain-lain.
LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
(Permenkes RI No.1204/Menkes/SK/X/2004)
Tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
KATEGORI LIMBAH MEDIS:
1. Limbah Benda Tajam
2. Limbah Infeksius
3. Limbah Patologis
4. Limbah Farmasi
5. Limbah Kima
6. Limbah Kemasan Bertekanan
7. Limbah Logam Berat
PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan, hasil limbah diangkut menggunakan troli khusus yang tertutup.
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis.
• Musim hujan (paling lama 48jam),
• musim kemarau (paling lama 24 jam).
DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur tusukan, lecet, luka di kulit, melalui membran mukosa,dan melalui pernafasan serta melalui ingesti.

MIKROORGANISME PATOGEN
1. Hepatitis B : Virus parsisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah;
2. Virus HIV : Virus yang tahan tiga hingga tujuh hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 56°C.

INFEKSI GASTROENTERITIS
Infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigela spp, vibrio cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. The “polluters pays” principle (prinsip pencemar yang membayar);
2. The “precautionary” principle (prinsip pencegahan);
3. The “Duty of Care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada);
4. The “proximity” principle (prinsip kedekatan).
*Limbah medis tajam (safety box, needle cutter, needle burner). Spet harus dipisahkan antara jarum dan gagang."


41. Retno Galuh Kusumawardhani

pada : 30 August 2017

"NAMA : Retno Galuh Kusumawardhani
NIM : 131611133145
RESUME :
Menurut PP No. 12 Tahun 1995, limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah medis adalah sisa suatu kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Menurut PERMENKES RI no. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, dan gas.

 Jenis Wadah & Label Limbah Medis Padat Sesuai Kategori
1. Radioaktif (Merah) = Kantong boks timbal dengan simbol radioaktif.
2. Sangat infeksius (Kuning) = Kantong plastik kuat, anti bocor/kontainer yang dapat disterilkan dengan otoklaf.
3. Limbah infeksius (Kuning) = Kantong plastik kuat, anti bocor/kontainer, dan anatomi.
4. Sitotoksis (Ungu) = Kontainer plastik kuat dan anti bocor.
5. Limbah kimia dan farmasi (Coklat) = Kantong plastik/kontainer.
 7 Kategori Limbah Medis :

1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat

 Pengumpulan Limbah Medis
 Menggunakan troli khusus yang tertutup
 Penyimpanan limbah medis sesuai iklim tropis:
− Musim hujan maksimal 48 jam
− Musim kemarau maksimal 24 jam
 Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur :
 Tusukan, lecect, atau luka dikulit
 Melalui membran mukosa
 Melalui pernafasan dan ingesti
 Pengelolaan Limbah Medis (Prinsip berdasarkan Kesepakatan Internasional)
1. The Polluter Pays (pencemaran yang membayar)
2. The Precautionary (pencegahan)
3. The Duty of Care (kewajiban untuk waspada)
4. The Proximity Principle (kedekatan - lokasi tempat pembuangan limbah)
"


42. Indah Azhari

pada : 30 August 2017

"Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit
NAMA : INDAH AZHARI
NIM : 131611133146
RESUME :
Limbah Medis :
Sampah hasil tindakan keperawatan . Contoh : botol infus, kasa, spet, handscoon, botol infus. Berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboraturium.
Legal Aspek Limbah Medis :
(Permenkes RI no. 1204/MenKes/SK/X/2004), tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Penanganan Sampah Medis :
> dipisahkan menurut jenis sampah medis
> untuk benda tajam, masukkan ke dalam box khusus
Pemilahan :
 Benda tajam, medis non tajam, botol dan plastik infus, dan non medis
Kategori Limbah Medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kemasan bertekanan
6. Limbah logam berat
7. Limbah kimia
Pengumpulan Limbah Medis :
-musim hujan > paling lama 48 jam
-musim kemarau > paling lama 24 jam
-karena pada musim kemarau/panas, mikroorganisme lebih cepat untuk berkembang biak
Pengelolaan Limbah Medis Tajam :
1. Safety Box
2. Needle Cutter
3. Needle Burner
(spet harus dipisahkan antara jarum dan spet)
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan :
-Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme pathogen melalui jalur
* tusukan, lecet, atau luka kulit
* melalui membran mukosa
* melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme Patogen :
 Hepatitis B > Virus parsisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah;
 Virus HIV > virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 56֯ C.
Infeksi Gastroenteritis :
 Infeksi saluran cerna (usus,perut) disebabkan oleh beberapa jenis virus dan bakteri. Salmonella, shigela spp, vibrio cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.
Pengelolaan Limbah Medis :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip pencemar yang membayar)
2. The “Precautionery” principle (prinsip “pencegahan”)
3. The “Duty of Care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “Proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
"


43. yohana rahmawati santoso

pada : 30 August 2017

"nama : yohana rahmawati santoso
NIM :131611133111

resume
Pengolahan limbah rumah sakit
Limbah medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan contoh ; boto infus, kasa, sped, handscon
Berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium. Pengertian limbah sendiri adalah sisa-sisa suatu usaha atau kegiatan , sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan fasilitas penelitian. Bagaimanakah penanganan sampah medis ? limbah bahan berbahaya dan beracun sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahna berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak , dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Agar tidak merusak dipisahakan menurut jenis sampah medis dan untuk benda tajam di masukkan ke dalam box khusus. Golongan benda tajam pisau bedah, ampul kaca, sped. Medis non tajam : kasa, handscoon. Non medis : Koran, kulit pisang,botol susu.
• 7 kategori limbah medis
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologi
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat

• Dampak limbah pada kesehatan. Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme pathogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur
1. Melalui tusukan, lecet/luka dikulit
2. Melalui membran mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti manajemen limbah usaha minialisasi limbah

• Cara mengolah limbah mendis tajam
1. Safety box
2. Needle cutter (speed harus di pecahkan antara jarum)
3. Needle burner dan gagang
• Tempat penampungan sementara
1. Di RS yang mempunyai insineratur di lingkungan harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam
2. Bagi RS yang tidak punya insetator maka limbahnya medis harus di musnahkan
• Pengumpulan limbah medis
1. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam
3. Pada musim kemarau paling lama 24 jam karena saat musim kemarau kuman cepat berkembang biak
Apabila tidak tepat buangsampah bias menimbulkan penyakit.

• Mikroorganisme pathogen
1. Mikroorganisme pathogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas
2. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, radiasi, ultrafiolet, keberadaan predator
• Contoh mikroorganisme tersebut adalah
1. Virus hepatitis (B)
2. Virus HIV

Hepatitis A, mudah menular melalui saliva
3. AIDS
4. DB
5. Septikima
6. Bakteri emia
7. Kondisidemia
8. Hepatitis A, B, C
• Pengolahan limbah medis
1. The “polluter pays” principle (prinsip pencermaran yang membayar)
2. The “precautanary” principle (prinsip pencegahan)
3. The “duty of care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada)
4. The “proximity” principle (prinsip kedekatan)




"


44. Fitrinia Puspita Sari

pada : 30 August 2017

"Limbah adalah sisa sesuatu kegiatan. Limbah Medis adalah limbah yang mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian lab. Legal aspek medis Permenkes RI No. 1204/Menka/SK/X/2004 menjelaskan tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas. Untuk penanganan sampah medis harus dipisahkan menurut jenis sampah medis, untuk benda tajam dimasukan ke dalam box khusus.

Pemilahan benda medis dan non medis, kategori limbah medis :
• Limbah benda tajam
• Limbah infeksius
• Limbah patologis
• Limbah farmasi
• Limbah kemasan bertekanan
• Limbah logam berat
• Limbah kimia

Pengumpulan limbah medis dibagi dua, yaitu :
• Pada musim hujan, paling lama 48 jam
• Pada musim kemarau, paling lama 12 jam

Pengelolahan limbah medis tajam :
• Safety box
• Needle cutter
• Needle burner

Limbah medis yang mengandung organisme patogen menyebar melalui :
• Tusukan, lecet atau luka di kulit
• Melalui membra mukosa
• Melalui pernafasan dan melalui ingesti

Infeksi Gastroentitis adalah infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigela spp, nbro cholera, cacing media penularan tinja maupun muntah.

Pengelolahan limbah medis :
1. The polluter pays “pencemaran yang membayar”
2. The Precautionary “pencegahan”
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan lokasi pembuangan limbah

Usaha Meminimalisasi limbah:
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya;
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia;
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi;
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah seperti dalam kegiatan kongres kesehatan dan kebersihan;
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun;
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan;
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa;
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan;
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor."


45. Siti Nur Aisa

pada : 30 August 2017

"NAMA : SITI NUR AISA
NIM : 131611133138
RESUME : PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

LIMBAH
>PP No 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
>PERMENKES RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.

PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
Limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

BAGAIMANA PENANGANAN SAMPAH MEDIS ?
Limbah bahan berbahaya dan beracun sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan meusak lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.

JENIS WADAH DAN LABEL LIMBAH MEDIS PADA SESUAI KATEGORI
•Sangat infeksius : biasanya buat rawat luka
•Limbah infeksius, patologi, dan anatomi : bagian tubuh seperti usus buntu dan yang di amputasi
•Limbah kimia dan farmasi yang expired

PEMILIHAN LIMBAH PADAT
Pihak III dimusnahkan
•Pisau bedah (sekali pakai) kwatir sangat infeksius
•Ampul kaca
•Spet dan jarum

7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
•Limbah benda tajam
•Limbah infeksius
•Limbah Patologis : limbah berasal dari jaringan tubuh manusia
•Limbah Farmasi
•Limbah Kimia
•Limbah Kemasan Bertekanan,
•Limbah Logam Berat

DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
•Melalui tusukan, lecet, atau luka dikulit
•Melalui membran mukosa
•Melalui pernapasan dan melalui ingesti

USAHA MINIMALISASI LIMBAH
•Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
•Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
•Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.

PEMILAHAN LIMBAH
Dilakukan pemilahan jenis limbah medis di mulai dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, limbah farmasi

TEMPAT PENAMPUNG SEMENTARA
•Bagi rumah sakit yang mempunyai inserator di lingkungan harus membakar limbahnya, selambat-lambatnya 24 jam
•Bagi rumah sakit yang tidak punya inserator, maka limbah medis harus di musnahkan

PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
•Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan hasil limbah pakai troli tertutup
•Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis
>Musim hujan : paling lama 48 jam
>Musim kemarau : paling lama 24 jam

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
•Safety Box
•Needle Cutter (sped harus di pisahkan antara jarum dan gagang)
•Needle Burner

MIKROORGANISME PATOGEN
>Hepatitis B : virus parsisten di udara kering, hidup beberapa minggu ditanah
>Virus HIV : virus yang tahan 3-7 hari pada ambient tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 56%

Infeksi gastroententis : infeksi cairan cernaa disebabkan oleh salmonella, shigela spp, vibrio cholera,cacing media penularan lewat tinja maupun muntah

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS (PRINSIP BERDASARKAN KESEPAKATAN INTERNASIONAL)
•The Polluter Pays principle “pencemaran yang membayar”
•The Precautionary principle “Pencegahan”
•The duty of care principle “kewajiban untuk waspada”
•The proximity principle “kedekatan”

Mikroorganisme patogen, memiliki kemampuan yang terbatas bertahan hidup di alam bebas.

HEPATITIS A MENULAR MELALUI :
•Aids
•Demam berdarah
•Septikimia
•Bakteriemia
•Kandidemia
•Hepatitis virus A,B,C.
"


46. Rezkisa D Prambudia

pada : 31 August 2017

"Nama: Rezkisa Dwi Prambudia
NIM: 131611133117

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS
DI RUMAH SAKIT
(Bu Ira Suarilah)

Pengertian Limbah
- Menurut PP NO 12, 1995 Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertian Limbah Medis
- Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis.
Legal Aspek Limbah Medis
- Menurut Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen Limbah
- Pemilahan
- Pengangkutan
- Incineration/Pembakaran
- Pembuangan akhir
7 Kategori Limbah Medis
- Limbah benda tajam
- Limbah infeksius
- Limbah Patologis
- Limbah Farmasi
- Limbah Kimia
- Limbah Kemasan Bertekanan
- Limbah Logam Berat
Pengumpulan Limbah Medis
- Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan menggunakan troli khusus yang tertutup.
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis :
o Pada musim hujan paling lama 48 jam.
o Pada musim kemarau paling lama 24 jam.
Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat Penampungan Sementara
- Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
- Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Transportasi
- Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup, serta kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
- Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
- Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri: Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves).
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
- Menggunakan safety box.
- Menggunakan needle cutter.
- Menggunakan needle burner.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
- Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
o Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
o Melalui membrane mukosa
o Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni:
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”). Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”) Merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3. The “Duty of Care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”) Bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “Proximity” principle (prinsip “kedekatan”) Dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam."


47. Alfiana Permatasari

pada : 31 August 2017

"NAMA : ALFIANA PERMATASARI
NIM : 131611133130
RESUME :
“Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit”
Limbah merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan fasilitas penelitian, dan laborarotium dan lain-lain. Menurut PP no. 12 tahun 1995 limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi.
Aspek legal limbah medis menurut Permenkes RI Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
Managemen limbah:
Pemilahan -> Pengangkutan -> Pembakaran atau inceneration -> Pembuangan akhir
Penanganan Limbah Medis dapat di pisahkan menurut jenis sampah medis, untuk benda tajam dimasukkan ke dalam box khusus, needle cutter, needle burner.
7 Kategori Limbah Medis adalah:
1. Limbah Benda Tajam
2. Limbah Infeksius
3. Limbah Patologis
4. Limbah Farmasi
5. Limbah Kimia
6. Limbah Kemasan Bertekanan
7. Limbah Logam Berat
Pengumpulan Limbah Medis:
> Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan, hasil limbah diangkut menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus disesuaikan dengan iklim tropis yaitu, paling lama 24 jam (musim kemarau), paling lama 48 jam (musim hujan). Karena pada musim kemarau, suhu lebih tinggi , sehingga perkembangan mikroorganisme (bakteri dan kuman) menjadi lebih optimal.
Mikroorganisme Patogen:
1. Virus Hepatitis B : Virus parsisten diudara kering, hidup beberapa minggu di tanah.
2. Virus HIV : Virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 560C.
Inveksi Gastroentensis : infeksi cairan cerna yang disebabkan oleh salmonella, shigela spp., vibrio cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.
Pengelolaan Limbah Medis (Prinsip berdasarkan kesepakatan internasional):
1. The Polluter Pays “Pencemaran yang Membayar”
2. The Precautionary “Pencegahan”
3. The Duty of Care “Kewajiban untuk waspada”
4. The Proximity “Kedekatan” (Lokasi tempat pembuangan limbah)
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan:
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia dengan melalui beberapa jalur diantaranya adalah; melalui tusukan, lecet atau luka di kulit; melalui membran mukosa; serta melalui pernafasan dan melalui ingesti.
Usaha Meminimalisasi Sampah:
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang
2. Menghasilkan limbah sebelum membelinya
3. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
4. Mengutamakan metode pembersihan fisik daripada secara kimiawi
5. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
6. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun"


48. SULPINCE WEYA

pada : 31 August 2017

"K3 PENGELOLAHAN LIMBAH
Pengertian limbah adalah sisa atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah kkinis mencakup semua hasil dari intdlasi semua kesehatan fasilitas lenelitia. Lab. Bagaimana penggunaan sampah medis limbah bahan berbahaya beracun sisa asuhan atau kegiatan yang mengundang bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlah baik secara langsung dan tidak langsung dapat mencemar kan tau merusakakan lingkungan hidup manusia secara maklum hidup yang lain.

Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penhasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 28 jam musim kemarau paling lama 24 jam karena saat musim kemarau kuman lebih cepat berkembang biak.
Kresek hitam
Ungu
Merah
Apabila tidak tepat membuang sampah bisa menimbulkan penyakit.
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup dialam bebas.
Kemampuan ini tergantung dari jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti :
Suhu,kebabpan,radiasi,utraulet,ketersediaan Gas, zat
Organik keberadaan predatur dampak limbah terhadap kesehatan limbah medis dapat mengandung bebagai macam mikroorganisme, patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui ingesti manajemen limbah melalui beberapa jalur:
1.melalui tusukan, lelet atau luka di kulit
2.melalui membran mukosa
3.melalui pernapasan dan ingesti manajemen limbah
Menyelesai bahan-bahan limbah yang kurang menghasilkan limbah sebelum memberinya menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia mengutamakan metode pembersihan secara fisik, pemilihan limbah dilakukan pemilihan limbah jenis dari infeksius, limbah patog,limbah benda tajam tempat penampun sementara bagi RS yang mempunyai insinerator maka limbah medis harus di musnahkan
1.Jenis wadah tabel limbah medis padat sesuai kategori
2.sangat infeksius biasanya buat rautan luka.
3.limbah infeksus patologi, dan anatomi bagian tubuh seperti usus buntu dan yang di aputasi.
4.limbah kimia dan farmasi expiret pemilihan limbah padat.
5.benda tajam pisau benda (sekon pakai) khuwatwr.
1.infeksius
2.ampul kaca
3.spet dan jarum
Medis non tajam, kaca,handscoon
Non medis koran, kulit pisang, botol susu TPA
Botol dan plastik infus bisa di rause
PENGELOLAHAN LIMBAH SAMPAH RS
pp no 12 tahun 1995 bahan sisa kegiatan dan atau proses produksi
PERMENKES RI nomor 1204 /MENKES/SK/X/2004
Hg persyaratan kes lingkungan RS adalah semua limbah yang di hasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat cair dan gas.
Setiap kegiatan selalu menghasilkan limbah ex:cairan sisa infus
Gas seperti, pembuangan insetator.
Padat bekas ampul injeksi
TRANSPORMASI
Kantong limbah medis sebelum dimasukakan ke kendaraan pengankut harus di letakan dalam kontainer yang kuat
Pengangkutan limbah keluar sakit menggunakan kendaraan khusus kantong limbah medis anes aman dari jakauan manusia maupun binatang.
Petugas yang menagani limbah harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri dari:
Topi,hellm,masker,pelingdung mata,pakaian panjang (covevtall),apron untuk industri, pelindung kaki, sepatu boot dan sarung tangan khusus (diaposabte) gloves atau heavy duty.
Katagori limbah medis
Limbah benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk misalnya jarum suntik,kaca sediaan (praparat glas)
Infus set ampui/via obat dll
Limbah infeksius adalah limbah yang di duga mengandung patogen (bakteri usus parasit, dan jarum) dalam jumlah yang cukup menyebabkan penyakit pada penjamu Yang rentan,misalnya kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyalat menular dan bagian isolasi alat atau materi lain yang tersentuh limbah yang sakit.
Limbah patoeologis adalah limbah yang berasal dari tubuh manusia misalnya:
Organ tubuh,jeni dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain."


49. SULPINCE WEYA NIM

pada : 31 August 2017

"K3 PENGELOLAHAN LIMBAH
Pengertian limbah adalah sisa atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah kkinis mencakup semua hasil dari intdlasi semua kesehatan fasilitas lenelitia. Lab. Bagaimana penggunaan sampah medis limbah bahan berbahaya beracun sisa asuhan atau kegiatan yang mengundang bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlah baik secara langsung dan tidak langsung dapat mencemar kan tau merusakakan lingkungan hidup manusia secara maklum hidup yang lain.

Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penhasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 28 jam musim kemarau paling lama 24 jam karena saat musim kemarau kuman lebih cepat berkembang biak.
Kresek hitam
Ungu
Merah
Apabila tidak tepat membuang sampah bisa menimbulkan penyakit.
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup dialam bebas.
Kemampuan ini tergantung dari jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti :
Suhu,kebabpan,radiasi,utraulet,ketersediaan Gas, zat
Organik keberadaan predatur dampak limbah terhadap kesehatan limbah medis dapat mengandung bebagai macam mikroorganisme, patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui ingesti manajemen limbah melalui beberapa jalur:
1.melalui tusukan, lelet atau luka di kulit
2.melalui membran mukosa
3.melalui pernapasan dan ingesti manajemen limbah
Menyelesai bahan-bahan limbah yang kurang menghasilkan limbah sebelum memberinya menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia mengutamakan metode pembersihan secara fisik, pemilihan limbah dilakukan pemilihan limbah jenis dari infeksius, limbah patog,limbah benda tajam tempat penampun sementara bagi RS yang mempunyai insinerator maka limbah medis harus di musnahkan
1.Jenis wadah tabel limbah medis padat sesuai kategori
2.sangat infeksius biasanya buat rautan luka.
3.limbah infeksus patologi, dan anatomi bagian tubuh seperti usus buntu dan yang di aputasi.
4.limbah kimia dan farmasi expiret pemilihan limbah padat.
5.benda tajam pisau benda (sekon pakai) khuwatwr.
1.infeksius
2.ampul kaca
3.spet dan jarum
Medis non tajam, kaca,handscoon
Non medis koran, kulit pisang, botol susu TPA
Botol dan plastik infus bisa di rause
PENGELOLAHAN LIMBAH SAMPAH RS
pp no 12 tahun 1995 bahan sisa kegiatan dan atau proses produksi
PERMENKES RI nomor 1204 /MENKES/SK/X/2004
Hg persyaratan kes lingkungan RS adalah semua limbah yang di hasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat cair dan gas.
Setiap kegiatan selalu menghasilkan limbah ex:cairan sisa infus
Gas seperti, pembuangan insetator.
Padat bekas ampul injeksi
TRANSPORMASI
Kantong limbah medis sebelum dimasukakan ke kendaraan pengankut harus di letakan dalam kontainer yang kuat
Pengangkutan limbah keluar sakit menggunakan kendaraan khusus kantong limbah medis anes aman dari jakauan manusia maupun binatang.
Petugas yang menagani limbah harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri dari:
Topi,hellm,masker,pelingdung mata,pakaian panjang (covevtall),apron untuk industri, pelindung kaki, sepatu boot dan sarung tangan khusus (diaposabte) gloves atau heavy duty.
Katagori limbah medis
Limbah benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk misalnya jarum suntik,kaca sediaan (praparat glas)
Infus set ampui/via obat dll
Limbah infeksius adalah limbah yang di duga mengandung patogen (bakteri usus parasit, dan jarum) dalam jumlah yang cukup menyebabkan penyakit pada penjamu Yang rentan,misalnya kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyalat menular dan bagian isolasi alat atau materi lain yang tersentuh limbah yang sakit.
Limbah patoeologis adalah limbah yang berasal dari tubuh manusia misalnya:
Organ tubuh,jeni dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain."


50. SULPINCE WEYA

pada : 31 August 2017

"K3 PENGELOLAHAN LIMBAH
Pengertian limbah adalah sisa atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah kkinis mencakup semua hasil dari intdlasi semua kesehatan fasilitas lenelitia. Lab. Bagaimana penggunaan sampah medis limbah bahan berbahaya beracun sisa asuhan atau kegiatan yang mengundang bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlah baik secara langsung dan tidak langsung dapat mencemar kan tau merusakakan lingkungan hidup manusia secara maklum hidup yang lain.

Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penhasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 28 jam musim kemarau paling lama 24 jam karena saat musim kemarau kuman lebih cepat berkembang biak.
Kresek hitam
Ungu
Merah
Apabila tidak tepat membuang sampah bisa menimbulkan penyakit.
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup dialam bebas.
Kemampuan ini tergantung dari jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti :
Suhu,kebabpan,radiasi,utraulet,ketersediaan Gas, zat
Organik keberadaan predatur dampak limbah terhadap kesehatan limbah medis dapat mengandung bebagai macam mikroorganisme, patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui ingesti manajemen limbah melalui beberapa jalur:
1.melalui tusukan, lelet atau luka di kulit
2.melalui membran mukosa
3.melalui pernapasan dan ingesti manajemen limbah
Menyelesai bahan-bahan limbah yang kurang menghasilkan limbah sebelum memberinya menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia mengutamakan metode pembersihan secara fisik, pemilihan limbah dilakukan pemilihan limbah jenis dari infeksius, limbah patog,limbah benda tajam tempat penampun sementara bagi RS yang mempunyai insinerator maka limbah medis harus di musnahkan
1.Jenis wadah tabel limbah medis padat sesuai kategori
2.sangat infeksius biasanya buat rautan luka.
3.limbah infeksus patologi, dan anatomi bagian tubuh seperti usus buntu dan yang di aputasi.
4.limbah kimia dan farmasi expiret pemilihan limbah padat.
5.benda tajam pisau benda (sekon pakai) khuwatwr.
1.infeksius
2.ampul kaca
3.spet dan jarum
Medis non tajam, kaca,handscoon
Non medis koran, kulit pisang, botol susu TPA
Botol dan plastik infus bisa di rause
PENGELOLAHAN LIMBAH SAMPAH RS
pp no 12 tahun 1995 bahan sisa kegiatan dan atau proses produksi
PERMENKES RI nomor 1204 /MENKES/SK/X/2004
Hg persyaratan kes lingkungan RS adalah semua limbah yang di hasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat cair dan gas.
Setiap kegiatan selalu menghasilkan limbah ex:cairan sisa infus
Gas seperti, pembuangan insetator.
Padat bekas ampul injeksi
TRANSPORMASI
Kantong limbah medis sebelum dimasukakan ke kendaraan pengankut harus di letakan dalam kontainer yang kuat
Pengangkutan limbah keluar sakit menggunakan kendaraan khusus kantong limbah medis anes aman dari jakauan manusia maupun binatang.
Petugas yang menagani limbah harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri dari:
Topi,hellm,masker,pelingdung mata,pakaian panjang (covevtall),apron untuk industri, pelindung kaki, sepatu boot dan sarung tangan khusus (diaposabte) gloves atau heavy duty.
Katagori limbah medis
Limbah benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk misalnya jarum suntik,kaca sediaan (praparat glas)
Infus set ampui/via obat dll
Limbah infeksius adalah limbah yang di duga mengandung patogen (bakteri usus parasit, dan jarum) dalam jumlah yang cukup menyebabkan penyakit pada penjamu Yang rentan,misalnya kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyalat menular dan bagian isolasi alat atau materi lain yang tersentuh limbah yang sakit.
Limbah patoeologis adalah limbah yang berasal dari tubuh manusia misalnya:
Organ tubuh,jeni dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain."


51. Happy Puspita Risna

pada : 31 August 2017

"Nama : Happy Puspita Risna
NIM : 131611133127

Pengelolaan Limbah Medis di Rumah Sakit
 Pengertian Limbah
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi.
 Pengertian Limbah Medis
Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
 Legal Aspek Limbah Medis
PERMENKES RI No.1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, gas.
 Penanganan Sampah Medis
 Dipisahkan menurut jenis sampah medis.
Untuk benda tajam : masukkan kedalam box khusus.
 Pemilahan
1. Benda Tajam
2. Botol plastik dan plastik infus
3. Medis non tajam
4. Non medis
 Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
 Pengumpulan Limbah Medis
 Pengumpulan limbah medis dan setiap ruangan hasil limbah -> memakai troli khusus yang tertutup.
 Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis.
1. Musim hujan -> paling lama 48 jam.
2. Musim kemarau -> paling lama 24 jam.
Mengapa ? Karena pada musim kemarau, sangat kondusif bagi bakteri atau mikroba (organisme patogen) dalam berkembang biak.
 Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety box
2. Needle cutter -> spuit harus dipisahkan antara jarum dan gagang
3. Needle burner
 Dampak Limbah terhadap Kesehatan
a) Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen.
Melalui jalur :
 Tusukan, lecet, dan/atau luka di kulit.
 Membran mukosa.
 Pernafasan dan melalui ingesti.
 Mikroorganisme Patogen
1. Hepatitis B -> virus parsisten dari udara kering, hidup beberapa minggu di tanah.
2. Hepatitis A -> virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, dan inaktif suhu 56oC.
 Infeksi Gastroententis
 Infeksi cairan-cairan disebabkan oleh salmonella, shigela, vibrio cholera, cacing. Media penularan lewat tinja maupun muntah.
 Pengelolaan Limbah Medis (berdasarkan prinsip kesepakatan Internasional)
1. The polluter pays “pencemaran yang membayar”
2. The precautionary “pencegahan”
3. Kewajiban untuk waspada
4. “kedekatan” (lokasi tempat pembuangan limbah)


"


52. SULPINCE WEYA

pada : 15 September 2017

"Nama: SULPINCE WEYA
NIM: 131611133150
KELAS: A3 (2016)
Nursing assesment
Assessment is a key component of nursing practice, required for planning and provision of patient and family centred care. The Nursing ad Midwifery Board of Australia (NMBA) in the national competency standard for registered nurses states that, “The registered nurse assesses, plans, implements and evaluates nursing care in collaboration with individuals and the multidisciplinary health care team so as to achieve goals and health outcomes.
Admission assessment: Comprehensive nursing assessment including patient history, general appearance, physical examination and vital signs completed at the time of admission. 
Shift assessment: Concise nursing assessment completed at the commencement of each shift or if patient condition changes at any other time during your shift. 
Focused assessment: Detailed nursing assessment of specific body system(s) relating to the presenting problem or current concern(s) of the patient. This may involve one or more body system.
Admission assessment
An admission assessment should be completed by the nurse with a parent or care giver, ideally upon arrival to the ward or preadmission, but must be completed within 24hours of admission. Admission assessment is to be documented on the nursing admission form. Privacy of the patient needs to be considered all times.
Patient history
History of current illness/injury (i.e. reason for current admission), relevant past history, allergies and reactions, medications, immunisation status and family and social history. 
General appearance
Assessment of the patient’s overall physical, emotional and behavioral state. 
Considerations for all patients include: looks well or unwell, pale or flushed, lethargic or active, agitated or calm, compliant or combative, posture and movement.
Vital signs
Baseline observations are recorded as part of an admission assessment and documented on the patients observation flowsheet
Physical assessment:
A structured physical examination allows the nurse to obtain a complete assessment of the patient. Observation, inspection, palpation, percussion and auscultation are techniques used to gather information. Clinical judgment should be used to decide on the extent of assessment required.
Wellbeing:
Mood, emotional state, comfort objects, sleeping habits and outcome, coping strategies, support networks, reaction to admission.
Social/cultural:
Parents/ carers/ guardian, living arrangements, siblings, visiting plans, transport, specific cultural requirements
Shift assessment
At the commencement of every shift an assessment is completed on every patient and this information is used to develop a plan of care. Initial shift assessment is documented on the assessment flowsheet and further assessments or changes to be documented in the assessment flowsheet/progress notes. 
Focused assessment
A detailed nursing assessment of specific body system(s) relating to the presenting problem or other current concern(s) is required. This may involve one or more body system.
Neurological system
Respiratory system
Cardiovascular
Gastrointestinal
Musculoskeletal
Skin
Eye
Ear/Nose/Throat (ENT)
Evaluation of assessment

In the evaluation phase of assessment, ensure the information collected is complete, accurate and documented appropriately. The nurse must draw on critical thinking and problem solving skills to make clinical decisions and plan care for the patient being assessed. If any abnormal findings are identified, the nurse must ensure that appropriate action is taken. This may include communicating the findings to the medical team, and the Associate Nurse Unit Manager in charge of the shift. Patients should be continuously assessed for changes in condition while under RCH care and assessments are documented regularly.

"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :