DEAR STUDENTS SILAKAN UP-LOAD RESUMENYA DI SINI:


1. MUHAMMAD FATHUR RIZAL

pada : 28 August 2017

"(Resume pertemuan Hari Rabu, 23 Agustus 2017).
• Limbah merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di Indonesia.
• Pengertian limbah secara umum yaitu bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi yang diatur dalam PP NO 12, 1995.
• Sedangkan pengertian dari limbah medis yaitu sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
• Legal aspek sampah medis terdapat dalam Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
• Pemilahan limbah padat; (1) benda tajam dan medis non tajam diserahkan pihak ke-3 untuk dilakukan pembakaran 1000⁰C sehingga menjadi abu, (2) sampah non medis dibuang ke TPA, (3) botol dan plastik infus dibuang di TPA atau dimanfaatkan kembali (reuse).
• Kategori dan warna kantong plastik sampah;
(a) Sampah radioaktif dibuang di kantong plastic warna merah dengan kantong box timbal dan symbol radioaktif.
(b) Sangat infeksius dibuang di kantong plastic warna kuning yang kuat, anti bocor atau yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
(c) Limbah infeksius, patologi, dan anatomi dibuang di kantong plastic warna kuning yang kuat dan anti bocor atau container.
(d) Sitotoksis dibuang di kantong plastic warna ungu yang kuat dan anti bocor.
(e) Limbah kimia dan farmasi dibuang di kantong plastik warna coklat atau kontainer
• 7 kategori limbah medis; (1) Limbah benda tajam, misalnya: jarum suntik; kaca sediaan (preparat glass); infus set; ampul/vial obat, dll. (2) Limbah infeksius, misalnya : kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit. (3) Limbah patologis, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain. (4) Limbah farmasi, misalnya: produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat. (5) Limbah kimia, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll. (6) Limbah kemasan bertekanan, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol. (7) Limbah logam berat, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
• Tempat penampungan sementara; (1) bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam. (2) Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
• Ruang perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
• Teknik pengelolaan limbah medis tajam dapat berupa safety box, needle cutter, needle burner.
• Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan: infeksi gastroenteritis, infeksi saluran pernafasan, infeksi mata, infeksi genital, infeksi kulit, antraks, meningitis, AIDS, demam berdarah, septikimia, bakteriemia, kandidemia, hepatitis virus baik A, B, atau C."


2. ENDANG SUSIANA

pada : 29 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT.

Pengertian Limbah PP no 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertian Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis: Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit dalam bentuk padat,cair dan gas.
7 Kategori Limbah Medis adalah:
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. limbah kemasan bertekanan
7. limbah logam berat
Pengumpulan Limbah Medis
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troly khusus yang tertutup.
Penyimpanan Limbah Medis harus sesuai iklim yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam organisme patogen,yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
1. melalui tusukan,lecet,atau luka di kulit
2. melalui membrane mukosa
3. melalui pernafasan dan melalui ingesti.
Usaha Menimalisasi Limbah
. menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
. menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
. mengutamakan metode pembersihan secara fisik dari pada secara kimia
. mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
. memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
. memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
. menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kedaluwarsa.
. menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
. mengecek tanggal kedaluwarsa bahan pada saat di antar oleh distributor.
"


3. Dismalyansa

pada : 29 August 2017

"Resume K3 ke-2 (Pengelolaan Limbah Sampah Rumah Sakit )
Pengertian limbah sampah medis adalah sisa usaha atau kegiatan medis mencangkup semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan, penelitian, dan laborat. Limbah sampah medis mengandung bahan berbahaya yang karena sifat atau konsentrasinya (jumlah) dapat mencemari lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Mikroorganisme patogen tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui tusukan, lecet/luka di kulit, membran mukosa dan pernafasan.
Pemilahan limbah:
a) Benda tajam medis (jarum suntik, ampul atau vial obat, dll. ) dan non tajam medis (limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kemasan bertekanan, limbah logam berat)
b) Non medis (bungkus makanan, sampah ATK, dll)
Warna kontainer dan plastik sesuai kategori limbah :
1) Radioaktif wadah berwarna merah.
2) Sangat infeksius wadah berwarna kuning
3) Infeksius patologis wadah berwarna kuning
4) Sitotoksis wadah berwarna ungu
5) Limbah kimia dan farmasi berwarna coklat
Manajemen limbah ;
1. Untuk benda tajam berupa jarum suntik dibuang ke safety box yang kemudian akan dikumpulkan ke incinerator (sentral atau kecil) untuk dibakar, atau bisa juga melalui needle cutter.
2. Untuk benda non-tajam infeksius (basah atau kering) dibuang ke kontainer dilapisi plastik berwarna kuning kemudian diangkut ke incinerator (sentral atau kecil) untuk dilakukan pembakaran dengan suhu 100ºC.
3. Untuk PCV langsung dbuang k TPA.
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan harus menggunakan trolly tertutup dan untuk penyimpanannya sesuai dengan musim. Pada musim kemarau paling lambat 24 jam sedangkan pada musim penghujan bisa sampai 48 jam, dikarenakan kuman /bakteri berkembang lebih cepat pada suhu hangat. Pengangkutannya menggunakan kendaraan khusus, jauh dari jangkauan manusia dan hewan serta petugas menggunakan APD standart (helm, masker, pelindung mata, handscoon dan pakaian khusus).
"


4. FIQIH ARDI PRADANA

pada : 29 August 2017

"A. Pengertian Limbah (PP NO 12, 1995) :
Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

B. Limbah medis RS :
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

C. Manajemen limbah medis :
Jarum - needle pit
Samaph infeksius dan non infeksius ke plastic khusus – incenarator

D. Pemilahan limbah padat :
1. Limbah jarum dan non tajam dikirim ke pabrik
2. Limbah non medis ke TPA
3. Limbah botol dan plastik medis di reuse

E. Jenis wadah dan label limbah medis :
1. Radio aktif : merah, ex : kantong bekas timbal
2. Sangat infeksius : berwarna kuning, ex : kantong plastik kuat
3. Limbah infeksius patologi dan anatomi : kuning, ex : kantong plastik kuat
4. Sitotoksis : ungu
5. Limbah kimia dan farmasi : coklat, ex : kontainer

F. Kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat

G. Pengumpulan limbah medis :
1. Menggunakan troli khusus
2. Penyimpanan limbah max musim hujan 48jam, musim kemarau 24jam

H. Tempat penampungan sementara :
1. RS harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24jam (punya insinerator)
2. Limbah diserahkan ke petugas selambat-lambatnya 24jam (tidak punya insinerator)

I. Ketentuan sampah medis :
1. Punya 2 tempat sampah, medis dan non medis
2. IBS, harus punya tempat sampah medis
3. Kantor, harus punya tempat sampah non medis
4. Semua limbah patologis = medis

J. Teknik pengelolaan limbah medis tajam
1. Limbah tajam dengan safety bop
2. Memakai needle cutter

K. Dampak limbah terhadap kesehatan :
1. Dapat menusuk badan
2. Membran mukosa
3. Pernafasan

L. Mikroorganisme patogen :
1. Virus hepatitis B
2. Virus hiv

M. Contoh infeksi akibat limbah medis :
1. Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
2. Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
3. Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
4. Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
5. Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
6. Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
7. Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin
8. AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
9. Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
10. Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
11. Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
12. Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
13. Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
14. Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh

Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.

N. Usaha meminimalisir limbah :
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.





"


5. Abraham Steven Yotlely

pada : 29 August 2017

"ABRAHAM STEVEN YOTLELY
NIM : 131711123067

RESUME PERTEMUAN 2
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Adalah sisa suatu usaha/kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium.
Legal aspek limbah medis mengacu pada Permenkes RI no. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
Limbah padat RS/Puskesmas/Poliklinik akan dipilih kemudian diangkut ke incenerator atau pembakaran kemudian sisa pembakaran akan dibuang ke pembuangan akhir. Limbah tajam/jarum suntik akan dihancurkan dengan needle cuter kemudian dibuang ke needle pit, dapat juga dimasukan ke safety box kemudian dihancurkan dengan incenerator. Bila tidak mempunyai incenerator, dapat dibawa ke incenerator milik RS lainnya uuntuk dihancurkan. Limbah non-infeksius, non tajam basah atau kering, dimasukan ke kantong plastik lalu dibawa ke incenerator untuk dihancurkan. Limbah PVC dibawa langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Limbah Padat terdiri dari benda tajam, medis non tajam, non medis, botol dan plastik infus. Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat dan konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat mmencemarkan atau merusak lingkungan hidup, manusia serta makluk hidup lainya. 7 Kategori Limbah Medis yaitu limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekan dan limbah logam berat.
Pengumpulan limbah medis dilakukan dengan cara dikumpulkan dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup dan penyimpanannya harus sesuai iklim tropis yaitu musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
Persyaratan tempat pewadahan limbah non medis adalah terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan mempunyai permukaan yang haalus pada bagian dalamnya, mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan, terdapat minimal 1 buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan, limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadah melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah maka harus segera diangkut, benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) dan tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan.
Tempat Penampungan Sementara terdiri dari bagi RS yang mempunyai incenerator, harus membakar limbahnya selambat-lammbatnya 24 jam sedangkan bagi RS yang tidak mempunyai incenerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerja sama dengan RS lain atau pihak lain yang mempunyai incenerator selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suatu ruangan.
Ketentuan tentang transportasi sampah adalah diletakan dalam konteiner yang kuat dan tertutup, pengangkutan keluar RS mmenggunakan kendaraan khusus, kantong limbah medis harus aman dari jangkauan menusia maupun binatang dan petugas harus menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) yaitu topi/helem, masker, pelindung mata, pakaian panjang (coverall), apron untuk industri, pelindung kaki/sepatu boat dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves).
Ketentuan lain tentang sampah medis yaitu ruang perawatan harus memiliki minimal 2 macam tempat limbah, 1 untuk limbah medis (warna kuning) dan 1 lagi untuk non medis (warna hitam), semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis, semua limbah dari kantor dianggap sebagai limbah non medis dan semua limbah yang keluar dari unit patologi dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang.
Teknik pengolahan limbah medis tajam terdiri dari penggunaan safety box, needle cuter dan needle burner. Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur yaitu tusukan, lecet atau luka pada kulit, membrane mukosa dan pernapasan serta ingesti.
Contoh infeksi akibat terpejan limbah layanan kesehatan yaitu infeksi gastroenteritis melalui tinja atau muntahan, infeksi saluran pernapasan melalui secret yang terhirup dan air liur, infeksi mata melalui secret mata, infeksi genital melalui secret genital, infeksi kulit melalui nanah, antraks melalui secret kulit, meningitis melalui darah, secret alat kelamin, AIDS melalui darah dan sekret alat kelamin, demam berdarah melalui cairan tubuh dan secret, septikemia melalui darah, bakterimia melalui darah, kandidemia melalui darah, hepatitis virus A melalui tinja dan hepatitis virus B dan C melalui darah dan cairan tubuh.
Prinsip-prinsip dasar pengolahan limbah medis berdasarkan kesepakatan internasional adalah the polluter pays principle (prinsip pencemar yang membayar), the precautionary principle (prinsip Pencegahan), the duty of care principle (prinsip kewajiban untuk waspada) dan the proximity principle (prinsip kedekatan). Usaha Minimalisasi Limbah (Indonesia Bebas Sampah 2020) yaitu menyeleksi bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya, menggunakan sedikit mungkin bahan kimia, mengutamakan metode pembersihan secara fisik dari pada secara kimia, mencegah bahan yang dapat menjadi limbah, memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah berbahaya dan beracun, memesan bahan sesuai kebutuhan, menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa, menghabiskan bahan dari setiap kemasan dan mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor."


6. maria fatima koa

pada : 29 August 2017

"toksilogi limbah rumah sakit adalah semua sampah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya.secara umum sampah dan limbah rumah sakit dibagi dalam dua kelompk besar,yaitu sampah atau limbah medis dan non medis baik padat maupun cair.
bentuk limbah medis bermacam-macam berdasarkan potensi yang terkandung didalamnya diantaranya limbah benda tajam,limbah infeksius,limbah ptologis,limbah farmasi,limbah kimia,limbah kemasan bertekanan,limbah logam berat.
dampak limbah terhadap kesehatan mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui jalur:melalui jaur tusukan,lecet atau luka dikulit,melalui membran mukosa dan melalui pernapasan
oleh karena itu untuk mencegah terjadi penyakit atau infeksi limbah harus dikelola dengan baik dengan cara memisahkan imbah padat dan cair dan membuangnya ditempat yang sudah ditentukan. "


7. Ria Sabekti

pada : 29 August 2017

"Resume pertemuan ke 2
PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Menurut PP NO 12 thn 1995 limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah Medis sendiri memiliki pengertian sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Mengenai persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit diatur dalam Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 menyebutkan bahwa semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Untuk penanganan limbah medis ini sendiri harus melalui beberapa tahap, yaitu pemilahan, pengangkutan, pembakaran, dan pembuangan akhir. Pada tahap pemilahan limbah medis dapat dipilah kedalam benda tajam, medis non tajam, non medis, dan botol dan plastic infus. Ada beberapa pengkategorian limbah medis, diantaranya limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan, limbah logam berat. Selanjutnya pada tahap pengangkutan, dilakukan menggunakan troli tertutup dan tidak boleh lebih dari 24 jam pada musim kemarau. Tahap selanjutnya pembakaran limbah bagi rumah sakit yang memiliki inserator harus membakar sampahnya paling lambat 24 jam, dan yang belum memiliki inserator dimusnahkan dengan kerjasama dengan rumah sakit lain. Selanjutnya sampah diangkut menuju ke pembuangan terakhir dan sarana transportasi yang digunakan harus kuat dan tertutup, aman dari jangkauan manusia dan binatang. Pengelolaan limbah medis tajam tentunya berbeda dengan limbah medis yang lain, pengelolaan limbah medis tajam diantaranya menggunakan safety box, needle cutter, needle burner. Limbah medis yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah kesehatan, diantaranya terserang penyakit infeksi dengan mikroorganisme yang mnempel pada limbah medis tersebut seperti penyakit penyakit AIDS dengan media penularan darah. Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.

"


8. JULINDA MALEHERE

pada : 30 August 2017

"Pengertian Limbah menurut PP NO 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
7 kategori limbah medis
1.Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2.Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3.Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4.Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5.Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6.Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7.Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Pengumpulan Limbah Medis
•Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
•Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Pemilahan Limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1.Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2.Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3.Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4.Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5.Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6.Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Transportasi
•Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
•Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
•Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
•Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
Beberapa ketentuan lain ttg sampah medis
1.Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2.Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3.Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4.Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1)Safety Box.
2)Needle Cutter.
3)Needle Burner.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1)Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2)Melalui membrane mukosa
(3)Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme pathogen
•Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
•Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
1.Infeksi gastroenteritis
2.Infeksi Saluran Pernafasan
3.Infeksi Mata
4.Infeksi Genital
5.Infeksi Kulit
6.Antraks
7.Meningitis
8.AIDS
9.Demam Berdarah
10.Septikimia
11.Bakteriemia
12.Kandidemia
13.Hepatitis Virus A
14.Hepatitis Virus B dan C
Usaha Minimalisasi Limbah
•Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
•Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
•Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
•Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
•Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
•Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
•Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
•Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
•Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.

"


9. Linda Pradani Agesti

pada : 30 August 2017

"RESUME MATERI 2
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

A. PENGERTIAN LIMBAH
Manurut PP NO 12, 1995 Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium
Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, gas.

B. MANAJAEMEN LIMBAH
Penanganan Sampah Medis
Limbah padat RS/Puskesmas/Poliklinik Pemilahan Pengangkutan
Pembakaran Pembuangan Akhir
Pemilahan Limbah Padat
Benda tajam dan medis non tajam Pihak III
Non Medis TPA Botol dan Plastik Infus Reuse

C. LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup man
Jenis Wadah dan Label Limbah Medis Padat Sesuai Kategorinya
1. Radioaktif : Merah : Kantong boks timbale dengan symbol radioaktif
2. Sangat Infeksius : Kuning : Kantong plastic kuat, anti bocor, atau container yang dapat disterilisasi dengan oktoklaf
3. Limbah infeksius, patologi dan anatomi : Kuning : Kantong plastic kuat, anti bocor, atau container
4. Sitotoksis : Ungu : Kontainer plastic kuat dan anti bocor
5. Limbah kimia dan farmasi : Coklat : Kantong plastic atau kontainer





D. KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular.
3. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa.
5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

E. PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
1. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam

F. PERSYARATAN TEMPAT PEWADAHAN LIMBAH NON-MEDIS
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

G. TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
1. Safety Box.
2. Needle Cutter
3. Needle Burner

H. DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti

I. PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
(3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
(4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
J. USAHA MINIMALISASI LIMBAH
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun."


10. Maria Evarista Sugo

pada : 30 August 2017

"Nama:Maria Evarista Sugo
NIM:1317111230059
AJ2.
PENGELOLAHAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT.

pengertian Limbah.
PP no.12,1995 adalah:bahan sisa suatu kegiatan,dan atau proses produksi.

Pengertian Limbah Medis
Limbah medis adalah:suatu usaha atau kegitan medis,mencakup semua hasil buangan,yang berasal dari instalansi kesehatan,fasilitas penelitian,dan laboratorium.

Legal aspek Limbah Medis
permrnkes RI nomor 1204/MENKES/SK/X/2004:tentang pelayanan kesehatan,
Lingkungan
rumah Sakit adalah:semua limbah yang dihasilkan darikegiatan rumah sakit,dalam bentuk padat,cair dan gas.

Kategori Limbah Medis
Limbah benda tajam adalah:materi padatyang memiliki sudut kurang dari 90% yang dapat menyebebkan luka iris atau tusuk.
Limbah infeksius:limbahbygb di duga mengandung patogen.
limbah patologis adalah:limbah yang berasal dari jaringan tubuh.
limbah faramasi:limbah yang mengandung bahan-bahan faramasi.
limbak kimia:limbah yang mengandung bahan kimia,
limbah kemasan bertekanan,limbah yangb berasal darikegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas,
limbah logam berat:limbah medis yang menganadungb logam berat.

Persyaratan tempat pemwadahan limbah non medis,
1.terbuat dari bahan yang kuat
2.mempunyai tutup yang mudah di buka dan tanpa mengotori tangan.
3.terdapat minimal 1 buah untuk setiap kmar.
4.limbah tidak boleh di biarkan dalam wadahnya melebihi 3x24 jam.
5benda tajam harus di tampung pada tempat khusus.,

Teknik Pengelolaan limbah Medis
-safety Box
-Needle cutter
-Needle Burner.
"


11. SALMA HAYANI SHOLIHAH

pada : 30 August 2017

"NIM 131711123029
RESUME K3 Materi Ke-2 Pengolahan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
Limbah sampah medis merupakan suatu usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium. Menurut Permenkes RI no 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan Lingkungan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas. Penanganan sampah medis mulai dari pemilahan, pengangkutan, pemakaran dan pembuangan akhir. Dengan penjelasan sebagai berikut :
1.Adapun perlakuan penanganan sampah dalam bentuk padat, cair, gas itu berbeda. Pada benda padat yaitu benda tajam seperti jarum suntik dibuang di safety box atau dimasukkan needle pit, sampah non medis di masukkan dalam kantong plastik hitam, dan sampah medis berupa limbah yang mengandung patogen, berasal dari jaringan tubuh manusia di buang dalam kantong plastik kuning kemudian dibuang di tempat pembuangan akhir. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
2.Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
3.Tempat Penampungan sampah bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
4.Pengangkutan kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup. Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur : Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit, melalui membrane mukosa, melalui pernafasan dan melalui ingesti Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1.The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
2.The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3.The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4.The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)

Usaha Minimalisasi Limbah Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
1.Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
2.Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
3.Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah "


12. Lilik Manowati

pada : 30 August 2017

"NIM : 131711123030
Resume K3 materi ke-2

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
PENGERTIAN LIMBAH ( PP No 12, 1995)
1. LIMBAH adalah bahan sisa dari suatu kegiatan & atau proses produksi
2. LIMBAH MEDIS adalah suatu usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian & laboratorium. Mis : spuit, jaringan tubuh manusia, perban, dll.
ASPEK LEGAL LIMBAH MEDIS : Permenkes RI nomor : 1204 / MENKES / SK / X / 2004
Tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat,cair dan gas.
MANAJEMEN LIMBAH
Limbah padat RS / PUSKESMAS / Poliklinik harus melalui beberapa proses :
PEMILAHAN
1. Benda tajam dibuang di safety box lalu dibakar di incenerator
2. Sampah medis non tajam dibuang / dibakar di incenerator
3. Sampah non medis dibuang di TPA
4. Botol dan plastik infus
LIMBAH BAHAN BERBAHAYA & BERACUN ( LB3 )
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau kerena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup manusia, serta makhluk hidup lain.
JENIS WADAH LIMBAH MEDIS PADAT
Radioaktif : kantong plastik merah
Infeksius, PA : kantong plastik kuning
Sitotoksik : kantong plastik ungu
Limbah kimia farmasi : kantong plastik coklat
7 KATEGORI SAMPAH MEDIS :
Limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan tinggi, limbah logam berat.
PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
1. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yg tertutup.
2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis : musim hujan paling lama 48 jam & musim kemarau paling lama 24 jam.

PEMILAHAN LIMBAH : pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yg baik.

TRANSPORTASI
Kantong limbah medis diletakkan dalam kontainer yang kuat
Pengangkutan menggunakan kendaraan khusus
Kantong limbah harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang
Petugas yg menangani limbah harus menggunakan APD

DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis padat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yg dapat memasuki tubuh manusia. Contoh : infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan, mis : GEA, ISPA, ANTRAKS.

USAHA MINIMALISASI LIMBAH
1. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
2. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
3. Memesan bahan sesuai kebutuhan
4. Menggunakan bahan yg diproduksi lebih awal untuk menghindari kedaluwarsa

"


13. Beny Wahyudi

pada : 30 August 2017

"NIM : 131711123027
Resume K3 materi ke-2
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
PENGERTIAN LIMBAH ( PP No 12, 1995)
Apakah itu limbah ?
1. LIMBAH adalah bahan sisa dari suatu kegiatan & atau proses produksi
2. LIMBAH MEDIS adalah suatu usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian & laboratorium. Mis : spuit, jaringan tubuh manusia, perban, dll.
ASPEK LEGAL LIMBAH MEDIS menurut Permenkes RI nomor : 1204 / MENKES / SK / X / 2004
Tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat,cair dan gas.
MANAJEMEN LIMBAH
Limbah padat RS / PUSKESMAS / Poliklinik harus melalui beberapa proses :
PEMILAHAN
1. Benda tajam dibuang di safety box lalu dibakar di incenerator
2. Sampah medis non tajam dibuang / dibakar di incenerator
3. Sampah non medis dibuang di TPA
4. Botol dan plastik infus
LIMBAH BAHAN BERBAHAYA & BERACUN ( LB3 )
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau kerena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup manusia, serta makhluk hidup lain.
JENIS WADAH LIMBAH MEDIS PADAT
1.Radioaktif : kantong plastik merah
2.Infeksius, PA : kantong plastik kuning
3.Sitotoksik : kantong plastik ungu
4.Limbah kimia farmasi : kantong plastik coklat

7 KATEGORI SAMPAH MEDIS :
Limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan tinggi, limbah logam berat.
PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
1. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yg tertutup.
2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis : musim hujan paling lama 48 jam & musim kemarau paling lama 24 jam.

PEMILAHAN LIMBAH : pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yg baik.

TRANSPORTASI
Kantong limbah medis diletakkan dalam kontainer yang kuat
Pengangkutan menggunakan kendaraan khusus
Kantong limbah harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang
Petugas yg menangani limbah harus menggunakan APD

DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis padat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yg dapat memasuki tubuh manusia. Contoh : infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan, mis : GEA, ISPA, ANTRAKS,infeksi mata, infeksi genital.

USAHA MINIMALISASI LIMBAH
1. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
2. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
3. Memesan bahan sesuai kebutuhan
4. Menggunakan bahan yg diproduksi lebih awal untuk menghindari kedaluwarsa

"


14. Arsi Susilawati

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MATERI 2
"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT"
#Pengertian
LIMBAH adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP No.12,1995)
LIMBAH MEDIS adalah sisa suatu usaha/kegiatan medis,mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian dan laboratorium
#Kategori Limbah Medis
1.Limbah benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut "


15. Arsi Susilawati

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MATERI 2
"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT"
#Pengertian
LIMBAH adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP No.12,1995)
LIMBAH MEDIS adalah sisa suatu usaha/kegiatan medis,mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian dan laboratorium
#Kategori Limbah Medis
1.Limbah benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut "


16. Arsi Susilawati

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MATERI 2
"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT"
#Pengertian
LIMBAH adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP No.12,1995)
LIMBAH MEDIS adalah sisa suatu usaha/kegiatan medis,mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian dan laboratorium
#Kategori Limbah Medis
1.Limbah benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut "


17. riza mustika wenny

pada : 30 August 2017

"
RESUME PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT


 PENGERTIAN LIMBAH
PP NO 12, 1995 Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

 PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

 LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

 MANAGEMEN LIMBAH

 PEMILAHAN LIMBAH PADAT

 LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain

 7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

 PEMILAHAN LIMBAH
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik

 PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
1. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam


 PERSYARATAN TEMPAT PEWADAHAN LIMBAH NON-MEDIS
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

 TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA
1. Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
2. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

 TRANSPORTASI
1. Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
2. Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
3. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
4. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri,
Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty
gloves).

 BEBERAPA KETENTUAN LAIN TTG SAMPAH MEDIS

1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang

 TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
A. Safety Box.
• Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
• Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.

 TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
B. Needle Cutter.
• Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
• Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.

 TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
C. Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter;
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

 DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
a) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
b) Melalui membrane mukosa
c) Melalui pernafasan dan melalui ingesti

 Mikroorganisme patogen
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.

 CONTOH MIKROORGANISME TERSEBUT ADALAH :
a) Virus Hepatitis (B). Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
b) Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.


 CONTOH INFEKSI AKIBAT TERPAJAN LIMBAH LAYANAN KESEHATAN
a) Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
b) Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
c) Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
d) Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
e) Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
f) Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
g) Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin

 CONTOH INFEKSI AKIBAT TERPAJAN LIMBAH LAYANAN KESEHATAN
a) AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
b) Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
c) Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
d) Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
e) Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
f) Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
g) Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh

 Pengelolaan Limbah Medis.
A. Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
a) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”). Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
b) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”) merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
c) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”) bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
d) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”) dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.

 USAHA MINIMALISASI LIMBAH
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.

"


18. YAYUK RATNASARI DEWI ANGGRENI

pada : 30 August 2017

"YAYUK RATNASARI DEWI ANGGRENI/ 131711123061
RESUME KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MATERI 2
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengelolaan lingkungan Rumah Sakit sekarang ini bukan lagi satu bagian parsial yang konsumtif, tetapi merupakan satu rangkaian siklus dan strategi manajemen Rumah Sakit untuk mengembangkan kapasitas pengelolaan lingkungan Rumah Sakit sehingga memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan Rumah Sakit secara menyeluruh.
• Legal aspek dalam pengelolaan limbah medis menurut Permenkes RI nomor : 1204/ MENKES/ SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
• Limbah medis padat rumah sakit adalah semua limbah rumah sakit yang berbentuk padat sebagai akibat kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah medis padat dan non-medis, berupa limbah benda tajam, limbah infeksius (limbah yang menngandung pathogen), limbah patologi (limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia), limbah farmasi, limbah sitotoksis, limbah kimiawi (limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostik), limbah kemasan bertekanan, limbah radioaktif, dan limbah logam berat.
• Sedangkan limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa hasil usaha atau kegiatan yang mengandung bahan bahaya atau karena sifat atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan lingkungan hidup mahluk lain.
• Manajemen limbah dirumah sakit dimulai dari pemilahan dan pengumpulan yang menggunakan troli khusus tertutup, kemudian pengangkutan ke incineration/ pembakaran dan yang terakhir adalah pembuangan akhir. Petugas Pengelolaan Limbah (PPL) harus menggunakan APD yang lengkap (topi/helm, masker, googles, pakaian panjang, sepatu boots, dan heavy duty gloves).
• Dikhususkan kepada limbah tajam berupa jarum-suntik dibuang ke dalam shrap-box dengan jarum yang sudah dipotong dengan neddle-cutter, setelah 2/3 penuh selanjutnya di bawa ke incinerator atau melalui pihak ke III.
• Kemudian sampah medis non-tajam infeksius atau non-infeksius dibuang ke kantong plastik sesuai dengan kategorinya seperti limbah radioaktif (kantong plastik merah), sangat infeksius (kantong kuning), limbah sitotoksik (kantong ungu), dan limbah kimia dan farmasi (kantong coklat). Dan untuk selanjutnya di bawa ke incinerator atau melalui pihak ke III.
• Dampak limbah bagi kesehatan, dimana limbah dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme pathogen yang dapat menularkan berbagai macam penyakit bila tidak dilakukan pengelolaan dengan baik."


19. Fitriana Nur Rochmi

pada : 30 August 2017

"Resume Mata Kuliah K3
PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Oleh : Fitriana Nur Rochmi (131711123046)
• Pengertian Limbah menurut PP NO. 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
• Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
• Legal Aspek Limbah Medis
• Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas
• Manajemen limbah limbah
• Limbah padat dipilih ditaruh di pengangkutan kemudian di inceration dan di buang ke pembuangan akhir
• Limbah bahan berbahaya &racun adalah Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
• 7 kategori limbah medis antara lain limbah benda tajam, infeksius, patologis, farmasi, kimia, kemasan bertekanan, logam berat.
• Pengumpulan Limbah Medis yaitu dengan cara mengumpulkan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup, dan Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
• Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
• Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
• Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
• Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
• Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
• Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
• Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
• Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
• Teknik pengolahan limbah medis tajam
• Safety box
• Needle cutter
• Need burner
• Prinsip pengolahan sampah medis
• The “Polluter Pays” principle
• The “Precautionary” principle
• The “duty of care” principle
• The “proximity” principle
• Usaha meminimalisir limbah :
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.


"


20. DWI FERAFURISCA DESI

pada : 30 August 2017

"RESUME PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
BY : IRA SUARILAH
Dalam resum kuliah ke 2 ini berisikan tentang definisi, legal asspek, cara pengelolaan limbah rumah sakit, jens- jenis limbah medis dan managemen pengelolaan limbah medis rumah sakit. LIMBAH MEDIS medis sendiri adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Pengelolaan limbah rumah sakit di atur dalam Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Sampah medis ini sanggat berbahaya sekali jika tidak di kelola dengan baik, cara pengelolaan limbah rumah sakit di bagi berdasarkan jenis limbahnya, apabila sampah non medis akan di taruh di kantung plastik hitam dan di buang ke TPA, sedangkan untuk sampah medis di buang ke tempat sampah berwarna kuning, yang termasuk sampah medis ada 3 yaitu benda tajam, plabot infuse, benda padat . untuk penanganan sampah medis benda tajam akan di masukan di safety box dan di hancurkan di incinerator, begitu pula dengan sampah medis padat akan di akut dan di bakar di incinerator, sedangkan untuk sampah pablot dapat di reduse kembali. Jenis limbah dan kantung plastic yang di gunakan untuk non medis di letakkan pada plastic hitam, sedangkan untuk limbah infeksius di berikan pada plastic kuning, untuk sampah radioaktif di letakkan pada sampah warna merah dan sitotoksik pada sampah unggu.
Yang termasuk 7 kategori limbah medis yaitu 1) Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll. (2) Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit. (3) Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain (4) Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll. (5) Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll. (6) Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol. (7) Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Untuk Pengumpulan Limbah Medis Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Untuk pemilihan limbah Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Persyaratan tempat non medis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Untuk penyimpanan sementara, Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam. Sedangkan Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang. Untuk proses pengangkutanya Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup, Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus,Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang, Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri seperti Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)


"


21. Astin Thamar Genakama

pada : 30 August 2017

"Resume k3 pertemuan 2
Menurut PP NO 12, 1995 limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal aspek limbah medis Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Sampah medis dibagi menjadi 4 yaitu: sampah/ limbah yang tajam ( jarum suntuk, dll), sampah/ limbah tumpul ( botol obat-obatan), sampah/ limbah infeksius ( kasa yang terkena darah, dll) dan samppah/ limbah noninfeksius (tisu kering, kertas, dll). Manajemen limbah sampah dibagi menjadi beberapa kategori yaitu: limbah di rumah sakit/puskesmas/klinik dilakukan pemilihan untuk membedakan jenis sampah, kemudian dilakukan pengangkutan dan selanjutnya dibakar dan dibuang ketempat pembuangan akhir. Jarum suntik diletakkan dalam safety box/ menggunakan needle cutter kemudian jarum akan dibuang pada needle pit, sedangkan yang diletakkan disafety box akan dibakar pada incinerator kemudian dibuang ketempat sampah, jika tempat tersebut tidak memiliki incinerator maka akan diangkut safety box berisi jarum tersebut kemudian dimusnakan di incinerator pihak lain kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sampah infeksius, sampah non-infeksius, basah, kering, non-tajam dibuang dalam kantong plastik kemudian diangkit dan dibakar di incinerator kecil atau incinerator besar kemudian akan dibawa ke pit setempat/ tempat pembuangan sampah lain.
Pemilihan limbah padat:
1. benda tajam (jarum suntik, pecahan kaca preparat, dll) diletakan/dibuang pada safety box kemudian diserahkan ke pihak ke 3 untuk mengelolahnya
2. medis non tajam ( kasa berdarah, sarung tangan, perban, dll) diletakkan ditempat sampah yang disediakan kemudian diserahkan pada pihak ke 3 untuk mengelolahnya.
3. Non-medis (kertas, botol mineral,dll) diletakkan ditempat sampah kemudian diangkut dan diletakkan di TPA
4. Botol/ plastik infus diletakkan ditempat sampah kemudian akan direuse.

Limbah berbahaya merupakan Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategori:
1. Radioaktif, diletakkan dalam kantung berwarna merah dan keterangan kantongnya itu kantong boks timbal dengan simpol radioaktif.
2. Sangat infeksius, diletakkan dalam kantung berwarna kuning dan keterangan kantongnya adalah kantong plastik kuat, anti bocor, atau kontainer yang dapat disentralisasi dengan otoklaf.
3. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi, diletakkan dalam kantung berwarna kuning dengan keterangan kantongnya adalah kantong plastik kuat dan anti bocor/ kontainer.
4. Sitotoksis, diletakkan dikantong berwarna ungu dan keterangan kantongnya adalah kantong kontainer plastik kuat dan anti bocor.
5. Limbah kimia dan farmasi diletakkan pada kantong berwarna coklat dengan keterangan kantongnya adalah kantong plastik atau kontainer.

7 kategori limbah medis :
(1) Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
(2) Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
(3) Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
(4) Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
(5) Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
(6) Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
(7) Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

Pengumpulan limbah medis:
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Pemilihan limbah :
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Persyaratan pewadahan limbah non-medis :
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat penampungan sementara :
Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Transportasi:
Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup. Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri: Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
Teknik pengelolaan limbah medis tajam :
(1) Safety Box.
Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
(2) Needle Cutter.
Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
(3) Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter. Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.
Dampak limbah terghadap kesehatan :
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen:
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
(1) Virus Hepatitis (B). Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
(2) Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.
Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan:
(1) Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
(2) Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
(3) Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
(4) Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
(5) Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
(6) Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
(7) Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin
(8) AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
(9) Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
(10) Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
(11) Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
(12) Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
(13) Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
(14) Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh
Pengelolaan limbah medis:
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.
Usaha meminimalisasi limbah :
(1) Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
(2) Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
(3) Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
(4) Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
(5) Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
(6) Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
(7) Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
(8) Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
(9) Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
"


22. RIZAL ACHMAD NURDIYANTO

pada : 30 August 2017

"KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT

Limbah Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sedangkan yang dimaksud dengan Limbah medis RS adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
A. Manajemen limbah medis :
1. Jarum - needle pit
2. Sampah infeksius dan non infeksius ke plastic khusus incenarator
B. Pemilahan limbah padat :
1. Limbah jarum dan non tajam dikirim ke pabrik
2. Limbah non mediske TPA
3. Limbah botol dan plastik medis direuse
C. Jenis wadah dan label limbah medis :
1. Radio aktif : merah, ex : kantong bekas timbal
2. Sangat infeksius : berwarna kuning, ex : kantong plastik kuat
3. Limbah infeksius patologi dan anatomi : kuning, ex : kantong plastik kuat
4. Sitotoksis : ungu
5. Limbah kimia dan farmasi : coklat, ex : kontainer
D. Kategori limbah medis antara lain adalah Limbah benda tajam, infeksius, patologis, farmasi, kimia, kemasan bertekanan dan logam berat
E. Pengumpulan limbah medis :
1. Menggunakan troli khusus
2. Penyimpanan limbah maximal pada musim hujan 48 jam, musim kemarau 24 jam
F. Tempat penampungan sementara :
1. RS harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam (punya insinerator)
2. Limbah diserahkan ke petugas selambat-lambatnya 24 jam (tidak punya insinerator)
G. Ketentuan sampah medis :
1. Punya 2 tempat sampah, medis dan non medis
2. IBS, harus punya tempat sampah medis
3. Kantor, harus punya tempat sampah non medis
4. Semua limbah patologis medis
H. Teknik pengelolaan limbah medis tajam
1. Limbah tajam dengan safety box
2. Memakai needle cutter
I. Dampak limbah terhadap kesehatan :
1. Dapat menusuk badan
2. Membran mukosa
3. Pernafasan
J. Mikroorganisme patogen :
1. Virus hepatitis B
2. Virus hiv
K. Contoh infeksi akibat limbah medis :
1. Infeksi gastroenteritis
Organisme penyebab : misalnya salmonella, shigellaspp, vibrio cholera, cacing.
Media penularan : tinja, muntahan.
2. Infeksi Saluran Pernafasan
Organisme penyebab : mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak.
Media penularannya : secret yang terhirup, air liur.
3. Infeksi Mata
Organisme penyebab : Herpes virus.
Media penularannya : secret mata.
4. Infeksi Genital
Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus.
Media penularannya : secret genital.
5. Infeksi Kulit
Organisme penyebab : Streptococcus spp.
Media penularannya : nanah.
6. Antraks
Organisme penyebab : Bacillus anthracis.
Media penularannya : secret kulit.
7. Meningitis
Organisme penyebab : Neisseria meningitis.
Media penularannya : darah, secret alat kelamin
8. AIDS
Organisme penyebab : Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Media penularannya : darah, secret alat kelamin.
9. Demam Berdarah
Organisme penyebab : virus junin, lassa, ebola dan Marburg.
Media penularannya : seluruh cairan tubuh dan secret.
10. Septikimia
Organisme penyebab : Staphylococcus spp.
Media penularannya : darah.
11. Bakteriemia
Organisme penyebab : Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp.
Media penularannya : darah.
12. Kandidemia
Organisme penyebab : Candida albicans.
Media penularannya : darah.
13. Hepatitis Virus A
Organisme penyebab : virus hepatitis A.
Media penularannya : tinja.
14. Hepatitis Virus B dan C.
Organisme penyebab : Virus Hepatitis B dan C.
Media penularannya : darah dan cairan tubuh
Prinsip – prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut di atas bahwa semua penghasil limbah secara hokum dan financial bertanggung jawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
Merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization (2009), disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.
L. Usaha meminimalisir limbah :
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik dari pada secara kimiawi.
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.





"


23. ARIS SUCIPTO

pada : 30 August 2017

"RESUME KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

 Limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sedangkan yang dimaksud dengan
 Limbah medis RS adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
1. Manajemen limbah medis :
a. Jarum - needle pit
b. Sampah infeksius dan non infeksius ke plastic khusus incenarator
2. Pemilahan limbah padat :
a. Limbah jarum dan non tajam dikirim ke pabrik
b. Limbah non mediske TPA
c. Limbah botol dan plastik medis direuse
3. Jenis wadah dan label limbah medis :
a. Radio aktif : merah, ex : kantong bekas timbal
b. Sangat infeksius : berwarna kuning, ex : kantong plastik kuat
c. Limbah infeksius patologi dan anatomi : kuning, ex : kantong plastik kuat
d. Sitotoksis : ungu
e. Limbah kimia dan farmasi : coklat, ex : kontainer
4. Kategori limbah medis antara lain adalah Limbah benda tajam, infeksius, patologis, farmasi, kimia, kemasan bertekanan dan logam berat
5. Pengumpulan limbah medis :
a. Menggunakan troli khusus
b. Penyimpanan limbah maximal pada musim hujan 48 jam, musim kemarau 24 jam
6. Tempat penampungan sementara :
a. RS harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam (punya insinerator)
b. Limbah diserahkan ke petugas selambat-lambatnya 24 jam (tidak punya insinerator)
7. Ketentuan sampah medis :
a. Punya 2 tempat sampah, medis dan non medis
b. IBS, harus punya tempat sampah medis
c. Kantor, harus punya tempat sampah non medis
d. Semua limbah patologis medis
8. Teknik pengelolaan limbah medis tajam
a. Limbah tajam dengan safety box
b. Memakai needle cutter
9. Dampak limbah terhadap kesehatan :
a. Dapat menusuk badan
b. Membran mukosa
c. Pernafasan
10. Mikroorganisme patogen :
a. Virus hepatitis B
b. Virus hiv
11. Contoh infeksi akibat limbah medis :
a. Infeksi gastroenteritis
Organisme penyebab : misalnya salmonella, shigellaspp, vibrio cholera, cacing.
Media penularan : tinja, muntahan.
b. Infeksi Saluran Pernafasan
Organisme penyebab : mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak.
Media penularannya : secret yang terhirup, air liur.
c. Infeksi Mata
Organisme penyebab : Herpes virus.
Media penularannya : secret mata.
d. Infeksi Genital
Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus.
Media penularannya : secret genital.
e. Infeksi Kulit
Organisme penyebab : Streptococcus spp.
Media penularannya : nanah.
f. Antraks
Organisme penyebab : Bacillus anthracis.
Media penularannya : secret kulit.
g. Meningitis
Organisme penyebab : Neisseria meningitis.
Media penularannya : darah, secret alat kelamin
h. AIDS
Organisme penyebab : Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Media penularannya : darah, secret alat kelamin.
i. Demam Berdarah
Organisme penyebab : virus junin, lassa, ebola dan Marburg.
Media penularannya : seluruh cairan tubuh dan secret.
j. Septikimia
Organisme penyebab : Staphylococcus spp.
Media penularannya : darah.
k. Bakteriemia
Organisme penyebab : Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp.
Media penularannya : darah.
l. Kandidemia
Organisme penyebab : Candida albicans.
Media penularannya : darah.
m. Hepatitis Virus A
Organisme penyebab : virus hepatitis A.
Media penularannya : tinja.
n. Hepatitis Virus B dan C.
Organisme penyebab : Virus Hepatitis B dan C.
Media penularannya : darah dan cairan tubuh
Prinsip – prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut di atas bahwa semua penghasil limbah secara hokum dan financial bertanggung jawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
Merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization (2009), disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.
12. Usaha meminimalisir limbah :
a. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
b. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
c. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik dari pada secara kimiawi.
d. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
e. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
f. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
g. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
h. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
i. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.





"


24. Ungkas Herlambang

pada : 30 August 2017

"RESUME KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah medis RS adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium

1. Manajemen limbah medis :Jarum - needle pit, sampah infeksius dan non infeksius ke plastic khusus incenarator
2. Pemilahan limbah padat :Limbah jarum dan non tajam dikirim ke pabrik, Limbah non mediske TPA, Limbah botol dan plastik medis direuse
3. Jenis wadah dan label limbah medis : Radio aktif : merah, ex : kantong bekas timbal, Sangat infeksius : berwarna kuning, ex : kantong plastik kuat, Limbah infeksius patologi dan anatomi : kuning, ex : kantong plastik kuat, Sitotoksis : ungu, Limbah kimia dan farmasi : coklat, ex : kontainer
4. Kategori limbah medis antara lain adalah Limbah benda tajam, infeksius, patologis, farmasi, kimia, kemasan bertekanan dan logam berat
5. Pengumpulan limbah medis : Menggunakan troli khusus, Penyimpanan limbah maximal pada musim hujan 48 jam, musim kemarau 24 jam
6. Tempat penampungan sementara : RS harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam (punya insinerator), Limbah diserahkan ke petugas selambat-lambatnya 24 jam (tidak punya insinerator)
7. Ketentuan sampah medis : Punya 2 tempat sampah, medis dan non medis, IBS, harus punya tempat sampah medis, Kantor, harus punya tempat sampah non medis, Semua limbah patologis medis
8. Teknik pengelolaan limbah medis tajam: Limbah tajam dengan safety box, Memakai needle cutter
9. Dampak limbah terhadap kesehatan : Dapat menusuk badan, Membran mukosa, Pernafasan
10. Mikroorganisme patogen : Virus hepatitis B, Virus hiv
11. Contoh infeksi akibat limbah medis :
a. Infeksi gastroenteritis
Organisme penyebab : misalnya salmonella, shigellaspp, vibrio cholera, cacing.
Media penularan : tinja, muntahan.
b. Infeksi Saluran Pernafasan
Organisme penyebab : mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak.
Media penularannya : secret yang terhirup, air liur.
c. Infeksi Mata
Organisme penyebab : Herpes virus.
Media penularannya : secret mata.
d. Infeksi Genital
Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus.
Media penularannya : secret genital.
e. Infeksi Kulit
Organisme penyebab : Streptococcus spp.
Media penularannya : nanah.
f. Antraks
Organisme penyebab : Bacillus anthracis.
Media penularannya : secret kulit.
g. Meningitis
Organisme penyebab : Neisseria meningitis.
Media penularannya : darah, secret alat kelamin
h. AIDS
Organisme penyebab : Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Media penularannya : darah, secret alat kelamin.
i. Demam Berdarah
Organisme penyebab : virus junin, lassa, ebola dan Marburg.
Media penularannya : seluruh cairan tubuh dan secret.
j. Septikimia
Organisme penyebab : Staphylococcus spp.
Media penularannya : darah.
k. Bakteriemia
Organisme penyebab : Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp.
Media penularannya : darah.
l. Kandidemia
Organisme penyebab : Candida albicans.
Media penularannya : darah.
m. Hepatitis Virus A
Organisme penyebab : virus hepatitis A.
Media penularannya : tinja.
n. Hepatitis Virus B dan C.
Organisme penyebab : Virus Hepatitis B dan C.
Media penularannya : darah dan cairan tubuh
Prinsip – prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)

12. Usaha meminimalisir limbah :
a. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
b. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
c. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik dari pada secara kimiawi.
d. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
e. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
f. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
g. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
h. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
i. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
"


25. Imelda Mbati Mbana

pada : 30 August 2017

"RESUME
KESELAMATAN KESEHATAN KERJA DAN KESELAMATAN PASIEN DALAM KEPERAWATAN
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
A. PENGERTIAN LIMBAH
Menurut PP no 12. 1995 Limbah : Bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi
Limbah Medis : Sisa suatu usaha / kegiatan medis, mencakup semua hasil
buangan yang berasal dari instalasi ksehatan,
fasilitas penelitian dan laboratorium
B. LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
 Permenkes RI Nomor : 1204/ MENKES/SK/X/2004 Tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasikan dari kegiatan Rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas
C. MANAJEMEN LIMBAH
 Semua limbah dari RS / Puskesmas Klinik yang berbentuk Sampah tajam / jarum – suntik di pilah menjadi dua bagian ke needle cutter ( jarum ) dan safety box dan pembuangan akhir jarum adalah dalam needle pit. Jarum dalam safety box dimasukkan kedalam incenator kecil ( DD Mini ) dan selanjutnya di dalam PIT Setempat / tempat lain
 Untuk limbah infeksius / non infeksius / non tajam / basah maupun kering di masukkan kedalam kantong plastik di bawah ke incinerator lain incinerator central ( DD Besar ) dan selanjutnya ke PIT Setempat / Tempat lain
 Untuk limbah PVC langsung di buang ke tempat pembuangan akhir.

D. PEMILAHAN LIMBAH PADAT
 Benda tajam  dipisahkan dari cangkang  Dimasukkan ke Safety box dan diserahkan ke pihak ke III
 Sampah medis non tajam  Menular  Pihak Ke 3
 Tidak menular  Pihak ke 3
 Non Medis  tempat sampah non medis -------------- TPA
 Botol dan infus plastik  tempat sampah plastik  Daur ulang

E. JENIS WADAH DAN LIMBAH MEDIS PADAT SESUAI KATEGORI
 Radio Aktif  Warna Kontainer ( Merah ) : Kantong box timbal dengan simbol radio aktif
 Sangat Infeksius  Warna kontainer Kuning : kantong plastik kuat anti bocor atau kontainer yang dapat di sterilkan dengam otoklaf
 Limbah infeksius patologi dan anatomi  Warna kontainer Kuning : Kontainer plastik kuat anti bocor
 Limbah kimia dan farmasi  Warna kontainer coklat : Kantong plastik atau kontainer
F. KATEGORI LIMBAH MEDIS
 Limbah benda tajam
 Limbah infeksius
 Limbah patologis
 Limbah Farmasi
 Limbah Kimia
 Limbah kemasan bertekanan
 Limbah logam berat

G. PENGUMPULAN, PENYIMPANAN DAN PEMILAHAN LIMBAH MEDIS
 Semua limbah medis di kumpulkan dari semua ruangan menggunakan troli khusus yang bertutup. Dan penyimpanannya harus sesuai dengan iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan pada musim kemarau paling lama 24 jam, setelah itu dipisah mana limbah yang berbahaya dari semua limbah tempat penghasil limbah.

H. SYARAT TEMPAT PEWADAHAN LIMBAH NON MEDIS
 Terbuat dari bahan yang kuat, ringan, tidak karat, kedap air, bagian dalam tidak kasar  Fiberglass
 Mempunyai tutup / dapat di buka tanpa mengotori tangan
 Terdapat minimal 1 buah untuk setiap ruangan / sesuai kebutuhan
 Tidak boleh di biarkan dalam wadah selama lebih dari 3x24 jam
 Benda tajam  Safety Box
 Tempat pewadahan limbah medis infeksius harus segera di disinfektan

Setiap Rumah Sakit yang mempunyai INCINERATOR harus membakar limbah selambat-lambatnya 24 jam. Dan yang tidak memiliki INCINERATOR bekerjasama dengan Rumah Sakit yang memiliki INCINERATOR untukmembakar limbah tersebut. Limbah medis dari semua ruang operasi di anggap sebagai limbah medis dan semua limbah dari kantor ( ATK ) dianggap sebagai limbah non medis. Dan semua limbah dari unit patologis harus dianggap sebagai limbah non medis dan dipastikan aman sebelum dibuang.
I. DAMPAK, PENGELOLAAN DAN CONTOH DARI LIMBAH MEDIS
 Limbah medis mengandung beberapa / berbagai macam organisasi patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur .
 Semua penhasil limbah secara hukum dan finansial bertanggung jawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan makhluk hidup.
 Menerapkan kewaspadaan tinggi dalam penanganan limbah berbahaya dengancara meminimalisir resiko dalam pemindahan.









TUGAS
RESUME



NAMA :IMELDA MBATI MBANA
NIM :131711123022
KELAS :ALIH JENIS 1 ( AJ I ) ANGKATAN B20
MATERI :PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2017



"


26. Imelda Mbati Mbana

pada : 30 August 2017

"RESUME
KESELAMATAN KESEHATAN KERJA DAN KESELAMATAN PASIEN DALAM KEPERAWATAN
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
A. PENGERTIAN LIMBAH
Menurut PP no 12. 1995 Limbah : Bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi
Limbah Medis : Sisa suatu usaha / kegiatan medis, mencakup semua hasil
buangan yang berasal dari instalasi ksehatan,
fasilitas penelitian dan laboratorium
B. LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
 Permenkes RI Nomor : 1204/ MENKES/SK/X/2004 Tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasikan dari kegiatan Rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas
C. MANAJEMEN LIMBAH
 Semua limbah dari RS / Puskesmas Klinik yang berbentuk Sampah tajam / jarum – suntik di pilah menjadi dua bagian ke needle cutter ( jarum ) dan safety box dan pembuangan akhir jarum adalah dalam needle pit. Jarum dalam safety box dimasukkan kedalam incenator kecil ( DD Mini ) dan selanjutnya di dalam PIT Setempat / tempat lain
 Untuk limbah infeksius / non infeksius / non tajam / basah maupun kering di masukkan kedalam kantong plastik di bawah ke incinerator lain incinerator central ( DD Besar ) dan selanjutnya ke PIT Setempat / Tempat lain
 Untuk limbah PVC langsung di buang ke tempat pembuangan akhir.

D. PEMILAHAN LIMBAH PADAT
 Benda tajam  dipisahkan dari cangkang  Dimasukkan ke Safety box dan diserahkan ke pihak ke III
 Sampah medis non tajam  Menular  Pihak Ke 3
 Tidak menular  Pihak ke 3
 Non Medis  tempat sampah non medis -------------- TPA
 Botol dan infus plastik  tempat sampah plastik  Daur ulang

E. JENIS WADAH DAN LIMBAH MEDIS PADAT SESUAI KATEGORI
 Radio Aktif  Warna Kontainer ( Merah ) : Kantong box timbal dengan simbol radio aktif
 Sangat Infeksius  Warna kontainer Kuning : kantong plastik kuat anti bocor atau kontainer yang dapat di sterilkan dengam otoklaf
 Limbah infeksius patologi dan anatomi  Warna kontainer Kuning : Kontainer plastik kuat anti bocor
 Limbah kimia dan farmasi  Warna kontainer coklat : Kantong plastik atau kontainer
F. KATEGORI LIMBAH MEDIS
 Limbah benda tajam
 Limbah infeksius
 Limbah patologis
 Limbah Farmasi
 Limbah Kimia
 Limbah kemasan bertekanan
 Limbah logam berat

G. PENGUMPULAN, PENYIMPANAN DAN PEMILAHAN LIMBAH MEDIS
 Semua limbah medis di kumpulkan dari semua ruangan menggunakan troli khusus yang bertutup. Dan penyimpanannya harus sesuai dengan iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan pada musim kemarau paling lama 24 jam, setelah itu dipisah mana limbah yang berbahaya dari semua limbah tempat penghasil limbah.

H. SYARAT TEMPAT PEWADAHAN LIMBAH NON MEDIS
 Terbuat dari bahan yang kuat, ringan, tidak karat, kedap air, bagian dalam tidak kasar  Fiberglass
 Mempunyai tutup / dapat di buka tanpa mengotori tangan
 Terdapat minimal 1 buah untuk setiap ruangan / sesuai kebutuhan
 Tidak boleh di biarkan dalam wadah selama lebih dari 3x24 jam
 Benda tajam  Safety Box
 Tempat pewadahan limbah medis infeksius harus segera di disinfektan

Setiap Rumah Sakit yang mempunyai INCINERATOR harus membakar limbah selambat-lambatnya 24 jam. Dan yang tidak memiliki INCINERATOR bekerjasama dengan Rumah Sakit yang memiliki INCINERATOR untukmembakar limbah tersebut. Limbah medis dari semua ruang operasi di anggap sebagai limbah medis dan semua limbah dari kantor ( ATK ) dianggap sebagai limbah non medis. Dan semua limbah dari unit patologis harus dianggap sebagai limbah non medis dan dipastikan aman sebelum dibuang.
I. DAMPAK, PENGELOLAAN DAN CONTOH DARI LIMBAH MEDIS
 Limbah medis mengandung beberapa / berbagai macam organisasi patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur .
 Semua penhasil limbah secara hukum dan finansial bertanggung jawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan makhluk hidup.
 Menerapkan kewaspadaan tinggi dalam penanganan limbah berbahaya dengancara meminimalisir resiko dalam pemindahan.









TUGAS
RESUME



NAMA :IMELDA MBATI MBANA
NIM :131711123022
KELAS :ALIH JENIS 1 ( AJ I ) ANGKATAN B20
MATERI :PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2017


"


27. Heriberta Tuto Suban

pada : 30 August 2017

"RESUME K3
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
1. Pengertian
 Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi ( PP No.12/1995)
 Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis,mencakup semua hasil buangan yg berasal dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian, dan laboratorium.

2. Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah Sakit dalam bentuk padat cair dan gas.

3. Manajemen Limbah di RS / Puskesmas / Poliklinik
Dilakukan pemilahan seperti limbah padat, tajam, infeksius, non infeksius, basah dan kering. Kemudian diangkut ke pembuangan akhir atau bisa juga dilakukan incineration/pembakaran

4. Jenis Wadah Limbah Padat Sesuai Kategori
No Kategori Warna kontainer/ kantong plastik Keterangan

1 Radioaktif Merah Kantong boks timbal
2 Sangat infeksius Kuning Kantong plastik kuat,anti bocor, atau kontainer yg dpt di sterilisasi dgn otoklof
3 Limbah infeksius, patologi dan anatomi Kuning Kantong plastik kuat dan anti bocor atau kontainer
4 Sitotoksis
Ungu Kontainer, plastik kuat dan anti bocor
5 Limbah kimia dan anti bocor Coklat Kantong plastik atau kontainer

5. Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya
Adalah : sisa suatau usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dpt mencemarkan atau merusakan lingkungan hidup manusia serta makluk hidup lain.

6. Kategori Limbah Medis
Ada 7 kategori limbah medis yaitu:
 Limbah benda tajam
 Limbah infeksius
 Limbah patologis
 Limbah farmasi
 Limbah kimia
 Limbah kemasan bertekanan
 Limbah logam berat

7. Pengumpulan Limbah Medis
 Menggunakan troli khusus yg tertutup
 Sesuia iklim di indonesia yaitu pada musim hujan limbah di buang paling lama 48 jam sedangkan pada musim kemarau 12 jam

8. Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non Medis
• Terbuat dari bahan yg kuat,ringan,tahan karat, kedap air, dan permukaan halus pada bagian dalam
• Mempunyai tutup yang mudah di buka dan tidak megotori tangan sat di tutup
• Minimal 1 buah untuk setiap kamar atau sesuai kebutuhan
• Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3x24 jam dan segera dibuang apabila sudah terisi 2/3

9. Beberapa Ketentuan tentang Sampah Medis
o Ruang perawatan harus memiliki minimal 2 macamtempat limbah yaitu limbah medis ( warna kuning) dan limbah non medis (warna hitam)
o Semua limbah dari kamar operasi di anggap limbah medis
o Semua limbah dari kantor berupa alat tulis dianggap limbah non medis
o Semua limbah dari unit patologi dianggap limbah medisdan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang

10. Teknik Pengelolaan Limbah Tajam
 Safety box
 Needle Cutter
 Needle Burner
11. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Jika limbah tidak dibuang sesuai ketentuan maka akan menimbulkan berbagai macam infeksi/penyakit.

12. Usaha Meminimalisasi Limbah
Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan
Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
Mengecek tanggal kadaluwarsa bahan pada saat di antar oleh distributor
Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bebahaya dan beracun



"


28. Albina Jenita

pada : 30 August 2017

"RESUME
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Materi 2 tgl 23/08/2017

PENGELOLAHAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Menurut PP No. 12, 1995 Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis ,mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian dan labolatorium. Legal aspek limbah medis dicantum dalam Permenkes RI No:1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah sakit adalah semua limbah dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat,cair dan gas. Manajemen limbah padat Rumah Sakit/Puskesmas/Poliklinik dilakukan melalui 4 tahap yaitu pemilahan,pengangkutan,incenerator/pembakaran dan pembuangan terakhir. Pemilahan limbah padat dilihat dari jenisnya yaitu benda tajam, medis non tajam, non medis serta botol dan plastik infus.Benda tajam setelah digunakan dimasukan kedalam safety box,sedangkan sampah medis non tajam (sampah infeksius) dimasukan dalam container atau plastik warna kuning .Sampah benda tajam dan medis non tajam setelah penuh sekitar ¾ langsung di kumpulkan untuk dilakukan pembakaran/incinerator melalui pihak ketiga. Sampah non medis (sampah non infeksius) dimasukan kedalam container atau plastik warna hitam. Setelah penuh langsung buang ke Tempat Pembuangan Terakhir(TPA). Sementara untuk plastik dan botol infus dimasukan ke kantong warna kuning yang selanjutnya bisa di daur ulang. Ada 7 kategori limbah medis yaitu (1) limbah benda tajam, (2) Limbah infeksius, (3) Limbah patologis, (4)Limbah farmasi, (5) Limbah kimia, (6)Limbah kemasan bertekanan dan (7) limbah logam berat. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam. Sementara rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang. Beberapa syarat dalam transportasi limbah yaitu (1) kantong limbah medis sebelum dimasukan kekendaraan pengangkut harus diletakan dalam kotainer yang kuat dan tertutup,(2) Pengangkutan limbah keluar rumah sakit mnggunakan kendaraan khusus,(3) kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang, (4) Petugas yang menangani limbah harus menggunakan alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Untuk itu maka semua petugas rumah sakit yang berhubungan langsung dengan sampah medis harus selalu memakai APD sesuai kebutuhan dan bekerja sesuai protap yang ada sehingga terhindar dari penyakit infeksi akibat terpajan limbah.
"


29. Rambu Mema

pada : 30 August 2017

"RESUME PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT
1. Pengertian Limbah menurut PP NO 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
2. Pengertian Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
3. Legal Aspek Limbah Medis adalah Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
4. Limbah bahan berbahaya dan beracun→Sisa suatu usaha atau kegiatan yg mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung yg dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
5. Kategori Limbah Medis
a. Limbah benda tajam→ materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dpt menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
b. Limbah infeksius → limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium
c. Limbah Patologis → limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, mslnya organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
d. Limbah Farmasi→limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, mslnya mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan
e. Limbah Kimia→limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, mslnya formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
f. Limbah Kemasan Bertekanan→limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
g. Limbah Logam Berat→limbah medis yang mengandung logam berat dlm konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
6. Pengumpulan Limbah Medis
 Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
 Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
7. Pemilahan Limbah
 Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
8. Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
 Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
 Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
 Terdapat minimal 1 buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
 Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
 Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
 Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
9. Tempat Penampungan Sementara
 Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
 Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
10. Transportasi
 pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
 Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
 Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
 Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
 Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
11. Beberapa ketentuan lain ttg sampah medis
 Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
 Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
 Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
 Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
12. Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1) Safety Box.
 Alternative 1 yaitu jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
 Alternatif 2 yaitu jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan, Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.

13. Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1) Needle Cutter.
 Alternatif 1:
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
 Alternatif 2
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan,Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
2) Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter.
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.
14. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
 Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
 Melalui membrane mukosa
 Melalui pernafasan dan melalui ingesti
15. Mikroorganisme pathogen
 Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
1) Virus Hepatitis (B).
2) Virus HIV.
3) Infeksi gastroenteritis.
4) Infeksi Saluran Pernafasan.
5) Infeksi Mata.
6) Infeksi Genital
7) Infeksi Kulit.
8) Antraks.
9) Meningitis
10) AIDS.
11) Demam Berdarah.
12) Septikimia
13) Bakteriemia
14) Kandidemia
15) Hepatitis Virus A.
16) Hepatitis Virus B dan C
16. Pengelolaan Limbah Medis.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1) The “Polluter Pays” principle →prinsip “pencemar yang membayar
Artinya bahwa melalui prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2) The “Precautionary” principle → prinsip “Pencegahan”merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3) The “duty of care” principle → prinsip kewajiban untuk waspada bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle→prinsip “kedekatan”dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan.
17. Usaha Minimalisasi Limbah
 Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
 Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
 Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
 Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
 Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
 Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
 Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
 Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
 Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.



"


30. Ria Sabekti

pada : 30 August 2017

"Resume pertemuan ke 2
Ria Sabekti / 131711123041
PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Menurut PP NO 12 thn 1995 limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah Medis sendiri memiliki pengertian sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Mengenai persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit diatur dalam Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 menyebutkan bahwa semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Untuk penanganan limbah medis ini sendiri harus melalui beberapa tahap, yaitu pemilahan, pengangkutan, pembakaran, dan pembuangan akhir. Pada tahap pemilahan limbah medis dapat dipilah kedalam benda tajam, medis non tajam, non medis, dan botol dan plastic infus. Ada beberapa pengkategorian limbah medis, diantaranya limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan, limbah logam berat. Selanjutnya pada tahap pengangkutan, dilakukan menggunakan troli tertutup dan tidak boleh lebih dari 24 jam pada musim kemarau. Tahap selanjutnya pembakaran limbah bagi rumah sakit yang memiliki inserator harus membakar sampahnya paling lambat 24 jam, dan yang belum memiliki inserator dimusnahkan dengan kerjasama dengan rumah sakit lain. Selanjutnya sampah diangkut menuju ke pembuangan terakhir dan sarana transportasi yang digunakan harus kuat dan tertutup, aman dari jangkauan manusia dan binatang. Pengelolaan limbah medis tajam tentunya berbeda dengan limbah medis yang lain, pengelolaan limbah medis tajam diantaranya menggunakan safety box, needle cutter, needle burner. Limbah medis yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah kesehatan, diantaranya terserang penyakit infeksi dengan mikroorganisme yang mnempel pada limbah medis tersebut seperti penyakit penyakit AIDS dengan media penularan darah. Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.
"


31. Magdha Betrissianisa Khoir

pada : 30 August 2017

"Resume K3
Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
Oleh : Ira Suarilah
Magdha Betrissianisa Khoir (131711123001)

1. Pengertian Limbah (PP No. 12, 1995)
Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

2. Pengertian Limbah Medis
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mancakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

3. Legal Aspek Limbah Medis (Permenkes RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004
Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

4. 7 Kategori Limbah Medis
a. Limbah benda tajam
b. Limbah infeksius
c. Limbah patologis
d. Limbah farmasi
e. Limbah kimia
f. Limbah kemasan bertekanan
g. Limbah logam berat

5. Yang harus diperhatikan
a. Pengumpulan limbah medis
b. Pemilihan limbah
c. Tempat penampungan sementara
d. Transportasi

6. Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
a. The “Polluter Pays”principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
b. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
c. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
d. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
"


32. Reza Dwi Agustiningrum

pada : 30 August 2017

"RESUME K3
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH RUMAH SAKIT

Pengertian limbah :
(PP NO 12, 1995) Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertian Limbah Medis :
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis :
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen limbah : pemilahan, pengangkutan, pembakaran, pembuangan akhir
Limbah bahan berbahaya dan beracun : Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
7 kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Pengumpulan Limbah Medis :
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Pemilahan Limbah :
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis :
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat Penampungan Sementara :
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Transportasi:
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
• Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
• Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
• Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
Beberapa ketentuan lain tentang sampah medis :
1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam :
1. Safety Box.
2. Needle Cutter.
3. Needle Burner.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan :
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme pathogen :
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
1. Virus Hepatitis (B).
2. Virus HIV
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan :
(1) Infeksi gastroenteritis.
(2) Infeksi Saluran Pernafasan.
(3) Infeksi Mata.
(4) Infeksi Genital.
(5) Infeksi Kulit.
(6) Antraks.
(7) Meningitis
(8) AIDS.
(9) Demam Berdarah.
(10) Septikimia.
(11) Bakteriemia.
(12) Kandidemia
(13) Hepatitis Virus A.
(14) Hepatitis Virus B dan C.
Pengelolaan Limbah Medis. :
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.



"


33. Laily Bestari Putri

pada : 30 August 2017

"RESUME K3
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH RUMAH SAKIT

Pengertian limbah :
(PP NO 12, 1995) Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertian Limbah Medis :
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis :
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen limbah : pemilahan, pengangkutan, pembakaran, pembuangan akhir
Limbah bahan berbahaya dan beracun : Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
7 kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Pengumpulan Limbah Medis :
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Pemilahan Limbah :
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis :
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat Penampungan Sementara :
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Transportasi:
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
• Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
• Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
• Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
Beberapa ketentuan lain tentang sampah medis :
1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam :
1. Safety Box.
2. Needle Cutter.
3. Needle Burner.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan :
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme pathogen :
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
1. Virus Hepatitis (B).
2. Virus HIV
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan :
• Infeksi Kulit.
• Antraks.
• Meningitis
• AIDS.
• Demam Berdarah.
• Septikimia.
• Bakteriemia.
• Kandidemia
• Hepatitis Virus A.
• Hepatitis Virus B dan C.


Pengelolaan Limbah Medis. :
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)"


34. MARINI STEFANI BAKER

pada : 30 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
1. Pengertian Limbah
 PP No.12,1995 : Limbah adalah bahan sisa suatu kgiatan dan atau proses produksi.
 Pengertian Limbah Medis : sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
 Legal aspek limbah medis : Permenkes RI Nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004.

2. Manajemen Limbah
 Limbah padat Rumah Sakit/Puskesmas/Poliklinik
Pemilahan-pengangkutan-incineration/pembakaran-pembuangan akhir.
 Tajam : jarum- suntik
Needle cutter – jarum – needle pit
Safety box – incinerator kecil – pit setempat/ tempat lain.
 Infeksius, Non Infeksius, Non Tajam, Basah/ Kering
Kantong plastik – dibawa ke incinerator lain – insinerator sentral/ besar – pit setempat/ tempat lain.
 PVC – TPA.
Limbah bahan berbahaya dan beracun : sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
7 (Tujuh) Kategori Limbah Medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat.
Pengumpulan Limbah Medis :
 Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
 Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Pemilahan Limbah : Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
Transportasi
 Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup
 Menggunakan kendaraan khusus
 Aman dari jangkauan manusia maupun binatang
 Petugas menggunakan APD : Topi/ helm, masker, pelindung mata, pakaian panjang, apron untuk industri, pelindung kaki/ sepatu boot dan sarung tangan khusus.


Dampak Limbah medis bagi kesehatan :
Limbah medis mengandung mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh menusia melalui :
 Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
 Melalui membrane mukosa
 Melalui pernafasan dan melalui ingesti.
Mikroorganisme Patogen :
 Virus hepatitis (B)
 Virus HIV
Prinsip – prinsip dasar pengelolaan limbah medis berdasarkan kesepakatan internasional :
1. The “polluter pays” principle ( prinsip pencemar yang membayar )
2. The “precautionary” principle ( prinsip pencegahan )
3. The “duty of care” principle ( prinsip kewajiban untuk waspada )
4. The “proximity” principle ( prinsip kedekatan ).
Pengelolaan limbah medis yang tepat selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga perlu kebijakan dan pendanaan yang memadai serta partisipasi aktif dari semua pihak dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana yang terstruktur, sistematis dan intensif.
Usaha minimalisasi limbah :
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan- bahan sesuai kebutuhan
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
"


35. Aziz Nashiruddin

pada : 30 August 2017

"Resume K3 : PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Aziz Nashiruddin H. / 13171123045

Pengertian Limbah menurut PP NO. 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis : Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Pengolahan limbah padat
1. Benda tajam > pihak ke III
2. Benda Non Tajam > pihak ke III
3. Non medis > TPA
4. Botol dan plastic > Reuse
Pelabelan sampah
1. Radioaktif > merah
2. Sangat infeksius > kuning
3. Infeksius (sisa anatomi) > kuning
4. Sitotoksis > Ungu
5. Kimia dan farmasi > Coklat
Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah
7. Kemasan bertekanan
8. Limbah logam berat
Pengumpulan limbah medis : menggunakan troli yang tertutup, penyimpanan pada saat musim hujan maksimal 48 jam dan 24 jam pada musim kemarau.
Ketentuan tentang sampah medis : ruang rawat minimal memiliki dua tempat sampah (medis berwarna kuning dan non medis berwarna hitam), semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis
Teknik pengolahan limbah medis tajam :
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Need burner
Usaha meminimalisir limbah :
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. Meningitis
"


36. Bella Putri Sinta Prastika

pada : 31 August 2017

" Nama : Bella Putri Sinta Prastika
NIM : 131711123010
Angkatan : B20 (AJ 1)
Fakultas : Keperawatan

TUGAS RESUME 2:

“PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT”
Tanggal 23 Agustus 2017

A. Pengertian Limbah Medis
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
(PP nomor 12 tahun 1995)

B. Aspek Legal Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

C. Efek limbah
Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

D. Management limbah :
Limbah padat RS/PKM/poliklinik, melalui:
1. Pemilahan
2. Pengangkutan
3. Incineration/ pembakaran
4. Pembuangan akhir

E. Jenis wadah limbah, antara lain :
1. Radioaktif, warna kontainer atau kantung plastik merah dengan kantong boks timbal dengan simbol radio aktif
2. Sangat Infeksius,warna kontainer atau kantung plastik kuning, kantung plastik kuat, tidak mudah bocor, yang dapat disentralisasi dengan otoklaf.
3. Limbah Infeksius, patologi, dan anatomi warna kontainer atau kantung plastik kuning dengan kantong plastik kuat dan tidak mudah bocor.
4. Sitotosik,warna kontainer atau kantung plastik ungu dengan kontainer plastik kuat dan tidak mudah bocor.
5. Limbah Kimia dan Farmasi, warna kontainer atau kantung plastik coklat.

F. Limbah bahan berbahaya dan beracun, yaitu:
• Radioaktif (kantong plastik ; merah)
• Sangat infeksius (kantong plastik ;kuning)
• Limbah infeksius, patologis, anatomis (kantong plastik ; kuning)
• Sitotoksin (kantong plastik: ungu)
• Limbah kimia dan farmasi (kantong plastik ; coklat)

G. Kategori limbah medis adalah :
1. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk,
Misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dsb.
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan,
Misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia,
Misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll
6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

H. Teknik Pengolahan Limbah bemda tajam:
1. Safety Box.
Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
2. Needle Cutter.
Alternatif 1:
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
3. Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter. Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

I. Pengumpulan Limbah Medis
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam, karena pada suhu hangat atau musim kemarau bakteri lebih cepat berkembang.

J. Transportasi Limbah
Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup, Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri: Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves).

K. Beberapa ketentuan lain tentang sampah medis, yaitu:
1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang

L. Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur : Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit , melalui membrane mukosa , melalui pernafasan dan melalui ingesti.

M. Mikroorganisme patogen
Adalah mikroorganisme yang memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.

N. Contoh dari Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan, antara lain :
1. Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
2. Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
3. Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
4. Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
5. Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
6. Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalahmelalui secret kulit.
7. Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
8. AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
9. Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
10. Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
11. Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
12. Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
13. Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
14. Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh.

O. Pengelolaan Limbah Medis berdasarkan Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.

P. Usaha dalam Minimalisasi Limbah, antara lain :
Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.


"


37. Rambu Eri Hupunau

pada : 31 August 2017

"Nama : Rambu eri Hupunau
NIM : 131711123023
Matkuliah : Keselamatan dan Kesehatan Kerja

PENGELOLAN LIMBAH SAMPAH MEDIS
RUMAH SAKIT

Pengertian Limbah
PP No.12 tahun 1995 : Bahn sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi
Pengertian Limbah Medis
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis,mencakup semua hasil buanganyang berasal dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian dan pendidikan.
Legal aspek Limbah Medis :
PERMENKES RI NO : 1204/MENKES/SK/X/2004
Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen Limbah
Tahap Manajemen Limbah(limbah padat dari RS,Puskesmas,dan Poliklinik)
1. Pemilahan
2. Pengangkutan
3. Inceneration/pembakaran
4. Pembuangan akhir
Pemilahan Benda padat :
• Benda Tajam
• Medis non tajam
• Non Medis
• Botol dan plastik infus
Jenis wadah limbah dan Limbah medis padat sesuai kategori
• Kategori : Radioaktif warna MERAH
• Kategori : sangat infeksius warna : KUNING
• Kategori : Limbah infeksius,patologi dan anatomi warna KUNING
• Kategori : sitotoksis warna UNGU
• Kategori : Limbah kimia dan farmasi warna COKLAT
Limbah Bahan Berbahaya dan beracun :
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam,contohnya : : Jarum suntik, Kaca sediaan (preparat glass), Infus set, Ampul/vial obat, dll
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) Contohnya: Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular, Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi, Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa.
5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Pengumpulan limbah medis harus ditempat tertutup dan disesuaikan dengan iklim tropis yaitu 48 jam pada msuim kemarau dan 24 jam pada musim hujan
Persyaratan tempat limbah non medis :
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat pembuangan sementara : bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.tetapi bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang
Transportasi :
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
• Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
• Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
• Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri
Tehnik Pengolahan limbah medis tajam :
1. Safety Box.
Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
2. Needle Cutter
3. Needle Burner
Dampak Limbah bagi kesehatan
Mengandung banyak limbah patogen yang dapat mnyebabkan penyakit.cara amsuk kedalam tubuh manusia :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Contoh Mikroorganisme Patogen
• Virus Hepatitis (B). Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
• Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.
Contoh Infeksi oleh mikroorganisme patogen:
• Infeksi gastroenteritis.
• Infeksi Saluran Pernafasan
• Infeksi Mata
• Infeksi Genital
• Infeksi Kulit.
• Antraks
• Meningitis
• AIDS
• Demam Berdarah
• Septikimia
• Bakteriemia
• Kandidemia
• Hepatitis Virus A
• Hepatitis Virus B dan C
Prinsip dasar pengelolaan limbah medis :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”). Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”) merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”) bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”) dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan
Usaha minimalisasi limbah :
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
"


38. Mohammad dheni ardhiyanto

pada : 31 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengertian limbah
• PP NO 12, 1995
Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertian limbah medis
• sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis
• Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen limbah
Limbah bahan berbahaya dan beracun
Sisa suatu atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau kosentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarka atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
7 kategori limbah medis
1. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Pengumpulan Limbah Medis
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Pemilahan Limbah
• Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.


Tempat Penampungan Sementara
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Transportasi
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
• Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
• Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
• Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
Beberapa ketentuan lain ttg sampah medis
1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
1. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
2. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
3. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
(1) Safety Box.
• Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
• Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
• (2) Needle Cutter.
• Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
• Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
(3) Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan. Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.

Mikroorganisme patogen
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
(1) Virus Hepatitis (B).
Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
(2) Virus HIV.
Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan:
(1) Infeksi gastroenteritis.
Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
(2) Infeksi Saluran Pernafasan.
Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
(3) Infeksi Mata.
Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
(4) Infeksi Genital.
Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
(5) Infeksi Kulit.
Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
(6) Antraks.
Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
(7) Meningitis.
Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin
(8) AIDS.
Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
(9) Demam Berdarah
Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
(10) Septikimia
Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
(11) Bakteriemia.
Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
(12) Kandidemia.
Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
(13) Hepatitis Virus A.
Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
(14) Hepatitis Virus B dan C.
Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh
Pengelolaan Limbah Medis.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
Merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.

3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
Bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.
Usaha Minimalisasi Limbah
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.

"


39. Zulfa Suhailah

pada : 31 August 2017

"Resume K3
-PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT-
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal aspek limbah medis Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. 7 kategori limbah medis: 1) benda tajam : jarum suntik, kaca sediaan/preparat glass, infus set, ampul, dll. 2) limbah infeksius : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit. 3) Limbah patologis : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain. 4) limbah farmasi : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll. 5) limbah kimia : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll. 6) Limbah kemasan bertekanan : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol. 7) limbah logam berat : : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah). Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik. Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis :
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat penampungan sementara:
1. Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
2. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup. Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri: Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
Teknik pengelolaan limbah medis tajam:
(1) Safety Box.
• Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
• Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
(2) Needle Cutter.
• Alternatif 1:
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
• Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
(3) Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter;
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.
Mikroorganisme pathogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh : (1) Virus Hepatitis (B). Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
(2) Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
(1) Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
(2) Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
(3) Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
(4) Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
(5) Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
(6) Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
(7) Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin
(8) AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
(9) Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
(10) Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
(11) Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
(12) Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
(13) Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
(14) Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh
Pengelolaan limbah medis:
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.
Usaha meminimalisi limbah:
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
6. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
9. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor
"


40. Achmad Ibrahim

pada : 31 August 2017

"resume K3
Nama : Achmad Ibrahim
NIM : 131711123024

Pengelolaan limbah sampah medis rumah sakit
¬¬limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah medis sendiri adalah sisa suatu kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium
Legal aspek limbah medis : padat, cair, gas
Manajemen limbah medis : Limbah padat rumah sakit / puskesmas / poliklinik seperti jarum suntik, sampah infeksius, non-infeksius akan dipilah cara pembuangannya. Setelah itu diangkut atau di bawa ke incenirator lain besar maupun kecil setelah itu menuju pembuangan akhir yakni needle pit, TPA, pit setempat
Jenis wadah dan limbah medis padat memiliki beberapa kategori yaitu radio aktif, sangat infeksius, infeksius, sitotoksis. Limbah bahan beracun dan berbahaya memiliki sifat / konsentrat / jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan / menusuk lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
7 kategori limbah medis : limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah logam berat, limbah kemasan bertekanan.
Limbah medis selambatnya disimpan selama 24 jam. Pengangkutan limbah harus memakai kendaraan khusus, kontainer kuat dan tertutup, aman dari jangkauan manusia dan hewan, petugas harus selalu menggunakan APD.
"


41. riza mustika

pada : 31 August 2017

"
RESUME PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT


 PENGERTIAN LIMBAH
PP NO 12, 1995 Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

 PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

 LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004

 LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain

 7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.

2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.

3. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain

4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.

5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.

6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.

7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

 PEMILAHAN LIMBAH
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik

 PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
1. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.

2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam


 PERSYARATAN TEMPAT PEWADAHAN LIMBAH NON-MEDIS

1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.

2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.

3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.

4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.

5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.

6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

 TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA

1. Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.

2. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

 TRANSPORTASI

1. Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.

2. Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.

3. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.

4. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri,
Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty
gloves).

 BEBERAPA KETENTUAN LAIN TTG SAMPAH MEDIS

1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).

2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.

3. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.

4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang

 TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM

A. Safety Box.
• Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
• Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.


 TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM

B. Needle Cutter.
• Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
• Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.

 TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM

C. Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter;
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

 DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
a) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
b) Melalui membrane mukosa
c) Melalui pernafasan dan melalui ingesti

 Mikroorganisme patogen
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
• Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.

 CONTOH MIKROORGANISME TERSEBUT ADALAH :
a) Virus Hepatitis (B). Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
b) Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.


 CONTOH INFEKSI AKIBAT TERPAJAN LIMBAH LAYANAN KESEHATAN
a) Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
b) Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
c) Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
d) Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
e) Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
f) Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
g) Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin

 CONTOH INFEKSI AKIBAT TERPAJAN LIMBAH LAYANAN KESEHATAN
a) AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
b) Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
c) Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
d) Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
e) Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
f) Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
g) Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh

 Pengelolaan Limbah Medis.
A. Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
a) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”). Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
b) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”) merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
c) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”) bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
d) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”) dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.

 USAHA MINIMALISASI LIMBAH
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.

"


42. Muhammad Hadiyanul Haqi

pada : 31 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
1. Definisi
Menurut PP NO 12, 1995, Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
2. Legal Aspek Sampah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
3. Jenis Wadah Untuk Limbah Medis Padat Sesuai Katagorinya
No Katagori Jenis konteiner/ kantung pelastik Ket.
1 Radio aktif Merah Kantung boks timbal dengan tulisan radioaktif
2 Sangat infeksius Kuning Kantung plastik kuat, anti bocor, dan dapat disterilisasi dengan otoclaf
3 Limbah infeksius, patologis dan anatomi Kuning Kantung plastik kuat, anti bocor.
4 Sitotoksis Ungu Kantung plastik kuat, anti bocor.
5 Limbah kimia dan farmasi Cpklat Kantung plastik atau konteiner

4. Katagori Limbah Medis
a. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
b. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
c. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain.
d. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
e. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
f. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
g. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
5. Pengumpulan Sampah Medis
a. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
b. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
c. Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
6. Tempat Penampungan sementara
Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.


7. Ketentuan Tentang Sampah Medis
a. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
b. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
c. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang.
8. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
a. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
b. Melalui membrane mukosa
c. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
9. Kesimpulan
Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.
"


43. Ribka Putri S

pada : 31 August 2017

"RESUME K3
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT

Pengertian limbah menurut PP NO 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sedangkan limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari Instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan lanoratorium.
Legal aspek limbah medis
 Permenkes RI nomor ;1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rmah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
Manajemen limbah padat rumah sakit/puskesmas/poliklinik dimulai dari pemilahan, pengangkutan, incineration/pembakaran, dan pembuangan akhir. Untuk pemilaha limbah padat dapat dibedakan menjadi benda tajam, medis non tajam, non medis, dan botol & plastik infus.
7 kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruanan harus menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpana limbah medis itu sendiri harus dimusnahkan paling lama 48 jam di musim hujan dan 24 jam di musim kemarau. Pemilahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembangan yang baik.
Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis :
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya
2. Menggunakan tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
3. Terdapat minimal 1 buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadah melebihi 3x24 jam atau apanila 2/3 bagian kantong sudah terisi limbah
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus.
Teknik pengelolaan limbah tajam menggunakan safety box, needle cutter dan needle burner. Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur yaitu melalui tusukan, lecet atau luka di kulit, melalui membran mukosa, melalui pernafasan dan melalui ingesti. Mikroorganisme patogen ini memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas tergantung dengan kondisi lingkungan. Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan adalah infeksi gastroenteritis, infeksi saluran pernafasan, infeksi mata, infeksi kulit, meningitis, antraks dll.
Prinsip pengelolaan limbah medis berdasarkan kesepakatan internasional :
1. The “Polluter Pays” principle
2. The “Precautionary” principle
3. The “Proximity” principle
Untuk meminimalisai limbah harus dilakukan tindakan sebagai berikut :
1. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
2. Menggunaka sedikit mungkin bahan kimia
3. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
4. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
5. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun
6. Memesan bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan
7. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
8. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan

"


44. Jupita Ayu Purnamasari

pada : 31 August 2017

"Resume Materi K3 (Pengelolaan Limbah Sampah Medi Rumah Sakit)
Nama : Jupita Ayu Purnamasari
NIM : 131711123044
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau roses produksi. Sedangkan limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboraorium. Legal aspek limbah medis pada Permenkes RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 yang berisi tentang persyaratan kesehatan linkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
Terdapat 7 kategori limbah medis yaitu, limbah tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan, dan limbah logam berat. Dalam pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik. Persyaratan tempat pewadahan limbah nonmedis yaitu, pertama terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, kedua mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan, ketiga terdapat minimal satu buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan, keempat limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3x24 jam atau apalagi 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu, yang kelima adalah benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen, atau karton yang aman. Teknik engolahan limbah medis tajam safety box, needle cutter, dan needle burner.
"


45. RICHA KUMALASARI

pada : 31 August 2017

"Menurut PP NO 12, 1995
limbah merupakan bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sedangkan limbah medis merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Aspek legal limbah medis diatur dalam Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
Terdapat 7 kategori limbah medis diantaranya limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis,limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan, dan limbah logam berat.
Proses manajemen limbah dimulai dari pengumpulan limbah yang ada di tiap ruangan rumah sakit ataupun puskesmas. Selanjutnya akan dilakukan tahap pemilahan yakni proses memilah antara benda tajam, benda medis dan non medis serta botol dan plastik infus. Tahap selanjutnya adalah pengangkutan. Kemudian proses pembakaran (incineration)selambat-lambatnya selama 24 jam. setelah proses pembakaran, maka limbah tersebut akan dibuang di tempat pembuangan akhir.
Selain hal itu, ada 3 jenis tekhnik pengolahan benda tajam diantaranya safety box, needle cutter,dan needle burner. Diperlukan pemakaian APD yang lengkap dalam proses pengelolaan limbah ini, dikarenakan dari limbah tersebut terdapat berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat merugikan diri seperti virus HIV, virus hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, infeksi saluran pencernaan, infeksi mata, meningitis, infeksi perkemihan, demam berdarah, kandidemia.
Perlu diperhatikan juga empat prinsip yang disepakati secara internasional dalam mengelola limbah diantaranya prinsip Polluter pays, precautionary, duty of care, proximity."


46. Astin Thamar Genakama

pada : 31 August 2017

"RESUME K3 PERTEMUAN 2
NAMA: ASTIN GENAKAMA
NIM : 131711123004
Menurut PP NO 12, 1995 limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Legal aspek limbah medis Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Sampah medis dibagi menjadi 4 yaitu: sampah/ limbah yang tajam ( jarum suntuk, dll), sampah/ limbah tumpul ( botol obat-obatan), sampah/ limbah infeksius ( kasa yang terkena darah, dll) dan samppah/ limbah noninfeksius (tisu kering, kertas, dll). Manajemen limbah sampah dibagi menjadi beberapa kategori yaitu: limbah di rumah sakit/puskesmas/klinik dilakukan pemilihan untuk membedakan jenis sampah, kemudian dilakukan pengangkutan dan selanjutnya dibakar dan dibuang ketempat pembuangan akhir. Jarum suntik diletakkan dalam safety box/ menggunakan needle cutter kemudian jarum akan dibuang pada needle pit, sedangkan yang diletakkan disafety box akan dibakar pada incinerator kemudian dibuang ketempat sampah, jika tempat tersebut tidak memiliki incinerator maka akan diangkut safety box berisi jarum tersebut kemudian dimusnakan di incinerator pihak lain kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sampah infeksius, sampah non-infeksius, basah, kering, non-tajam dibuang dalam kantong plastik kemudian diangkit dan dibakar di incinerator kecil atau incinerator besar kemudian akan dibawa ke pit setempat/ tempat pembuangan sampah lain.
Pemilihan limbah padat:
1. benda tajam (jarum suntik, pecahan kaca preparat, dll) diletakan/dibuang pada safety box kemudian diserahkan ke pihak ke 3 untuk mengelolahnya
2. medis non tajam ( kasa berdarah, sarung tangan, perban, dll) diletakkan ditempat sampah yang disediakan kemudian diserahkan pada pihak ke 3 untuk mengelolahnya.
3. Non-medis (kertas, botol mineral,dll) diletakkan ditempat sampah kemudian diangkut dan diletakkan di TPA
4. Botol/ plastik infus diletakkan ditempat sampah kemudian akan direuse.

Limbah berbahaya merupakan Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategori:
1. Radioaktif, diletakkan dalam kantung berwarna merah dan keterangan kantongnya itu kantong boks timbal dengan simpol radioaktif.
2. Sangat infeksius, diletakkan dalam kantung berwarna kuning dan keterangan kantongnya adalah kantong plastik kuat, anti bocor, atau kontainer yang dapat disentralisasi dengan otoklaf.
3. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi, diletakkan dalam kantung berwarna kuning dengan keterangan kantongnya adalah kantong plastik kuat dan anti bocor/ kontainer.
4. Sitotoksis, diletakkan dikantong berwarna ungu dan keterangan kantongnya adalah kantong kontainer plastik kuat dan anti bocor.
5. Limbah kimia dan farmasi diletakkan pada kantong berwarna coklat dengan keterangan kantongnya adalah kantong plastik atau kontainer.

7 kategori limbah medis :
(1) Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
(2) Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
(3) Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
(4) Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
(5) Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
(6) Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
(7) Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

Pengumpulan limbah medis:
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Pemilihan limbah :
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Persyaratan pewadahan limbah non-medis :
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat penampungan sementara :
Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Transportasi:
Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup. Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri: Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
Teknik pengelolaan limbah medis tajam :
(1) Safety Box.
Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
(2) Needle Cutter.
Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
(3) Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter. Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.
Dampak limbah terghadap kesehatan :
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen:
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
Virus Hepatitis (B) dan Virus HIV
Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan:
Infeksi gastroenteritis, Infeksi Saluran Pernafasan, Infeksi Mata, Infeksi Genital,Infeksi Kulit, Antraks, Meningitis, AIDS, Demam Berdarah, Septikimia, Bakteriemia, Kandidemia, Hepatitis Virus A, Hepatitis Virus B dan C.
Pengelolaan limbah medis:
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Usaha meminimalisasi limbah :
(1) Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
(2) Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
(3) Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
(4) Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
(5) Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
(6) Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
(7) Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
(8) Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
(9) Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor."


47. VINDA KUSWANA MURTI

pada : 31 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah medis yaitu sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semuahasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Manajemen limbah yaitu berupa pemilahan (tajam jarum suntik, sampah infeksiuas serta noninfeksius ) dikelola oleh pihak ke III, pengangkutan, dan incineration / pembakaran. Sedangkan limbah sampah non medis dikelola oleh TPA, dan botol plastic bisa reuse. Kategori limbah radioaktif maka kode pastik atau warna container merah. Sampah infeksius, patologi, anatomi menggunakan plastic kuning. Sampah sitotoksis dengan warna ungu dan limbah kimia serta farmasi menggunakan warna coklat.
Transportasi limbah medis pertama kali harus diletakkan dalam container, kemudian dimasukkan ke dalam kendaraan pengangkutkhusus, limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang, petugas yang menangani harus menggunakan alat pelindung diri. Jika petugas tidak menggunakan APD maka kemungkinan dapat terpajan mikroorganisme pathogen seperti virus hepatitis (B), Virus HIVyang dapat masuk melalui luka yang ada di kulit. "


48. VINDA KUSWANA MURTI

pada : 31 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah medis yaitu sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semuahasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Manajemen limbah yaitu berupa pemilahan (tajam jarum suntik, sampah infeksiuas serta noninfeksius ) dikelola oleh pihak ke III, pengangkutan, dan incineration / pembakaran. Sedangkan limbah sampah non medis dikelola oleh TPA, dan botol plastic bisa reuse. Kategori limbah radioaktif maka kode pastik atau warna container merah. Sampah infeksius, patologi, anatomi menggunakan plastic kuning. Sampah sitotoksis dengan warna ungu dan limbah kimia serta farmasi menggunakan warna coklat.
Transportasi limbah medis pertama kali harus diletakkan dalam container, kemudian dimasukkan ke dalam kendaraan pengangkutkhusus, limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang, petugas yang menangani harus menggunakan alat pelindung diri. Jika petugas tidak menggunakan APD maka kemungkinan dapat terpajan mikroorganisme pathogen seperti virus hepatitis (B), Virus HIVyang dapat masuk melalui luka yang ada di kulit. "


49. VINDA KUSWANA MURTI

pada : 31 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah medis yaitu sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semuahasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Manajemen limbah yaitu berupa pemilahan (tajam jarum suntik, sampah infeksiuas serta noninfeksius ) dikelola oleh pihak ke III, pengangkutan, dan incineration / pembakaran. Sedangkan limbah sampah non medis dikelola oleh TPA, dan botol plastic bisa reuse. Kategori limbah radioaktif maka kode pastik atau warna container merah. Sampah infeksius, patologi, anatomi menggunakan plastic kuning. Sampah sitotoksis dengan warna ungu dan limbah kimia serta farmasi menggunakan warna coklat.
Transportasi limbah medis pertama kali harus diletakkan dalam container, kemudian dimasukkan ke dalam kendaraan pengangkutkhusus, limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang, petugas yang menangani harus menggunakan alat pelindung diri. Jika petugas tidak menggunakan APD maka kemungkinan dapat terpajan mikroorganisme pathogen seperti virus hepatitis (B), Virus HIVyang dapat masuk melalui luka yang ada di kulit. "


50. VINDA KUSWANA MURTI

pada : 31 August 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Limbah medis yaitu sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semuahasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Manajemen limbah yaitu berupa pemilahan (tajam jarum suntik, sampah infeksiuas serta noninfeksius ) dikelola oleh pihak ke III, pengangkutan, dan incineration / pembakaran. Sedangkan limbah sampah non medis dikelola oleh TPA, dan botol plastic bisa reuse. Kategori limbah radioaktif maka kode pastik atau warna container merah. Sampah infeksius, patologi, anatomi menggunakan plastic kuning. Sampah sitotoksis dengan warna ungu dan limbah kimia serta farmasi menggunakan warna coklat.
Transportasi limbah medis pertama kali harus diletakkan dalam container, kemudian dimasukkan ke dalam kendaraan pengangkutkhusus, limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang, petugas yang menangani harus menggunakan alat pelindung diri. Jika petugas tidak menggunakan APD maka kemungkinan dapat terpajan mikroorganisme pathogen seperti virus hepatitis (B), Virus HIVyang dapat masuk melalui luka yang ada di kulit. "


51. Endang Susiana

pada : 04 September 2017

"PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Pengertian Limbah menurut PP no 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Pengertian Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor : 1204/MENKES / SK/ X/ 2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Pengumpulan Limbah Medis :
1. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan
penghasil limbah menggunakan troli khusus
yang tertutup.
2. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim
tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48
Jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Pemisahan Limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
Beberapa Ketentuan Lain Tentang Sampah Medis
1. Ruang perawatan harus memiliki minimal dua
macam tempat limbah, satu untuk limbah medis
( warna kuning ) dan satunya lagi untuk non
medis ( warna hitam ).
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap
sebagai limbah medis.
3. Semua limbah dari kantor biasanya berupa alat -
alat tulis, dianggap sebagai limbah non medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologis
harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu
dinyatakan aman sebelum di buang.
Tehnik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Needle burner
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur:
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka dikulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan Internasional, yakni :
1. The Polluter Pays Principle ( prinsip pencemar
yang membayar )
2. The Precautionary Principle ( prinsip
pencegahan )
3. The Duty Of Care Principle ( prinsip kewajiban
untuk waspada )
4. The Proximity Principle ( prinsip kedekatan )
Usaha Menimalisasi Limbah
a. Menyeleksi bahan - bahan yang kurang
menghasilkan limbah sebelum membeli
b. Menggunakan sedikit mungkin bahan - bahan
kimia
c. Mengutamakan metode pembersihan secara
fisik dari pada secara kimia
d. Mencegah bahan - bahan yang menjadi limbah
e. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari
bahan baku sampai menjadi limbah bahan
berbahaya dan beracun
f. Memesan bahan - bahan sesuai kebutuhan
g. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal
untuk menghindari kedaluwarsa
h. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
i. Mengecek tanggal kedaluarsa bahan pada saat
di antar oleh distributor"


52. dismalyansa

pada : 05 September 2017

"Resume K3 ke-2 (Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit )
Pengertian limbah sampah medis adalah sisa usaha atau kegiatan medis mencangkup semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan, penelitian, dan laborat. Limbah sampah medis mengandung bahan berbahaya yang karena konsentrasi atau konsentrasinya (jumlah) dapat mencemari lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Mikroorganisme patogen tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui tusukan, lecet/luka di kulit., membran mukosa dan pernafasan.
Pemilahan limbah:
a) Benda tajam medis (jarum suntik, ampul atau vial obat, dll. ) dan non tajam medis (limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kemasan bertekanan, limbah logam berat)
b) Non medis (bungkus makanan, sampah ATK, dll)
Warna kontainer dan plastik sesuai kategori limbah :
1) Radioaktif wadah berwarna merah.
2) Sangat infeksius wadah berwarna kuning
3) Infeksius patologis wadah berwarna kuning
4) Sitotoksis wadah berwarna ungu
5) Limbah kimia dan farmasi berwarna coklat
Manajemen limbah ;
1. Untuk benda tajam berupa jarum suntik dibuang ke safety box yang kemudian akan dikumpulkan ke incinerator (sentra atau kecil) untuk dibakar, atau bisa juga melalui needle cutter.
2. Untuk benda non-tajam infeksius (basah atau kering) dibuang ke kontainer dilapisi plastik berwarna kuning kemudian diangkut ke incinerator (sentral atau kecil) untuk dilakukan pembakaran dengan suhu 100ºC.
3. Untuk PCV langsung dbuang k TPA.
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan harus menggunakan trolly tertutup dan untuk penyimpanannya sesuai dengan musim. Pada musim kemarau paling lambat 24 jam sedangkan pada musim penghujan bisa sampai 48 jam, dikarenakan kuman /bakteri berkembang lebih cepat pada sushu hangat. Pengangkutannya menggunakan kendaraan khusu, jauh dari jangkauan manusia dan hewan serta petugas menngunakan APD standart (helm, masker, pelindung mata, handscoon dan pakaian khusus."


53. arsi susilawati

pada : 05 September 2017

"
RESUME PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT


 Pengertian Limbah
PP NO 12, 1995 Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

 Pengertian Limbah Medis
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

 Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

 Managemen Limbah

 Pemilahan Limbah Padat

 Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain

 7 Kategori Limbah Medis
1) Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2) Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3) Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4) Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5) Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6) Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7) Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

 Pemilahan Limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik

 Pengumpulan Limbah Medis
1) Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
2) Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam

 Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis
1) Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2) Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3) Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4) Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5) Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6) Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

 Tempat Penampungan Sementara
1) Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
2) Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

 Transportasi
1) Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
2) Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
3) Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
4) Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
5) Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri,
6) Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty
7) gloves).

 Beberapa Ketentuan Lain Tentang Sampah Medis
1) Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2) Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3) Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4) Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang

 Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1) Safety Box.
2) Needle Cutter.
3) Needle Burner.

 Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
 Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
 Melalui membrane mukosa
 Melalui pernafasan dan melalui ingesti

 Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
1) Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
2) Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
3) Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
4) Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
5) Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
6) Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
7) Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin

 Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
1) AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
2) Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
3) Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
4) Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
5) Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
6) Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
7) Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh

 Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”). Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”) merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”) bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”) dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.

 Usaha Minimalisasi Limbah
 Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
 Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
 Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
 Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
 Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
 Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
 Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
 Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
 Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.

"


54. Salma hayani sholihah

pada : 02 October 2017

"Assalamualaikum bu mau bertanya, resume aj1 b20 yg lain bagaimana bu? Terima kasih bu sebelumnya"


55. DWI FERAFURISCA DESI

pada : 13 October 2017

"RESUME PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
BY : IRA SUARILAH
Dalam resum kuliah ke 2 ini berisikan tentang definisi, legal asspek, cara pengelolaan limbah rumah sakit, jens- jenis limbah medis dan managemen pengelolaan limbah medis rumah sakit. LIMBAH MEDIS medis sendiri adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Pengelolaan limbah rumah sakit di atur dalam Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas. Sampah medis ini sanggat berbahaya sekali jika tidak di kelola dengan baik, cara pengelolaan limbah rumah sakit di bagi berdasarkan jenis limbahnya, apabila sampah non medis akan di taruh di kantung plastik hitam dan di buang ke TPA, sedangkan untuk sampah medis di buang ke tempat sampah berwarna kuning, yang termasuk sampah medis ada 3 yaitu benda tajam, plabot infuse, benda padat . untuk penanganan sampah medis benda tajam akan di masukan di safety box dan di hancurkan di incinerator, begitu pula dengan sampah medis padat akan di akut dan di bakar di incinerator, sedangkan untuk sampah pablot dapat di reduse kembali. Jenis limbah dan kantung plastic yang di gunakan untuk non medis di letakkan pada plastic hitam, sedangkan untuk limbah infeksius di berikan pada plastic kuning, untuk sampah radioaktif di letakkan pada sampah warna merah dan sitotoksik pada sampah unggu.
Yang termasuk 7 kategori limbah medis yaitu 1) Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll. (2) Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit. (3) Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain (4) Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll. (5) Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll. (6) Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol. (7) Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Untuk Pengumpulan Limbah Medis Pengumpulan limbah medis dari setiap ru"


56. Susannah

pada : 12 November 2017

"With thanks, Lots of advice!"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :