DEAR STUDENTS SILAKAN UP-LOAD RESUMENYA DI SINI:


1. HASANUDIN

pada : 28 August 2017

"Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
Limbah : Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Limbah Medis : sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai dengan kategorinya
1. Radioaktif : warna container merah, dibuang di kantong boks timbal dengan symbol radioaktif
2. Sangat Infeksius : warna container kuning, dibuang di kantong plastik kuat anti bocor, atau container yang dapat di sterilisasi dengan otoklaf
3. Limbah infeksius patologi anatomi : warna container kuning, dibuang di kantong plastik kuat anti bocor
4. Sitotoksis : warna container ungu, dibuang di kantong plastik kuat anti bocor
5. Limbah kimia dan farmasi : warna container coklat, dibuang di plastik kuat.

7 kategori limbah medis
1. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik.
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium
3. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah.
4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin.
5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid.
6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung.
7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi, misalnya : thermometer

Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box)
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety Box.
2. Needle Cutter.
3. Needle Burner.

Mikroorganisme pathogen
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
(1) Virus Hepatitis (B). Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic
(2) Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.

Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
(1) Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
(2) Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
(3) Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh

Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
prinsip yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
(3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
(4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan.

"


2. Faizatul Ummah

pada : 29 August 2017

"NAMA : FAIZATUL UMMAH
NIM : 131611133097
RESUME : PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengertian limbah menurut PP No. 12 tahun 1995 limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Sedangkan limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal aspek limbah medis dalam permenkes RI Nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
Manajemen limbah rumah sakit berupa pemilahan, pengangkutan, pembakaran, dan pembuangan akhir.
Jenis Wadah Dan Label Limbah Medis Padat :
a. Radioaktif warna merah
b. Sangat infeksius warna kuning
c. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi warna kuning
d. Sitotoksis warna ungu
e. Limbah kimia dan farmasi warna coklat.
7 Kategori Limbah Medis :
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah patologis
4. Limbah farmasi
5. Limbah kimia
6. Limbah kemasan bertekanan
7. Limbah logam berat
Pengumpulan Limbah Medis
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
Pemilahan Limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis :
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudh dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal satu buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3x24 jam atau apabila 2/3 bgaian kantong sudah terisi oleh limbah maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen, atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat Penampungan Sementara
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain atau pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
a. Safety box
b. Needle cutter
c. Needle burner
Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam berdarah
10. Septikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis virus A
14. Hepatitis virus B dan C
Prinsip Dasar Pengelolaan Limbah Medis
a) The “Polluter Pays” principle (prinsip pencemar yang membayar)
b) The “Precautionary “ principle (prinsip pencegahan)
c) The “duty of care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada)
d) The “proximity” principle (prinsip kedekatan)
Usaha Minimalisasi Limbah
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor."


3. Maria Yasintha Seran

pada : 29 August 2017

"''PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT " Pengertian limbah menurut PP.No.12.1995 adalah Suatu kegiatan atau proses produksi. Sedangkan pengertian limbah medis adalah:Sisa suatu usaha atau kegiatan medis yang mencakup semua hasil buangan yang berasal dari Instansi kesehatan,Fasilitas penelitian dan laboratorium. Legal aspek limbah medis menurut Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit dalam bentuk padat,cair dan gas. Pemilahan limbah padat yaitu:Benda tajam,Medis non tajam,Non medis,Botol dan plastik infus. Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah: Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya karna sifat konsentrasinya dan jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung. 7 kategori limbah medis yaitu: 1.limbah benda tajam. 2.limbah infeksius 3.limbah patofisiologi 4.limbah farmasi 5.limbah kimia 6.limbah kemasan bertekanan 7.limbah logam berat. Pengumpulan limbah medis adalah: Pengumpulan dilakukan disetiap ruangan dengan menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan sesuai iklim tropis yaitu: pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.Pemilahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat pengahasil limbah adalah: Kunci pembuangan yang baik. Persyaratan tempat pewadahan limbah non medis terbuat dari bahan yang kuat,mempunyai tutupan yang mudah di buka,terdapat minimal 1(satu) buah untuk setiap kamar,limbah tidak boleh dibiarkan di wadah melebihi 3x24 jam atau 2/3 bagian kantong sudah terisi harus di buang. Benda tajam harus ditampung pada tempat yang khusus (Safety box).Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksin yang tidak langsung kontak dengan limbah. Dampak limbah terhadap Kesehatan yaitu:Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen,dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur: Melalui tusukan,lecet,luka di kulit,melalui membran mukosa,melalui pernapasan dan ingesti. Pengelolaan Limbah Medis ,Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional yakni: 1.Prinsip pencemar yang membayar 2.Prinsip pencegahan 3.Prinsip kewajiban untuk waspada 4.Prinsip kedekatan. Usaha untuk menimalisasi limbah yaitu: Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya, Menggunakan sedikit bahan-bahan kimia, Mengutamakankan metode pembersihan secara fisik dari pada secara ilmiah, Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah, Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari baku menjadi limbah berbahaya dan beracun, Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan, Menggunakan bahan yang di produksi lebih awal sebelum kadaluarsa, Menghabiskan bahan dari setiap kemasan, Mengecek tanggal kadaluarsa pada saat diantar oleh distributor."


4. Maria Yasintha Seran

pada : 29 August 2017

"''PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT " Pengertian limbah menurut PP.No.12.1995 adalah Suatu kegiatan atau proses produksi. Sedangkan pengertian limbah medis adalah:Sisa suatu usaha atau kegiatan medis yang mencakup semua hasil buangan yang berasal dari Instansi kesehatan,Fasilitas penelitian dan laboratorium. Legal aspek limbah medis menurut Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit dalam bentuk padat,cair dan gas. Pemilahan limbah padat yaitu:Benda tajam,Medis non tajam,Non medis,Botol dan plastik infus. Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah: Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya karna sifat konsentrasinya dan jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung. 7 kategori limbah medis yaitu: 1.limbah benda tajam. 2.limbah infeksius 3.limbah patofisiologi 4.limbah farmasi 5.limbah kimia 6.limbah kemasan bertekanan 7.limbah logam berat. Pengumpulan limbah medis adalah: Pengumpulan dilakukan disetiap ruangan dengan menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan sesuai iklim tropis yaitu: pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.Pemilahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat pengahasil limbah adalah: Kunci pembuangan yang baik. Persyaratan tempat pewadahan limbah non medis terbuat dari bahan yang kuat,mempunyai tutupan yang mudah di buka,terdapat minimal 1(satu) buah untuk setiap kamar,limbah tidak boleh dibiarkan di wadah melebihi 3x24 jam atau 2/3 bagian kantong sudah terisi harus di buang. Benda tajam harus ditampung pada tempat yang khusus (Safety box).Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksin yang tidak langsung kontak dengan limbah. Dampak limbah terhadap Kesehatan yaitu:Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen,dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur: Melalui tusukan,lecet,luka di kulit,melalui membran mukosa,melalui pernapasan dan ingesti. Pengelolaan Limbah Medis ,Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional yakni: 1.Prinsip pencemar yang membayar 2.Prinsip pencegahan 3.Prinsip kewajiban untuk waspada 4.Prinsip kedekatan. Usaha untuk menimalisasi limbah yaitu: Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya, Menggunakan sedikit bahan-bahan kimia, Mengutamakankan metode pembersihan secara fisik dari pada secara ilmiah, Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah, Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari baku menjadi limbah berbahaya dan beracun, Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan, Menggunakan bahan yang di produksi lebih awal sebelum kadaluarsa, Menghabiskan bahan dari setiap kemasan, Mengecek tanggal kadaluarsa pada saat diantar oleh distributor."


5. nova anika

pada : 29 August 2017

"PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DAN RUMAH SAKIT

PENGERTIAN LIMBAH
PP NO.12,1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dana tau proses produksi

PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
Semua sisa dan hasil buangan yang berasal dari fasilitas penelitian, instansi kesehatan dan laboratorium

LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
Permenkes RI nomor 1204/MENKES/SK/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair dan gas

MANAJEMEN LIMBAH
Limbah padat RS/poliklinik/puskesmas

Pemilahan

pengangkutan

incineration/pembakaran

tempat pembuangan akhir
JENIS WADAH DAN LABEL LIMBAH MEDIS PADAT SESUAI KATEGORI
• Radioaktif : container/kantong plastic merah : kantong box timbal dengan symbol radioaktif
• Sangat infeksius : Kantong plastic kuat, anti bocor, atau container yang dapat di sterilisasi dengan otoklaf : warna kuning
• Limbah infeksius, patologi dan anatomi : kantong plastic kuat anti bocor/ container : warna kuning
• Sitotoksis : container plastic kuat dan anti bocor : wana ungu
• Limbah kimia dan farmasi : kantong plastic/container : warna coklat
7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam : memiliki sudut "


6. MAS SONIA NABEELA SALHAMI

pada : 29 August 2017

"nama : Mas Sonia Nabeela Salhami
Nim : 131711123033
kelas : AJ2 /B20

PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Pengertian Limbah
Menurut PP NO 12, 1995 Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
LImbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

Legal Aspek Limbah Medis
• Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

Limbah bahan berbahaya dan beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Contoh dari limbah bahan berbahaya dan beracun adalah limbah radioaktif, limbah sangat infeksius, limbah sitoksis, limbah kimia, limbah infeksius.

7 kategori limbah medis
(1) Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
(2) Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular dll.
(3) Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
(4) Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa termasuk masker, handscoon dll.
(5) Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
(6) Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung
(7) Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri

Pengumpulan Limbah Medis
• Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
• Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam

Pemilahan Limbah
• Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik

Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

Tempat Penampungan Sementara
• Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
• Rs atau faskes yang tidak mempunyai incinerator diharap bias menjalin kerja sama dengan rs lain atau faskes lain atau mungkin pihak lain yang mempunyai insenerator.

Transportasi
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
• Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
• Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
• Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri

Beberapa ketentuan lain ttg sampah medis
1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety Box
2. Needle Cutter
3. Needle Burner
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Pathogen yang terdapat pada limbah medis dapat masuk ke tubuh manusia melalui :
1. Tusukan
2. Membrane Mukosa
3. Pernafasan & Ingesti

Mikroorganisme Patogen
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
• Kemampuan ini tergantung pada mikroorganisme sendiri, ada yang bias bertaha hidup di keadaaan lembab, kering dll. Contoh misalnya mikroorganisme pathogen virus hepatitis B, Virus HIV dll.
• Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan Infeksi Gastroentitis, infeksi sal. Nafas, infeksi mata, genital, kulit, antraks, meningitits, AIDS, DBD dll.
Pengelolaan Limbah Medis.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional
• The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
• The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
• The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
• The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)

Usaha Minimalisasi Limbah
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.













"


7. MELAN APRIATY SIMBOLON

pada : 29 August 2017

"" PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT "
Limbah medis adalah kegiatan medis yang hasilnya berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
A. Manajemen Limbah
Limbah padat RS/ Puskesmas/ poliklinik > Pemilahan > Pengangkutan > Incineration/pembakaran > Pembuangan akhir
1. Pemilihan Limbah Padat
Pemisahan limbah berbahaya dari
semua penghasil limbah
7 kategori Limbah medis :
1).Limbah benda tajam, (Jarum suntik, Kaca sediaan, Ampul/vial obaT).
2).Limbah infeksius,(Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular,pasien dari bagian isolasi)
3).Limbah Patologis, jaringan tubuh manusia,(organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain)
4).Limbah Farmasi, (mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang
sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, sarung tangan)
5).Limbah Kimia, dari aktifitas diagnostic, pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6). Limbah Kemasan Bertekanan, gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7).Limbah Logam Berat, Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

Jenis wadah dan label Limbah medis padat sesuai kartogorinya :
- Katogari Radioaktif Merah kantong boks
- Sangat infeksius kuning kantong plastik kuat anti bocor, kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
- Limbh infeksius, patolagi anatomi kuning kantong plastik kuat/ kantainner
- Sitotoksis ungu kontainner plastik kuat
- Limbah kimia dan farmasi coklat kantong plastik /kontainner
- Limbah medis tajam safety box, needle cutter, needle burner

2. Pengangkutan/transportasi
- Kantong limbah sebelum ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat/ tertutup
- Pengangkutan ke luar menggunakan kendaran khusus
- Kantong limbah harus aman dari jangkuan manusia dan binatang
- Petugasnya harus menggunakan alat pelindung diri.

3. Tempat Penampungan sementara
Rumah sakit yang punya insinerator harus membakar limbah selambatnya 24 jam pada musim kemarau, dan pada musim hujan 48 jam .

B. Persyaratan Tempat pewadahan limbah non medis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, ringan, tahan karat, permukaan dalam halus
2. Tutup yg mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
3. Terdapat min 1 pewadahan setiap ruangan
4. Limbah tidak bole dibiarkan melebihi 3× 24 jam atau 2/3 bagian kantong sudah terisi, maka harus dibuang.
5. Benda tajam harus diangkut dan ditampung pada tempat khususnsafety box
6. Tempat pewadahan limbah infeksius dan sitotoksik harus dibersihkan dengan larutan desinfektan jika digunakan kembali.
Trimakasi



"


8. ida berliana

pada : 29 August 2017

"NAMA : Ida Berliana
NIM : 131711123013
KELAS : AJ 2 (B20)

PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengertian Limbah PP NO 12, 1995
Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
PENGERTIAN LIMBAH MEDIS :
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
MANAJEMEN LIMBAH :
Limbah bahan berbahaya dan beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
7 kategori limbah medis :
(1) Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
(2) Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
(3) Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
7 kategori limbah medis
(4) Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
(5) Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
(6) Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
(7) Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Pengumpulan Limbah Medis
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Pemilahan Limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Tempat Penampungan Sementara
Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Transportasi
Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
Beberapa ketentuan lain ttg sampah medis
1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
(1) Safety Box.
Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
(2) Needle Cutter.
Alternatif 1:
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
(3) Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter;
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Mikroorganisme patogen
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
(1) Virus Hepatitis (B). Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C).
(2) Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
(1) Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
(2) Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
(3) Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
(4) Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
(5) Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
(6) Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
(7) Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah
layanan kesehatan
(8) AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
(9) Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
(10) Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
(11) Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
(12) Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
(13) Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
(14) Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh
Pengelolaan Limbah Medis.
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.
NOTE!
Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.
Usaha Minimalisasi Limbah
Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.

SUMBER
Pedoman pengelolaan limbah medis, Ditjen PP dan PL bekerjasama dengan WHO, 2012.

"


9. Dinda Berlian Primadiana

pada : 29 August 2017

"Nama : Dinda Berlian Primadiana
NIM : 131711123017

“PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT”

A.Pengertian Limbah
•Menurut Peraturan Pemerintah NO 12, 1995, limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
•Limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

B. Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
C. 7 Kategori Limbah Medis
(1)Limbah benda tajam. Misalnya: jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
(2)Limbah infeksius, misalnya : Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
(3)Limbah Patologis, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
(4)Limbah Farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll.
(5)Limbah Kimia, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
(6)Limbah Kemasan Bertekanan, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
(7)Limbah Logam Berat, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

D. Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis
•Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
•Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
•Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
•Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
•Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
•Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

E. Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1.Safety Box.
 Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
 Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
2.Needle Cutter
 Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
 Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
3. Needle Burner
 Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter; Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestik.

F. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1)Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2)Melalui membrane mukosa
(3)Melalui pernafasan dan melalui ingesti.

G. Contoh Infeksi Akibat Terpajan Limbah Layanan Kesehatan:
Infeksi gastroenteritis, ISK, infeksi mata, infeksi kulit, antraks, meningitis, AIDS, demam berdarah, septikima, bakterikimia, kandidemia, hepatitis virus.

Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.

Usaha Minimalisasi Limbah:
•Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
•Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
•Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
•Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
•Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
•Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
•Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
•Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
•Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor."


10. Achmad Tirmidzi

pada : 30 August 2017

"Achmad Tirmidzi (NIM 131711123035)

Resume Pengelolaan Limbah
Limbah adalah bahan sisa dari suatu kegiatan atau proses produksi (PP NO. 12 1995).
Sedangkan Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, maupun laboratorium.
Berdasarkan Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit baik dalam bentuk padat, cair, maupun gas.

7 kategori limbah medis
- Limbah medis tajam
sudut "


11. yani arnoldus toulasik

pada : 30 August 2017

"NAMA: YANI ARNOLDUS TOULASIK
NIM: 131711123058

“PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT”

Pengertian Limbah menurut PP NO 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Limbah bahan berbahaya dan beracun merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

7 kategori limbah medis adalah:
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah Patologis
4. Limbah Farmasi
5. Limbah Kimia
6. Limbah Kemasan Bertekanan
7. Limbah Logam Berat
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis adalah:
1. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam tetapi bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
Beberapa ketentuan lain tentang sampah medis:
1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam adalah dengan menggunakan:
1. Safety box
2. Needle cutter
3. Needle Burner
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Contoh mikroorganisme patogen adalah virus hepatitis (B) dan virus HIV
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan adalah infeksi gastroenteritis, infeksi saluran sernafasan, infeksi mata, infeksi genital, infeksi kulit, antraks, meningitis, AIDS, demam berdarah, septikimia, bakteriemia, kandidemia, hepatitis virus A, hepatitis virus B dan C.
Pengelolaan Limbah Medis
• The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”)
• The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
• The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
• The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
Usaha Minimalisasi Limbah
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.














"


12. ChoirinaNA

pada : 30 August 2017

"Pengelolaan Limbah Sampah Medis
Rumah Sakit
By: Choirina N. A (131711123011)

Apa itu limbah??
- Pengertian Limbah menurut PP NO 12, 1995 bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

Lalu, apa itu limbah medis??
- sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

Aspek Legal limbah medis yang tertuang dalam Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 yang berisi tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan Rumah Sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.

Bagaimana cara penanganan sampah medis?
Limbah padat dari Rumah Sakit/Puskesmas/Poliklinik dipilah melalui pemilahan limbah.
dibedakan menjadi limbah tajam (jarum suntik), Infeksius; non-infeksius; non-tajam; basah kering, PVC.
Setelah dipilah limbah melalui proses pengangkutan yang dibagi menjadi limbah tajam (jarum suntik) dimasukkan kedalam needle cutter dan safety box, imbah infeksi; non-infeksius; non-tajam; basah kering dimasukkan ke dalam kantong plastik. Kemudian setelah proses pengangkutan limbah-limbah medis tersebut dibawa ketempat pembakaran (incinerator), untuk limbah yang masuk di safety box dibawa ke incinerator kecil (DD-Mini) sedangkan yang dari kantong plastik dibawa ke incinerator sentral/berat (DD-Best), lalu dibakar dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer. Setelah melaukan beberapa proses limbah medis tersebut dibawa ke pembuangan terakhir.

Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
1.Permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2.Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3.Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4.Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5.Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6.Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

Transportasi :
•Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
•Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
•Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
•Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)

Beberapa ketentuan lain tentang sampah medis
1.Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2.Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3.Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4.Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang.

Pengumpulan Limbah Medis
-Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
-Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
*karena perkembangan bakteri lebih cepat berkembang pada musim dan tempat yang hangat.

7 Kategori Limbah Medis
1.Limbah benda tajam: materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2.Limbah infeksius: limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular.
3.Limbah Patologis: limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4.Limbah Farmasi: limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5.Limbah Kimia: limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6.Limbah Kemasan Bertekanan: limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7.Limbah Logam Berat: limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
-Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1)Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2)Melalui membrane mukosa
3)Melalui pernafasan dan melalui ingesti

Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
(1)Infeksi gastroenteritis.
(2)Infeksi Saluran Pernafasan.
(3)Infeksi Mata
(4)Infeksi Genital
(5)Infeksi Kulit
(6)Antraks
(7)Meningitis
(8)AIDS
(9)Demam Berdarah.
(10)Septikimia
(11)Bakteriemia.
(12)Kandidemia
(13)Hepatitis Virus A
(14)Hepatitis Virus B dan C

Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.

"


13. SISKA NURUL FAUZIAH

pada : 30 August 2017

"PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

PENGERTIAN LIMBAH
•Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP NO 12, 1995).
•Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
Permenkes RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

JENIS WADAH DAN LABEL LIMBAH MEDIS PADAT SESUAI KATEGORINYA
a.Radioaktif, berwadah kantong plastik merah, biasanya menggunakan kantong box timbal dengan simbol radioaktif.
b.Sangat infeksius, berwadah kantong plastik kuning, dengan syarat kantong plastik anti bocor, kuat atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf.
c.Limbah infeksius, patologi, dan anatomi, berwadah kantong plastik kuning dengan syarat kantong plastik kuat dan anti bocor atau container.
d.Sitotoksis, berwadah kantong plastik berwarna ungu, kontainer harus kuat dan anti bocor.
e.Limbah kimia dan farmasi, berwadah kantong plastik berwarna coklat.

7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
a.Limbah benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90o, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : jarum suntik, kaca sediaan (preparat glass), infus set, ampul/vial obat, dll.
b.Limbah infeksius adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium, limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular, limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi, alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
c.Limbah Patologis adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain.
d.Limbah Farmasi adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, sarung tangan, masker, dll.
e.Limbah Kimia adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
f.Limbah Kemasan Bertekanan adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
g.Limbah Logam Berat adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

PENGUMPULAN LIMBAH MEDIS
a.Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
b.Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam (karena bakteri mudah berkembang saat kemarau).

PEMILAHAN LIMBAH
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.

PERSYARATAN TEMPAT PEWADAHAN LIMBAH NON-MEDIS
a.Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
b.Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
c.Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
d.Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
e.Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
f.Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA
a.Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
b.Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

TRANSPORTASI
a.Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
b.Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
c.Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
d.Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri : topi/helm, masker, pelindung mata, pakaian panjang (coverall), apron untuk industri, pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves).

KETENTUAN LAIN TENTANG SAMPAH MEDIS
a.Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
b.Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
c.Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
d.Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang.

TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM
a.Safety Box
•Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
• Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan, setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
b.Needle Cutter.
•Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan, potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
•Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan, potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit, syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
c.Needle Burner
•Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan, syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter. Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
a.Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit.
b.Melalui membrane mukosa.
c.Melalui pernafasan dan melalui ingesti.
Mikroorganisme patogen
a.Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas.
b.Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
c.Contoh mikroorganisme tersebut adalah : Virus Hepatitis (B), Virus HIV
d.Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan : infeksi gastroenteritis, infeksi saluran pernafasan, infeksi mata, infeksi genital, infeksi kulit, antraks, meningitis, AIDS, demam berdarah, septikimia, bakteriemia, kandidemia, Hepatitis Virus A, Hepatitis Virus B dan C.

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
a.The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
b.The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
c.The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
d.The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)

Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.

USAHA MINIMALISASI LIMBAH
a.Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
b.Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
c.Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
d.Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
e.Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
f.Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
g.Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
h.Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
i.Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
"


14. TAMARA REGINA VALLENTINA

pada : 30 August 2017

"Limbah medis adalah sisa suatu usaha/kegiatan medis, mecakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan.
Jenis wadah dan label limbah medis sesuai kategorinya :
- Kategori radioaktif kantong plastik berwarna merah (kantong boks timbal dengan simbol radioaktif)
- Kategori sangat infeksius kantong plastik berwarna kuning (kantong plastik kuat, anti bocor/kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf)
- Kategori limbah infeksius, patologi dan anatomi kantong plastik berwarna kuning (kantong plastik kuat dan anti bocor)
- Sitotoksis kantong plastik berwarna ungu (kontainer plastik kuat dan anti bocor)
- Limbah kimia dan farmasi kantong plastik berwarna coklat (kantong plastik/kontainer) "


15. SOFIYANTI NORMALINDA BANOET

pada : 30 August 2017

"NAMA : SOFIYANTI NORMALINDA BANOET
NIM : 131711123014
KELAS : AJ 2 B20
RESUME K3 TM 2

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Limbah menurut PP no. 12 tahun 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Contohnya limbah setelah kegiatan perkuliahan, selalu didapatkan tissue bekas, botol air mineral bekas, bolpoint yang tertinggal dan sebagainya. Sehingga ketika kita berbicara tentang limbah medis maka yang dimaksud dengan limbah medis adalah sisa usaha atau kegiatan medis mencakup semua hasil buangan yang berasal dari institusi kesehatan, fasilitas Pendidikan, dan laboratorium. Semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit bisa dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen limbah dimulai dari proses pemilahan, pengangkutan, incineration/pembakaran dan masuk pada pembuangan akhir. Limbah tajam (jarum suntik) dimasukkan kedalam safety box, ada juga yang dipotong terlebih dahulu menggunakan needle cutter setelah itu dimasukkan kedalam incinerator. Limbah infeksius, non infeksius, non-tajam,basah/kering yang dimasukkan kedalam kantong plastic di bakar ke incinerator lain, dan untuk limbah PVC langsung dibuang di TPA
Pemilahan limbah padat terdiri dari
1. Benda tajam, contohnya jarum suntik, botol ampul injeksi
2. Medis non tajam, contohya jaringan yang dibedah, kasa bekas darah pasien,
3. Non medis, contohnya koran, bungkus makanan, dan botol infus yang bisa di re use
Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta mahkluk hidup lain. Limbah bahan berbahaya dikategorikan menjadi 5, yaitu
1. Radioaktif yang dilabeli kantong plastic merah yaitu kantong box timbal dengan symbol radioaktif
2. Sangat infeksius yang labeli kantong plastic kuning yaitu kantong plastic yang kuat, anti bocor atau container yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
3. Limbah infeksius, patologi, dan anatomi dengan kantomg plastic warna kuning juga yang sama dengan limbah sangat infeksius
4. Sitotoksis kantong plastic warna ungu
5. Limbah kimia dan farmasi kantong plastic warna cokelat

Limbah medis dikategorikan menjadi 7 yaitu limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan dan limbah logam berat. Dalam pengumpulan llimbah medis dari setiap ruangan menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis disesuiakan iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan pada musim kemarau paling lama 24 jam karena pada musim kemarau bakteri berkembang lebih cepat sehingga sampah harus segera diangkut ke pembuangan akhir sebelum terjadi penyebaran bakteri.
Adapun syarat tempat pewadahan limbah non medis yaitu
1. Terbuat dari bahan yang kuat, ringan, tidak mudah berkarat, kedap air dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalam
2. Tutup yang mudah dibuka dan ditutup sehingga tidak mengotori tangan
3. Minimal satu untuk setiap kamar
4. Tidak boleh lebih dari 3*24 jam, apabila 2/3 kantong sudah terisi harus segera dibuang/diangkut
5. Benda tajam ditampung dalam box khusus
6. Tempat wadah limbah medis infeksius dan sitoktosis yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan memakai larutan disinfektan
Didalam proses transportasi limbah medis ke tempat inecerator atau pembuangan akhir harus diperhatikan bahwa kantong limbah medis harus dimasukkan/diletakkan dalam container yang kuat serta tertutup sehingga tidak mudah tumpah dan berceceran dengan kendaraan khusus dan kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang. Serta yang paling penting petugas yang menangani limbah harus memakai alat pelindung diri yang lengkap dari kepala hingga kaki.
Setiap ruang perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, untuk medis (kuning) dan non medis (hitam). Semua limbah dari tempat operasi dianggap limbah medis sedangkan limbah dari kantor adalah limbah non medis. Limbah yang keluar dari unit patologi adalah limbah medis.
Dampak limbah terhadap kesehatan sangat berbahaya, banyak penyakit yang ditimbulkan dari pengelolaan limbah yang salah. Oleh karena itu sebagai tenaga kesehatan kita harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengelolaan limbah dan taat mempraktekkannya ditempat kita bekerja. Setiap kita wajib meminimalisasi limbah sehingga tidak berdampak buruk bagi kesehatan kita maupun sesama kita.
"


16. Putri Dewi Suciningtyas

pada : 30 August 2017

"Nama : Putri Dewi Suciningtyas
NIM : 131711123040
RESUME PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT
• Limbah adalah sisa atau suatu produksi
• Limbah Medis
- Sisa suatu usaha atau kegiatan medis,mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalansi kesehatan, fasilitas kesehatan penelitian dan lab
- Cara pengelolaan limbah medis direbus (dipanaskan dengan suhu 1000 C maka akan ramah lingkungan
- 2/3 sampah seharusnya sudah dibuang saat musim hujan 2x24 jam sampah harus dibuang. Saat musim panas 1x24 jam harus dimusnahkan, karena pada musim panas bakteri dapat berkembang lebih cepat.
- Jika RS tidak mempunyai incinerator maka RS harus bekerja sama dengan RS yang insenator
• Pemilihan Limbah Padat
Benda tajam
Medis non tajam Pihak Ke 3

Non Medis = TPA
Botol Plastik
Infus Resue

• Limbah bahan berbahaya dan beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya yang mengancam kelangsungan hidup

• 7 kategori limbah medis
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah Farmasi
4. Limbah kemasan
5. Limbah logam berat
6. Limbah patologis
• Persyaratan tempat pewadahan Limbah Non Medis
1. Terbuat dari bahan yang kuat,cukup ringan, kedap air
2. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
3. Terdapat 1 buah untuk setiap kamar
4. Limbah tidak boleh dibiarkan melebihi 3x24 jam
5. Benda tajam harus ditampung tempat khusus
6. Tempat pewadahan limbah medis infeksius harus segera

• Sarana Transportasi
1. Kantong limbah harus diletakan didalam container yang kuat dan tertutup
2. Pengangkutan limbah harus dengan kendaraan khusus
3. Kantong limbah harus aman dari jangkauan manusia dan hewan
4. Petugas harus menggunakan APD

• Ketentuan Sampah Medis
1. Ruang perawat harus memiliki minimal 2 macam tempat limbah
2. Semua limbah dari kamar medis Operasi dianggap limbah non medis
3. Semua limbah yang keluar dari unit patologis harus dianggap sebagai limbah medis dan dinyatakan aman sebelum dibuang
4. Semua limbah kantor dianggap limbah non medis


Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety Box.
• Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
• Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
• (2) Needle Cutter.
Alternatif 1:
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
• Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
(3) Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter;
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.
• Dampak limbah terhadap kesehatan
1. Melalui jalur tusukan, lecet
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan melalui ingesti
• Contoh mikroorgsnime pathogen :
1. Virus Hepatitis
2. Virus HIV
• Contoh infeksi akibat terpajan Limbah Yankes
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi Saluran Pernafasan
3. Infeksi Mata
4. Infeksi Genital
5. Infeksi Kulit
6. Antraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. Demam Berdarah
10. Septikimia
11. Bakteriemia
12. Kandidemia
13. Hepatitis Virus A
14. Hepatitis Virus B dan C

• Pengelolaan Limbah Medis
1. The “Polluter Pays” principle
Penghasil limbah secara hokum dan finansial bertanggung jawab menggunakan metode yang aman
2. The “Precautionary” principle
Penanganan secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan
3. The “duty of care” principle
Bagi pengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi
4. The proximity
Mmeminimalkan resiko dalam meminimalkan

• Usaha minimalisasi limbah
1. Menyeleksi bahan bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membeli
2. Menggunakan sedikit mungkin bahan kimia
3. Mencegah bahan bahan yang menjadi limbah

• Aspek Legal Limbah Medis : Permenkes RI no 1204/MENKES/SK/X/2004
Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas




"


17. Novy Loudoe

pada : 30 August 2017

"RESUME K3 : PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

NAMA : NOVY LOUDOE
NIM : 131711123034
KELAS : AJ 2 (B20)

Pengertian Limbah Medis : sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal Aspek Limbah Medis :
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Manajemen Limbah
Pengelolaan limbah medis di RS, puskesmas, atau poliklinik dikumpulkan dan dibedakan berdasarkan kategorinya. Pemilahan Kategori limbah padat terdiri dari limbah tajam, limbah infeksius, limbah non-infeksius, botol dan plastik non-medis. Untuk limbah non-medis langsung dibuang ke TPA, sedangkan botol infus dan plastik infus akan didaur ulang. Seteleah dilakukan pemilahan selanjutnya diangkut dan dibawa ke incinerator. Limbah yang dibawa ke incinerator akan di bakar dengan suhu 1000֯ C. Setelah dilakukan pembakaran limbah akan dibuang ke Pit setempat/tempat lainnya.
Pemilahan Limbah
- Benda tajam dan medis non tajam (pihak III)
- Non medis (TPA)
- Botol dan plastik infus : Reuse
Limbah bahan berbahaya dan beracun
1) Radioaktif (warna konteiner/ kantong plastik : Merah )
2) Sangat infeksius ,limbah infeksius, patalogi (Kuning)
3) Sitotoksis (Ungu)
4) Limbah Kimia dan farmasi (coklat)

7 kategori Limbah Medis
1) Limbah benda tajam : Jarum suntik, Kaca sediaan, Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2) Limbah infeksius : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3) Limbah Patologis: organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4) Limbah Farmasi: mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5) Limbah Kimia: formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6) Limbah Kemasan Bertekanan: gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7) Limbah Logam Berat: Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Pengumpulan Limbah Medis
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
Teknik Pengelolaan Limbah Medis
1) Safety box
2) Needle cutter
3) Needle burner
Dampak Limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
(1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
(2) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)

"


18. Pahlevi Betsytifani

pada : 30 August 2017

"Nama : Pahlevi Betsytifani
NIM : 131711123051
Kelas : AJ 2

Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit
A. Pengertian
• Menurut PP No.12 Tahun 1995, limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi.
• Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencangkup semua hasil buangan yang berasal dari instalansi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

B. Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI Nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

C. Manajemen Limbah
Dilakukan melalui tahap pemilahan, pengangkutan, pembakaran/incinerator, dan terakhir tahap pembuangan akhir.

D. Pemilahan Limbah Padat
• Benda tajam dilakukan oleh pihak ke III
• Medis Non Tajam dilakukan oleh pihak ke III
• Non Medis melalui TPA
• Botol dan plastik bekas dilakukan Reuse

E. Jenis Wadah Dan Label Limbah Medis Padat Sesuai Kategorinya
• Radioaktif : warna container/ kantong plastik merah.
• Sangat infeksius : warna container/kantong plastik kuning.
• Limbah infeksius: warna container/kantong plastik kuning.
• Sitotoksik : warna container/kantong plastik ungu.
• Limbah kimia dan farmasi: warna container/kantong plastik coklat.

F. Tujuh Kategori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam
Materi padat, memiliki sudut "


19. MIFTAKHUL JANAH

pada : 30 August 2017

"Nama : Miftakhul Janah
Kelas : AJ-2
NIM : 131711123075

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS
RUMAH SAKIT

1. Definisi
Limbah Medis yaitu sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari:
- Instalasi kesehatan
- Fsilitas penelitian, dan
- Laboratorium.

2. Aspek Legal
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004

“Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk (padat, cair, dan gas).

3. Kategori Limbah Medis
- Limbah Benda Tajam (Jarum suntik, preparat glass, Infus set, Ampul/vial obat).
- Limbah Infeksius (Limbah hasil operasi atau otopsi penyakit menular, Alat yang tersentuh orang sakit).
- Limbah Patologis (organ tubuh, darah, muntahan, urin & cairan tubuh lain)
- Limbah Farmasi (obat/ vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, sarung tangan, masker
- Limbah Kimia (Formaldehid, zat kimi, fotografis, solven).
- Limbah Kemasan (Gas dalam tabung, Carteidge, kaleng aerosol).
- Limbah Logam Berat (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

4. Pengumpulan Limbah Medis
- Troli Khusus (tertutup)
- Penyimpanan (musim Hujan : 48 Jam, musim kemarau (24 jam).

5. Ketentuan tentang Sampah Medis
- Ruang Perawatan memiliki dua macam tempat limbah:
limbah medis (warna kuning) dan non-medis (warna hitam).
- Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
- Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang.

6. Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
a) Safety Box
Alternatif I: Jarum + Syringe = Safety Box = Incinerator (Pembakaran 1000° C).
Alternatif 2: Jarum + Syringe = Safety Box = Sumur Kedap air (silo).
b) Needle Cutter
Jarum dipatahkan = 1. Safety Box: Incinerator (Pembakaran 1000° C)
2. Needle Pit
c) Needle Burner
Jarum dimusnahkan (Pembakaran) = Plastik hitam = Sampah domestik.
7. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung mikroorganisme patogen, yang memasuk ke tubuh melalui:
a) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
b) Melalui membrane mukosa
c) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Mikroorganisme Patogen:
1) Virus Hepatitis B:
- Tahan di suhu 60°C selama 10 jsm
- Tahan 1 minggu di tetesan darah dalam jarum suntik.
2) Virus HIV
- Tahan 3-7 hari pada suhu ambient
- Tahan 15 menit pada cairan etanol 70%.
Contoh Infeksi akibat terpejan limbah layanan kesehatan
a) Infeksi gastroenteritis (Media penularannya, melalui tinja atau muntahan).
b) Infeksi Saluran Pernafasan (Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur).
c) Infeksi Mata (Media penularannya adalah secret mata).
d) Infeksi Genital (Media penularannya adalah melalui secret genital).
e) Infeksi Kulit (Media penularannya adalah melaui nanah).
f) Meningitis (Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin).
g) AIDS (Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin).
h) Bakteriemia (Media penularannya adalah melalui darah).

8. Pengelolaan Limbah Medis
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
a) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
b) The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”).
c) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”).
d) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”).

9. Usaha Meminimalisasi Limbah
a) Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
b) Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
c) Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun..
d) Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
"


20. Fitriana Nur Rochmi

pada : 30 August 2017

"Resume Mata Kuliah K3
PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Oleh : Fitriana Nur Rochmi (131711123046)
• Pengertian Limbah menurut PP NO. 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
• Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
• Legal Aspek Limbah Medis
• Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas
• Manajemen limbah limbah
• Limbah padat dipilih ditaruh di pengangkutan kemudian di inceration dan di buang ke pembuangan akhir
• Limbah bahan berbahaya &racun adalah Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
• 7 kategori limbah medis antara lain limbah benda tajam, infeksius, patologis, farmasi, kimia, kemasan bertekanan, logam berat.
• Pengumpulan Limbah Medis yaitu dengan cara mengumpulkan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup, dan Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
• Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
• Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
• Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
• Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
• Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
• Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
• Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
• Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
• Teknik pengolahan limbah medis tajam
• Safety box
• Needle cutter
• Need burner
• Prinsip pengolahan sampah medis
• The “Polluter Pays” principle
• The “Precautionary” principle
• The “duty of care” principle
• The “proximity” principle
• Usaha meminimalisir limbah :
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.


"


21. Fitriana Nur Rochmi

pada : 30 August 2017

"Resume Mata Kuliah K3
PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Oleh : Fitriana Nur Rochmi (131711123046)
• Pengertian Limbah menurut PP NO. 12, 1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
• Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
• Legal Aspek Limbah Medis
• Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas
• Manajemen limbah limbah
• Limbah padat dipilih ditaruh di pengangkutan kemudian di inceration dan di buang ke pembuangan akhir
• Limbah bahan berbahaya &racun adalah Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
• 7 kategori limbah medis antara lain limbah benda tajam, infeksius, patologis, farmasi, kimia, kemasan bertekanan, logam berat.
• Pengumpulan Limbah Medis yaitu dengan cara mengumpulkan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup, dan Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
• Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
• Persyaratan tempat pewadahan limbah non-medis
• Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
• Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
• Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
• Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
• Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
• Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.
• Teknik pengolahan limbah medis tajam
• Safety box
• Needle cutter
• Need burner
• Prinsip pengolahan sampah medis
• The “Polluter Pays” principle
• The “Precautionary” principle
• The “duty of care” principle
• The “proximity” principle
• Usaha meminimalisir limbah :
• Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
• Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
• Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
• Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
• Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
• Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
• Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
• Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.


"


22. lia wahyu utami

pada : 30 August 2017

"Nama : Lia Wahyu Utami
Nim :131711123039

“ PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT”
A. Pengertian limbah
Menurut PP No 12,1995 adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi
Jadi pengertian limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari istansi kesehatan fasilitas penelitian, dan laboratorium
B. Legal aspek limbah medis
Menurut permenkes RI nomor: 124/MENKES/SK/X/2004 adalah tentang pensyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas
C. Bagaimanakan penanganan sampah medis
a. Manajemen limbah
Limbah padat Rumah Sakit/ Puskesmas/Poliklinik terdiri dari sampah tajam jarum suntik, infeksius, non infeksius non tajam basah dan kering, dan PCV. Sampah tajam jarum suntik melalui pemilahan needle centre (jarum) dan safety box melalui pengangkutan, incinerator/ pembakaran dan pembuangan akhir needle pit incinerator kecil(DD-Mini), pit setempat/ tempat lain, atau langsung dibawa ke incinerator lain. Sedangkan sampah infeksius non infeksius non tajam basah/ kering melalu pemilahan kamtong plastic dan melalui pengangkutan , incinerator/ pembakaran dan pembuangan akhir ke incinerator kecil/ incinerator sentral/besar dan pit setempat. Lalu sampah PVC pemilahan, pengangkutan, incinerator/pembakaran dan pembuangan akhir langsung ke TPA.
b. Pemilihan limbah padat
1. Sampah benda tajam dan medis non tajam langsung ke pihak III.
2. Non medis lansung TPA
3. Botol dan plastik infus langsung reuse
c. Jenis wadah dan label limbah medis padat sesuai kategorinya
1. Sampah radioaktif berwarna merah dengan keterangan kantong boks timbal dengan symbol radioaktif
2. Sampah infeksius berwarna kuning dengan keterangan kantong plastic kuat anti bocor atau container yang dapat disterilsasi dengan otoklaf
3. Sampah infeksius, patologi dan anatomi berwarna kuning dengan keterangan kantong plastik kuat dan anti bocor atau container
4. Sampah sitotokis berwarna ungu dengan keterangan container plastik kuat dan anti bocor.
5. Sampah limbah kimia dan farmasi berwarna coklat dengan keterangan kantong plastic atau kontainer
D. 7 kategori limbah medis
a. Limbah benda tajam
b. Limbah infeksius
c. Limbah patologi
d. Limbah farmasi
e. Limbah kimia
f. Limbah kemasan bertekanan
g. Limbah logam berat
E. Pengumpulan limbah medis
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medisharus sesuai iklim trupis yaitu musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.
F. Pemilahan limbah
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
G. Persyaratan tempat pewadahan limbah non medis
a. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
b. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
c. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
d. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
e. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
f. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali
H. Tempat penampungan sementara
Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.
I. Transportasi
a. Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
b. Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
c. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
J. Beberapa ketentuan lain tentang sampah medis
a. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
b. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
c. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
d. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
K. Tehnik pengelolaan limbah medis tajam
a. Safety box
b. Needle cutter
c. Needle burner
L. Dampak limbah terhadap kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
(1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
(2) Melalui membrane mukosa
(3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti
a. Mikroorganisme pathogen
Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
Contoh : virus hepatitis (B) dan virus HIV
b. Contoh infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
1. Infeksi gastroentretis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Antraks
7. AIDS
8. Demam berdarah
9. Septikemia
10. Bakteremia
11. Kandidemia
12. Hepatitis virus A
13. Hepatitis virus B dan C
M. Pengelolaan limbah medis
a. The “Pollunter Pays”principle ( prinsip “pencemar yang membayar”)
b. The “Precautionary” principle ( prinsip “ pencegahan”)
c. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
d. The “Proximity” principle ( prinsip “kedekatan”)
N. Usaha minimalis limbah
a. Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
b. Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
c. Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
d. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
e. Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
f. Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
g. Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
h. Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
i. Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
"


23. NURUL YUNIARSIH

pada : 30 August 2017

"NAMA : NURUL YUNIARSIH
NIM : 131711123018
MATA KULIAH : K3
ANGKATAN ANGKATAN : AJ2/B20
PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT
 Pengertian limbah menurut PP No. 12 1995
Bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi
 Pengertian limbah medis
Sisa suatu usaha/kegiatan medis yang mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas kesehatan dan laboratorium.
 Legal aspek limbah medis
1) Limbah padat RS/Puskesmas/Poliklinik
Pemilahan-pengangkutan-pembakaran-pembuangan akhir
2) Tajam: jarum suntik
Safety box
3) Non infeksius/infeksius/non tajam/basah, kering
Kantong plastik-incerator mini/lain-inserator besar
 Pemilahan limbah padat
Pihak III: benda tajam, medis non tajam
non medis (TPA)
botol dan plastik bekas (Reuse)
 7 kategori limbah medis:
1. Limbah benda tajam
Materi padat yang memiliki sudut < 90 derajat yang dapat menyebabkan luka iris. Contoh: jarum suntik, vial obat
2. Limbah infeksius
Limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit dan jamur) dalam jumlah yang cukup banyak.
Contoh: limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bahan isolasi dan limbah hasil operasi.
3. Limbah patologis
Limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia. Contoh: organ tubuh, janin dan darah.
4. Limbah farmasi
Limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi. Contoh: mencakup produk obat dan vaksin yang kadaluarsa.
5. Limbah kimia
Limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktivitas diagnostik, pembersihan desinfektan. Contoh: formaldehid, zat kimia fotografis
6. Limbah kemasan bertekanan
Limbh medis yang berasal dari kegiatan di instalasi esehatan yang memerlukan gas. Contoh: tabung gas, aerosol.
7. Limbah logam berat
Limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi
Contoh: termometer, tensimeter.
 Pengumpulan limbah medis
Menggunakan troli khusus yang tertutup
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis : Pada musim hujan selama 2 hari/ 48 jam dan musim kemarau 24 jam/sehari
 Persyaratan tempat limbah non medis:
a) Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan mempunyai permukaan halus
b) Punya tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
c) Terdapat minimal 1 buah untuk setiap kamar sesuai kebutuhan
d) Limbah tidak boleh lebih dari 3x24 jam
e) Benda tajam harus dimasukkan dalam sfety box
f) Untuk limbah infeksius harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan.
 Tempat penampungan sementara
RS yang mempunyai inserator dilingkungannya membakar limbahnya paling lambat 24 jam
RS yang tidak mempunyai inserator, harus dimusnahkan melalui kerjasama RS paling lambat 24 jam.
 Teknik pengelolaan limbah medis tajam
Safety box-needle cutter-needle bunner
 Dampak limbah terhadap kesehatan
Infeksi GE, sluran pernafasan, mata, genital, kulit, antraks, meningitis, AIDS
Limbah medis dapat memasuki tubuh manusia melalui: tusukan/lika dikulit, membran mukosa dan pernafasan/ingesti.
 Pengelolaan limbah medis
Pencemar yang membayar-pencegahan-kewajiban untuk waspada-kedekatan
 Usaha meminimalisasi limbah
a. Mengecek tanggal kadaluarsa
b. Memesan bahan sesuai kebutuhan
c. Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
"


24. Elizabeth Risha Murlina Lema

pada : 30 August 2017

"“Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit”
Menurut PP NO 12, 1995 limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.. sedangkan limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasalh dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium. Legal aspek limbah medis terdapat pada Permenkes RI nomor : 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sait dalam bentuk padat, cair dan gas. Dalam pemilahan limbah sendiri dibagi menjadi tiga bagian yaitu limbah padat, cair dan limbah gas. Biasanya untuk limbah padat, warna yang digunakan untuk benda tajam adalah biru, warna kuning untuk medis non tajam, sedangkan warna hijau untuk limbah samoah dan plastic infus. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim topis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam / satu hari dna musim kemarau paling lama 24 jam. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari berkembangnya bakteri secara cepat pada musim kemarau. Berikut adalah beberapa contoh infeksi akibat limbah layanan kesehatan :
1. Infeksi gastroenteritis
2. Infeksi saluran pernafasan
3. Infeksi mata
4. Infeksi genital
5. Infeksi kulit
6. Sntraks
7. Meningitis
8. AIDS
9. DBD
10. Septikimia
11. Bakterikimia
12. Kandidemia
13. Hepatitis virus A
14. Hepatitis virus B dan C
Dalam melakukan pengelolaan limbah medis terdapat 4 prinsip yang sudah disepakati secara internasional, yaitu :
1. The “Polluter Pays” principle (Prinsip “Pencemar yang membayar) , dalam prinsip ini setiap penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggung jawan untuk menggunakan metode yang aman dan rmha lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2. The “Precautionary” principle (Prinsip : “Pencegahan”), merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penangan yang secepat mungkin dengan asumsi resikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3. The “Duty of care” principle (Prinsip “Kewajiban untuk waspada”), bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “Proximity” principle (prinsip “kedekatan”), dalam penangan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisai harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.
"


25. Vima Utya Cahyani

pada : 30 August 2017

" Nama : Vima Utya Cahyani
NIM : 131711123015
Kelas : AJ 2
Program : B 20

RESUME PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

• Pengertian Limbah Medis : Sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
• Aspek Legal Limbah Medis Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
• Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
• Jenis wadah limbah :
1. Radioaktif, warna kontainer atau kantung plastik merah dengan kantong boks timbal dengan simbol radio aktif
2. Sangat Infeksius,warna kontainer atau kantung plastik kuning, kantung plastik kuat, tidak mudah bocor, yang dapat disentralisasi dengan otoklaf.
3. Limbah Infeksius, patologi, dan anatomi warna kontainer atau kantung plastik kuning dengan kantong plastik kuat dan tidak mudah bocor.
4. Sitotosik,warna kontainer atau kantung plastik ungu dengan kontainer plastik kuat dan tidak mudah bocor.
5. Limbah Kimia dan Farmasi, warna kontainer atau kantung plastik coklat.
• 7 kategori limbah medis adalah :
1. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk,
Misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dsb.
2. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan,
Misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
3. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia,
Misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain
4. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll
6. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
• Teknik Pengolahan Limbah bemda tajam:
1. Safety Box.
• Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
2. Needle Cutter.
Alternatif 1:
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
3. Needle Burner.
Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter. Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.
• Pengumpulan Limbah Medis : Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam, karena pada suhu hangat atau musim kemarau bakteri lebih cepat berkembang.
• Transportasi Limbah : Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup, Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri: Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
• Beberapa ketentuan lain ttg sampah medis :
1. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.
3. Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang
• Dampak limbah terhadap kesehatan : Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur : Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit , melalui membrane mukosa , melalui pernafasan dan melalui ingesti.
• Mikroorganisme patogen memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya.
• Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan
1. Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
2. Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
3. Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata.
4. Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital.
5. Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui nanah.
6. Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalahmelalui secret kulit.
7. Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
8. AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
9. Demam Berdarah.Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
10. Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah.
11. Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah.
12. Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah.
13. Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja.
14. Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh.
• Pengelolaan Limbah Medis berdasarkan Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan.
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi.
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.
• Usaha Minimalisasi Limbah:
Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.

"


26. Firda dwi yuliana

pada : 30 August 2017

"NAMA : FIRDA DWI YULIANA
NIM : 131711123036
KELAS : B2 / AJ 20

PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengertian limbah medis
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis. Baik yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, maupun laboratorium.
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

Jenis Wadah dan Label Limbah Medis


7 Kategori Limbah Medis
Limbah benda tajam, misalnya : Jarum suntik dll
Limbah infeksius, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
Limbah Patologis, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh
Limbah Farmasi, misalnya : obat, vaksin, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker
Limbah Kimia, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven
Limbah Kemasan Bertekanan, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
Limbah Logam Berat, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

Pengumpulan Limbah Medis
Limbah yang sudah dikumpulkan diangkut dengan menggunakan troli. Penyimpanan limbah pada musim kemarau maksimal 24 jam, sedangkan pada musim hujan selama 48 jam.

Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis
Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

Transportasi Limbah
Limbah diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)

Tekhnik Pengelolaan Limbah
Safety Box.
Alternative 1 : Jarum dan syringe dimasukkan ke dalam safety box; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : Jarum dan syringe dimasukkan ke dalam safety box; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
Needle Cutter
Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
Needle Burner.
Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter;
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

Infeksi Akibat Terpajan Limbah Medis
Infeksi gastroenteritis. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
Infeksi Saluran Pernafasan. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
Infeksi Mata. Media penularannya adalah secret mata.
Infeksi Genital. Media penularannya adalah melalui secret genital.
Infeksi Kulit. Media penularannya adalah melaui nanah.
Antraks. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
Meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin
AIDS. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
Demam Berdarah. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
Septikimia. Media penularannya adalah melalui darah.
Bakteriemia. Media penularannya adalah melalui darah.
Kandidemia. Media penularannya adalah melalui darah.
Hepatitis Virus A. Media penularannya adalah melalui tinja.
Hepatitis Virus B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh

Usaha Meminimalkan Limbah Medis
Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor."


27. Firda dwi yuliana

pada : 30 August 2017

"NAMA : FIRDA DWI YULIANA
NIM : 131711123036
KELAS : B2 / AJ 20

PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
Pengertian limbah medis
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis. Baik yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, maupun laboratorium.
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

Jenis Wadah dan Label Limbah Medis


7 Kategori Limbah Medis
Limbah benda tajam, misalnya : Jarum suntik dll
Limbah infeksius, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
Limbah Patologis, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh
Limbah Farmasi, misalnya : obat, vaksin, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker
Limbah Kimia, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven
Limbah Kemasan Bertekanan, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
Limbah Logam Berat, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

Pengumpulan Limbah Medis
Limbah yang sudah dikumpulkan diangkut dengan menggunakan troli. Penyimpanan limbah pada musim kemarau maksimal 24 jam, sedangkan pada musim hujan selama 48 jam.

Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis
Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

Transportasi Limbah
Limbah diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)

Tekhnik Pengelolaan Limbah
Safety Box.
Alternative 1 : Jarum dan syringe dimasukkan ke dalam safety box; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
Alternatif 2 : Jarum dan syringe dimasukkan ke dalam safety box; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit pelayanan kesehatan.
Needle Cutter
Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang.
Needle Burner.
Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter;
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

Infeksi Akibat Terpajan Limbah Medis
Infeksi gastroenteritis. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan.
Infeksi Saluran Pernafasan. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur.
Infeksi Mata. Media penularannya adalah secret mata.
Infeksi Genital. Media penularannya adalah melalui secret genital.
Infeksi Kulit. Media penularannya adalah melaui nanah.
Antraks. Media penularannya adalah melalui secret kulit.
Meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin
AIDS. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin.
Demam Berdarah. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret.
Septikimia. Media penularannya adalah melalui darah.
Bakteriemia. Media penularannya adalah melalui darah.
Kandidemia. Media penularannya adalah melalui darah.
Hepatitis Virus A. Media penularannya adalah melalui tinja.
Hepatitis Virus B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh

Usaha Meminimalkan Limbah Medis
Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
Mengecek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor."


28. NAOMI TOULASIK

pada : 30 August 2017

"RESUME KEPERAWATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
NAMA : NAOMI TOULASIK
NIM : 131711123057
KELAS : AJ2 ANGKATAN B20
FAKULTAS KEPERAWATAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
UNIVERSITAS AIRLANGGA


PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
(By. Ibu Ira Suarilah)

Limbah : bahan sisa suatu kegiatan dan atau produksi (PP no.12, 1995).
Limbah medis : sisa kegiatan medis yaitu semua hasil buangan dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan laboratorium.
Limbah bahan berbahaya dan beracun : sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya secara langsung ataupun tidak langsung dapat mencemarkan lingkungan hidup.
Legal aspek limbah medis : Persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas (Permenkes RI no. 1204/MENKES/SK/X/2004).
Jenis wadah dan warna kontainer kantong plastik :
1. Merah : radioaktif
2. Kuning : sangat infeksius (kontainer yang dapat disterilisasi dengan otoklaf)
3. Kuning : infeksius patologi dan anatomi
4. Ungu : sitotoksis
5. Cokelat : limbah kimia dan farmasi
7 (tujuh) kategori limbah medis :
1. Limbah benda tajam : materi padat yang memiliki sudut "


29. Nurlita Kurnia Wijaya

pada : 31 August 2017

""Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit"
Limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buiangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
7 kategori limbah medis meliputi: limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan, dan limbah logam berat.
pemilahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik."


30. Dwi Astutik

pada : 31 August 2017

"Tugas Resume K3
Nama : Dwi Astutik
NIM: 131711123078

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Menurut PP NO 12, 1995 limbah medis adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit telah diatur dalam Permenkes RI nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 yaitu semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Managemen sampah medis melalui proses yaitu mulai dari pemilahan, pengangkutan, pembakaran dan pembuangan akhir. Pada pemilihan benda padat dibedakan tempat pembuangannya yaitu benda tajam seperti jarum suntik dibuang di safety box atau dimasukkan needle pit. Sedangkan sampah medis non tajam seperti handscon, masker, dan sampah medis berupa limbah yang mengandung patogen yang berasal dari jaringan tubuh manusia di buang dalam kantong plastik warna kuning kemudian masuk ke insenerator. Sampah non medis di masukkan dalam kantong plastik hitam, dan kemudian dibuang di tempat pembuangan akhir. Botol dan plastik infus di masukkan dalam kantong plastik putih kemudia masuk dalam rause.
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan trolikhusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. 7 kategori limbah medis yaitu limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan, dan limbah logam berat.
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik. Tempat Penampungan sementara bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain.
Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus. Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup dan aman bagi jangkauan manusia. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan APD yang lengkap.
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan. Contoh organisme tersebut yaitu Virus Hepatitis (B) dan Virus HIV.
"


31. Dwi Astutik

pada : 31 August 2017

"Tugas Resume K3
Nama : Dwi Astutik
NIM: 131711123078

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

Menurut PP NO 12, 1995 limbah medis adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi. Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit telah diatur dalam Permenkes RI nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 yaitu semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Managemen sampah medis melalui proses yaitu mulai dari pemilahan, pengangkutan, pembakaran dan pembuangan akhir. Pada pemilihan benda padat dibedakan tempat pembuangannya yaitu benda tajam seperti jarum suntik dibuang di safety box atau dimasukkan needle pit. Sedangkan sampah medis non tajam seperti handscon, masker, dan sampah medis berupa limbah yang mengandung patogen yang berasal dari jaringan tubuh manusia di buang dalam kantong plastik warna kuning kemudian masuk ke insenerator. Sampah non medis di masukkan dalam kantong plastik hitam, dan kemudian dibuang di tempat pembuangan akhir. Botol dan plastik infus di masukkan dalam kantong plastik putih kemudia masuk dalam rause.
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan trolikhusus yang tertutup. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam. 7 kategori limbah medis yaitu limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah kemasan bertekanan, dan limbah logam berat.
Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik. Tempat Penampungan sementara bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain.
Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus. Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup dan aman bagi jangkauan manusia. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan APD yang lengkap.
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari pertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan. Contoh organisme tersebut yaitu Virus Hepatitis (B) dan Virus HIV.
"


32. FRIDA RACHMADIANTI

pada : 31 August 2017

"RESUME MATERI K3
PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
A. PENGERTIAN
Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP NO 12, 1995). Sedangkan limbah Medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

B. LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.

C. MANAJEMEN LIMBAH
Manajemen limbah padat rumah sakit/ puskesmas terdiri dari beberapa tahap proses yaitu pemilahan, pengangkutan, incinerator/pembakaran dan pembuangan.
Limbah tajam seperti jarum-suntik setelah pemakaian satu kali langsung dimasukkan ke safety box kemudian dilakukan pembakaran dengan incinerator dengan suhu 1000 oC sedangkan untuk jarum di patahkan terlebih dahulu menggunakan needle cutter kemudian dimasukkan ke dalam needle pit. Pada limbah infeksius, non infeksius, dan non tajam, serta basah/kering akan dimasukkan dalam kantong plastik lalu dilakukan pembakarang dengan menggunakan incinerator dengan suhu 1000 oC yang kemudian di buang ke TPA setempat. Sedangkan limbah PVC langsung dibawa ke TPA.

D. PEMILAHAN LIMBAH PADAT
1. Benda tajam dimasukkan ke dalam safety box kemudian dibakar menggunakan alat incinerator.
2. Medis non tajam dimasukkan dalam sampah medis kemudian dibakar menggunakan alat incinerator
3. Non medis dimasukkan ke dalam sampah non medis kemudian di bawa ke TPA
4. Botol dan Plastik infus dimasukkan ke dalam tempat sampah kemudian dapat olah kembali menjadi barang yang bermanfaat (reuse)

E. JENIS WADAH DAN LABEL LIMBAH MEDIS SESUAI KATEGORI
1. Radioaktif (merah) : kantong boks timbale dengan simbol radioaktif
2. Sangat Infeksius (kuning): kantong plastik kuat, anti bocor, atau container yang dapat disterilisasi dengan otoklaf
3. Limbah Infeksius, patologi & anatomi ( kuning): kantong plastik kuat dan anti bocor, atau container.
4. Sitoksis (ungu) : kontainer plastik kuat dan anti bocor
5. Limbah Kimia & Farmasi (coklat) : kantong plastik atau kontainer

F. 7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1. Limbah benda tajam : materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
2. Limbah infeksius : limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular.
3. Limbah Patologis : limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain.
4. Limbah Farmasi : limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
5. Limbah Kimia : limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostik, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
6. Limbah Kemasan Bertekanan : limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
7. Limbah Logam Berat : limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

G. PERSYARATAN TEMPAT PEWADAHAN LIMBAH NON MEDIS
1.Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
2.Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
3.Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
4.Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
5.Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
6.Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

H. TRANSPORTASI LIMBAH
1. Kantong limbah harus diletakkan dalam container yang kuat dan tertutup
2. Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kendaraan khusus
3. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang
4. Petugas harus menggunakan APD yang terdiri dari: Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)

I. DAMPAK LIMBAH TERHADAP KESEHATAN
Limbah medis dapat mengandung mikroorganisme patogen yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi, antara lain:
Infeksi gastroenteritis, infeksi saluran pernapasan, infeksi mata, infeksi genital, infeksi kulit, antraks, meningitis, AIDS, DBD, septikimia, bakterimia,kandidemia, hepatitis virus A, hepatitis virus B & C.

J. PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LIMBAH
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip pencemar yang membayar)
2. The “Precautionary” principle (prinsip pencegahan)
3. The “Duty of care” principle (prinsip kewajiban untuk waspada)
4. The “Proximity” principle (prinsip kedekatan)

K. USAHA MINIMALISASI LIMBAH
1.Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
2.Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
3.Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
4.Memonitor alur penggunaan bahan kimia
5.Menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
6.Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
"


33. Gaharuni Sahika Mutdinia

pada : 31 August 2017

"Nama : Gaharuni Sahika Mutdinia
NIM : 131711123038
Kelas : B20/ AJ2

RESUME PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT

1.Definisi
a. Limbah
Bahan sisa suatu proses produksi (PP NO 12/1995).
b. Limbah Medis
Sisa hasil buangan kegiatan medis yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

2. Legal Aspek Limbah Medis
Permenkes RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang “Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.”

3. Manajemen Limbah
a. Pemilahan
b. Pengangkutan
c. Incineration/ Pembakaran
d. Pembuangan Akhir

4. Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun
Sisa kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan konsentrasinya mengancam kehidupan makhluk hidup.
a. Radioaktif (Merah)
b. Sangat Infeksius (Kuning)
c. Limbah Infeksius, Patologi, Anatomi (Kuning)
d. Sitotoksis (Ungu).
e. Limbah kimia dan farmasi (Coklat).

5. Tujuh Kategori Limbah Medis
a. Limbah benda tajam: Jarum suntik, infus set; Ampul/vial obat, dll.
b. Limbah infeksius: Limbah hasil operasi atau otopsi pasien penyakit menular, alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
c. Limbah Patologis: Organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh.
d. Limbah Farmasi: Obat, vaksin, tumpahan obat, sarung tangan, masker.
e. Limbah Kimia: Formaldehid, zat kimia fotografis, solven.
f. Limbah Kemasan Bertekanan: Gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
g. Limbah Logam Berat: Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).

6. Pengumpulan Limbah Medis
a. Menggunakan troli khusus yang tertutup.
b. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.

7. Persyaratan Tempat Pewadahan Limbah Non-Medis
a. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
b. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan.
c. Terdapat minimal 1 (satu) buah untuk setiap kamar atau sesuai dengan kebutuhan.
d. Limbah tidak boleh dibiarkan dalam wadahnya melebihi 3 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi oleh limbah, maka harus diangkut supaya tidak menjadi perindukan vektor penyakit atau binatang pengganggu.
e. Benda tajam harus ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol, jerigen atau karton yang aman.
f. Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan dipergunakan kembali.

8. Transportasi Limbah
a. Letakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
b. Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
c. Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
d. Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri: topi/helm, masker, pelindung mata, pakaian panjang (coverall), apron untuk industri, pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus(disposable gloves atau heavy duty gloves)

9. Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan Internasional
a. The “Polluter Pays” principle (Prinsip Pencemar yang membayar)
b. The “ Precautionary” principle (Prinsip pencegahan)
c. The “Duty of Care” principle (Prinsip kewajiban untuk waspada)
d. The “Proximity” principle (Prinsip kedekatan)

10. Tekhnik Pengelolaan Limbah
a. Safety Box.
b. Needle Cutter
c. Needle Burner.

11. Infeksi Akibat Terpajan Limbah Medis
a. Infeksi gastroenteritis
b. Infeksi Saluran Pernafasan
c. Infeksi Mata
d. Infeksi Genital
e. Infeksi Kulit
f. Antraks
g. Meningitis
h. AIDS
i. Demam Berdarah
j. Septikimia
k. Bakteriemia
l. Kandidemia
m. Hepatitis Virus A
n. Hepatitis Virus B dan C

12.Usaha Meminimalkan Limbah Medis
a. Seleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
b. Gunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
c. Utamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
d. Cegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah
e. Monitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun.
f. Pesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
g. Gunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa.
h. Habiskan bahan dari setiap kemasan.
i. Cek tanggal kadaluarsa bahan pada saat diantar oleh distributor.
"


34. Dewi Masruroh

pada : 31 August 2017

"Pengelolaan limbah rumah sakit
Definisi Limbah : Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi (PP NO 12, 1995)
Definisi Limbah rumah sakit : sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Legal aspek limbah rumah sakit: Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
Penanganan limbah rumah sakit
• Limbah medis padat adalah limbah padat yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah Sitotoksis, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah kontainer bertekanan, dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi.
• Limbah padat non medis adalah limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan di rumah sakit di luar medis yang berasal dari dapur, perkantoran, taman dan halaman yang dapat dimanfaatkan kembali apabila ada teknologinya.
• Limbah cair adalah semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan rumah sakit yang kemungkinan mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun dan radioaktif yang berbahaya bagi kesehatan.
• Limbah gas adalah semua limbah yang berbentuk gas yang berasal dari kegiatan pembakaran di rumah sakit seperti insinerator, dapur, perlengkapan generator, anastesi dan pembuatan obat citotoksik.
• Limbah infeksius adalah limbah yang terkontaminasi organisme patogen yang tidak secara rutin ada di lingkungan dan organisme tersebut dalam jumlah dan virulensi yang cukup untuk menularkan penyakit pada manusia rentan.
• Limbah sangat infeksius adalah limbah berasal dari pembiakan dan stock bahan sangat infeksius, otopsi, organ binatang percobaan dan bahan lain yang telah diinokulasi, terinfeksi atau kontak dengan bahan yang sangat infeksius.
• Limbah sitotoksis adalah limbah dari bahan yang terkontaminasi dari persiapan dan pemberian obat sitotoksik untuk kemoterapi kanker yang mempunyai kemampuan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel hidup.
• Minimisasi limbah adalah upaya yang dilakukan rumah sakit untuk mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dengan cara mengurangi bahan (reduce), menggunakan kembali limbah (reuse) dan daur ulang limbah (recycle).

Transport Limbah Medis
• Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
• Pengangkutan limbah keluar rumah sakit menggunakan kenderaan khusus.
• Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
• Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri:
Topi/helm, Masker, Pelindung mata, Pakaian panjang (coverall), Apron untuk industri, Pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
"


35. Ade putrina

pada : 31 August 2017

"Nama:ade putrina
Nim :131711123032

PENGELOLAHAN LIMBAH SAMPAH MEDIS
RUMAH SAKIT

*pengertian limbah sampah
~Sisa suatu usaha atau kegiatan medis,semua hasil buangan yang berasal dari instansi kesehatan, penelitian, dan laboratorium

•Menurut PP no. 12.1995
Pengertian limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan atau proses produksi

~>Legal aspek limbah medis
PERMENKES RI NO. 1204/MENKES/SK/X/2004
persyaratan kesehatan lingkunganrs adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rs dalam bentuk padat, cair maupun gas

MANAJEMEN LIMBAH
1.PEMILAHAN
2.PENGANGKUTAN
3.PEMBAKARAN
4.PEMBUANGAN AKHIR

7 KATEGORI LIMBAH MEDIS
1.LIMBAH BENDA TAJAM
jarum suntik, infus set, vial/ampul
2.LIMBAH INFEKSIUS
limbah hasil operasi, limbah dari pasien yang penyakit menular/terpapar cairan pasien dan benda-benda disekitar pasien
3.LIMBAH PATOLOGIS
muntahan, darah, urine, cairan tubuh
4.LIMBAH FARMASI
obat-obatan, sarung tangan, vaksin kadaluarsa, masker, tumpahan obat
5.LIMBAH KIMIA
Farmaldehit solven, zat kimia fotografis
6.LIMBAH KEMASAN BERTEKANAN
gas dalam tabung, kaleng aerosol, carteidge
7.LIMBAH LOGAM BERAT
logam merkuri pecahan tensi meter/thermometer

Berdasarkan pada warna pembuangan kantong
1.benda tajam(safety box)
2.medis non tajam(kantong kuning)
3.non medis(kantong hitam)
4.botol dan plastik infus(kantong kuning)dpt diReUse
5.chemoterapi/sitostatika(kantong ungu)
6.radioaktif(kantong merah)
7.limbah kimia dan farmasi(kantong coklat) biasa disebut B3,bahan berbahaya dan beracun

TEKNIK PENGELOLAHAN LIMBAH MEDIS TAJAM
a. Safety box
b. Needle cutter
c. Needle burner

Mikroorganisme patogen
Memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup dialam bebas
Tergantung pada jenis mikroorganisme dan cara kerja pertahanan diri
Suhu, kelembapan, iradiasu uv, ketersediaan zat organic
Contoh :virus hep B, virus HIV

mikroorganisme dpt masuk melalui:
*tusukan, lecet, luka pada permukaan kulit
*membran mukosa
*pernafasandan ingesti

Contoh infeksi akibat terpajan limbah medis
1.infeksi gastroenteritis:tinja dan muntahan
2.infeksi saluran pernafasan:secret,air liur
3.infeksi mata:secret mata
4.infeksi genital:secret genital
5.infeksi kulit:nanah
6.antraks:secret kulit
7.meningitis:secret alat kelamin, darah
8.aids:secret alat kelamin, darah
9.demam berdarah:cairan tubuh, secret
10.septikimia:darah
11.bakterimia:darah
12.kandidemia:darah
13.hepatitis A:tinja
14.hepatitus B dan C:darah,cairan tubuh

Prinsip2 berdasarkan international
A. The "polluter pays"principle
B. The "precautionary"principle
C. The "duty of care"principle
D. The "proximity"principle

B. Pengumpulan limbah medis
Berdasarkan iklim tropis:
*.musim hujan 48jam
*.musim kemarau 24 jam

Persyaratan tempaat wadah limbah non medis
1.bahan yg kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan petmukaan yang halus
2.tutup mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan
3.setiap kamar memiliki 1 buah/ sesuai kebutuhan
4.tidak boleh lebih dari 3x24 jam
5.adanya tempat khusus(safety box)

Pembakaran
Harus dilakukan dlm waktu 24 jam
Jika tdk memiliki insinerator dapat disimpan pada suhu ruangan selambat-lambatnya 24 jam

Transportasi
1.harus dalam kedaaan tertutup sebelum masuk kontenair dan kedalam mobil pengangkut
2.kendaraan bersifat khusus
3.aman dari jangkauan manusia dan hewan
4.petugas harus memakai APD

#USAHA MINIMALISASI LIMBAH yaitu
1.seleksi dan gunakan seminim mungkin bahan-bahan kimia
2.mencegah bahan-bahan limbah
3.memonitor alur penggunaan
4.pakai bahan sesuai kebutuhan
5.hindari kadaluarsa
6.habiskan bahan pada setiap kemasan

"


36. Wirahadi saputra

pada : 31 August 2017

"PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
A. Pengertian Limbah
Menurut PP NO 12, 1995
Adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
B. Pengertian Limbah Medis
sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
C. Manajemen limbah medis
meliputi : pemilahan, pengangkutan, inceneration/pembakaran dan pembuangan akhir.
D. Katagori Limbah Medis
1. Limbah benda tajam
2. Limbah infeksius
3. Limbah Patologis
4. Limbah Farmasi
5. Limbah Kimia
6. Limbah Kemasan Bertekanan
7. Limbah Logam Berat
F. Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety Box.
2. Needle Cutter.
3. Needle Burner.
G. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
1. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
2. Melalui membrane mukosa
3. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
Contoh mikroorganisme tersebut adalah :
Virus Hepatitis (B)Virus HIV, Infeksi gastroenteritis, Infeksi Saluran Pernafasan, Infeksi Mata, Infeksi Genital, Infeksi Kulit, Antraks, Meningitis, AIDS, Demam Berdarah, Septikimia, Bakteriemia, Kandidemia, Hepatitis Virus A, Hepatitis Virus B dan C
H. Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni :
1. The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
2. The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
3. The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
4. The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
I. Catatan
Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.
(Pedoman pengelolaan limbah medis, Ditjen PP dan PL bekerjasama dengan WHO, 2012)

"


37. Yeane Fiorola Ire

pada : 31 August 2017

"PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis,mencakup semua hasil buangan dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian,dan laboratorium.
LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
PERMENKES RI No.1204/MENKES/SK/X/2004
PP No 12.1995
Manajemen Limbah;
Limbah padat RS/PUSKESMAS/POLIKLINIK;
TAJAM;
Jarum suntik-dipatahkan dengan needle cutter/dipisahkan –masukan dalam safety box—hancurkan dalam incenerator kecil/dibawa ke incenerator besar—terakhir menuju pembuangan akhir Needle PIT atau PIT setempat.
INFEKSIUS ,NON INFEKSIUS
Non tajam,basah,kering—dimasukan dalam kantong plastik—dibawa ke incenerator/insenerator sentral—dibuang PIT setempat.
PVC;
Langsung ke TPA.
Limbah bahan berbahaya dan beracun;
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat dan konsentrasinya atau dan jumlahnya baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
Jenis limbah dan label limbah medis padat sesuai kategori;
1. Radioaktif------warna kontainer/kantong plastik;MERAH.
2. Sangat infeksius,limbah infeksius,patologi dan anatomi;------ warna kontainer/kantong plastik KUNING
3. Sitotoksis-------warna kontainer/kantong plastik UNGU
4. Limbah kimia dan farmasi;-------warna kontainer atau kantong plastik COKLAT.
7 Kategori limbah medis;
Limbah benda tajam
Limbah infeksius
Limbah patologis
Limbah farmasi
Limbah kimia
Limbah kemasan bertekanan
Limbah logam berat.
Pengumpulan limbah medis
Pengumpula limbah medis dari setiap ruangan dengamenggunakan troli khusus yang tertutup dan penyimpanannya harus sesuai iklim tropis.musim hujan maksimal 48 jam dan musim kemarau tidak boleh lebih dari 24 jam.
Pemisahan limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
Beberapa ketentuan lain tentang limbah medis;
Bagi rumah sakit yang mempunyai incenerator,pemusnahan limbah medis selambat lambatnya dalam 24jam,bagi yang tidak memiliki incenerator,melalui kerjasama dengan pihak yang memiliki incenerator untuk memusnahkan limbahnya, juga selambat lambatnya dalam 24 jam.
TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM;
1.SAFETY BOX
2.NEEDLE CUTTER
3.NEEDLE BURNER.
Dampak limbah terhadap kesehatan;
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen,yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur;
1.melalui tusukan,lecet atau luka di kulit.
2.melalui membran mukosa.
3. melalui pernapasan dan melalui ingesti.
MIKROORGANISME PATOGEN;
Contohnya; virus hepatitis,A,B ,C; virus HIV;
Contoh infeksi karena terpajanlimbah layanan kesehatan;infeksi gastroenteris,pernapasan,mata,genital,kulit,antraks, meningitis,AIDS,demam berdarah,septikemia,bakteriemia,kandidemia,hepatitis A,B dan,C.
Pengelolaan limbah medis;
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional;
1. The polluter pay principle/prinsip pencemar yang membayar
2. The precautionary principle./prinsip pencegahan.
3. The duty of care principle/prinsip kewajiban untuk waspada.
4. The proximity principle/prinsip kedekatan.
USAHA MINIMALISASI LIMBAH
Menyeleksi limbah,menggunakan sesedikit mungkin bahan kimia,mengutamakan pembersihan secara fisik dari pada kimia,mencegah bahan yang menjadi limbah,monitor alur bahan kimia,mulai dari menjadi bahan baku sd menjadi limbah,memesan bahan sesuai kebutuhan,menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal seblum menjadi kadaluarsa,menghabiskan bahan dari setiap kemasan,mengecek ED pada saat diantar oleh distributorr.

PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis,mencakup semua hasil buangan dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian,dan laboratorium.
LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
PERMENKES RI No.1204/MENKES/SK/X/2004
PP No 12.1995
Manajemen Limbah;
Limbah padat RS/PUSKESMAS/POLIKLINIK;
TAJAM;
Jarum suntik-dipatahkan dengan needle cutter/dipisahkan –masukan dalam safety box—hancurkan dalam incenerator kecil/dibawa ke incenerator besar—terakhir menuju pembuangan akhir Needle PIT atau PIT setempat.
INFEKSIUS ,NON INFEKSIUS
Non tajam,basah,kering—dimasukan dalam kantong plastik—dibawa ke incenerator/insenerator sentral—dibuang PIT setempat.
PVC;
Langsung ke TPA.
Limbah bahan berbahaya dan beracun;
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat dan konsentrasinya atau dan jumlahnya baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
Jenis limbah dan label limbah medis padat sesuai kategori;
1. Radioaktif------warna kontainer/kantong plastik;MERAH.
2. Sangat infeksius,limbah infeksius,patologi dan anatomi;------ warna kontainer/kantong plastik KUNING
3. Sitotoksis-------warna kontainer/kantong plastik UNGU
4. Limbah kimia dan farmasi;-------warna kontainer atau kantong plastik COKLAT.
7 Kategori limbah medis;
Limbah benda tajam
Limbah infeksius
Limbah patologis
Limbah farmasi
Limbah kimia
Limbah kemasan bertekanan
Limbah logam berat.
Pengumpulan limbah medis
Pengumpula limbah medis dari setiap ruangan dengamenggunakan troli khusus yang tertutup dan penyimpanannya harus sesuai iklim tropis.musim hujan maksimal 48 jam dan musim kemarau tidak boleh lebih dari 24 jam.
Pemisahan limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
Beberapa ketentuan lain tentang limbah medis;
Bagi rumah sakit yang mempunyai incenerator,pemusnahan limbah medis selambat lambatnya dalam 24jam,bagi yang tidak memiliki incenerator,melalui kerjasama dengan pihak yang memiliki incenerator untuk memusnahkan limbahnya, juga selambat lambatnya dalam 24 jam.
TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM;
1.SAFETY BOX
2.NEEDLE CUTTER
3.NEEDLE BURNER.
Dampak limbah terhadap kesehatan;
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen,yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur;
1.melalui tusukan,lecet atau luka di kulit.
2.melalui membran mukosa.
3. melalui pernapasan dan melalui ingesti.
MIKROORGANISME PATOGEN;
Contohnya; virus hepatitis,A,B ,C; virus HIV;
Contoh infeksi karena terpajanlimbah layanan kesehatan;infeksi gastroenteris,pernapasan,mata,genital,kulit,antraks, meningitis,AIDS,demam berdarah,septikemia,bakteriemia,kandidemia,hepatitis A,B dan,C.
Pengelolaan limbah medis;
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional;
1. The polluter pay principle/prinsip pencemar yang membayar
2. The precautionary principle./prinsip pencegahan.
3. The duty of care principle/prinsip kewajiban untuk waspada.
4. The proximity principle/prinsip kedekatan.
USAHA MINIMALISASI LIMBAH
Menyeleksi limbah,menggunakan sesedikit mungkin bahan kimia,mengutamakan pembersihan secara fisik dari pada kimia,mencegah bahan yang menjadi limbah,monitor alur bahan kimia,mulai dari menjadi bahan baku sd menjadi limbah,memesan bahan sesuai kebutuhan,menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal seblum menjadi kadaluarsa,menghabiskan bahan dari setiap kemasan,mengecek ED pada saat diantar oleh distributorr.

PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis,mencakup semua hasil buangan dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian,dan laboratorium.
LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
PERMENKES RI No.1204/MENKES/SK/X/2004
PP No 12.1995
Manajemen Limbah;
Limbah padat RS/PUSKESMAS/POLIKLINIK;
TAJAM;
Jarum suntik-dipatahkan dengan needle cutter/dipisahkan –masukan dalam safety box—hancurkan dalam incenerator kecil/dibawa ke incenerator besar—terakhir menuju pembuangan akhir Needle PIT atau PIT setempat.
INFEKSIUS ,NON INFEKSIUS
Non tajam,basah,kering—dimasukan dalam kantong plastik—dibawa ke incenerator/insenerator sentral—dibuang PIT setempat.
PVC;
Langsung ke TPA.
Limbah bahan berbahaya dan beracun;
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat dan konsentrasinya atau dan jumlahnya baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
Jenis limbah dan label limbah medis padat sesuai kategori;
1. Radioaktif------warna kontainer/kantong plastik;MERAH.
2. Sangat infeksius,limbah infeksius,patologi dan anatomi;------ warna kontainer/kantong plastik KUNING
3. Sitotoksis-------warna kontainer/kantong plastik UNGU
4. Limbah kimia dan farmasi;-------warna kontainer atau kantong plastik COKLAT.
7 Kategori limbah medis;
Limbah benda tajam
Limbah infeksius
Limbah patologis
Limbah farmasi
Limbah kimia
Limbah kemasan bertekanan
Limbah logam berat.
Pengumpulan limbah medis
Pengumpula limbah medis dari setiap ruangan dengamenggunakan troli khusus yang tertutup dan penyimpanannya harus sesuai iklim tropis.musim hujan maksimal 48 jam dan musim kemarau tidak boleh lebih dari 24 jam.
Pemisahan limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
Beberapa ketentuan lain tentang limbah medis;
Bagi rumah sakit yang mempunyai incenerator,pemusnahan limbah medis selambat lambatnya dalam 24jam,bagi yang tidak memiliki incenerator,melalui kerjasama dengan pihak yang memiliki incenerator untuk memusnahkan limbahnya, juga selambat lambatnya dalam 24 jam.
TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM;
1.SAFETY BOX
2.NEEDLE CUTTER
3.NEEDLE BURNER.
Dampak limbah terhadap kesehatan;
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen,yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur;
1.melalui tusukan,lecet atau luka di kulit.
2.melalui membran mukosa.
3. melalui pernapasan dan melalui ingesti.
MIKROORGANISME PATOGEN;
Contohnya; virus hepatitis,A,B ,C; virus HIV;
Contoh infeksi karena terpajanlimbah layanan kesehatan;infeksi gastroenteris,pernapasan,mata,genital,kulit,antraks, meningitis,AIDS,demam berdarah,septikemia,bakteriemia,kandidemia,hepatitis A,B dan,C.
Pengelolaan limbah medis;
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional;
1. The polluter pay principle/prinsip pencemar yang membayar
2. The precautionary principle./prinsip pencegahan.
3. The duty of care principle/prinsip kewajiban untuk waspada.
4. The proximity principle/prinsip kedekatan.
USAHA MINIMALISASI LIMBAH
Menyeleksi limbah,menggunakan sesedikit mungkin bahan kimia,mengutamakan pembersihan secara fisik dari pada kimia,mencegah bahan yang menjadi limbah,monitor alur bahan kimia,mulai dari menjadi bahan baku sd menjadi limbah,memesan bahan sesuai kebutuhan,menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal seblum menjadi kadaluarsa,menghabiskan bahan dari setiap kemasan,mengecek ED pada saat diantar oleh distributorr.

PENGERTIAN LIMBAH MEDIS
Sisa suatu usaha atau kegiatan medis,mencakup semua hasil buangan dari instalasi kesehatan,fasilitas penelitian,dan laboratorium.
LEGAL ASPEK LIMBAH MEDIS
PERMENKES RI No.1204/MENKES/SK/X/2004
PP No 12.1995
Manajemen Limbah;
Limbah padat RS/PUSKESMAS/POLIKLINIK;
TAJAM;
Jarum suntik-dipatahkan dengan needle cutter/dipisahkan –masukan dalam safety box—hancurkan dalam incenerator kecil/dibawa ke incenerator besar—terakhir menuju pembuangan akhir Needle PIT atau PIT setempat.
INFEKSIUS ,NON INFEKSIUS
Non tajam,basah,kering—dimasukan dalam kantong plastik—dibawa ke incenerator/insenerator sentral—dibuang PIT setempat.
PVC;
Langsung ke TPA.
Limbah bahan berbahaya dan beracun;
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat dan konsentrasinya atau dan jumlahnya baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain
Jenis limbah dan label limbah medis padat sesuai kategori;
1. Radioaktif------warna kontainer/kantong plastik;MERAH.
2. Sangat infeksius,limbah infeksius,patologi dan anatomi;------ warna kontainer/kantong plastik KUNING
3. Sitotoksis-------warna kontainer/kantong plastik UNGU
4. Limbah kimia dan farmasi;-------warna kontainer atau kantong plastik COKLAT.
7 Kategori limbah medis;
Limbah benda tajam
Limbah infeksius
Limbah patologis
Limbah farmasi
Limbah kimia
Limbah kemasan bertekanan
Limbah logam berat.
Pengumpulan limbah medis
Pengumpula limbah medis dari setiap ruangan dengamenggunakan troli khusus yang tertutup dan penyimpanannya harus sesuai iklim tropis.musim hujan maksimal 48 jam dan musim kemarau tidak boleh lebih dari 24 jam.
Pemisahan limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik.
Beberapa ketentuan lain tentang limbah medis;
Bagi rumah sakit yang mempunyai incenerator,pemusnahan limbah medis selambat lambatnya dalam 24jam,bagi yang tidak memiliki incenerator,melalui kerjasama dengan pihak yang memiliki incenerator untuk memusnahkan limbahnya, juga selambat lambatnya dalam 24 jam.
TEKNIK PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS TAJAM;
1.SAFETY BOX
2.NEEDLE CUTTER
3.NEEDLE BURNER.
Dampak limbah terhadap kesehatan;
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen,yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur;
1.melalui tusukan,lecet atau luka di kulit.
2.melalui membran mukosa.
3. melalui pernapasan dan melalui ingesti.
MIKROORGANISME PATOGEN;
Contohnya; virus hepatitis,A,B ,C; virus HIV;
Contoh infeksi karena terpajanlimbah layanan kesehatan;infeksi gastroenteris,pernapasan,mata,genital,kulit,antraks, meningitis,AIDS,demam berdarah,septikemia,bakteriemia,kandidemia,hepatitis A,B dan,C.
Pengelolaan limbah medis;
Prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional;
1. The polluter pay principle/prinsip pencemar yang membayar
2. The precautionary principle./prinsip pencegahan.
3. The duty of care principle/prinsip kewajiban untuk waspada.
4. The proximity principle/prinsip kedekatan.
USAHA MINIMALISASI LIMBAH
Menyeleksi limbah,menggunakan sesedikit mungkin bahan kimia,mengutamakan pembersihan secara fisik dari pada kimia,mencegah bahan yang menjadi limbah,monitor alur bahan kimia,mulai dari menjadi bahan baku sd menjadi limbah,memesan bahan sesuai kebutuhan,menggunakan bahan yang diproduksi lebih awal seblum menjadi kadaluarsa,menghabiskan bahan dari setiap kemasan,mengecek ED pada saat diantar oleh distributorr.

"


38. RAFIDAH AZIZAH

pada : 31 August 2017

"Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit

A. Pengertian Limbah
Menurut PP NO 12, 1995  bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

B. Pengertian Limbah Sampah Medis
Limbah sampah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

C. Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain

D. Legal Aspek Medis
Berdasarkan Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.


E. Manajemen Limbah
Limbah padat yang berasal dari rumah sakit, puskesmas, poliklinik akan dilakukan beberapa pengelolaan yaitu pemilahan, pengangkutan, pembakaran, dan pembuangan akhir.

F. Pemilahan Limbah Padat
- Benda tajam seperti spuit, needle, cutter dimasukkan kedalam safety box kemudian dibawa ke bagian pihak III
- Benda medis non tajam seperti handscoon, darah, cairan pasien dimasukkan kedalam tempat sampah medis yang diberi tas plastik kresek berwarna kunig/merah, kemudian dibawa ke bagian pihak III
- Benda non medis seperti kertas-kertas pengelolaan ruangan dan pasien, tissue, dimasukkan kedalam sampah yang diberi tas plastik kresek berwarna hitam, kemudian diangkut ke TPA.
- Botol dan plastik infuse dimasukkan kedalam tempat sampah yang diberi tas plastik kresek berwarna kuning, kemudian di daurulang (reuse).

G. Macam Limbah Medis
- Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk.
- Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur.
- Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia. Misalnya cairan tubuh, muntahan
- Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia
- Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemberin disinfektan.
- Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas.
- Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik

H. Pengumpulan Limbah Medis dan Penyimpanan
Pengumpulan dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanannya harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
I. Tempat Penampungan Sementara
Rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya maupun yang tidak mempunyai insenerator harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan RS lain yaitu harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam .

J. Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety Box
Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
2. NeedleCutter
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
3. Needle Burner
Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter;
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

K. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur yaitu tusukan, lecet, atau luka di kulit, membrane mukosa, dan melalui pernafasan dan melalui ingesti
Contoh mikroorganisme pathogen yaitu Virus Hepatitis (B) virus HIV.

L. Contoh Infeksi kibat limbah yankes
Infeksi gastroenteritis, infeksi saluran pernafasan, infeksi mata, infeksi genital, infeksi kulit, antraks, meningitis, AIDS, demam berdarah, bakteriemi, kandidemia. hepatitis virus a, hepatitis virus b dan c.
M. Pengelolaan Limbah Medis
- The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
- The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
- The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
- The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
"


39. Lazuardi Asrurullah AlLatif

pada : 31 August 2017

" Nama : Lazuardi Asrurullah Al-latif
NIM : 131711123071
Kelas : AJ2

PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH MEDIS RUMAH SAKIT
1. Definisi
Menurut PP NO 12, 1995, Limbah adalah bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.
Limbah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
2. Legal Aspek Sampah Medis
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.
3. Jenis Wadah Untuk Limbah Medis Padat Sesuai Katagorinya
No Katagori Jenis konteiner/ kantung pelastik Ket.
1 Radio aktif Merah Kantung boks timbal dengan tulisan radioaktif
2 Sangat infeksius Kuning Kantung plastik kuat, anti bocor, dan dapat disterilisasi dengan otoclaf
3 Limbah infeksius, patologis dan anatomi Kuning Kantung plastik kuat, anti bocor.
4 Sitotoksis Ungu Kantung plastik kuat, anti bocor.
5 Limbah kimia dan farmasi Cpklat Kantung plastik atau konteiner

4. Katagori Limbah Medis
a. Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll.
b. Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.
c. Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain.
d. Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll.
e. Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll.
f. Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol.
g. Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
5. Pengumpulan Sampah Medis
a. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup.
b. Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
c. Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah kunci pembuangan yang baik
6. Tempat Penampungan sementara
Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam.
Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain/ pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.


7. Ketentuan Tentang Sampah Medis
a. Ruang Perawatan harus memiliki minimal dua macam tempat limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning) dan satunya lagi untuk non-medis (warna hitam).
b. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah medis.Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah non-medis.
c. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah medis dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang.
8. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur :
a. Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit
b. Melalui membrane mukosa
c. Melalui pernafasan dan melalui ingesti
9. Kesimpulan
Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.
"


40. HENI MURTI WAHYUNI

pada : 05 September 2017

"Pengelolaan Limbah Sampah Medis Rumah Sakit

A. Pengertian Limbah
Menurut PP NO 12, 1995  bahan sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi.

B. Pengertian Limbah Sampah Medis
Limbah sampah medis adalah sisa suatu usaha atau kegiatan medis, mencakup semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.

C. Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun
Sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain

D. Legal Aspek Medis
Berdasarkan Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, dan gas.


E. Manajemen Limbah
Limbah padat yang berasal dari rumah sakit, puskesmas, poliklinik akan dilakukan beberapa pengelolaan yaitu pemilahan, pengangkutan, pembakaran, dan pembuangan akhir.

F. Pemilahan Limbah Padat
- Benda tajam seperti spuit, needle, cutter dimasukkan kedalam safety box kemudian dibawa ke bagian pihak III
- Benda medis non tajam seperti handscoon, darah, cairan pasien dimasukkan kedalam tempat sampah medis yang diberi tas plastik kresek berwarna kunig/merah, kemudian dibawa ke bagian pihak III
- Benda non medis seperti kertas-kertas pengelolaan ruangan dan pasien, tissue, dimasukkan kedalam sampah yang diberi tas plastik kresek berwarna hitam, kemudian diangkut ke TPA.
- Botol dan plastik infuse dimasukkan kedalam tempat sampah yang diberi tas plastik kresek berwarna kuning, kemudian di daurulang (reuse).

G. Macam Limbah Medis
- Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk.
- Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur.
- Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia. Misalnya cairan tubuh, muntahan
- Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia
- Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemberin disinfektan.
- Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas.
- Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik

H. Pengumpulan Limbah Medis dan Penyimpanan
Pengumpulan dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Penyimpanannya harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam
I. Tempat Penampungan Sementara
Rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya maupun yang tidak mempunyai insenerator harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan RS lain yaitu harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam .

J. Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam
1. Safety Box
Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer.
2. NeedleCutter
Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan;
Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box.
3. Needle Burner
Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter;
Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.

K. Dampak Limbah Terhadap Kesehatan
Dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur yaitu tusukan, lecet, atau luka di kulit, membrane mukosa, dan melalui pernafasan dan melalui ingesti
Contoh mikroorganisme pathogen yaitu Virus Hepatitis (B) virus HIV.

L. Contoh Infeksi kibat limbah yankes
Infeksi gastroenteritis, infeksi saluran pernafasan, infeksi mata, infeksi genital, infeksi kulit, antraks, meningitis, AIDS, demam berdarah, bakteriemi, kandidemia. hepatitis virus a, hepatitis virus b dan c.
M. Pengelolaan Limbah Medis
- The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”).
- The “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”)
- The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”)
- The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”)
"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :