IRA SUARILAH


Berpacu menjadi yang terbaik

RESUME PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT PROG A 2016 (Kelas A3)

DEAR STUDENTS SIALKAN UPLOAD RESUMENYA DI SINI:


1. timotius dwi kurnianto

pada : 28 August 2017

"Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit
Definisi
1. Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi
2. Limbah medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan
Legal aspek limbah medis
Permenkes RI no 1204/menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatanrumah sakit dalam bentuk pada, cair, gas
Penanganan sampah medis
1. Dipisahkan menurut jenis sampah
2. Untuk benda logam akan dimasukkan ke box khuss
Kategor limbah medis
1. Benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
Pengumpulan limbah medis
1. Pengumpulan limbah meids dan setiap ruangan hasil limbah akan memakai troli tertutup
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis
1. Kemarau disimpain paling lama 24 jam
2. Musim hujan paling lama disimpan 48 ajm
Pengelolaan limbah edis tajam
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Needle burner
Pemilahan limbah padat
1. Benda tajam : pisau bedah, jarum dsbnya
2. Non tajam : kasa, handscoon, jaringan, plester, botol dan platik infus
3. Non medis : koran, sampah, makanan
Dampak limbah
1. Infeksius
2. Melukai
3. Pencemaran lingkungan
4. Menyebarkan mikroorganisme atau bakteri
5. Tempat mikroorganisme dan bakteri berkembang biak

"


2. Adji Yudho Pangaksomo

pada : 28 August 2017

"Nama : Adji Yudho Pangaksomo
NIM : 131611133133
Resume :

DEFINISI
Limbah Medis adalah sampah hasil tindakan keperawatan (praktikum). Contoh dari limbah medis diantaranya, botol infus, kasa, spet, handscoon, ampul kaca, dan lain-lain. Limbah medis berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

LEGAL ASPEK MEDIS
(Permenkes RI No.1204/Menkes/SK/X/2004), tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

PENANGANAN SAMPAH MEDIS
Dipisahkan menurut jenis sampah medis, untuk benda tajam dimasukkan ke dalam box khusus. Adapun tujuh kategori limbah medis adalah :
1. Limbah Benda Tajam : Pisau bedah (1x pakai), ampul kaca, spet dan jarum;
2. Limbah Infeksius : Limbah hasil operasi, limbah pasien penyakit menular;
3. Limbah Patologis : Organ tubuh manusia, janin dan darah, muntahan;
4. Limbah Farmasi : Obat kadaluarsa (paracetamol, obat batuk, dan lain-lain);
5. Limbah Kima : Formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dan lain-lain;
6. Limbah Kemasan Bertekanan : Gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol, dan lain-lain;
7. Limbah Logam Berat : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran alat kedokteran
(thermometer, alat pengukur tekanan darah, dan lain-lain.

PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan, hasil limbah diangkut menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis. Musim hujan (paling lama 48jam), musim kemarau (paling lama 24 jam).

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
1. The “polluters pays” principle (prinsip pencemar yang membayar);
2. The “precautionary” principle (prinsip pencegahan);
3. The “Duty of Care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada);
4. The “proximity” principle (prinsip kedekatan).
*Limbah medis tajam (safety box, needle cutter, needle burner). Spet harus dipisahkan antara jarum dan gagang.

DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur tusukan, lecet, luka di kulit, melalui membran mukosa,dan melalui pernafasan serta melalui ingesti.

MIKROORGANISME PATOGEN
1. Hepatitis B : Virus parsisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah;
2. Virus HIV : Virus yang tahan tiga hingga tujuh hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 56°C.

INFEKSI GASTROENTERITIS
Infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigela spp, vibrio cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.

USAHA MINIMALISASI LIMBAH
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya;
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia;
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi;
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah seperti dalam kegiatan kongres kesehatan dan kebersihan;
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun;
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan;
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa;
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan;
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
"


3. ARDINA NADYA WAHYUHERMANTO

pada : 28 August 2017

"Pengelolaan sampah limbah di rumah sakit
Deinisi
Limbah: bahan sisa kegiatan dan tatau proses produksi
Limbah medis: sisa usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalalasi kesehatan, fasilitas penielitian dan lab, contohnya handscoon,cateter, dll
Legal aspek limbah medis
Permenkes EI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004. Tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adlaah semua limbah yang dishasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen limbah
Pemilahan lalu pengangkutan lalu incineration (pembakaran) lalu pembuangan
Pemilhan limbah padat
1. Pihak III: Benda tajam dan Medis non tajam
2. TPA: non medis
3. Reuse: botol & plastif infus
Jenis wadah dan label limbah medis padat
1. Radioaktif: berwarna merah: kantong timbal dengan symbol radioaktif
2. Sangat infeksius: berwarna kuning: kantong plastic kuat, anti bocor, container dapat dikerjakan dengan otoklaf
3. Limbah infeksius, patologi dan anatomi: berwarna kuning: plastic anti bocor
4. Sitotoksis: berwarna ungu: container plastic kuat anti bocor
5. Limbah kimia dan farmasi: berwarna coklat : kantong plastic/container
Limbah bahan berbahaya dan beracun
Sisa suatu usaha/kegiatan yang mengandung bahan berbahaya/karena sifat/jumlahnya, secara langsung atau tidak langsung, dapat mencemaskan/merusak lingkungan hidup manusia dan mahkluk hidup
7 kategori limbah medis
1. Benda tajam: jarum suntik, preparat glass, infus set, ampul, vial, dll
2. Infeksius: kulfur dan stok agen infeksius dari aktivitas lab
3. Patologis: organ tubuh, janin, darah, muntahan. Urine
4. Farmasi: obat, vaksin, tumpahan obat, masker, sarung tangan
5. Kimia: formaldehid, zat kimia fotografis, solven
6. Kemasan bertekanan: kaleng aerosol , arteidge, gas dalam tabung
7. Logam berat
Pengumpulan limbah medis
Tiap ruang pakai troli khusus tertutup, penyimpanan sesuai ikilm tropis (hujan 48 jam) dan kemarau (panas 24 jam). Karena mikrobakteri cepat menyebar saat musim panas.
Tempat penampungan sementara
RS yang punya insinerator harus membakar limbahnya paling lama 24 jam, RS yang tidak punya incinerator harus bekerjasama dengan RS lain yang punya insinerator untuk dilakukan pemusnahan
Ketentuan lain tentang sampah medis
1. Ruang perawatan minimal punya 2 tempat limbah (medis, dan Non medis)
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis
3. Semua limbah dari kantor (alat tulis) dianggap limbah non medi
4. Semua yang keluar dari unit patologi dianggap limbah medis
Teknik pengelolaan limbah medis
1. Safety box
2. Needle box
3. Needle cutter
limbah medis mencemari tubuh lewat
1. Tusukan,lecet, luka kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan ingesti
Contoh infeksi akibat terpajan limbah
1. Infeksi gastrointestinal
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Seplikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis A
14. Hepatisis B dan Hepatitis C
Usaha meminimalisir Limbah
1. Menyeleksi sebelum membeli
2. Pakai sedikit mungkin bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi
4. Mencegah bahan yang dapat jadi limbah
5. Mengatur alat penggunaan bahan kimia (bahan baku-> limbah)
6. Memesan bahan sesuai kebutuhan
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal, menghindari kadaluarsa
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
9. Cek tanggal kadaluarsa saat diantar oleh distributor
Pengelolaan limbah medis
1. The polluler pays principle (pencemar yang membayar)
2. The precautionary principle (pencegahan)
3. The duty of care (kewajiban untuk waspada)
4. The proximity (prinsip kedkatan)



"


4. Cici Kurniatil Farhanah

pada : 28 August 2017

"Nama : Cici Kurniatil Farhanah
NIM : 131611133124

Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit
Limbah menurut PP no. 12 tahun 1995 adalah bahan sisa suatu kegitan dan atau proses produksi. Limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, laboratorium, dan lain-lain.
Aspek legal limbah medis menurut Permenkes RI No 1204/Menkes/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, maupun gas. Penanganan sampah medis, dipisahkan menurut jenis sampah medis, untuk benda tajam dimasukkan ke dalam box khusus.
Manajemen limbah :
1. Pemilahan
2. Pengangkutan
3. Pembakaran atau inceneration
4. Pembuangan akhir
Kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kemasan bertekanan
6. Limbah logam berat
7. Limbah kimia
Pengumpulan limbh medis, dikumpulkan dari setiap ruangan hasil limbah. Penyimpanan limbah medis harus disimpan maksimal 24 jam untuk pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan, maksimal disimpan selama 48 jam. Karena pada musim kemarau, suhu lebih tinggi, sehingga perkembangan kuman dan bakteri menjadi lebih optimal, semakin banyak.
Dampak limbah terhadap kesehatan, sangat berpengaruh. Limbah medis megandung berbagi mikroorgnisme patogen yang dapat masuk ke tubuh melalui tusukan, luka, membran mukosa, pernafasan, dan ingesti.
Pengelolaan limbah medis (prnsip berdasarkan kesepakatan interasional) :
1. The polluter pays “pencearan yang mebayar”
2. The precautionary “pencegahan”
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan lokasi tempat pembuangan limbah
"


5. AGUSTINA LIA FITRIANI

pada : 28 August 2017

"Pengelolaan sampah limbah di rumah sakit
Limbah medis: sisa usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalalasi kesehatan, fasilitas penielitian dan lab, contohnya handscoon,cateter, dll
Permenkes EI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004. Tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adlaah semua limbah yang dishasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen limbah
Pemilahan lalu pengangkutan lalu incineration (pembakaran) lalu pembuangan
7 kategori limbah medis
1. Limbah Benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 900
2. Limbah Infeksius-> limbah yang diduga mengandung bakteri patogen
3. Limbah Patologis-> limbah yang berasal dari jaringan patofen manusia
4. Limbah Farmasi
5. Limbah kemasan bertekanan
6. Limbah logam berat
7. Limbah Kimia
Penanganan sampah medis
1. Dipisahkan menurut jenis sampah medis untuk benda tajam
2. Masukkan kedalam box khusus
Pengumpulan limbah medis
- Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
- Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu musim hujan paling lama 48 jam & musim kemaraua paling lama 24 jam
Persyaratab yang tetapkan sebagai temat perawadahan limbah- nomedis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat
Dampak limbah terhadap kesehatan
1. Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen melalui jalur
a. Tusukan,lecet, luka kulit
b. Melalui membrane mukosa
c. Melalui pernafasan dan ingesti



"


6. Shavira

pada : 28 August 2017

"Nama : Shavira
NIM : 131611133140
Resume : Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1995 Limbah adalah sisa dari suatu kegiatan atau proses produksi. Salah satu jenis limbah ialah limbah medis. Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal aspek limbah medis menurut Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Masalah pengelolaan limbah medis di rumah sakit dapat ditangani dengan cara manajemen limbah yang terdiri dari:
1. Pemilahan
Limbah padat yang berasal dari rumah sakit, puskesmas, atau poliklinik lainnya dikumpulkan dan dibedakan berdasarkan kategorinya. Kategori limbah padat terdiri dari limbah tajam, limbah non-tajam, limbah infeksius, limbah non-infeksius, botol dan plastik infus, dan limbah non-medis. Untuk limbah non-medis langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir, sedangkan botol dan plastik infus akan didaur ulang.
2. Pengangkutan
Setelah dilakukan pemilahan selanjutnya limbah tersebut diangkut untuk dibawa ke incinerator.
3. Incineration/Pembakaran
Limbah yang telah dibawa ke incinerator selanjutnya akan dibakar dengan suhu minimum 1000ºC.
4. Pembuangan akhir
Setelah dilakukan pembakaran sampai menjadi abu limbah akan dibuang ke pit setempat/tempat lainnya.
Limbah medis dikategorikan menjadi tujuh, yaitu: limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan, dan limbah logam berat. Jenis wadah limbah medis padat berdasarkan kategorinya dibagi menjadi lima, yaitu:
1. Radioaktif degan kontainer/kantong plastik berwarna merah.
2. Sangat infeksius dengan kontainer/kantong plastik berwarna kuning.
3. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi dengan kontainer/kantong plastik berwarna kuning.
4. Sitotoksis dengan kontainer/kantong plastik berwarna ungu.
5. Limbah kimia dan farmasi dengan kontainer/kantong plastik berwarna coklat.
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah dibawa menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Pada saat musim kemarau limbah medis tidak dapat disimpan lebih dari 24 jam karena kuman lebih cepat berkembang biak.
Terdapat tiga teknik pengelolaan limbah medis tajam, yaitu safety box, needle cutter, needle burner. Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia, contoh mikroorganisme patogen tersebut seperti virus hepatitis B dan virus HIV. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah medis berdasarkan kesepakatan international terdiri dari:
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
Merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
Bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan.
Pengelolaan limbah medis dapat diminimalisir dengan cara menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya, menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia, mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah, memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan, dan menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa. Dengan mengetahui proses pengelolaan limbah medis ini diharapkan rumah sakit, puskesmas, poliklinik, dan tenaga kesehatan lainnya dapat meminimalisir adanya limbah medis agar mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan dan penyebaran virus dari mikroorganisme patogen yang berasal dari limbah medis."


7. Ainul Fidiatun Nofa

pada : 28 August 2017

"Pengertian limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal aspek limbah medis : Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
7 kategori Limbah Medis
(1) Limbah benda tajam.
(2) Limbah infeksius
(3) Limbah Patologis
(4) Limbah Farmasi
(5) Limbah Kimia
(6) Limbah Kemasan Bertekanan
(7) Limbah Logam Berat
Pengumpulan limbah medis : Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Pewadahan limbah non medis :
• Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
• Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
• Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
• Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
• Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
• Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat penampungan sementara :
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Ketentuan tentang limbah medis :
• Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
• Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
• Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
• Semua limbah yg keluar dari unit patologi haris dianggap sbg limbah medis.
Limbah medis mengandung organisme patogen, menyebar melalui :
- Tusukan, lecet atau luka di kulit
- Melalui membran mukosa
- Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Infeksi Gastroentitis adalah infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigelaspp, vibro cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.
Pengelolaan limbah medis :
1. Pencemaran yg membayar
2. Pencegahan
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan. "


8. Ainul Fidiatun Nofa

pada : 28 August 2017

"Pengertian limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal aspek limbah medis : Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
7 kategori Limbah Medis
(1) Limbah benda tajam.
(2) Limbah infeksius
(3) Limbah Patologis
(4) Limbah Farmasi
(5) Limbah Kimia
(6) Limbah Kemasan Bertekanan
(7) Limbah Logam Berat
Pengumpulan limbah medis : Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Pewadahan limbah non medis :
• Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
• Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
• Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
• Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
• Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
• Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat penampungan sementara :
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Ketentuan tentang limbah medis :
• Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
• Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
• Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
• Semua limbah yg keluar dari unit patologi haris dianggap sbg limbah medis.
Limbah medis mengandung organisme patogen, menyebar melalui :
- Tusukan, lecet atau luka di kulit
- Melalui membran mukosa
- Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Infeksi Gastroentitis adalah infeksi cairan cerna disebabkan oleh salmonella, shigelaspp, vibro cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.
Pengelolaan limbah medis :
1. Pencemaran yg membayar
2. Pencegahan
3. Kewajiban untuk waspada
4. Kedekatan. "


9. Achmad Ubaidillah Mughni

pada : 29 August 2017

"NAMA:ACHMAD UBAIDILLAH MUGHNI
NIM:131611133128

PENGELOLAAN SAMPAH LIMBAH DI RUMAH SAKIT
LIMBAH : buangan atau sisa yang dihasilkan dari suatu proses atau kegiatan.
LIMBAH MEDIS : sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
(Permenkes RI No.1204/Menkes/SK/X/2004), tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1)Limbah benda tajam : jarum suntik, preparat glass, infus set, ampul, vial, dll
*Spet harus dipisahkan antara jarum dan gagang
2)Limbah infeksius : limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan.
3)Limbah Patologis : limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia.
4)Limbah Farmasi : limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5)Limbah Kimia : limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan.
6)Limbah Kemasan Bertekanan : limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7)Limbah Logam Berat : limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik. misalnya: termometer.

PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
•Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
•Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam karena mikrobakteri cepat menyebar saat musim panas.
•Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, maka harus melakukan kerjasama dengan rumah sakit lain atau pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan.

TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
1)Safety Box.
2)Needle Cutter.
3)Needle Burner.

DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1)Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2)Melalui membrane mukosa
3)Melalui pernafasan dan melalui ingesti

PENGARUH LIMBAH RUMAH SAKIT TERHADAP LINGKUNGAN DAN KESEHATAN
1)Gangguan kenyamanan
2)Gangguan/kerusakan tanaman dan binatang.
3)Gangguan terhadap kesehatan manusia
4)Gangguan genetik dan reproduksi

MIKROORGANISME PATOGEN
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh mikroorganisme:
1)Virus Hepatitis (B) termasuk virus hepatitis C).
2)Virus HIV.

INFEKSI AKIBAT TERPAJAN LIMBAH LAYANAN KESEHATAN
1)Infeksi gastroenteritis.
2)Infeksi Saluran Pernafasan.
3)Infeksi Mata.
4)Infeksi Genital.
5)Infeksi Kulit.
6)Antraks.
7)Meningitis.
8)AIDS.
9)Demam Berdarah.
10)Septikimia.
11)Bakteriemia.
12)Kandidemia.
13)Hepatitis Virus A.
14)Hepatitis Virus B dan C.

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1)The “Polluter Pays” principle (pencemar yang membayar)
2)The “Precautionary” principle (Pencegahan)
3)The “duty of care” principle (kewajiban untuk waspada)
4)The “proximity” principle (kedekatan)
"


10. Novy Loudoe

pada : 30 August 2017

"RESUME K3 : PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

NAMA : NOVY LOUDOE
NIM : 131711123034
KELAS : AJ 2 (B20)

Pengertian Limbah Medis : sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis :
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen Limbah
Pengelolaan limbah medis di RS, puskesmas, atau poliklinik dikumpulkan dan dibedakan berdasarkan kategorinya. Pemilahan Kategori limbah padat terdiri dari limbah tajam, limbah infeksius, limbah non-infeksius, botol dan plastik non-medis. Untuk limbah non-medis langsung dibuang ke TPA, sedangkan botol infus dan plastik infus akan didaur ulang. Seteleah dilakukan pemilahan selanjutnya diangkut dan dibawa ke incinerator. Limbah yang dibawa ke incinerator akan di bakar dengan suhu 1000֯ C. Setelah dilakukan pembakaran limbah akan dibuang ke Pit setempat/tempat lainnya.
Pemilahan Limbah
- Benda tajam dan medis non tajam (pihak III)
- Non medis (TPA)
- Botol dan plastik infus : Reuse
Limbah bahan berbahaya dan beracun
1) Radioaktif (warna konteiner/ kantong plastik : Merah )
2) Sangat infeksius ,limbah infeksius, patalogi (Kuning)
3) Sitotoksis (Ungu)
4) Limbah Kimia dan farmasi (coklat)

7 kategori Limbah Medis
1) Limbah benda tajam : Jarum suntik, Kaca sediaan, Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2) Limbah infeksius : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3) Limbah Patologis: organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4) Limbah Farmasi: mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5) Limbah Kimia: formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6) Limbah Kemasan Bertekanan: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7) Limbah Logam Berat: Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Pengumpulan Limbah Medis
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Teknik Pengelolaan Limbah Medis
1) Safety box
2) Needle cutter
3) Needle burner
Dampak Limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)

"


11. Alfiana Permatasari

pada : 31 August 2017

"NAMA : ALFIANA PERMATASARI
NIM : 131611133130
RESUME :
“Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit”
Limbah merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau klinis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan fasilitas penelitian, dan laborarotium dan lain-lain. Menurut PP no. 12 tahun 1995 limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi.
Aspek legal limbah medis menurut Permenkes RI Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
Managemen limbah:
Pemilahan -> Pengangkutan -> Pembakaran atau inceneration -> Pembuangan akhir
Penanganan Limbah Medis dapat di pisahkan menurut jenis sampah medis, untuk benda tajam dimasukkan ke dalam box khusus, needle cutter, needle burner.
7 Kategori Limbah Medis adalah:
1. Limbah Benda Tajam
2. Limbah Infeksius
3. Limbah Patologis
4. Limbah Farmasi
5. Limbah Kimia
6. Limbah Kemasan Bertekanan
7. Limbah Logam Berat
Pengumpulan Limbah Medis:
> Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan, hasil limbah diangkut menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus disesuaikan dengan iklim tropis yaitu, paling lama 24 jam (musim kemarau), paling lama 48 jam (musim hujan). Karena pada musim kemarau, suhu lebih tinggi , sehingga perkembangan mikroorganisme (bakteri dan kuman) menjadi lebih optimal.
Mikroorganisme Patogen:
1. Virus Hepatitis B : Virus parsisten diudara kering, hidup beberapa minggu di tanah.
2. Virus HIV : Virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif suhu 560C.
Inveksi Gastroentensis : infeksi cairan cerna yang disebabkan oleh salmonella, shigela spp., vibrio cholera, cacing media penularan lewat tinja maupun muntah.
Pengelolaan Limbah Medis (Prinsip berdasarkan kesepakatan internasional):
1. The Polluter Pays “Pencemaran yang Membayar”
2. The Precautionary “Pencegahan”
3. The Duty of Care “Kewajiban untuk waspada”
4. The Proximity “Kedekatan” (Lokasi tempat pembuangan limbah)
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan:
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia dengan melalui beberapa jalur diantaranya adalah; melalui tusukan, lecet atau luka di kulit; melalui membran mukosa; serta melalui pernafasan dan melalui ingesti.
Usaha Meminimalisasi Sampah:
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang
2. Menghasilkan limbah sebelum membelinya
3. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
4. Mengutamakan metode pembersihan fisik daripada secara kimiawi
5. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
6. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun"


12. Happy Puspita Risna

pada : 31 August 2017

"Nama : Happy Puspita Risna
NIM : 131611133127

Pengelolaan Limbah Medis di Rumah Sakit
 Pengertian Limbah
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi.
 Pengertian Limbah Medis
Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
 Legal Aspek Limbah Medis
PERMENKES RI No.1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, gas.
 Penanganan Sampah Medis
 Dipisahkan menurut jenis sampah medis.
Untuk benda tajam : masukkan kedalam box khusus.
 Pemilahan
1. Benda Tajam
2. Botol plastik dan plastik infus
3. Medis non tajam
4. Non medis
 Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
 Pengumpulan Limbah Medis
 Pengumpulan limbah medis dan setiap ruangan hasil limbah -> memakai troli khusus yang tertutup.
 Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis.
1. Musim hujan -> paling lama 48 jam.
2. Musim kemarau -> paling lama 24 jam.
Mengapa ? Karena pada musim kemarau, sangat kondusif bagi bakteri atau mikroba (organisme patogen) dalam berkembang biak.
 Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety box
2. Needle cutter -> spuit harus dipisahkan antara jarum dan gagang
3. Needle burner
 Dampak Limbah terhadap Kesehatan
a) Limbah medis mengandung berbagai mikroorganisme patogen.
Melalui jalur :
 Tusukan, lecet, dan/atau luka di kulit.
 Membran mukosa.
 Pernafasan dan melalui ingesti.
 Mikroorganisme Patogen
1. Hepatitis B -> virus parsisten dari udara kering, hidup beberapa minggu di tanah.
2. Hepatitis A -> virus yang tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, dan inaktif suhu 56oC.
 Infeksi Gastroententis
 Infeksi cairan-cairan disebabkan oleh salmonella, shigela, vibrio cholera, cacing. Media penularan lewat tinja maupun muntah.
 Pengelolaan Limbah Medis (berdasarkan prinsip kesepakatan Internasional)
1. The polluter pays “pencemaran yang membayar”
2. The precautionary “pencegahan”
3. Kewajiban untuk waspada
4. “kedekatan” (lokasi tempat pembuangan limbah)


"


13. SULPINCE WEYA

pada : 15 September 2017

"Nama: SULPINCE WEYA
NIM: 131611133150
KELAS: A3 (2016)
Nursing assesment
Assessment is a key component of nursing practice, required for planning and provision of patient and family centred care. The Nursing ad Midwifery Board of Australia (NMBA) in the national competency standard for registered nurses states that, “The registered nurse assesses, plans, implements and evaluates nursing care in collaboration with individuals and the multidisciplinary health care team so as to achieve goals and health outcomes.
Admission assessment: Comprehensive nursing assessment including patient history, general appearance, physical examination and vital signs completed at the time of admission. 
Shift assessment: Concise nursing assessment completed at the commencement of each shift or if patient condition changes at any other time during your shift. 
Focused assessment: Detailed nursing assessment of specific body system(s) relating to the presenting problem or current concern(s) of the patient. This may involve one or more body system.
Admission assessment
An admission assessment should be completed by the nurse with a parent or care giver, ideally upon arrival to the ward or preadmission, but must be completed within 24hours of admission. Admission assessment is to be documented on the nursing admission form. Privacy of the patient needs to be considered all times.
Patient history
History of current illness/injury (i.e. reason for current admission), relevant past history, allergies and reactions, medications, immunisation status and family and social history. 
General appearance
Assessment of the patient’s overall physical, emotional and behavioral state. 
Considerations for all patients include: looks well or unwell, pale or flushed, lethargic or active, agitated or calm, compliant or combative, posture and movement.
Vital signs
Baseline observations are recorded as part of an admission assessment and documented on the patients observation flowsheet
Physical assessment:
A structured physical examination allows the nurse to obtain a complete assessment of the patient. Observation, inspection, palpation, percussion and auscultation are techniques used to gather information. Clinical judgment should be used to decide on the extent of assessment required.
Wellbeing:
Mood, emotional state, comfort objects, sleeping habits and outcome, coping strategies, support networks, reaction to admission.
Social/cultural:
Parents/ carers/ guardian, living arrangements, siblings, visiting plans, transport, specific cultural requirements
Shift assessment
At the commencement of every shift an assessment is completed on every patient and this information is used to develop a plan of care. Initial shift assessment is documented on the assessment flowsheet and further assessments or changes to be documented in the assessment flowsheet/progress notes. 
Focused assessment
A detailed nursing assessment of specific body system(s) relating to the presenting problem or other current concern(s) is required. This may involve one or more body system.
Neurological system
Respiratory system
Cardiovascular
Gastrointestinal
Musculoskeletal
Skin
Eye
Ear/Nose/Throat (ENT)
Evaluation of assessment

In the evaluation phase of assessment, ensure the information collected is complete, accurate and documented appropriately. The nurse must draw on critical thinking and problem solving skills to make clinical decisions and plan care for the patient being assessed. If any abnormal findings are identified, the nurse must ensure that appropriate action is taken. This may include communicating the findings to the medical team, and the Associate Nurse Unit Manager in charge of the shift. Patients should be continuously assessed for changes in condition while under RCH care and assessments are documented regularly.

"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :