IRA SUARILAH


Berpacu menjadi yang terbaik

SUSU FORMULA

ASI VS SUSU FORMULA

MELAWAN KEDIGJAYAAN SUSU FORMULA

ASI adalah hak dasar anak yang paling menduduki urutan pertama atas hak-haknya lainnya dan menjadi kewajiban orang tua untuk memenuhinya. Ketika seoranganak lahir, orangtuanyalah yang berperan penting dalam memutuskan apakah anak etrsebut akan disusui atau diberikan susu formula?

Meskipun diyakini, hampir semua orang mengetahui bahwa ASI adalah yang terbaik. Tetapi pada prakteknya tidak sedikit orang tua yang akhirnya memberikan susu formula. Sungguh sangat mengenaskan, orang tua yang sudah tahu pentingnya ASI justru pada hari pertama kehidupan anaknya, justru susu formula yang mengaliri saluran pencernaannya, bukan ASI. Kenapa bukan ASI? Bukankah secara kodrati anak manusia sudah seharusnya mendapatkan susu manusia bukan susu sapi atau lainnya? Anak manusia yang baru dilahirkan tersebuut tentunya tidak berdaya atas kuasa kedua orang tuanya yang memilihkan susu formula dihari pertama kehidupannya.

ASI adalah yang terbaik, berikan ASI saja sd.usia bayi 6 bulan. Seruan tersebut tercantum disemua susu formula merk apappun mulai dari yang buatan local sampai dnegan yang diimport utuh dari negara pembuatnya di luar negeri. Keberadaan susu formula lokal yang dijual eceran dengan mudah didapat di warung-warung baik di desa dan dipelosok gang. Hal ini merupakan salah satu kemudahan akses kepada susu formula dan kemudahan ini sanagt mendukungi ibu untuk menyerah kepada susu formula. Kisah susu kelas premium setali tiga uang. Susu formula kelas premium dalam kemasan kaleng yang berkilauan, berhasil menempatkan konsumennya pada strata social tersendiri di masyarakat. Apalagi dengan adanya layanan khusus untuk selalu memfollow-up dari para tenaga marketing produsen susu tersebut membuat Ibu memiliki alasan khussu untuk setia pada merk tsb. DItambah lagi,susu formula kelas premium dengan percaya diri mengiklankan dirinya sebagai yang terbaik karena  dibuat dari susu sapi segar berkualitas diolah dengan teknlogi mutkahir dan telah melewati proses penelitian yang panjang. Iklan susu formula yang mengkalim bisa memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, berhasil membuat bayi-bayi terserabut dari haknya untuk mendapatkan ASI  

Bagi seorang bayi baru lahir, dia sama sekali tidak berdaya ketika tidak mendapatkan apa yang seharusnya menjadi haknya. Permasalahannya kenapa seorang bayi baru lahir tidak mendapatkan ASI? Atau kenapa bayi tdak segera disusui oleh ibunya? Tentunya ada banyak faktor dan alasan kenapa seorang bayi pada akhirnya tidak mendapatkan haknya.

Alasan yang paling banyak dikemukakan oleh ibu adalah karena  produksi ASI saya sedikit, sehingga meskipun sudah disusui bayi masih saja nangis, rewel karena tidka kenyang. Berangkat dari alasan etrsebut lalu muncul perasaan tidak tega dengan tangisan bayi yang diiringi dengan tindakan memberikan tambahan susu formula.

Alasan selanjutnya adalah karena mealhirkan sesar sehingga tidak memungkinkan disusui karena ibu masih sangat lemah setelah menjalani operasi pembedahan. Juga efek anestesi menjadi alasan bagi bayi untuk tidak segera disusukan kepada ibunya.

Dua dari alasan etrsebut di atas, sesunggguhnya bukan lagi kendala dalam hal menyusui. Mengingat pentingnya ASI sebagai nutrisi awal kehidupan anak manusia. Maka pada beberapa Rumah Sakit yang pro ASI, Ibu baru lahir akan mendapatkan dukungan dari dokter,bidan, perawat yang juga sekaligus konselor laktasi  agar bisa segera menyusui bayinya. Ibu dan keluarganya mendapatkan edukasi tentang ASi dan menyusui sehingga diharapkan sekembalinya dari RS ibu dengan percaya diri bisa menyusuinya bayinya.

Namun fenomena penggunaan susu formula di Indonesia sungguh sangat mengkhawatirkan. Hampir tidak ada  pemberitaan di media massa tentang sanksi bagi RS dan petugas kesehatan yang membekali Ibu baru melahirkan dengan sekotak atau sekaleng susu formula. Pemberian susu formula tanpa indikasi medis adalah jelas sebuah kekeliruan.

Orang tua bayi dibebaskan membuat keputusan apakah akan memberika ASI atau sufor setelah mereka mendapatkan edukasi tentang manfaat ASI dan pemberian susu formula tanpa indikasi medis.

Tentunya orang tuapun memiliki alasan pribadi yang telah dipertimbangkan dnegan matang sehingga akhirnya memutuskan meberikan sufor.

Lalu apa sih kehebatan ASI dibandingkan susu formula? Bukankan sama saja? Lagipula di pasaran sekarang susu formula sudah semakin canggih teknologi pembuatannya dan didukung oleh riset yang  panjang.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :